
"Setelah pernikahan itu, aku akan membawa Denis beserta keluarganya pindah ke negara B, aku akan menyuruhnya mengurus bisnisku yang disana, dan mungkin dengan cara ini, kehidupan Tama dan keluarganya akan bahagia.." Liam berbicara di dalam kamarnya, ia memandang foto alm. istrinya yang sedang tersenyum.
"Maaf, maaf aku tidak bisa menjaga Denis dengan baik, sampai-sampai dia melakukan kesalahan yang sangat fatal.. "
"Tapi kamu tenang aja, aku akan membawa Denis pergi dari negara ini, dan mulai mendidiknya dengan baik di negara B, dimana banyak kenangan kita disana.. "
Liam menaruh foto istrinya kembali ketempat semula, ia membaringkan tubuhnya lalu mulai memasuki alam mimpinya.
Ke esokan harinya..
Tokkk... Tok..
"Ki, bangun ki!! " Teriak mamah Risa di depan pintu kamar anaknya
"Ki, bangun!!!! " Kini bukan teriakan lagi melainkan gedoran pintu yang sangat keras..
Cekreekk...
Pintu terbuka, dan kia kembali menuju ranjangnya untuk tidur kembali
"Ki jangan tidur lagi, penata rias sudah datang.. " Ucap mamah Risa yang melihat anaknya berbaring di kasurnya kembali
"Jangan aneh-aneh mah, aku tidak mengundang penata rias, mungkin dia salah alamat.. "
"Ki bangun!!, kumpulin nyawamu dulu, Acaranya diadakan siang nanti, dan sekarang sudah pukul 10 pagi.. "
Kia bangkit dan menyibakan selimutnya dengan kesal lalu menguap sesekali matanya terpejam
"Acara apa sih mah! Aku ngantuk, semalam aku bermain game sampai larut malam, biarkan aku tidur sebentar saja.. "
"Kok anak mamah jadi malas begini, sejak kapan kamu bermain game?"
"Sejak tadi malam.. " Kia berbicara sambil menutup matanya lalu merebahkan tubuhnya dan tertidur kembali
"Astaga! .. " mamah Risa menggelengkan kepalanya
"Mbak, biarkan saja, putriku memang sudah menjadi anak yang malas, biarkan saja, nanti jika waktunya sudah mepet baru tahu rasa!.. "
"Atau biarkan saja calon suaminya melihat dia dengan penampilan bangun tidur diacara pernikahannya.. "Mamah Risa berucap dengan kesal dan menyuruh penata rias itu pergi.
Mata Kia terbuka saat mendengar kata pernikahan dan calon suami
" Oh Tuhan, hari ini aku kan mau nikah!! " Ucapnya lalu bangkit dari tidurnya dan menyuruh penata rias itu duduk di sofa kamarnya
"Udah sadar?? " Tanya mamah Risa
"Hehehe... "
"Mbak, silahkan duduk dulu.. " Ucap Kia dengan sopan,
"Baik Nona.. "
"Ya sudah sanah mandi, ini gaun yang harus kamu pake,.. "
"Iya mah.. "
Kia segera mengambil handuknya dan masuk kedalam kamar mandi, dia mandi dengan cepat karna merasa tidak enak, sudah membuat seseorang menunggu
Setelah selesai dari ritual mandi, 3 orang penata rias mengambil tugasnya masing-masing, ada yang mengeringkan rambut dan ada yang membantunya mengenakan gaun pengantin dan ada yang mewarnai wajahnya
Cukup lama, wajah Kia digambar oleh para MUA tersebut,
Waktu sudah menujukan pukul 12.00 artinya sebentar lagi, tamu akan datang,
Kia mencoba menghubungi sely untuk menghilangkan rasa geroginya saat ini, tapi sely tidak menjawab telfonnya
"Arrggkkhh kenapa tidak diangkat, bukannya ini jam istirahat.. "
"Semua sudah beres, kami izin pamit nona.. " Ucap Penata rias yang sedang membereskan perlengkapannya
__ADS_1
"Terimakasih.. " Jawab Kia dengan senyuman
Lalu dia melihat dirinya sendiri dipantulan cermin yang di hadapannya
"Apa ini benar-benar aku?? " Tanyanya dengan meraba wajahnya
"Mereka benar-benar membuatku tidak mengenali wajahku.." Kia memuji keahlian dan kepandaian para make over itu yang berhasil merubah wajahnya
Cekrrekkk
"Sayang, sudah siap nak.. " Ucap mamah Risa yang sedang membenarkan pakaiannya
"Sudah mah, coba lihat wajahku.."
"I-ini kamu ki, cantik banget, mamah sampai tidak mengenali kamu..."
"Makasih mah, aku juga sempat berfikir kalo ini bukan .. "
"Hahaha, ada-ada aja ki.. "
"Oh iya mah, ayo kita selfie, sebelum tamu datang.. " Kia mengeluarkan ponselnya, mungkin ini selfie terakhir dengan mamahnya sebelum melepas masa lajangnya
Cekrek, cekrek, cekrek
"Gaya jeleknya mah, biar buat kenang-kenangan.. "
"Okeh, siapa takut.. "
Cekrek, cekrek, cekrek
"Sudah ki, mamah bingung mau gaya apalagi, .. "
"Hehe ya sudah mah,.. "
"Mamah keluar sebentar, jangan pergi kemana-mana, .. "
"Temani aku disini mah, aku takut.. "
..........
"Apa kamu sudah siap nak?? " Tanya Bunda Gita yang sudah berada di dalam kamar putranya
"Sedikit lagi,.. "
"Bagaimana Bun?? "
"Ganteng, tapi coba deh, dasinya jangan miring.. "
"Sinih biar Bunda yang merapikan.. " Bunda gita mengulurkan tangannya lalu merapikan dasi anaknya.
"Nah, rapih kan.. "
Erland melihat pantulan dirinya di cermin,
"Terimakasih Bun.. "
"Sama-sama... "
"Ayo kita turun, Ayah dan yang lain sudah menunggu kita,.. "
"Oh iya, dibawah juga ada Denis dan lainnya.. "
Erland tersenyum saat mendengar orang yang sudah dianggap kaka itu hadir di acaranya.
"Ardi bund?? "
"Dia belum datang, mungkin sebentar lagi, ayo turun.. "
Mereka turun dari lantai atas, dengan posisi Erland menggandeng lengan Bundanya,
__ADS_1
Semua mata tertuju pada mereka, Erland tampak berwibawa saat mengenakan pakaian dan jas berwarna putih,
"Sudah siap?? " Tanya Ayah David saat mereka sudah sampai dibawah
"Sudah, terimakasih kak, om sudah mau bersedia datang ke acara pernikahanku... "
"Sama-sama.. "
"Boleh aku gendong anak kak Denis?? " Tanya Erland saat melihat Maya menggendong anaknya.
"Jangan Tam, eh maksudku Land, nanti pakaianmu jadi kusut.. "
"Benar yang dikatakan Denis Lan... " Kini Maya menyetujui ucapan Denis
"Assalamu'alaikum, maaf aku telat... "
Tiba-tiba Ardi datang dengan langkah terpogoh-pogoh,
"Ngapain dia kesini Land!!! " Tanya Ardi saat melihat wajah Denis dirumah sahabatnya
"Jangan emosi, dia anak sepupu dari Bunda Gita... " Kali ini Ayah David menghampiri dan berbicara pada Ardi
"Apa? "
"Maafin gue, selama ini gue udah jahat... " Denis menghampiri Ardi dan mengulurkan tangannya
Ardi melirik Erland, dan Erland menganggukan kepalanya pertanda dia harus membalas uluran tangan Denis
Ardi membalas uluran tangan dengan mata yang menyelidik,
"Dia sudah berubah.. "Ucap Erland yang melihat Ardi memandang Denis dengan tatapan menyelidik
"Apa benar??"
"Tapi aku masih menaruh curiga dengan dia.. " Batin Ardi yang masih menatap Denis
"Ayo kita berangkat,.. " Ucap Ayah David yang melihat jam dipergelangan tangannya
"Ayo... "
Mereka semua berangkat menggunakan 2 mobil, Erland bersama keluarga nya menggunakan mobil Ayah David dan Liam beserta keluarganya membawa mobil mereka sendiri, Ardi ikut menumpang di mobil Erland
"Rileks.. " Ucap Ardi berbisik di telinga Erland
"Kenapa Di?? " Tanya Bunda Gita
"Anak Bunda gerogi Bun, aku bilang rileks aja.. "
"Haha, jangan gerogi nak,.. "
"Mana bisa, ini yang pertama untuk aku.. " Batin Erland dalam hati
"Hehehe susah Bun.. "
Setelah menempuh waktu yang cukup lama, akhirnya mereka sampai juga di halaman rumah Kia, ternyata banyak tetangga yang ingin menyaksikan acara tersebut.
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......