
Drtt... Drttt.. Drtt...
Ponsel Liam berbunyi, dan Liam pamit untuk mengangkat telfonnya dulu
๐"Denis telfon, aku angkat sebentar.. " Ucapnya yang diangguki Gita
๐"Hallo Den!! " Liam berbicara saat sudah menggeser tombol hijau dilayar ponselnya
๐"..... "
๐"Apa!!, sekarang bagaimana kondisi istrimu??? " Liam menampilkan ekspresi terkejut
Bunda Gita penasaran, dan Kia yang mendengar kata istri pun langsung menatap ayah angkat dari Denis.
"Ada apa dengan istri Denis?? " Batin Kia menatap Liam, Liam tiba-tiba menatap Kia, tanpa sengaja mata mereka bertemu, segera mungkin Kia membuang tatapannya dan beralih kepada Erland
"Sebenarnya Kia belum bisa melupakan Denis sepenuhnya, lihat saja dia masih peduli sewaktu aku bilang istri Denis.. " Batin Liam yang tidak sengaja tatapan dengan mata Kia
"Apa ini, kenapa aku ketahuan mencuri dengar, bisa-bisa om berfikir jika aku belum bisa move on dari Denis.. " Batin Kia sambil mengelus pucuk rambut Erland
"Ada apa dengan istri Denis Li??? " Tanya Gita yang sudah panik.
"Maaf Gita, aku harus pergi, istri Denis sudah melahirkan.. " Jawab Liam yang bangkit dari duduknya
"Aku ikut Li, aku ingin bertemu.. "
Liam menatap sekilas Kia, lalu menganggukan kepalanya kepada Gita
"Ayo!! " Ucap Liam
"Ki, jaga Erland, Bunda ingin menjenguk menantu sepupu Bunda yang sudah lahiran.. " Ucap Bunda Gita yang diangguki Kia
"Assalamu'alaikum.. "
Pintu terbuka, dan masuklah sosok mamah Risa menenteng kantong plastik berisi makanan.
"Mbak, tolong jaga Erland sebentar ya, aku ada urusan sebentar.. " Ucap Bunda Gita, dan mamah Risa pun mengangguk heran, karna wajah mereka cemas.
"Mau ikut Ki!! " Tiba-tiba Liam berbicara kepada Kia
"Aku tahu, kamu juga penasaran dengan kondisi istri Denis.. " Batin Liam.
"A-apa boleh om.. " Jawab Kia terbata-bata
"Boleh sayang, ayo temani Bunda, mbak Risa gapapa kan kalo ditinggal sendiri?? " Ucap Bunda Gita yang diangguki mamah Risa
Mereka melangkah keluar, mamah Risa sempat menahan kepergian Kia, karna dia ingin bertanya beberapa pertanyaan tapi Kia menjawabnya dengan isyarat mata
"Nanti aku akan ceritakan semuanya.. " Sorot mata Kia berucap seperti itu kepada mamahnya
Mereka keluar, berjalan melewati lorong, lalu tidak lama mereka bisa melihat Denis sedang duduk dengan tangan menangkup wajahnya
"Den, apa yang terjadi!! " Tanya Liam saat sudah berada di dekat putranya
__ADS_1
Denis memeluk Liam, dia belum melihat kehadiran Kia ataupun Bunda Gita
"Maya sekarang sedang tidak sadarkan diri.. "
"Tapi bayinya bagimana?? " Tanya Liam yang cemas dengan keadaan cucunya
"Bayi, bayinya.. " Denis tak sanggup mengatakan keadaan bayinya,
"Den!! " Suara perempuan mengagetkan Denis, segera ia melepaskan pelukannya dan melihat kehadiran tantenya
Sedetik kemudian, ia melihat seseorang yang masih ia cintai dihadapannya dan sedang menatapnya
"Apa ini, aku bersikap lemah di depan Kia, sangat memalukan.. " Batin Denis
"Tante.. " Sapa Denis yang memberikan uluran tangannya
"Yang sabar ya nak.. " Jawab Bunda Gita, ia melangkah dan duduk di samping Denis,
Dan Denis pun memeluk Bunda Gita, biarkan saja Kia memandangnya lemah untuk saat ini, toh ia rindu dengan kasih sayang seorang ibu,
"Ternyata mereka sedekat ini.. " Batin Kia yang melihat kedekatan Bunda dan Denis
"Tapi kenapa Denis dan Erland tidak saling kenal, ini mustahil kan?? " Batinnya kembali saat mengingat beberapa kali pertemuan mereka
"Den, perkenalkan ini Kia.. " Bunda Gita melepaskan pelukannya dan menyuruh Kia mendekat.
Denis menatap ayah angkatnya dengan tatapan aneh
"Apa ini, tatapanmu mengintimidasi daddy nak, daddy tidak mau ikut campur urusanmu.. " Batin Liam yang menatap anaknya
"Kia.. " Ucapnya memperkenalkan diri
"Apa ini! Kenapa Kia malah pura-pura tidak mengenaliku!! " Batin Denis, ia membalas uluran tangan Kia
"Dia ini anak dari sepupu Bunda ki, .. " Bunda Gita memperkenalkan Denis kepada Kia, Kia pun hanya menganggukan kepalanya
"Dan Denis, dia Kia ini calon menantu tante.. "
Deg...
"Apa-apaan ini!! " Batin Denis yang terdengar shock, ia bahkan melupakan masalah bayinya dan Maya
Mata Denis meminta penjelasan kepada Dady Liam, dan yang ditatap hanya mengedikan bahunya,
"Ke-kenapa tante ada disini!! " Ucap Denis terbata-bata
"Ya Tuhan, jangan buat hidupku tambah rumit!! " Batin Denis merasakan feelingnya tidak enak
"Anak tante kecelakaan.. " Ucap Bunda Gita terdengar begitu pilu
Degg..
"Anak tante... " Gumam Denis yang masih bisa di dengar semuanya
__ADS_1
Kia melihat wajah Denis yang berubah saat Bundanya berbicara tentang Erland
"Kenapa ekspresinya berubah??? " Batin Kia yang menyadari sesuatu aneh
"Tama kenapa tan!! " Denis berbicara dengan cemas, badannya sudah panas dingin
"Tama!! Siapa lagi Tama?? " Batin Kia yang ingin menyimak jelas
"Dia kecelakaan dan sekarang koma.. "
"Apa tan,.. " Denis terkejut bukan main karna Erland ternyata koma
"Sekarang dia dirawat dimana?? " Tanya Denis
"Di ruang kenanga nomor 1.."
"Bagaimana keadaan istrimu?? " Sekarang Bunda Gita bertanya kepada Denis
"Dokter masih didalam memeriksanya.. " Jawab Denis
Denis melirik ke Kia, dan Kia yang dilirik segera membuang mukanya,
"Bun, aku balik ke kamar Erland ya!! " Ucap Kia yang pamit kepada Bunda dan Daddy Liam
"Erland?? " Gumam Denis
"Iya anak tante tama, .. "
"Bukannya anak tante bernama Tama? Sejak kapan ada nama Erland??" Denis seperti orang bodoh yang kehilangan arah,
"Jangan-jangan Erland yang aku tabrak kemarin!! " Batin Denis yang sudah menduga-duga
"Ya Tuhan, tidak mungkin, ini tidak mungkin... " Batin Denis
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki yang berlimpah
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah๐)
........ #Happy Reading๐#.......
__ADS_1