
"Tenangin diri lo, semua akan baik-baik saja.. " Ucap Kia
"Gue gak bisa tenang, ini semua salah gue.. " Jawab Erland frustasi
"Ini bukan salah lo, ini musibah.."
" Jika tadi aku tidak terlambat menjemput Ayah dan Bunda, pasti mereka sekarang sudah berada di rumah.. " Ucap Erland lagu
"Sabar... "
.............
"Ada apa lo datang kemari.. " Tanya Iksan pada Denis
"Gue suntuk dirumah,.. " Jawab Denis merebahkan tubuhnya di ranjang Iksan
"Udah berapa kali gue bilang, lebih baik lo tinggal di rumah sendiri dan ajak tuh istri lo.. " Ucao Iksan memberikan segelas minuman kepada Denis
"Solusi gak makan hati setiap hari.. " Ucapnya lagi
"Dari awal niat gue seperti itu, tapi orang tua dia gak bolehin,.. " Jawab Denis yang meneguk minumannya
"Dia istri lo, dia udah sepenuhnya milik lo,.. " Ucap Iksan
"Hahaha istri... " Kekeh Denis
"Gue di paksa menikah.. " Ucapnya lagi
"Udah terima aja, lagipula maya cantik.. " Ucap Iksan
"Bir?? " Tanya Denis saat sudah menghabiskan minumannya
"Mau lagi lo! kagak takut dimarahib sama orang rumah kalo lo mabuk.. "
"Gue stres,, kasih lagi yang banyak.. " Ucap Denis yang masih sadar
"Dikit aja lo, gue takut lo mabuk.. " Ucap Iksan memberikan 1 botol minuman
"Gue gak akan mabuk.. "
...........
"Bagaimana operasinya dok?? " Tanya Erland dengan cemas
"Operasi berjalan dengan lancar tapi maaf pasien sedang menjalani masa kritis, pendarahan diotaknya membuatnya kehilangan banyak darah.. " Ucap dokter yang menangani ibunda Erland
"A-apa dok kritis! " Jawab Erland, ia mengusap wajahnya dengan kasar, tanpa sadar air matanya mengalir
"Apa saya boleh menemuinya?? " Ucapnya lagi, ia ingin segera melihat keadaan Bunda nya
"Boleh, tapi bergantian ya.. "
Setelah itu, Erland masuk ke dalam ruangan Bundanya, ia memegang tangan Bundanya, tanpa terasa air matanya mengalir semakin deras, ia menangis menatap seseorang yang sangat di sayanginya berbaring tak sadarkan diri.
"Bun, maafin aku hiks.. hikss. " Ucap Erland menangis dan mencium punggung tangan Bundanya
"Andai aku gak telat jemput kalian, pasti Bunda sekarang baik-baik saja.. " Gumam Erland
"Bun, keadaan Ayah semakin membaik, Bunda harus kuat ya.. "
__ADS_1
Sudah beberapa menit Erland mengajak Bundanya berbicara tetapi tidak ada respon, dan ia memutuskan untuk keluar dari ruangan Bundanya, ia tak tega melihat orang yang di sayanginya terbaring kaku diatas ranjang.
Setelah Erland keluar, kini Kia bergantian
"Hai tante.. " Ucap Kia yang sudah di dekat Bunda Erland
"Tante cepat sembuh ya, Erland sangat sedih.. " Kia berucap seolah-olah tantenya dapat mendengar ucapannya
"Tante pasti kuat, tante pasti bisa melewati semua ini.. "Ucapnya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Tan, bangun!!.. " Ucap kia dengan suara serak, ia tak mampu menahan air matanya terlalu lama
Akhirnya Kia pasrah, sebelum ia bangkit dari duduknya, Bunda gita menggerakkan jari tangannya dengan lemah, dan perlahan membuka matanya, Kia yang melihat semua itu langsung memencet bel di samping tempat tidur, ia segera memanggik dokter..
"Tante sudah sadar.. " Tanya Kia yang menghapus air matanya
"Ki.. " Ucapnya dengan suara lirih..
"Tante, jangan berbicara apapun, Kia sudah memanggil dokter, dan Kia akan memberitahu berita bahagia ini kepada Erland, karna dari tadi Erland sangat cemas memikirkan kondisi tante.." Ucap Kia yang hendak memanggil Erland
"Ki.. " Ucap Bunda Gita yang menahan langkah Kia
"Iya tante.. " Ia menoleh kepada tantenya itu
"Boleh tante meminta satu permintaan.. " Ucap Gita dengan suara yang sangat lirih.
"Boleh tante, tante mau minta apa?? " Tanya Kia dengan tersenyum
"Menikah dengan Erland ya Ki.. " Ucapnya dengan lirih dan nyaris tak terdengar ditelinga Kia
"Tante, tante istirahat dulu, nanti dokter akan memeriksa keadaan tante.. " Jawab Kia yang tak mendengar jelas ucapan tantenya
Kia yang mendengar itu semua hanya diam, dia belum bisa menjawab ucapan tantenya itu
"Erland mencintai mu.. " Ucap Bunda Gita lagi
"Tante, tante fokus untuk kesembuhan tante dulu ya.. " Jawab Kia yang mengalihkan pembicaraan
"Tante mohon,. " Ucapnya dengan air mata yang mengalir, ia memohon dan menahan rasa sakit di kepalanya
"Jangan menangis tante... " Jawab Kia sambil mengelap air mata tantenya
"Jadi, kamu mau menikah dengan Erland Ki.. " Tanyanya dengan tersenyum, ia berusaha menggenggam tangan Kia, Kia yang melihat itu pun langsung menggenggam tangan tantenya
"Tante.. " Belum selesai Kia berbicara, Bunda gita sudah memotong ucapnya
"Tante mohon.. " Ucapnya yang mengeratkan genggamannya.
"Baik tante, Kia mau, tapi tante harus sembuh.. " Jawab Kia dengan menggelus punggung tangan tantenya menggunakan tangan satunya
"Terimakasih sayang, awww sakit... " Ringis tante Gita tiba-tiba, dan itu membuat Kia cemas mendadak
"Tante gak papa.. " Tanya Kia yang melihat tante Gita kesakitan
Tiba-tiba dokter yang menangani tantenya itu datang, ia segera mengecek keadaannya..
Erland dan mamah Risa yang berada di luar ruangan pun semakin cemas saat dokter berlari masuk ke dalam ruangan
"Ada apa ini.. " Tanya Erland yang melihat dokter serta suster masuk ke dalam ruangan ibundanya
__ADS_1
"Sabar nak.. " Ucap mamah Risa yang melihat wajah khawatir Erland
Beberapa menit kemudian Kia keluar dari ruangan tantenya, dan ia segera memeluk mamahnya untuk menenangkan hatinya
"Ada apa Ki?? Ada apa dengan Bunda?" Tanya Erland yang melihat Kia menangis
Setelah merasa tenang ia melepaskan pelukannya dari mamahnya, dan ia menghampiri Erland
"Bunda sudah sadar.. " Ucap Kia di dekat Erland
"Ta-tapi.. "
"Tapi apa Ki.. " Tanya Erland penasaran
"Tiba-tiba kepalanya sakit dan sekarang dokter sedang memeriksanya.." Ucapnya lagi dengan suara serak
"Bunda!! aku harus masuk ke dalam.. " Ucap Erland yang melangkah masuk ke dalam
Sebelum membuka pintu Kia berucap "Jangan!! Biar dokter memeriksa keadaannya dulu.. "
"Aku gak bisa diem aja disini Ki, sedangkan Bunda aku lagi kesakitan.. di dalam sana " Ucap Erland yang tetap ingin menghampiri bundanya
"Jangan.. " Ucap Kia yang akhirnya memeluk Erland, ia menenangkan Erland
"Ki.. Bunda.. " Erland menangis saat Kia memeluknya, ia tidak memberontak saat Kia memeluknya.
"Tenang, kita tunggu dari sini ya.. " Ucap Kia yang mempererat pelukanya
"Kita duduk, okeh.. " Ucap Kia melepas pelukannya dan membawa Erland duduk di kursi
Sebelum mereka mendudukan dirinya di kursi, dokter yang menangani Bunda Gita keluar dan memberitahukan informasi mengenai keadaannya
"Dokter gimana keadaan Bunda saya.. " Tanya Erland saat melihat dokter keluar dari ruangannya
"Benturan di kepalanya ternyata cukup keras dan membuat dia menjadi kesakitan, sebaiknya ibu Gita jangan terlalu memikirkan yang berat-berat.. " Ucap dokter kepada Erland
"Apa saya boleh menemuinya dok.. " Tanya Erland lagi
"Silahkan, ibu gita sudah sadar.. " Ucap dokter dan langsung pergi
.
.
.
.
.
#Hay para readers😍😍
#Terimakasih sudah mau mampir di karya pertama aku😍😍
#Mohon maaf kalau ada kesalahan kata atau kalimat 😁😁
#Salam bahagia, semoga kita semua diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah😍😍
#Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah😍)
__ADS_1
......... #Happy Reading😘#........