
"Serius ki, om Liam memberikan perusahaan itu kepada kita, aku saja yang mendengarnya sampai shock.. "
"Aku tidak percaya... "
"Apa perlu aku telfon Bunda agar kamu percaya?? "
"Eh jangan... tapi serius ini.. "
"Iya,... " Erland menyerut es teh yang Kia pesan
"Lalu kamu terima?? "
"Ayah dan Bunda menyuruhku untuk menerimanya,.. "
"Oh, tapi ini aneh bukan... "
"Sudahlah jangan dipikirkan lagi, kamu makan dulu makananmu, abis itu kita belanja keperluanmu.. "
Kia menganggukan kepalanya lalu mereka berdua melahap makanan masing-masing,
"Enak ya punya suami, kemana-mana ada teman untuk bercerita.. " Batin Kia yang sesekali mencuri pandang suaminya
Setelah selesai mengisi perut yang kelaparan, mereka akhirnya meninggalkan food court dan masuk kedalam stand pakaian.
Erland memilihkan pakaian untuk istrinya dengan model baju keluaran terbaru.
"Ini bagus.. " Ucap Erland yang memperlihatkan kemeja berwarna maroon..
"Bagus kok, tapi apa itu gak terlalu kebesaran dibadan aku.. "
"Gak lah, sedikit kebesaran tak apa-apa, daripada terlalu ketat, gak enak juga dipandang orang.. "
"Emm ya sudah, aku ambil itu.. "
"Lalu mana lagi?? " Tanya Erland
"Hah! cukup 1 aja, jangan hhambur-hamburkan uangmu dengan membeli pakaian ku terlalu banyak.. "
"Memangnya aku salah menyenangkan hati istriku sendiri?? "
Rona merah dipipi Kia mulai terlihat di pandangan Erland
"Apaan si! udah 1 aja.. "
"Ya sudah, aku yang memilih aja.. "
"Terserahmu.. "
.......... ...
"Apa semuanya sudah beres?? " Tanya Liam pada anak dan menantunya
"Sudah dad.. " Jawab mereka bersamaan..
"Dad apa tidak apa-apa jika kita melakukan penerbangan dan membawa baby Revan.. " Kini Denis mengkhawatirkan anaknya
__ADS_1
"Tak apalah, gunakan ruangan vip agar Revan nyaman.. "
"Baiklah dad.. "
"Dimana cucuku?? " Tanya Liam yang tidak melihat Revan digendongan anak dan menantunya
"Sedang bersama bibi di halaman belakang.. " Kini Maya yang menjawab ucapan Liam
"Oh... duduklah.. " Liam menyuruh anak dan menantunya duduk di sofa ruang tamu, dan mereka menurut, mereka mendudukan dirinya di sofa sesuai perintah Liam
"Ada apa?? " Tanya Denis yang sudah mengetahui kegelisahan Ayah nya
"Daddy cuma mau bilang, bahwa perusahaan daddy yang di negara ini sudah daddy hadiahkan sebagai kado pernikahan Kia dan Erland.. "
"Hah!! " Kedua orang yang mendengarnya terkejut,
"Kenapa? bukannya perusahaan Ayah sedang maju pesat?? " Tanya Denis yang diangguki Maya
"Karna ini demi menebus kesalahanmu nak, mungkin kita tidak akan kembali ke negara ini, ya sesekali berkunjung.. "
"Dad, maafkan aku, karna kesalahanku, perusahaan daddy hilang.. " Denis meminta maaf, dia berniat bersujud dihadapan Liam, tapi dengan cepat Liam mencegahnya,
"Jangan seperti ini, ini bukan kesalahanmu, ini juga kesalahan daddy, karna daddy tidak bisa mendidik kamu dengan benar sehingga membuatmu jadi seperti ini.. "
"Tapi ini tetap kesalahanku dad.. "
"May, bawa suamimu kedalam kamar, .. "
"Sekarang belajarlah dari pengalaman,, jangan biarkan emosi dan dendam menguasai pikiran dan logikamu.. "
"Baik dad, terimakasih.. " Maya menganggukan kepalanya lalu membawa Denis ke kamarnya.
"Sudah puas?? " Tanya Erland pada istrinya
"Sudah, perutku juga sudah kenyang akibat memakan banyak es krim hahaha... "
"Kalo kurang kita beli lagi aja, dan beli yang banyak untuk stok dirumah.. "
"Jangan, nanti mamah bisa marah... "
"Hahaha.. ya sudah kita pulang.. "
Setelah sampai di rumah Kia, mereka langsung masuk dan mencari keberadaan mamah Risa.
"Assalamu'alaikum mah.. " Ucap salam Kia dan Erland
"-_-"
Tak ada sahutan dari dalam rumah,
"Apa mamah sedang pergi?? " Tanya Erland pada istrinya
"Gak tahu, aku kan pulang sama kamu.. "
Mereka langsung menuju kamarnya, Kia langsung masuk kedalam kamar mandi dan Erland merebahkan dirinya di ranjang Kia
__ADS_1
"Sangat melelahkan hari ini.. " Ucap Erland yang merengangkan otot-ototnya
Erland mencari ponselnya dan menyalakan, ada beberapa notif pesan masuk dari Ardi sahabatny
"Jangan lupa dedek bayi yang lucu.. "
"Ingat! yang banyak, hahaha.. "
"Hei kenapa tidak membalas pesanku, apa kau sedang membuatkannya untuku.. "
Beberapa pesan Ardi membuat Erland terkekeh sendiri, dia menggelengkan kepalanya lalu keluar dari aplikasi dan masuk dalam aplikasi game
Gemericik air sudah tidak terdengar di telinga Erland, menandakan bahwa istrinya hampir selesai mandi.
Krekk
Bunyi pintu kamar mandi terbuka, tapi lagi-lagi Kia menyembulkan kepalanya dan memerintahkan Erland untuk pergi
"Pergi dulu, aku lupa membawa pakaian gantiku.. "
"Sudahlah, kenapa harus malu pada suamimu ki, toh nanti malam kita akan melakukannya.. " Kali ini Erland berbicara dan fokus pada game nya
"Apaan si kamu.. "
"Apa kamu ingin kita melakukannya sekarang?? " Goda Erland yang sudah mengeluarkan game onlinenya, ponselnya ia letakan di atas nakas
Erland mendekat dan membuka pintu kamar mandi, dia bisa melihat istrinya menggunakan handuk yang dililitkan
Kia memundurkan langkahnya, dia fikir ucapan suaminya hanyalah becanda
"Mau apa lann.. " Tanya Kia yang gugup, kini dia dihimpit oleh tembok dan suaminya
"Mau melakukan yang belum sempat kita lakukan.. " Jawab Erland yang sudah mengunci pergerakan istrinya
"Eh.. humpp.. " Belum selesai dia berbicara, Erland sudah menciumnya dan ******* bibir istrinya
Kia memukul dada bidang Erland karna dia sudah merasakan kehabisan nafas
"Pelan-pelan, aku kehabisan nafas.. " Ucapnya setelah ciuman itu terlepas.
Erland langsung membopong tubuh istrinya lalu membawanya kedalam ranjang, direbahkan tubuh istrinya yang masih menggunakan handuk.
"Kita lakukan sekarang.." Ucap Erland
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.......