
"Saya akan memperkenalkan pemimpin perusahaan yang baru kepada kalian.. " Ucap Liam yang berdiri di depan karyawannya
Semua karyawan saling tatap, dia tidak percaya dengan ucapan pemimpinnya "pemimpin perusahaan baru?? "
"Erland silahkan masuk... "
Erland kemudian masuk kedalam ruangan dengan sikap yang gagah, pakaian yang dikenakan berbeda dengan pakaian yang dikenakan sebelumnya.
Kemeja hitam dibalut dengan jas hitam, sangat cocok dibadan erland yang ideal.
Semua karyawan tidak percaya dengan penglihatannya, bagaimana mungkin, anak muda ini akan menjadi pemimpin di perusahaan sebesar ini..
Dan banyak kaum wanita juga yang menatap kagum Erland tanpa berani menyapanya,
"Perkenalkan dirimu nak.. " Ucap Liam yang diangguki oleh Erland.
Erland memberi hormat kepada semua karyawan lalu memperkenalkan dirinya
"Selamat siang semua.. "
"Perkenalkan nama saya Erland pratama.. "
"Semoga kita semua bisa bekerjasama untuk kedepannya dalam membangun perusahaan ini semakin maju dan sukses.. "
Ucap Erland sambil tersenyum ramah.
"Apa ada yang kalian tanyakan?? " Tanya Liam
"Tidak ada Tuan.. " Ucap para karyawan serentak
"Mulai besok, pemimpin kalian adalah Erland, dia ini adalah anak dari sepupu saya.. "
"Dan kamu.. " Tunjuk Liam pada Mella yang menjabat sebagai sekertaris Erland yang baru.
"Ajak Erland mengenal perusahaan ini.. "
"Baik Tuan... "
"Dan yang lainnya silahkan kembali pada ruangan masing-masing.. "
Semua karyawan mengangguk patuh dan meninggalkan pemimpin perusahaan di dalam ruang meeting
"Silahkan Tuan.. " Ucap Mella yang mempersilahkan Erland berjalan
"Om aku lihat-lihat perusahaan dulu.. " Ucap Erland yang diangguki oleh Liam
........
"Den, gak rela.. " Rengek Maya pada suaminya
"Jangan seperti ini May, kamu bisa membangunkan baby Revan... " Denis memperingati istrinya yang sedang merengek di dekatnya
“Janji ya, kita harus sering-sering bermain ke Indonesia,.."
__ADS_1
"Emm pasti, atau kita akan menetap disini, biar aku yang berbicara pada daddy.. "
"Sini tidur.. " Denis menepuk-nepuk pahanya untuk istrinya
Maya menurut dia menidurkan tubuhnya di paha Denis
"Jangan, kita tunggu waktu yang tepat untuk kembali ke negara ini, aku takut orang tua Erland menjebloskan kamu ke penjara,"
"Nanti bagaimana nasib aku dan anakku.. " Lanjut Maya yang menyilangkan kedua tangannya di dada
"Makanya kamu jangan menangis seperti anak kecil, aku jadi kasihan lihatnya.. " Ucap Denis yang mencubit hidung istrinya dengan gemas
"Sakit den!! " Teriak maya yang langsung dibungkam oleh tangan Denis
"Ingat kita tidak berdua, ada baby Revan, kecilkan suaramu may atau baby Revan akan bangun.. "
Maya mengangguk, lalu ditepisnya tangan Denis,
Mereka berdua tersenyum bersama
"Kamu memang sudah berubah den.. " Batin Maya bahagia
"Den, jalan yuk, kita buat kenang-kenangan.. " Ucap Maya memohon pada suaminya
"Cape May, aku ingin kita menghabiskan waktu bertiga dirumah ini.. "
"Tapi Den, aku juga jenuh,.. "
"Bagaimana dengan baby Revan,?? " Tanya Denis yang mempertimbangkan ajakan istrinya
Denis menganggukan kepalanya, lalu berkata "Kita nonton aja dirumah.. "
Wajah Maya berbinar, dia bangkit dari tidurnya dengan antusias
"Ayo, kita mau nonton apa?? " Tanya Maya yang sudah tidak sabar
Denis mencari remot TV nya lalu menyalakannya
"Nonton TV, hahaha... " Kekeh Denis yang langsung mendapatkan cubitan keras di pinggangnya
"Sakit may.. " Ringis Denis sambil memegang bagian pinggang yang di cubit istrinya
"Aku sebel sama kamu! aku udah serius banget! tapi kamu malah becanda.." Ucap Maya yang langsung bangkit dari kasurnya
"May tunggu dulu, jangan pergi.. " Denis mencegah langkah Maya, dia memegang tangan istrinya itu
"Lepaskan.. " Tepis Maya yang tidak sengaja mendorong tubuh suaminya, Denis yang masih memegang erat Maya pun terjatuh ke kasur dan Maya jangan tanyakan lagi, dia ikut terjatuh dan sekarang posisi mereka sudah tidak ada jarak.
Tanpa sengaja Maya mencium bibir Denis, seketika mata mereka saling pandang,
Denis semakin mengeratkan tangan istrinya, dia mencoba mencium istrinya
Sungguh diluar kendal kini mereka saling membalas ciuman itu, awalnya logika Maya menolak tapi saat mengingat Denis suaminya, dia langsung membalas ciuman itu.
__ADS_1
"Den, cukup.. " Ucap Maya yang melepas ciuman itu
"Aku menginginkan lebih boleh May? sudah lama aku tidak melakukannya, lagi pula ini sudah 40 hari lebih.. " Ucap Denis dengan ragu,
Denis adalah laki-laki normal, dia sangat membutuhkan istrinya untuk menyalurkan hasr*tnya,
"Tapi, baby Revan?? "
"Kita lakukan dengan pelan agar baby Revan tidak terbangun, kamu sudah memberikan ASI yang banyak kan? "
"Lagi pula dia tidur dengan nyenyak.. " Ucap Denis yang tak ingin ada penolakan
"Aku takut den, pertama kita melakukan ini sewaktu kita tidak sadar,.."
"Dan aku malu.. "
"May, kamu istri aku, sudah kewajibanmu untuk melayani aku.. " Bujuk Denis
Akhirnya Maya menganggukan kepalanya, dia tersadar dengan kewajibannya
"Tutup gorden jendela ya den.. "
"Memangnya siapa yang mau melihat kita, lagipula kamar kita di lantai atas.. "
"Ya sudah jika tidak mau juga tak apa-apa.. " Ucap Maya yang langsung menaiki ranjangnya, dia memandang baby Revan tertidur di box tidurnya
Mau tidak mau Denis mengalah, dia bangkit dan menutup gorden kaca jendela, lalu dia menuju istrinya, dipeluknya Maya dari belakang
"Aku sudah menuruti kemauanmu may.. "
"Bisa kita lakukan sekarang, aku laki-laki normal, sudah beberapa bulan aku menahannya dan sekarang sudah waktunya.. "
Maya memutar tubuhnya agar menghadap suaminya, dia bisa mendengar suara serak Denis
"Lakukan dengan lembut dan jangan sampai membangunkan baby Revan.. " Ucap Maya yang diangguki oleh Denis
Denis langsung merebahkan tubuh istrinya lalu mencium dan melu**t bibir istrinya, setelah puas bermain di bibir istrinya, ciuman itu turun ke leher dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya
"Sekarang kau sudah menjadi miliku.. " Bisik Denis ditelinga Maya saat memberi tanda kepemilikannya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
........ #Happy Reading😘#.......