
"Aku harus pergi, maaf jika aku sudah lancang memelukmu.. " Ucap Kia yang bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Denis sendiri disana.
"Akhirnya aku bisa merekam dan memotret mereka, ini bisa aku jadikan sebagai bomerang dalam hubungan mu dan Erland, hahah.. " Ucap seseorang wanita yang baru saja merekam dan memasukan ponselnya kedalam tas, lalu pergi meninggalkan mereka.
"Denis, ingat tadi adalah pertemuan terakhir mu dengan orang yang kamu cintai, sekarang belajarlah mencintai istrimu, berikan kasih sayang yang utuh untuk istri dan anakmu, setidaknya ini bisa mengurangi rasa bersalahmu kepada mereka semua.. " Batin Denis yang bangkit lalu berjalan menuju ruangan istrinya.
.........
Kia mencari kamar mandi, setelah menemukan, dia masuk dan bercermin, dia melihat matanya yang sedikit sembab karna menangis
"Kenapa ini, kenapa hatiku terasa sakit?? "
"Aku tahu aku masih ada hati untuk dia, tapi dia sudah mengecewakan aku... "
Kia menyalakan kran dan membasuh wajahnya dengan air, ia menghilangkan sisa air matanya
"Okeh Kia, sekarang kamu balik ke ruangan Erland, ingat!! kamu harus melupakan Denis dan fokus untuk mencintai Erland.. " Gumam Kia, ia mengambil tissue untuk mengeringkan tangannya yang basah, lalu berjalan keluar menuju ruangan calon suaminya.
Setelah melewati lorong kini ia sudah sampai di depan ruangan Erland,
Kia melihat wajahnya di layar ponselnya
"Mari kita melupakan semua yang baru saja terjadi, anggaplah tadi tidak terjadi apa-apa.. " Kia berbicara untuk menguatkan dirinya
Perlahan ia membuka pintu dan masuk kedalam ruangan, Erland yang merasa pintu sudah terbuka pun menoleh, ia tersenyum hangat saat Kia menghampiri dirinya
"Mana makanamu? Atau kamu makan dikantin?? " Tanya Erland yang tidak melihat Kia membawa bungkusan makanan.
Kia tersenyum, dan menjawab ucapan Erland
"Maaf, tadi aku lupa membeli makanan untukmu, dan aku malah memakan makananku sendiri di kantin, mungkin karna aku lapar kali ya.. " Alasan Kia diterima oleh Erland, tetapi ia melihat mata Kia sembab
"Apa yang terjadi denganmu?? " Tanya Erland
"Kenapa, memangnya aku kenapa?? " Kia tersenyum lagi, ia berusaha menutupi semuanya
"Tidak apa-apa mungkin hanya perasaan ku.. "
"Oh iya lan, dimana dia?? "..
"Dia sudah pulang, katanya tidak enak jika berdua disini bersama aku.. " Erland menjawab ucapan Kia
"Memang sahabat terbaik, haha.. " Kekeh Kia
"Jangan terlalu yakin dan percaya kepada seseorang ki.. " Erland menyampaikan pendapatnya
"Iya-iya, ... "
"Erland... " Panggil Kia yang sudah duduk di samping tempat tidur Erland
__ADS_1
"Hemm, " Mata Erland memandang wajah Kia, ia mengangkat tangan yang tidak diinfus untuk mengelus pucuk rambut Kia
Tiba-tiba Kia memeluk Erland, dan berkata "Aku minta maaf.. "
Erland terkejut juga bingung, dia bertanya-tanya apa ada hal buruk yang menimpanya sehingga dia menjadi sedih seperti ini
"Kenapa hemm..?? " Ucap Erland sambil mengelus punggung Kia
"Aku minta maaf hikss..hiks... " Tiba-tiba Kia menangis dalam pelukan Erland, ia merasa bersalah dengan Erland
"Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?? " Tanya Erland yang mengingat Kia mengucapkan kata maaf
Kia melepaskan pelukannya, ia menyeka air matanya lalu bersikap normal seperti biasa
"Tidak, aku tidak menutupi sesuatu apa-apa darimu, aku cuma merasa bersalah, karna kamu mengantarkan aku pulang, kamu kecelakaan dan koma.. " Jawab Kia yang tidak ingin menceritakan kejadian sebenarnya
"Oh masalah itu, itu bukan salahmu ki, memang ada seseorang yang mau mencelakaiku.. "
"Siapa?? "
"Tidak tahu, yang aku lihat ada mobil dibelakangku yang mengikuti aku lalu tiba-tiba mobil itu menabraku dari belakang dan beruntung aku bisa keluar dari mobil sebelum mobilku meledak.. " Erland menceritakan kejadian yang ia ingat saja
"Apa kamu melihat jenis mobil atau warna mobil?? " Tanya Kia yang sedang memastikan
"Emm ini bukan Denis sayang, .. " Erland seakan-akan mengetahui arti dari pertanyaan Kia
"Syukurlah, aku kira dia penyebab dari kecelakaan itu.. "
"Iya karna ini bukan mobil Denis, itu yang aku lihat.. "
"Aku ingin pernikahan kita dilaksanakan secepatnya .. " Ucap Kia tiba-tiba dan ini mengejutkan Erland
"Hah! ada apa?? " Tanya Erland
"Aku hanya tidak ingin membuka luka lama lagi semakin dalam, karna aku tahu Bunda dan Ayah Denis adalah sepupu, lebih baik aku menikah secepatnya denganmu, lalu aku mulai bisa mencintai kamu, karna lambat laun aku akan merasakan kenyamanan saat ada di sisimu.. " Batin Kia tersenyum menatap Erland
"Tidak ada apa-apa, aku takut kamu terluka, seandainya saja kamu lama bangun dari komanya, lalu aku di suruh nikah sama sahabat kamu siapa itu namanya aku lupa.. "
"Ardi?? " Tanya Erland memastikan
"Ah iya itu, bisa gila aku kalo jadi nikah sama dia.. " Kia mengingat kembali sewaktu Ardi menggoda dan memojokkannya
"Hahaha, tidak akan aku biarkan dia merebut posisiku dan mengambilmu dari sisiku.. " Kekeh Erland yang menggelengkan kepalanya
"Ki, dia becanda, mana mungkin dia menggantikan posisiku.. " Erland meredakan kekesalan Kia
"Iya aku tahu, tapi kan ekspresinya serius banget, jadi merinding aku lihatnya.. "
"Hii.... " Bulu kuduk Kia merinding
__ADS_1
"Hahahaha, bisa aja kamu ki.. "
"Aku akan bicarakan ini pada Bunda dan Ayah, setelah aku keluar dari rumah sakit, kita akan menikah.. " Jawab Erland dengan serius
"Tapi apa kamu mau menerimaku apa adanya? aku masih kuliah dan aku kerja separuh waktu, mungkin saja jika kamu sudah menikah, aku tidak mengijinkan kamu bekerja.. " Ucap Erland yang membuat Kia sebal
"Kenapa?? kenapa aku tidak boleh bekerja?? " Tanya Kia dengan kesal
"Ya karna kamu sudah menjadi tanggungjawab aku, aku tidak mau kamu tidak bahagia menikah dengan aku.. "
"Sikapmu sungguh manis, tapi kenapa hati ini susah untuk menghapus nama dia dan menggantikan namamu di hatiku?? " Batin Kia, ia menempelkan punggung tangan Erland ke pipinya
"Aku akan fikirkan lagi tentang pekerjaanku, dan satu hal lagi aku tidak malu dan mau menerima kamu apa adanya walaupun posisimu yang masih kuliah.. "
"Karna kebahagiaan mamahku itu jika aku menikah denganmu.. " Batinnya kembali
............
"Kamu sudah kembali Den?? " Tanya Maya saat melihat Denis membuka muncul dari balik pintu
"Iya, kamu sudah menghubungi kedua orang tuamu?? " Denis menjawab ucapan istrinya sambil melangkah mendekat kearahnya
"Sudah, mereka tidak bisa pulang karna tiba-tiba mamahku tidak enak badan dan papah disibukan dengan pekerjaannya.. " Jawab Maya yang kecewa
"Ya sudah tidak apa-apa, ada aku dan daddy yang menjaga kalian.. " Denis mengecup kening istrinya
"Iya benar apa yang dikatakan Denis, disini ada kami. " Tiba-tiba Liam ikut berbicara dan membenarkan ucapan anaknya
"Oh iya Dad! apa daddy akan tinggal lebih lama disini? " Tanya Denis kembali
"Perusahaan di negara B sudah stabil, dan daddy ingin dekat dengan anak dan cucu daddy.. " Jawab Liam yang melihat ponselnya
.
.
.
.
.
.
Hay gaes aku up 3 bab lagi nih🤭🤭
Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
__ADS_1
........ .. #Happy Reading😘#........