
"Hemm.. " Kia hanya berdehem dan melangkah keluar rumah meninggalkan Erland sendiri
Dan Erland pun langsung mengejar Kia, sesaat dia sudah bisa mendahului Kia, dan dengan sigap ia membukakan pintu mobil nya untuk Kia masuk..
"Ki!, jangan ngambek dong, nanti cantiknya hilang.. " Ucap Erland yang tidak mendapat respon dari Kia, .
"-_-"
Kia pun tidak menjawab ucapan Erland, dia hanya diam, dan masuk kedalam mobil, sejujurnya Kia tidak marah walaupun sempat kesal tetapi dia tahu bahwa Erland dan Mamahnya hanya becanda, dia sengaja pura-pura marah, dia fikir ini kesempatan bagus untuk membalas dendam mengerjai Erland.
"Ki.. " Ucap Erland lagi, kini mereka sudah berada di dalam mobil.
"Ki, maafin gue, gue cuma becanda.. " Ucap Erland lagi yang memegang tangan Kia, ia merasa bersalah pada Kia.
"Ki, gue janji deh, gue bakal nurutin semua mau lo, yang penting lo jangan diemin gue kek gini.. " Ucap Erland dengan raut wajah sedih, karna sedari tadi Kia hanya diam saja.
"Janji.. " Ucap Kia tersenyum, ia ingin menyudahi sandiwara, dan dengan tanpa sengaja Kia membalas genggaman Erland
"Janji" Jawab Erland serius, matanya kini menatap mata Kia
"Hahahaha, udah-udah jangan panik, gue tadi cuma pura-pura marah doang.. " Ucap Kia sambil tertawa, dia sudah tak tahan dengan ekspresi Erland,
"Anjirr!!, critanya lo mau bales dendam nih! " Jawab Erland sedikit kesal, padahal ia fikir, Kia marah besar padanya
"Hahaha..udah ayok jalan, .." Ucap Kia sambil terkekeh
Akhirnya dengan sedikit kesal ia mengemudikan mobilnya yang terparkir dihalaman rumah Kia dan melaju ke jalanan Ibu Kota dengan tenang
Sesaat situasi di dalam mobil menjadi hening, tawa Kia yang pecah kini sudah menjadi sunyi, dan Erland yang sudah tidak kesal dengan Kia pun memecah keheningan itu
"Ki!, lo mau terima perjodohan itu kan?? " Erland bertanya pada Kia, matanya kini masih fokus depan.
"Lan, akhir-akhir ini kok Denis sibuk banget ya.. " Curhat Kia pada Erland, ia mengabaikan pertanyaan Erland tadi.
"Owh mungkin lagi banyak tugas.. " Jawab Erland gugup, karna dia dulu sempat melihat Denis sedang bersama wanita di dekat toilet kampus.
"Lo kok gugup si?? Apa jangan-jangan lo tau sesuatu tentang Denis??". Ucap Kia menyelidik, dia mencium bau-bau kebohongan dari Erland.
"Mana ada, ngaco lo!! " Jawab Erland yang berusaha setenang mungkin ia tak ingin menceritakan pada Kia dulu, dia pikir ini bukan waktu yang tepat, dan ia juga belum mempunyai bukti tentang Denis.
"Kalo Kak Denis mengkhianati lo gimana?? " Ucap Erland tiba-tiba,
"Maksud lo?? " Jawab Kia yang tak maksud dengan pertanyaan Erland
__ADS_1
"Ya seandainya nih, pacar lo mengkhianti lo! gimana?? Ya semisal selingkuh gitu?? " Erland menjelaskan ucapan nya tadi secara detail
"Hahaha ya gak mungkin lah, gue percaya Denis kek gimana, dia bukan tipe cowok yang suka selingkuh.. " Jawab Kia yang menyangkal ucapan Erland, menurut Kia ucapan Erland sangat aneh
" Yaelah kan gue tanya kalo seandainya.. " Ucap Erland yang masih fokus dengan kemudi nya
"Ya tapi itu gak mungkin terjadi bocah.. " Jawab Kia lagi dengan sewot , dia sangat mempercayai Denis kekasihnya
Erland kemudian menghela nafasnya secara kasar, ternyata begitu besar kepercayaan yang di berikan Kia pada pacarnya Denis, dan sesaat dia mendengus kesal karna mendengar ucapan Kia yang mengatai dirinya bocah
"Eh lo ngomong apa barusan!! Bocah??? Gue udah gede, udah bisa cari duit, dan bocah-bocah gini juga bakalan jadi suami lo.. " Ucap Erland yang memuji dirinya sendiri di hadapan Kia..
"Et dah, PD amat lo bambangg hahaha.. " Ucap Kia yang terkekeh dengan ucapan Erland
"Liat aja nanti, lo bakal jadi istri gue.. " Ucap Erland dengan percaya dirinya
"Sungguh miris sekalii , tingkat PD lo itu terlalu tinggi!!
Nih gue bilangin kalo punya mimpi jangan terlalu tinggi, ntar jatohnya sakit trus nangiss.. " Ucap Kia dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tak habis pikir dengan sikap PD nya Erland.
"Gue bakal buktiin kalo Denis ada main sama cewe itu, gue liat jelas dari raut wajah cemas Denis dan teman-temannya saat si cewe itu memberikan sebuah benda.." Gumam Erland dari dalam hati, dan ia juga akan menyuruh Ardi untuk mencari tahu tentang cewe yang bersama dengan Denis dan teman-temannya di toilet kampus
Flashback on
Saat itu, saat Ardi dan Erland masih berada kampusnya, niat Erland ingin meminta Ardi menemaninya untuk mengumpulkan tugasnya di ruang Pak Darno.
"Kemana?? Nongkrong???Horee!! Kita bakal nongkrong.. " Ardi berteriak-teriak tak jelas.
"Siapa yang mau nongkrong?? " Tanya Erland yang tak maksud dengan arah pembicaraan Ardi.
"Lah lo tadi minta temenin gue??gue kira, lo bakal ajak gue nongkrong manja, hehehe.. " Jawab Ardi dengan cengengesan dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal dengan tangannya
"Pikiran lo cuma nongkrong mulu!! " Ucap Erland menyentil dahi Ardi
"Sakit anjjinng!! " Ringis Ardi, dengan tangan mengusap-usap dahi nya
"Lo yang anjiing.. " Jawab Erland
"Yuk, keburu pulang itu dosen.. ".Ajak Erland dengan menyeret Ardi
"Lo mau kemana si?? Gue bukan anjing yang lo bisa seret kek gini.. " Dengus Ardi yang berusaha melepaskan diri dari Erland. Tetapi Erland mengabaikan ucapan Ardi, dia tetap berjalan dengan langkah cepat dan menggenggam tangan Ardi sampai Ardi kewalahan mengikuti jejak Erland
"Nih gue mau ketemu sama Pak Darno, lo cuma temenin gue doang" Ucap Erland yang setengah berlari sambil memegang tangan Ardi
__ADS_1
"Sabar dong!, .. " Jawab Ardi yang tangannya telah di pegang dengan erat..
"Ya ampun Erland!! Tangan gue bisa copot, .. " Ardi berucap dengan keras, sehingga dengan reflek Erland melepaskan genggamannya pada Ardi.
Dan Erland pun mendengus kesal karna teriakan Ardi yang sedikit mengejutkan baginya, untung kampus sudah sepi
"Gak usah teriak-teriak anjiir, gue lagi dikejar waktu! Eh bukan!, maksud gue, gue lagi dikejar dosen.. " Ucap Erland yang masih setengah berlari menuju ruang dosen.
Ardi yang mengikuti Erland dari belakang pun baru menyadari bahwa Erland pergi menuju ruang dosen yang terkenal killer itu
"Jangan bilang lo belum numpuk tugas! " Tanya Ardi yang mengikuti langkah Erland.
"Iya bawel, gue lupa, makanya gue mau numpuk, deadline nya kan sekarang, jadi masih sempet lah.. " Jawab Erland dengan nafas hampir habis
Setelah sampai di ruangan Pak Darno dosen yang terkenal super killer di kampusnya, Erland pun segera menumpuk tugasnya, untung dosen itu masih berada diruangan nya.
Setelah semuanya selesai, dia ingin segera pulang tetapi Ardi mencegahnya..
"Toilet yuk, kebelet nih.. " Ucap Ardi yang sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#hay gaes aku up lagi nih
#yuk jangan lupa tinggalin jejak kalian, (like, favorite, vote)
#terimakasih sudah mau mampir ke karya aku yang pertama.
__ADS_1
#salam ceria, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah😍😍🥰🥰
............ #Happy Reading😘#.......