Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 76- Sah


__ADS_3

"Nih.. " Tunjuk Denis dengan ekor matanya yang melirik pada sosok bayi mungil yang berada di gendongannya


"Yang jelas sama istriku juga, hehehe.. "


"Ayo nak, acara akan dimulai, apa kamu sudah siap?? " Tanya Bunda Gita yang menghampiri putranya


"Apa bapak penghulu sudah datang Bun?? "


"Sudah dari tadi, kamu terlalu asik bercerita.. "


"Oh, ayah dimana Bun?? " Tanya Erland yang tidak melihat ayahnya


"Ayah dan para tetangga sudah duduk di ruang tamu untuk menyaksikan kamu mengucapkan janji suci.. "


"Cepatlah.. "


Erland bangkit dan melangkah dia mendudukan dirinya di depan bapak penghulu


"Tuh kan apa aku bilang, calon suami Kia lebih muda dari Kia.. " Bu Rani


"Lah biarkan saja bu, mau lebih muda atau lebih tua, itu bukan urusan kita, tujuan kita disini itu untuk menyaksikan anak bu Risa menikah.. " Bu lesty menimpali ucapan bu Rani


"Dasar kaku, diajak ghibah malah bicara tidak jelas " Kesal bu Rani karna mendapat respon yang tidak enak.


.....


Di dalam kamar


"Mbak.. " Maya menyapa dan menghampiri mantan pacar suaminya.


Kia yang melihat kehadiran Maya pun sempat terkejut lalu sedetik kemudian tersenyum


"Eh mbak, istrinya Denis ya, sinih mendekat.. " Basa basi Kia yang menyuruh Maya mendekat


Maya pun segera mendekat dan duduk di depan Kia


"Aku kesini mau meminta maaf, karna kesalahanku yang sudah aku perbuat kepada mbak.."


"Memangnya kamu salah apa??


"Aku sudah merebut Denis dari mbak.. "


"Panggil Kia, karna kalo tidak salah kita seumuran.. "


"Eh gapapa??"


Kia tersenyum dan menganggukan kepalanya


"Baik Kia.." Maya tersenyum kaku


"Aku sudah memaafkan mu, dan masalah merebut Denis itu bukan salahmu.. "


"Dia yang membuat kekacauan dalam hubungan aku dan dia, kamu disini hanyalah korban, sama seperti aku.. "


"Ki.. " Maya menggenggam tangan Kia


"Sekali lagi aku minta maaf, karna bagaimanapun rasa bersalah itu selalu muncul dari pikiranku, dan mungkin setelah aku meminta maaf padamu, aku akan tenang.. "


"Tapi aku sudah memaafkanmu, mungkin dia bukan jodohku, dan jodohku adalah Erland, kamu bisa lihat sendiri kan, sebentar lagi aku akan menikah dengan Erland.. " Kia mengelus punggung tangan Maya lalu mereka berdua saling melemparkan senyum yang tulus


"Sejujurnya aku belum bisa sepenuhnya melupakan suamimu tapi aku akan berusaha.. " Batin kia yang tersenyum


Cekrekk...


Kamar kia terbuka, munculah mamah dan Bunda Gita yang ingin memberitahu bahwa acara akan dimulai, dan Kia harus segera keluar dari kamarnya

__ADS_1


"Eh ada kamu nak.. " Bunda Gita tersenyum tulus.


"Hei tante.. "


"Ayo kita keluar, semua orang sudah siap tinggal menunggu pengantin perempuannya keluar.. " Ucap Bunda Gita


"Baik, bismillah Bun, aku gugup.. "


"Rileks ki, mamah dan Bunda ada di sampingmu.. " Kali ini mamah Risa yang berbicara


"Aku bantu memegang gaunnya ya, agar tidak berat dan kesusahan.. " Maya menawarkan dirinya


"Eh gak usah May.. "


"Gapapa ki, daripda nanti kamu jatuh kan repot, lagi pula ini sangat panjang gaun belakang mu... "


"Tapi, kamu kan tamu, masa iya jadi... "


"Gapapa, sesekali.. " Potong Maya yang tidak ingin dibantah


Mereka segera keluar kamar, dengan posisi kia berada di tengah-tengah kedua wanita yang sudah berumur tetapi masih terlihat cantik, dan Maya dibelakang nya yang membantu kia memengang bagian belakang dari gaun yang sangat panjang.


Semua para tetangga yang melihat Kia pun terpana akan kecantikan yang dipancarkan pengantin wanita pada siang hari ini,


Erland yang melihat colon istrinya pun tidak mengedipkan matanya


"Cantik dan sangat cantik.. " Batin Erland memandang Kia tanpa berkedip


Denis terpukau dengan kecantikan Kia juga, lalu seketika pandangan mengarah pada istrinya yang berada di belakang Kia


"Maya sangat baik, aku baru menyadarinya sekarang.. "


"Dan ternyata dia juga tidak kalah cantik dengan Kia.. "


"Benar apa yang dikatakan sahabatku yang gila itu bahwa Maya sedikit berisi, apa ini faktor dia menyusui?? " Batin Denis yang menatap tubuh istrinya


"Duduk ki.. " Bisik Bunda


Kia mendudukkan dirinya disamping Erland, tubuhnya sangat gerogi karna semua orang tertuju padanya termasuk calon suaminya


"Apa aku jelek, sampai-sampai kamu memandangku seperti itu?? " Tanya Kia yang sedikit berbisik kepada Erland


Erland masih memandangnya tanpa mendengar ucapan Kia, matanya seakan terfokus pada bidadari di hadapannya


Kia menyenggol kaki Erland agar dia tersadar dari lamunannya


"Iya ki.. " Erland menggelengkan kepalanya


"Aku jelek ya?? " Tanyanya kembali


"Tidak, kamu cantik seperti bidadari.. "


Tiba-tiba bapak penghulu menyadarkan mereka yang sedang berbincang


"Apa sudah bisa kita mulai?? " Tanya bapak penghulu pada kedua calon pengantin


Mereka hanya menganggukan kepalanya, degupan jangtungnya berdetak dua kali lebih cepat.


"Mari kita mulai.. "


"Jabat tangan saya.. " Sambung pak penghulu yang di angguki oleh Erland


"Bismillahirrahmanirrahim saya nikahkan dan kawinkan dan seterusnya


"Saya Terima nikah dan kawinnya Sazkia Putri dengan seperangkat alat sholat dan emas sebesar 300gr dibayar tunai..

__ADS_1


" Sah??? "


"Sah... " Ucap mereka semua yang berada di dalam rumah Kia


Mamah Risa menangis, sekarang putri semata wayang nya sudah menikah dan sebentar lagi akan meninggalkan dirinya,


"Selamat kalian sudah menjadi pasangan suami istri.. "


Kia menyalami Erland yang kini telah menjadi suaminya, lalu Erland mengecup kening Kia


Lalu mereka melakukan pemasangan cincin pernikahannya


Ardi dari kejauhan merekam video acara pernikahan Erland dan kia, lalu mengupload nya ke WA.


Dari kejauhan ada seseorang yang tersedak minumannya saat melihat postingan Ardi


"Apa! Dia sudah menikah? Bukannya mereka akan menikah beberapa hari lagi?? "


"Sial kenapa aku bisa kecolongan seperti ini, awalnya aku memang sengaja tidak mengangkat telfon dari Kia karna aku pikir dia hanya ingin bercerita yang membuatku bosan.. "


"Sial! Sial! Sial!! " Sely meremas ponselnya lalu meminum minuman itu sampai tandas.


"Aku akan mengubah rencanaku.. "


Sely segera mencoba menghubungi Ardi melalui video callnya


"Hallo, lo gak dateng ke acara pernikahan sahabat lo sendiri?? " Tanya Ardi yang melihat sely berada di kantin kantornya


"Hehe, sorry gue banyak kerjaan yang gak bisa gue tinggalin, tapi gue pikir mereka nikah beberapa hari lagi, kok ini kenapa di percepat atau gue salah lihat tanggal diundangan?? "


"Lo gak salah, memang ini di percepat, tuh lihat, mereka udah sah dimata hukum dan negara.. " Ardi membalikan kamera diponselnya menjadi kamera belakang


Sely bisa melihat Erland dan kia sedang berfoto dengan tetangga atau keluarganya


"Sial, mereka ternyata sangat bahagia.. "


"Tapi lihat aja, kebahagiaan itu hanya bersifat sementara, tunggu! Permainan baru gue mulai.. " Batin Sely tersenyum


"Eh senyum-senyum sendiri, lagi bayangin nikah juga ya, haha.. " Ucap Ardi yang melihat Sely tersenyum


"Haha bisa aja,.. "


"Ke sini aja, biar kebahagiaan Kia semakin komplit. "


"Buat apa? Aku harus melihat dia tersenyum bahagia? Lebih baik aku bekerja.. " Batin Sely


"Gak nyampe waktunya, gue belum izin, dan lo tau kan kerjaan gue banyak, apalagi kerjaan Kia harus gue yang kerjain.. "


"Oh, kasihan, ya udah selamat bekerja.. "


.


,


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


....... #Happy Reading😘#....

__ADS_1


__ADS_2