
Kia menganggukan kepalanya, dia menutup matanya saat wajah Erland sudah berada di dekatnya,
Melihat sang istri sudah menutup mata, Erland langsung melu**t dan mencium bibir Kia dengan lembut, perlakuan lembut Erland mampu membuat Kia membalas ciumannya,
Melihat Kia membalas ciumannya, Erland semakin memperdalam ciumannya
Kia mendorong tubuh Erland saat dirinya sudah kehabisan nafas
"Huft, nafasku hump... " Belum selesai Kia berbicara dia sudah di serang lagi oleh Erland,
Erland semakin memperdalam ciuman itu, ciuman itu semakin turun dan menuntut, Erland semakin gencar meninggalkan jejak kepemilikannya disetiap sudut tubuh istrinya
Perlahan tapi pasti, Erland membuka handuk istrinya, dia bisa melihat setiap lekukan tubuh Kia, dan Kia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Aku malu.. " Ucapnya yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut.
Erland seakan tuli, dia sudah terbakar gairah saat melihat setiap lekuk tubuh istrinya yang nantinya akan menjadi mainan favoritnya.
Dikibaskan selimut yang merusak pemandangan bagi Erland,
Kini tangannya sudah merem*s benda kenyal milik istrinya,
Kia menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan ******* yang menurutnya sangat aneh.
Melihat istrinya menahan sesuatu, Erland langsung mencium bibir dan berbisik " Jangan ditahan"
Akhirnya Kia mengeluarkan apa yang seharusnya tidak dikeluarkan
"A h.. " Kia menutup mulutnya.
Erland bangkit lalu melucuti pakaiannya, dia bisa melihat miliknya sudah menegang dan Kia, dia tidak berani melihat sesuatu milik suaminya yang sudah berdiri tegak.
Erland tersenyum saat Kia menutup matanya, dia segera mengunci lalu mencium bibir Kia kembali
"Aku akan lakukan sekarang.. " Ucap Erland yang diangguki oleh Kia
"Pelan-pelan.. " Jawabnya
Erland menganggukan kepalanya, dia mencoba melakukan dengan pelan,
Ini pertama kalinya mereka bercinta, tapi Erland sudah seperti orang yang sangat berpengalaman
"Aaauuuu.. " Ringis Kia sambil meneteskan air matanya lalu mencakar punggung suaminya, Erland yang melihat istrinya menahan sakit dan menangis segera melu**t bibir istrinya, dia menenangkan istrinya, setelah Kia terbuai dengan ciumannya, Erland mendorong senjatanya agar masuk lebih dalam kesarangnya.
Kesakitan itu mendadak hilang dan digantikan dengan kenikmatan yang belum pernah Kia rasakan
"Kenapa rasa sakit itu hilang seketika.. " Batin Kia yang tanpa sadar merespon permainan suaminya
Tanpa sengaja Kia menyuruh Erland mempercepat ritmenya..
Mamah Risa yang baru pulang dari supermarket samar-samar mendengar suara anaknya yang sedang mengerang..
"Oh Tuhan, anakku.. " Gumamnya saat mendengar suara erangan sepasang kekasih yang sedang memadu kasih
"Ah jadi teringat malam pertama dulu.. " Mamah Risa tersenyum lalu berjalan melewati kamar anaknya, dia segera pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam anak dan menantunya
Setelah melakukan pelepasan akhirnya kedua insan ini tumbang, belum selesai Kia menahan sakit dan lelah, Erland sudah memintanya untuk melakukan kembali,
Waktu sudah menujukkan pukul 9 malam, dan Erland baru keluar dari kamarnya, dia ingin membawakan makan malam untuk istrinya, karna akibat ulahnya, istrinya sampai tidak bisa berjalan.
__ADS_1
"Mah.. " Dia menyapa wanita paruh baya yang sedang duduk menonton TV nya
"Makanan sudah mamah siapkan dimeja makan,.. "
"Dimana istrimu?? " Sambungnya kembali
"Emm Kia di dalam kamar mah, dia kecapean makanya aku mau mengambilkan makan malam untuknya.. "
"Oh, tadi mamah sempat mendengar kalian sedang.. " Ucapanya dipotong oleh Erland
"Mah, maaf aku harus mengantarkan makan malam untuk Kia, pasti Kia sudah lapar.. "
Erland langsung membawa makanan itu dan masuk kedalam kamarnya meninggalkan mamah Risa yang sedang menahan senyum.
"Ki, nih makanannya.. "
"Masih sakit ya.. " Sambungnya lagi
Kia menganggukan kepalanya,
"Aku akan pergi ke apotik untuk membeli obat.. "
"Apa maksudmu?? "
"Jangan lakukan itu, itu akan membuatmu malu.. "
"Lalu?? "
"Rasa sakitnya sudah sedikit hilang karna aku sudah berendam di air hangat, aku hanya butuh istirahat,.. "
"Tapi jika semakin bengkak, aku akan hubungi dokter untuk mengeceknya.. "
Kia mengangguk dan memakan makanan yang dibawakan suaminya
"Bagaimana apa sudah baikan?? " Tanya Erland saat melihat istrinya selesai berdandan.
"Sedikit sakit, tapi tak apalah, aku harus bekerja, ada meeting di pagi hari.. "
"Ambil cuti sampai resepsi kita diadakan ki, aku tidak mau kamu terlalu cape, dan lihat sekarang kamu sedang kesakitan.. "
"Itu karna ulah mu.. "
"Ya sudah, ayo kita keluar pasti mamah sudah menunggu kita.. " Ucap Kia yang mengajak suaminya sarapan pagi
"Ayo.. "
Mereka keluar dari kamar dan menuju meja makan, terlihat mamah Risa sedang duduk manis menunggu anak dan menantunya
"Pagi mah.. " Sapa mereka berdua, Erland menarik kursi agar Kia bisa duduk dengan nyaman..
"Terimakasih.. "
Erland tersenyum lalu duduk disamping istrinya, Kia bangkit dan mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk suaminya, mamah Risa tersenyum saat melihat kebahagiaan mereka.
"Apa kalian melakukannya sampai pagi?? " Tanya mamah Risa yang membuat Erland tersedak, Kia dengan telaten memberikan minum pada suaminya
"Minum dulu lan.. " Kia memberikan minum lalu mengelus punggung suaminya
"Apa maksud mamah?? " Tanya Kia
__ADS_1
"Emm mamah mendengarkannya ki, sore-sore sewaktu mamah tidak ada di rumah kamu membuatkan cucu kan buat mamah.. "
Wajah mereka berubah menjadi merah, mereka terlalu malu untuk mengiyakan ucapan mamahnya
"Buatlah setiap hari agar mamah bisa mendapatkan cucu lebih cepat.."
"Jangan didengarkan ucapan mamah.. " Kali ini Kia yang berbicara pada suaminya
"Bukankah yang dikatakan mamah benar land?? " Tanya mamah Risa pada menantunya
"Hehehe,.. " Erland menganggukan kepalanya
"Ishhh, sudahlah aku mau berangkat ke kantor... " Kia bangkit tapi dicegah oleh Erland
"Aku antar.. "
"Cepat, aku hampir telat.. "
Erland meminum kopinya lalu berpamitan kepada mertuanya
.........
"Den, aku kok sedih ya besok kita pindah.. " Maya berkata sambil menidurkan baby Revan, karna semalam baby Revan menangis terus.
"Maafin aku ya, karna aku, kalian semua yang menanggung akibatnya.. " Denis mengelus pundak istrinya
"Kita akan rindu dengan kota ini.. " Maya melihat bangunan besar lewat balkonnya, sekarang mereka sedang duduk dibalkon
"Sejujurnya aku juga tidak ingin pergi dari kota ini.. " Batin Denis
"Apa kamu rela meninggalkan kota yang menjadi tempat kelahiranmu?? " Tanya Maya pada suaminya sambil menepuk-nepuk bokong baby Revan
Denis tersenyum, dia mengecup pipi gembul anaknya yang sedang tertidur.
"Jangan, nanti bangun.. "
"Aku harus hubungi kedua sahabatku, dan satu lagi.. "
"Apa boleh aku menemui kedua sahabatku.. "
Maya tersenyum lalu menganggukan kepalanya
"Pergi saja, lalu buat kenangan yang indah, bila perlu bujuk kedua sahabatmu untuk ikut pindah hahaha... "
"Eh, repot dong hahaha... "
Denis pergi dia menghubungi kedua sahabatnya
.
.
.
.
.
Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)
....... #Happy Reading😘#.....