
"Yang ini aja mbak.. " Ucap mamah Risa dan disetujui oleh Bunda Gita dan Erland.
"Fiks ini Mah, Bun?? " Tanya Kia kepada mereka semua
"Iya sayang.. " Jawab mereka bersamaan
"Jeng, aku ambil yang ini ya.. " Ucap Bunda Gita kepada Jeng Sarah.
"Okeh Jeng.. "
Setelah selesai fitting gaun pengantin, Bunda Gita mengajak Mamah Risa untuk mengatur catering, dan Kia pulang bersama Erland
"Erland gue minta tolong boleh?? " Tanya Kia saat sudah di dalam mobil.
"Ada apa Ki?? "
"Turunin gue ke TPU B dekat sana ya.. "
"Ki, lo mau ngapain?? "
"Gue mau minta restu dari bokap.. "
"Okeh, gue ikut.. "
Setelah sampai di TPU B, mereka semua turun dan berjalan menuju makam yang bertulisan Anwar bin Sulaiman,
"Land tunggu disini aja ya, gue cuma sebentar.. " Ucap Kia kepada Erland
"Iya ki, .. "
Setelah sampai di depan makam papahnya, ia berjongkok dan berdoa.
"Pah, aku datang.. " Ucap Kia dengan meraba makam papahnya
"Tapi aku datang ingin meminta doa restu pah.. "
"Pah, aku akan menikah dengan Erland anak dari om David, pasti papah tau.. "
"Pah, ternyata Denis tega mengkhianati aku, Dia bermain dibelakangku hiks..hiks... " Kia mengungkapkan isi hatinya di depan makam papahnya tanpa terasa butiran bening keluar dari pelupuk matanya yang membasahi pipinya
"Pah aku rindu papah hiks..hiks.... " Ucap Kia sambil memeluk papan nisan papahnya
"Doakan aku semoga aku bisa menerima pernikahan ini dengan ikhlas, dan aku bisa melupakan Denis ya pah hiks.. hiks.. "
Erland yang berada tidak jauh dari pemakaman papah Kia pun mendengar ucapan Kia dengan samar, ia melihat punggung Kia bergetar dan Erland sudah bisa menebak bahwa Kia sedang menangis,
Dengan langkah pasti Erland berjalan menghampiri dan menenangkan Kia,
Kia sempat terkejut dengan kehadiran Erland, ia takut ucapannya tadi terdengar oleh Erland.
"Gue bilang jangan kesini dulu.. " Ucap Kia yang menghapus air matanya
"Ki, nangis aja gak usah ditahan.. " Erland berucap dengan mengelus punggung Kia,
__ADS_1
"Gue gak nangis.. " Elak Kia
"Ini kenapa pipi lo basah, udah nangis aja.. "
Akhirnya tangis Kia pecah, ia menangis dihadapan Erland dan depan makam papahnya, saat ini ia sangat rapuh, hatinya hancur, kekasih yang sangat ia cintai tega mengkhianati nya dan sekarang ia harus melampiaskan rasa sakitnya dengan cara menikahi Erland sepupunya,
"Gua rindu papah land..hikss.. "
"Om, aku janji akan menjaga Kia.. " Batin erland yang memandang makam papah Kia
Setelah Kia merasa tenang, ia mengajak Erland untuk kembali karna waktu sudah menjelang malam.
"Kita pergi sekarang land,.. "
"Sebentar ki, lo masuk dulu ke mobil.. "
Kia yang mengerti pun segera melangkah menjauh dari makam papahnya, Dan tinggalah Erland sendiri di depan makam papah Kia..
"Om bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan papah seperti Kia memanggilmu?? " Tanya Erland yang berada di depan makam
"Papah,terimakasih karna perjodohan ini aku bisa menikah dengan orang yang aku cinta, walaupun orang itu belum mencintai ku. "
"Dan aku janji, aku akan menjaga anak papah dengan baik.."
"Oh ya, papah tau aku sangat mencintai anak papah, dan aku janji siapa yang yang menyakiti Kia akan aku balas berlipat-lipat ganda kesakitan itu termasuk mantan kekasihnya.. "
"Papah yang tenang disana, aku akan menjaga Kia dan mamah risa.. "
Setelah itu Erland pergi menyusul Kia, tapi baru beberapa langkah ia melihat Kia yang sedang menatapnya, dengan segera ia menghampiri calon istrinya,
"Maafin gue lan, maafin gue.. " Ucap Kia yang menangis dipelukan Erland
"Maafin gue yang belum bisa lupain dia dan belum sepenuhnya menerima lo dihati gue.. "
Dengan lembut Erland mengelus rambut Kia, tanpa terasa air matanya menetes, lalu segera ia menghapus, ia tak ingin terlihat lemah dimata Kia,
Erland juga manusia biasa yang bisa merasakan sakit hati apalagi ini menyangkut calon istrinya yang belum bisa melupakan mantan kekasihnya,
Ucapan Kia yang menangis di makam papahnya pun masing terngiang-ngiang di telinga Erland, ia benci dengan Denis, dan ia benci juga kepada perasaannya, jika bisa ia lebih memilih memendam dan menghilangkan perasaan ini, ia takut Kia tidak bisa menerima kehadirannya sebagai suaminya.
"Sudah, lupakan saja.. " Ucap Erland mengecup pucuk kepala Kia
"Gue janji lan, gue janji untuk melupakan dia dan berusaha mencinta lo.."
"Jangan dipaksa, ini terlalu menyakitkan untuk lo ki.. "
"Dan ini juga terlalu menyakitkan untuk gue ki.. " Batin Erland
"Sudah jangan menangis, nanti kalo ada yang lihat lo nangis, nanti dikira gue jahatin lo.. " Ucap Erland yang berusaha membuat Kia berhenti menangis.
"Yuk pulang, ini sudah sore.. " Ucap Erland lagi yang melepaskan pelukan Kia tetapi Kia tidak mau melepaskan pelukannya
"Jangan di lepas, biarin gue peluk lo sebentar saja.. "
__ADS_1
"Apa ini awal dari cerita setelah sekian lama gue mempertahankan lo ki.. " Batin Erland yang mengeratkan pelukanya
Setelah beberapa menit Kia masih belum mau melepaskan pelukannya dari Erland
"Ki udah ayok, ini sudah sore, nanti mamah kamu nyariin kamu.. " Ucap Erland yang mengingat waktu sudah hampir malam
"Kaki gue juga pegel ki, kalo mau peluk nanti di dalam mobil aja.. " Ucap Erland kembali
Akhirnya Kia melepaskan pelukannya dan berjalan mendahului Erland
"Erland apa lo masih mau menerima keadaan gue yang udah gak suci ini.. " Tanya Kia kepada Erland saat di dalam mobil.
"Maksud lo?? " Ucap Erland yang memandang wajah sembab Kia
"Lo pernah liat gue sama Denis ciuman kan? Apa lo gak jijik sama gue.. "
Dengan lembut Erland menghapus air mata Kia dan membenarkan beberapa helai rambut Kia yang tergerai menutupi wajah cantiknya
"Kan gua udah hapus jejak Denis.. " Ucap Erland yang tersenyum
"Dan gue gak jijik sama lo, itu hanya masalalu ki.. " Erland berucap kembali dengan mengelus pipi Kia,
"Ya Tuhan, kenapa gue baru menyadari cinta Erland yang tulus ini.. " Batin Kia yang memegang tangan Erland yang sedang mengusap pipi nya
"Gue tulus mencintai lo ki, dan gue akan terima segala kekurangan lo, dan gue harap lo juga bisa mencintai dan menerima semua kekurangan gue, mungkin di mata lo, gue laki-laki labil yang mempunyai sikap seperti bocah, maka dari itu gue harap lo bisa terima sikap gue,.. "
Kia tersenyum dengan ucapan tulus Erland, ia tidak menyangka Erland akan berbicara sebijak ini..
"Kita pulang ya, kasihan mamah Risa pasti cemas melihat anaknya belum pulang.. "
Dengan patuh Kia menganggukan kepalanya, dan Erland segera menyalakan mesin mobilnya untuk mengantarkan Kia,
Setelah sampai dirumah Kia, Erland segera pamit, tetapi ada sepasang mata yang tidak suka melihat kedekatan mereka,
.
.
.
.
.
.
.
#Hay gaes, terimakasih sudah mau mampir dan baca karya pertamaku.. 🥰🥰
#Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat😁
#Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki🥰
__ADS_1
#Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
..... #Happy Reading😘#.....