Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 71- Harmonis


__ADS_3

"Hehehe, boleh, tanganku sekarang suka pegal... " Maya menyerah baby Revan kepada Denis


Mereka turun dari mobil dan disambut dengan asisten rumah tangga Denis


"Bi, coba lihat, tampan sekali kan anakku.. " Denis melihatkan wajah anaknya kepada bibinya


"Iya den, mirip dengan den Denis... "


"Iya dong, kan aku Ayah nya.. "


"Maaf ya bi, kalo ngomong suka bener dia, haha.. " Maya menimpali ucapan suaminya


"Apa dia benar den Denis?


"Jika benar, berarti dia sudah berubah.. "


"Alhamdulillah lah akhirnya mereka bisa akur juga.. " Batin bibi


"Semoga selalu seperti ini.. " Batin liam yang melihat kemesraan mereka


"Oh ya kalian masuk dulu, aku mau menghubungi kedua temanku.. " Ucap Denis yang merogoh sakunya untuk mencari ponselnya


"Sedang mencari apa?? " Maya melihat denis yang kesusahan mengambil sesuatu karna menggendong baby Revan


"Ponselku, bisa tolong ambilkan, aku susah.. "


"Emm.. " Maya ragu untuk mengambilkan ponsel suaminya yang berada di saku celananya, karna jujur saja dia tidak pernah menyentuh Denis


"Sudah ambilkan saja.. " Liam menyakinkan menantunya


Maya segera mendekat dan merogoh saku Denis


"Ahh susahnya, badan dia semakin lebar dan celananya sangat ketat.. " Batin Maya yang kesusahan


"Susah ya?? " Tanya Denis yang melihat istrinya mengeluarkan ponselnya


"Hehehe, lain kali kalo ke Mall, kita beli celana buat kamu agar tidak seperti ini.. " Oceh Maya


Akhirnya Maya berhasil mengeluarkan ponsel Denis dari saku celananya.


"Apa aku terlihat sedikit gemuk?? " Tanya Denis yang merasa tersinggung dengan ucapan Maya


"Sedikit.. " Jawab Liam dan Maya bersamaan


"Jangan pergi dan jangan macem-macem, ingat sekarang kamu sudah menjadi Ayah.. " Liam berbisik di telinga Denis lalu mengajak Maya masuk kedalam


"Sini kasih baby Revan ke aku?? " Ucap Maya


"Jangan, biar aku saja yang menggendongnya... "


"Biarkan saja May, dia lagi senang dengan status barunya.. " Ucap Liam yang diangguki Denis


"Tapi dad, aku takut baby Revan menangis ? " Ucap Maya saat anaknya masih berada di gendongan suaminya


"Biarkan saja, dia tidak akan menagis atau celaka ditangan Denis.. "


"Emm ya sudah, Den kalo nangis langsung bawa ke aku atau kamu bisa telfon aku.. " Ucap Maya yang di angguki Denis


Setelah mereka masuk, Denis langsung duduk di kursi yang berada di halaman rumahnya, sesekali dia menggoyangkan baby Revan agar tidak terbangun dari tidurnya

__ADS_1


Tutt... Tutt....


Denis melakukan panggilan video call kepada sahabatnya itu


"Heh, lo kemana aja, sewaktu wisuda bisa-bisanya lo gak dateng!! " Aji mengoceh panjang lebar setelah panggilannya terhubung, terlihat wajah Aji yang sangat kesal


"Mungkin kita udah gak di anggap sahabat kali ji.. " Kini Iksan menimpali ucapan Aji


Oeekk... Oeekk...


Baby Revan terbangun dari tidurnya karna suara Aji dan Iksan yang sangat nyaring


"Eh bayi siapa yang nangis?? " Tanya mereka berdua


"Udah selesai ngocehnya! Sampai-sampai anak gue kebangun gara-gara suara lo semua!! " Denis menggoyangkan dan menepuk-nepuk bokong baby Revan agar tertidur kembali


"Husttt sayang, bobo lagi ya, bobo sayang.. " Denis menenangkan baby Revan


Kedua sahabat yang sedang melihat interaksi Denis dan baby Revan pun melongo, mereka bertanya-tanya tentang bayi yang digendong sahabatnya


"Den.. " Ucap Aji yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Denis,


"Diam, biarin anak gue tidur dulu.. "


"Okeh-okeh... "


Cukup lama mereka memendam berbagai pertanyaan di dalam otaknya, setelah memakan waktu 10 menit, akhirnya Denis berhasil untuk menidurkan baby Revan kembali


"Ada apa! " Tanya Denis dengan suara lirih dan tangannya tak henti-hentinya menepuk bokong baby Revan


"Bayi siapa itu?? " Kini aji dan Iksan bertanya bersamaan


"Anak Ayah ya dek, hust, hust, tidur yang tenang anak Ayah.. " Denis berbicara dengan bayinya yang sudah tertidur lelap


"Bukannya usia kandungan Maya masih.. "


"Dia prematur, dan sempat di rawat inap beberapa hari dirumah sakit, itu alesan gue gak bisa datang wisuda.. " Ucapnya dengan berbisik, takut membangunkan anaknya kembali


"Coba gue lihat mukanya, mirip gak sama lo.. " Ucap Iksan yang masih tak percaya


"Nih, mirip kan sama gue.. " Denis memperlihatkan wajah baby Revan ke kamera


"Tampan, seperti kita ji.. " Ucap Iksan yang mendapat anggukan dari Aji


"Enak aja lo, ini anak gue, bisa-bisanya lo ngomong kek gitu.. " Sewot Denis yang tidak terima


"Den.... "


Maya datang dan berniat untuk mengambil baby Revan, karna tadi dia sempat mendengar baby Revan menangis


"Hustt diem, dia baru tidur.. " Tubuh Denis masih goyang kanan kiri dan tangannya menepuk bokong babynya


"Maaf ya, waktumu terganggu karna aku, biar aku saja yang menggendong baby Revan.. " Maya berniat mengambil alih bayinya dalam dekapan suaminya


"Siapa namanya?? " Tanya Iksan


"Hai Maya, apa kabar, lama gak ketemu tambah cantik aja.. " Aji menggoda istri sahabatnya itu.


"Mau dong dibuatin baby seganteng baby siapa itu?? "

__ADS_1


"Emm Revan kalo gue gak salah dengar ji.. " Iksan menimpali ucapan Aji


"Ah iya itu.. "


Maya tersenyum kikuk lalu melihat Denis yang tanpa ekspresi


"Sinih aku gendong, biar kamu enak juga video callnya sama temen-temen.. "


Akhirnya Denis menurut, dia menyerahkan baby Revan kedalam gendongan istrinya,


"Mau kemana May?? " Tanya Iksan yang melihat istri Denis buru-buru pergi


"Maaf, aku masuk dulu ya, kasihan baby Revan kedinginan, cuaca sudah semakin sore.. "


"Jangan dengarkan ucapan orang gila ini May, pergi masuk kasihan baby Revan.. " Akhirnya Denis bersuara, ia tidak ingin Maya di goda oleh kedua temannya


"Masuk dulu ya dek, nanti Ayah susul, jangan nangis.. " Denis memberi kecupan bertubi-tubi di wajah anaknya


"Masa anaknya doang yang dapet kecupan manis sedangkan istrinya dianggurin.. " Aji semakin senang menggoda sahabatnya yang sudah terlihat kesal


"Diem lo.. " Bentak Denis yang membuat baby Revan terkejut dan terbangun


Oeeekkk.. Oekkkkk.. Oeeekkk....


"Kamu si, jadi bangun deh.. "


"Maaf hehe, habisnya dia mancing aku.. "


"Cup cup sayang ibu, yuk kita masuk yuk.. " Maya berusaha menenangkan anaknya yang sedang menangis karna ulah suaminya


Setelah melihat istrinya pergi meninggalkannya, Denis langsung memaki kedua sahabatnya


"Lo bisa di rem gak si mulut lo!! "


"Dan jangan godain istri orang apalagi istri sahabat lo sendiri!! "


"Nikah sonoh, biar tau rasanya punya istri!! .. " Sewot Denis


"Ya elah kan becanda Den.. " Ucap Aji cengegesan, akhirnya dia berhasil juga memancing kemarahan Denis


"Lagi pula jadi laki sensi banget si, inget kita ini sahabat, mana mungkin sahabat kaya kita nusuk dari belakang, adanya nusuk dari depan hahaha.. " Kekeh Iksan yang belum puas membuat emosi Denis memuncak.


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#......

__ADS_1


__ADS_2