Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 75- Detik Acara


__ADS_3

"Bu, rombongan dari keluarga laki sudah datang.. " Ucap salah satu tetangga yang melihat keluarga Erland sudah datang


"Oh iya, ayok kita sambut... " mamah Risa segera bergegas keluar dan menyambut keluar Erland


Semua orang yang sedang berada di rumah Kia berbondong-bondong ingin melihat calon suami Kia.


"Aku dengar-dengar ya bu, lakinya lebih muda dari Kia.." Ucap Ibu Rina yang setengah berbisik pada bu lesty


"Ah bu, kalo ngomong yang benar, saya gak percaya tuh.."


"Ish, aku serius bu, lihat saja nanti.. "


"Mari masuk... " Ucap tetangga yang sudah menyambut kedatangan keluarga Erland.


"Kok gue gugup ya.. " Bisik Erland ditelinga Ardi


"Wajar kali, ini kan yang pertama.. "


"Tapi, rasanya aneh menurutku.. "


"Aneh bagaimana?? "


"Ada bahagia dan sedikit gerogi, takut salah ngomong pas di depan penghulu.. "


"Emang lo gak belajar gitu semalam? "


"Belajar, cuma ini tuh lebih menegangkan daripada presentasi di depan dosen.. "


"Hahaha itu sudah pasti.. "


"Ayo masuk nak.. " Bunda Gita memutus obrolan kedua laki-laki yang sedang mengobrol..


"May, biar aku gendong baby Revan.. " Ucap Denis yang melihat istrinya sangat kelelahan.


"Gapapa, takut nangis lalu bikin suasana jadi rusak.. "


"Gapapa, .. "


"Anak Ayah gak akan nangis ya, kan pinter.. " Ucap Denis yang mengambil alih baby Revan dari istrinya.


"Sebentar, aku menghampiri Erland dulu.. "


Setelah mendapat anggukan dari Maya, Denis segera menghampiri Erland yang terlihat sedang gugup.


"Hei lan.. " Sapa Denis saat sudah berada di dalam rumah Kia.


Ardi yang yang sedang berbicara dengan Erland pun langsung menjadi tameng untuk Erland.


"Gak usah lebay, dia udah tobat! " Ucap Erland yang melihat sikap lebay sahabatnya


"Pasti gugup ya.. "


"Ya iyalah, namanya juga pertama kali ya jelas gugup.. " Sewot Ardi ketus.


"Jaga ucapan lo, gue gak mau acara pernikahan gue gagal karna ulah lo.. "


"Maaf ya kak.. " Ucap Erland meminta maaf karna perlakuan sahabatnya


"Ngapain minta maaf coba.. " Ardi tambah kesal karna Erland meminta maaf

__ADS_1


"Ardi! " Erland memanggilnya dengan penekanan


"Hem.. " Ardi memutar bola matanya dengan jengah


"Gapapa, mungkin dia belum bisa memaafkanku.. " Denis tersenyum kepada dua orang tersebut.


"Dulu aku juga ngerasain yang namanya gugup tapi mungkin gak segugup kamu.. " Denis memulai bercerita, Ardi yang sudah memalingkan wajahnya pun tertarik mendengar cerita Denis


"Sungguh?? " Tanya Erland


"Iya, kan kamu tahu sendiri kalo aku menikah dadakan, lebih dadakan dari ini.. " Lagi-lagi Denis tersenyum.


"Maksud kaka?? " Tanya Erland yang belum mengetahui alasan jelas Denis menikah dimalam hari


"Kamu tahu aku menghamili istriku saat aku berpacaran dengan Kia?? "


Mereka berdua menganggukan kepalanya dan menyimak cerita dari Denis


Oekk.. Oekk...


Sebentar, aku tenangin baby Revan dulu..


"Iya sayang, anak Ayah, jangan menangis ya, cup..cup.. " Denis mengayunkan badan baby Revan agar berhenti menangis, Maya yang sedang duduk dengan mertuanya pun berniat untuk menghampiri suaminya tetapi langkahnya di cegah oleh Liam


"Baby Revan menangis dad.. "


"Aku takut dia haus, aku lupa memberi botol susu yang berisi ASI ku kepada Denis.. "


"Biarkan dulu, jika tangisannya semakin kencang baru kamu menghampirinya.. "


"Tapi dad.. "


Maya mengangguk, ia mempercayai Denis, karna tadi malam aja, baby Revan dijaga Denis semalaman tidak rewel sedikitpun.


"Ya sudah duduk, kita lihat saja sampai mana Denis bisa meluluhkan baby Revan... "


Maya mengangguk, dia kembali duduk dan dari kejauhan dia bisa melihat Denis sudah bisa menenangkan anaknya, tangisan anaknya pun sudah mereda.


"Ayah yang baik.. " Batin Maya tersenyum saat melihat Denis dengan telaten menidurkan anaknya.


"Oh iya dad, sejak kapan Denis bisa bersikap semanis itu kepada bayi?? "


"Dulu sewaktu daddy belum mengadopsi Denis, kan Denis tinggal dipanti asuhan, dan dia suka melihat kadang menggendong bayi yang ada disana.. "


"Oh, jadi sampai sekarang dia mengerti dengan tata cara menggendong dan meluluhkan bayi yang benar, begitu dad?? "


"Iya, lagipula selama ini dia suka berkunjung ke panti asuhan yang dulu dia tinggali sebelum bertemu Daddy.."


"Hah! kok aku tidak mengetahuinya?? "


"Karna dia memang tidak ingin diketahui orang lain termasuk sahabatnya.. "


"Oh sungguh berhati mulia.. " Gumam Maya yang masih bisa didengar oleh Liam


"Mana ada, kalo dia berhati mulia, dia tidak akan melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan kamu hamil.. " Liam tidak terima pujian yang dilontarkan menantunya


"Ya maksud Maya, sebelum kejadian itu dad, .. " Dengus Maya yang kesal.


"Ayah sama anak, Sama-sama keras kepala, huftt... " Batin Maya

__ADS_1


"Oh iya, calon pengantin wanitanya dimana dad, aku ingin mengucapkan selamat.. " Maya mengalihkan pembicaraan mertuanya itu


"Mungkin di kamar, daddy lihat, Bunda Gita masuk kedalam kamar yang berada disebelah sana.. " Tunjuk Liam ke arah kamar dekat dengan meja makan.


"Aku coba ingin kesana, gapapa kan dad?? "


"Gapapa... "


...


"Lanjutkan kak.. " Ucap Erland saat melihat baby Revan tertidur


"Sampai mana obrolan kita?? " Tanya Denis yang lupa


"Sampai lo hamili istri lo sendiri.. " Jawab Ardi


"Yang sopan, dia lebih tua dari kamu, jangan panggil seperti itu.. " Erland tak terima


"Hemm.. "


"Gapapa, jangan dipikirkan ucapan Erland, kamu boleh panggil aku apa saja yang penting jangan sayang hehehe.." Denis berusaha membuat situasi menjadi tidak kaku karna ucapan Erland terhadap Ardi


"Kaka, garing tahu,.. "


"Lanjutkan.. " Ucap Ardi kembali


"Jadi sewaktu itu, aku hanya mendapat pesan dari Maya bahwa orang tuanya ingin bertemu denganku.. "


"Aku mengiyakan, malam hari sesuai waktu yang diucapkan Maya, aku datang kerumahnya tapi.. "


"Aku terkejut saat orang tua Maya mengucapkan malam ini, aku dan Maya harus menikah, kebayang gak sama kalian, .. "


"Aku disambut hangat dengan bogeman di seluruh tubuh dan wajahku, setelah itu aku harus menikah, tanpa ada persiapan apapun dalam diri aku.. " Sambung Denis lagi


"Oh jadi itu bukan kemauan kaka?? " Tanya Erland


"Bukan, eh maksudku, aku akan menikah dan bertanggungjawab terhadap Maya tapi dengan satu hal.. "


"Apa?? " Jawab mereka berdua bersamaan


"Aku ingin memutuskan hubunganku dengan Kia secara baik-baik, aku tidak mau orang yang selama ini menemaniku merasakan kekecewaan yang dalam.. "


"Tapi takdir sudah memutuskan lain, Kia harus melihat semuanya tanpa sempat aku meminta maaf dan memutuskan hubunganku.. " Denis menghembuskan nafasnya lalu melanjutkan ceritanya


"Tapi tenang aja lan, aku sudah melepaskan Kia untukmu, lagipula ada hal yang lebih penting yang harus aku urus dan prioritaskan.. "


"Apa?? " Tanya Ardi kali ini..


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


.... #Happy Reading😘#.....


__ADS_2