
"Dad!! Kia sudah mengetahui semua, dia bahkan menyaksikan acara pernikahan ini.. " Ucap Denis dengan lesu
"Ya bagus, mungkin ini yang terbaik untuk kalian,.. " Ucap Dady Liam
"Maksud Dady?? " Tanya Denis
"Kamu tidak berjodoh dengan Kia,.. " Ucap Dady yang memperjelas perkataannya
"Stop Dad!, jangan pernah bicara seperti itu lagi! .." Jawab Denis yang kesal dan langsung mematikan telfonnya
............
Seminggu kemudian...
"Gua udah gak tahan sama semua ini May!! " Seru Denis di balkon kamarnya
"Sampai kapan lo gak bisa move on.. " Ucap Maya yang berdiri dibelakang Denis
"Gue cape! butuh waktu berapa bulan lagi buat jalani ini semua?? " Tanya Denis yang mengusap wajahnya secara kasar
"Apa lo bakal cerain gue setelah anak ini lahir??? " Ucap Maya
"Gue cinta Kia bukan lo! gue gak bisa jalani rumah tangga tanpa ada rasa cinta di dalamnya!! " Jawab Denis dengan wajah dinginnya
"Buka hati lo untuk gue Denis!!! " Teriak Maya sambil menangis
"Susah May, susah!! "
"Gue udah berusaha buka hati buat lo, tapi kenapa lo sampai sekarang masih menutup hati lo untuk gue.. " Ucapnya dengan lirih, air matanya mengalir deras.
"Maaf, maaf gue gak bisa.. " Ucap Denis memeluk Maya
"Lo pasti bisa demi anak ini.. "
"Gue harus pergi,.. " Ucap Denis yang melepaskan pelukan dari Maya dan melangkah menuju luar kamar..
"Stop temuin dia!! dia udah benci sama lo!! " Teriak Maya yang masih bisa di dengar oleh Denis,
Denis yang mendengar ucapan Maya hanya menoleh tanpa berkata-kata, ia membenarkan ucapan Maya, tapi bagi Denis sebelum janur kuning melengkung di rumah Kia, ia masih mempunyai kesempatan untuk bersama Kia lagi.
.............
Prangg...
Tiba-tiba gelas yang di genggam Erland terjatuh menjadi pecahan kaca yang berserakan di lantai rumahnya
"Ada apa ini.. " Batin Erland tidak enak, tiba-tiba dia teringat pada kedua orang tuanya yang berada di luar negeri
"Ah sudahlah mungkin ini hanya fikiran ku saja, atau aku terlalu merindukan mereka.. " Gumam Erland lagi yang masih mematung di tempat,
Saat ia sadar, ia ingin membersihkan pecahan kaca itu, tetapi asisten rumah tangga nya melarang nya
"Biar bibi aja den yang bereskan semua ini.. " Ucap asisten rumah tangga yang bekerja di keluarga Erland
"Makasih ya bi.. " Jawab Erland
__ADS_1
Setelah itu ia bergegas menuju kamarnya, ia ingin memastikan kedua orang tuanya dalam keadaan baik-baik saja.
Tuuttt... Tutt...
"Hallo Yah.. " Ucap Erland lega saat panggilannya video call nya sudah terhubung
"Kenapa muka kamu cemas nak?? " Tanya Ayah Davit yang melihat raut wajah anaknya tidak seperti biasa
"Gapapa Yah, cuma kangen aja, Bunda dimana? Kok gak keliatan.. " Ucap Erland yang mencari keberadaan Bunda nya
"Bunda sedang di hotel, sekarang Ayah berada di kantor.. " Jawab Ayah David
"Oh iya, kapan Ayah pulang? Bukannya kata Ayah cuma 1 minggu di luar negri?? " Tanya Erland
"Kemungkinan nanti sore Ayah dan Bunda akan terbang ke Indonesia, paling besok pagi kita sudah sampai di rumah.. " Ucapnya
"Okeh, kabari aku jika sudah sampai, aku akan jemput Ayah di bandara.. " Jawab Erland yang sangat bahagia
"Iya nak, ya sudah Ayah masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, Ayah tutup dulu telfonnya.. " Ucap Ayah davit yang langsung menutup telfonnya
..........
Waktu masih menunjukkan pukul jam 12 siang, setelah panggilannya terputus, Erland memutuskan untuk mengecek perusahaan ayahnya karna sebelum Ayah nya pergi, Dia di angkat sebagai wakil CEO di kantor ayahnya
Cukup memakan waktu untuk sampai ke kkantor ayahnya karna waktu yang menunjukkan jam istirahat dan jalanan yang penuh kemacetan,
Setelah sampai di kantornya ia segera menuju ruangan ayahnya untuk mengecek beberapa berkas dan laporan dari karyawan nya
"Bagaimana perkembangan perusahaan?? " Tanya Erland kepada sekertaris ayahnya yang bernama Jeff
"Terimakasih, kau memang bisa di andalkan pak Jeff.. " Jawab Erland yang sangat puas dengan pekerjaan pak jeff
"Owh iya Tuan, nanti sore kita ada meeting dengan Pt Vinzen grup, apakah anda yang akan menangani nya sendiri?? " Tanya pak jeff selaku sekertaris Ayah davit
"Saya yang akan menemuinya.. " Ucap Erland dengan mantap,
Ia sudah mempelajari dan menguasai banyak hal di perusahaan ayahnya
Sewaktu ayahnya menyerah kan perusahaan nya pada Erland, semenjak itu juga Erland mulai serius mempelajari semua tentang bisnis, waktunya pun semakin padat, dan semakin lama ia sangat menyukai dunia bisnis, dunia yang menurutnya terdapat berbagai macam rintangan dan tantangan
Saat ia fokus dengan pekerjaan tiba-tiba sekertaris Ayah David mengetuk pintu dan memberitahukan bahwa jam meeting sudah hampir tiba
"Maaf Tuan, 30 menit lagi kita akan meeting.. " Ucap pak jeff mengingatkan atasan barunya
"Baik, saya akan bersiap-siap.. "
Setelah itu ia segera bangkit dan membereskan semua berkas ya berserakan di meja kerja ayahnya, dan tidak lupa ia menggunakan jas nya
Pimpinan muda bagaikan malaikat tanpa sayap itu melangkah meninggalkan kantor yang di ikuti sekertaris jeff dibelakangnya,
Semua karyawan wanita terhipnotis dengan wakil CEO baru mereka, parasnya yang tampan dan berhati malaikat membuat kaum wanita sangat menginginkan Erland menjadi takdir hidupnya
Setelah beberapa menit mereka sampai di sebuah caffe yang letaknya tidak jauh dari kantornya
"Kita akan meeting di caffe Ceria Tuan.. " Ucap sekertaris jeff saat sudah sampai di depan caffe
__ADS_1
"Apa kita telat?? " Tanya Erland
"Tidak Tuan, kita datang lebih awal, mari kita masuk.. " Ucap sekertaris jeff
Kemudian mereka berdua memasuki sebuah restoran yang menurutnya mewah,
Ternyata perwakilan dari PT Vinzen sudah datang lebih dulu
"Maaf saya sedikit terlambat.. " Ucao Erland mengulurkan tanganya
"Ka-kamu??" Jawab laki-laki paruh baya yang menjadi teman bisnisnya
"Apa bapak mengenal saya??" Tanya Erland yang merasa tidak mengenal seseorang ini
"Kamu yang seminggu lalu datang kerumah saya saat pernikahan anak saya Maya?? " Ucap lelaki itu yang ternyata papah Maya
"Oh jadi anda papah nya Maya??" Tanya Erland lagi yang memastikan
"Benar, saya papahnya Maya.. "
"Senang bisa bertemu kembali.. " Ucap Erland yang tersenyum dan mengulurkan tanganya
"Senang bertemu anda juga.. " Jawab papah Maya yang membalas uluran tangan Erland
"Silahkan duduk.. " Ucap papah Maya lagi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Hay para readers semua๐ฅฐ๐ฅฐ๐
#Mohon maaf kalo ada kesalahan kata atau kalimat ๐๐๐
#Terimakasih sudah mau mampir ke karyaku ini..
#Salam bahagia, semoga kita semua diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah ๐๐ฅฐ๐ฅฐ
#Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini (like, favorite, komen, vote dan hadiah๐๐)
........ #Happy Reading๐#......
__ADS_1