Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 30-Shock


__ADS_3

"Non, Non kenapa menangis.. " Ucap Bi Ijah yang sudah di dekat Maya,


Maya yang menyadari keberadaan asisten rumah tangga nya pun langsung memeluk Bi Ijah, jujur dia butuh teman untuk tempat curhat, dia tidak sanggup memendam masalah ini sendirian.


"Bi, aku sudah melakukan kesalahan yang membuat mamah papah kecewa.. " Jawab Maya dengan tangisanya


"Kesalahan apa Non?? " Ucap Bi Ijah yang masih bingung dengan ucapan Maya


"Gak ada apa-apa Bi, Bi bibi keluar ya, aku ingin menelfon mamah.. ". Jawab Maya yang memerintahkan asisten rumah tangga nya itu pergi dari kamarnya


Setelah Bi Ijah keluar, Maya segera menyambar ponselnya, dia menimang-nimang ponselnya, dia takut akan kemarahan mamahnya


Dengan tekad yang kuat dia memberanikan dirinya untuk menelfon mamahnya.


Tut.. Tut.. Tut..


"Kok mamah gak angkat telfon aku si.. " Gumam Maya karna telfonya sedari tadi hanya berdering


Beberapa kali Maya menelfon mamahnya tetapi tidak diangkat juga, dan akhirnya Maya mencoba menghubungi papahnya, walaupun ia takut tetapi ia harus menceritakan semuanya


Tut.. Tut.. Tut..


πŸ“ž"Hallo sayang.. " Ucap Papah Maya yang bernama Louis di sebrang sana


πŸ“ž"Ha-halo pah!, Mamah kemana? Kok gak angkat telfon aku.. " Jawab Maya yang basa basi kepada papahnya


πŸ“ž"Mamah kamu sedang tidur, karna tadi malam mamah kamu begadang.. " Jawab papah Maya di negara lain, karna di sana waktu sudah siang


πŸ“ž"Pah!.. " Ucap Maya yang masih ragu untuk menceritakan semuanya, jujur ia lebih menyukai mamahnya untuk berbagi cerita


πŸ“ž"Kenapa nak?? Apa keputusanmu sudah berubah, kau mau menerima perjodohan dengan rekan bisnis papah? " Jawab papah Maya yang senang


πŸ“ž"Bu-bukan pah.. " Ucap Maya terbata-bata


πŸ“ž"Mau sampai kapan kamu menolaknya May!! " Tanya papah Maya dengan suara yang terdengar kesal.


πŸ“ž"Pah, ini Maya telfon, Maya mau ngasih tau papah.. " Ucap Maya yang sedikit ragu, dia mengelus-elus perutnya untuk menenangkan hatinya


πŸ“ž"Mau kasih tau?? " Jawab papah Maya yang penasaran dengan pembicaraan anaknya


πŸ“ž"Aku mau nikah pah! Papah sama mamah pulang ya" Ucap Maya dengan cepat,


Dan hal itu sontak membuat papah maya membulat kan matanya, mulutnya menganga, dia pikir dia salah dengar karna ucapan anaknya yang terlalu cepat.


πŸ“ž"Tingkat halu papah terlalu tinggi sampai-sampai kuping papah salah dengar!! " Ucap papah Maya yang tak percaya dengan ucapan anaknya itu.


πŸ“ž"A-aku serius pah!! " Jawab Maya dengan lirih


πŸ“ž"Apa!!!! Kenapa cepat sekali!! Siapa calon suamimu itu??" Tanya papah Maya yang terkejut, dia benar-benar shock


πŸ“ž"Pah!, dia teman sekampus aku.. " Jawab Maya dengan nafas yang sesak, dia sudah tak sanggup menahan air matanya yang ingin keluar

__ADS_1


πŸ“ž"Ceritakan semuanya! Papah tau betul kamu may!! Kamu itu gak mungkin nglakuin ini semua tanpa alasan.. " Ucap papah Maya dengan tegas,


πŸ“ž"Pah! Jangan marah nya kalo aku ceritakan semuanya.. " Jawab Maya yang takut dengan kemarahan papahnya


πŸ“ž"Ceritakan May!!! " Ucap papah Maya dengan suara yang keras,, rahangnya mengeras, dan tentu saja hal itu membuat mamah Maya terbangun dari tidurnya.


Mamah Maya pun segera menghampiri suaminya yang terlihat sedang marah.


"Kenapa pah!! " Ucap mamah maya yang melihat kemarahan suaminya


"Anak kamu bikin ulah lagi.. " Jawab papah Maya kepada istrinya, dan maya yang mendengar itu semua hanya bisa menangis.


"Coba loudspeaker pah, mamah ingin dengar.. " Ucap mamah Maya yang meminta suaminya mengaktifkan pengeras suara di ponselnya.


Dengan patuh papah Maya langsung mengaktifkan nya,


πŸ“ž"Sayang, ada masalah apa?? " Tanya mamah Maya saat mendengar suara tangis Maya di sebrang sana.


πŸ“ž"Mah, maafin aku ya.. " Ucap Maya dengan sesenggukan, air matanya masih menetes.


πŸ“ž"Cepat ceritakan semua may!!! Papah sama mamah ingin mendengarkanya!!! " Ucap papah Louis dengan emosi, rahangnya mengeras,


Dengan sigap mamah Maya menenangkan suaminya itu,


"Tenang pah, kalo papah marah-marah begini, Maya akan semakin takut dan ragu untuk menceritakan masalahnya.. " Ucap mamah Maya yang menenangkan suaminya dengan mengelus punggung kekar suaminya.


"Bagaimana aku bisa tenang mah! Dia tiba-tiba bicara akan menikah, dan kita disuruh untuk pulang!!" Jawab papah Maya yang masih emosi,


πŸ“ž"Maksud nya apa may!! Kenapa papahmu bicara seperti itu, apa itu semua benar!! " Tanya mamah Maya kepada anaknya.


Maya yang mendapat pertanyaan itu pun hanya bisa menangis, tangisnya semakin pecah saat kedua orang tuanya marah,


πŸ“ž"Jangan diam saja may! Ayo ceritakan sama mamah!! Sebenarnya apa yang terjadi.. " Ucap mamah Maya dengan suara lembutnya, walaupun ia terkejut tetapi ia tahu semua ini pasti ada alasanya.


πŸ“ž"I-iya mah! " Jawab Maya dengan suara yang serak,


πŸ“ž"Alasanya apa sayang.. ". Tanya mamah Maya lagi.


Sebelum Maya menjawab papah Maya sudah ingin bicara memarahi anaknya tetapi itu semua ditahan oleh istrinya


"Biarkan dia bicara dulu, kamu jangan emosi seperti ini.." Ucap mamah Maya yang melarang suaminya berbicara.


Dan papah Maya hanya menurut, dia juga ingin tahu alasanya anaknya itu menikah, yang ada dipikiranya itu hanya 2 pilihan (1. Maya hamil dan 2. Dia sudah mendapatkan cinta sejatinya)


πŸ“ž"Maafkan aku mah, pah.. " Ucap maya yang meminta maaf pada kedua orang tua itu, lidahnya terasa kelu saat ingin menceritakan semuanya,


πŸ“ž"Sayang, mamah sudah memaafkan kamu, sekarang kamu cerita ke mamah yak, sudah jangan menangis lagi.. " Jawab mamah Maya yang menenangkan hati putrinya itu.


πŸ“ž"Aku ha-hamil mah! ".


Degggg...

__ADS_1


Mata kedua orang tua itu langsung membulat, dadanya terasa sesak, anak semata wayang nya hamil diluar nikah,


Perasaan emosi, kecewa terpancar dari sorot mata papah Maya,


Dan mamah Maya shock, badanya melemas, dia menginginkan seorang cucu tapi bukan begini caranya.


πŸ“ž"Siapa laki-laki yang sudah menghamili kamu!! " Tanya papah Maya dengan nada tinggi, emosinya sudah berada dipucuk ubun-ubun.


πŸ“ž"Teman aku pah.. " Ucap Maya dengan lirih


πŸ“ž"Kenapa kamu bisa sampai kecolongan hah!!! " Tanya papah Maya kepada putrinya.


πŸ“ž"Maaf pah, aku mabuk.. " Jawab Maya yang membuat kedua orang tua itu menganga.


πŸ“ž"Sejak kapan kamu itu mabuk hah!! Siapa yang mengajari kamu mabuk!! " Ucap papah Maya yang tak habis pikir dengan sikap anaknya,


πŸ“ž"Sayang, apa laki-laki itu mau bertanggungjawab nak?? " Tanya mamah Maya kepada putrinya, dia tidak bisa membayangkan jika lelaki itu tidak mau bertanggungjawab kepada putrinya.


πŸ“ž"Ma-mau mah, tapi dia minta gak ada pesta cuma ijab saja.. " Jawab Maya yang memberitahukan syarat Denis


πŸ“ž"Berapa usia kandungan mu!! " Tanya papah Maya


πŸ“ž"12 minggu pah!! " Jawab Maya mengelus-elus perutnya


πŸ“ž"Lusa papah sama mamah akan pulang, papah ingin kamu bawa laki-laki itu dihadapan papah!! " Ucap papah Maya dan langsung mematikan telfonnyaMaya


.


.


.


.


.


.


.


.


#hay gaes makin seru nih.. yuk pantau terus jangan sampai ketinggalan..


#jangan lupa tinggalin jejak kalian(like, favorite, komen) 😍😁


#mohon maaf kalo ada kesalahan kata atau kalimat yaπŸ˜„πŸ˜„


#salam bahagia, semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


........ #Happy Reading😘#.......

__ADS_1


__ADS_2