
Sementara di sebuah rumah yang sangat besar terdapat sepasang manusia sedang berdebat.
"Ngapain lo nglakuin hal bodoh May!!?? " Ucap Denis yang tak habis pikir dengan Maya, karna Maya hampir saja membunuh dirinya
"Lo tanya gue ngapain hah!!??? ngapain lo kesini??? gak ada yang nyuruh lo kesini!! lebih baik lo pergi dari sini??" Ucap Maya dengan frustasi, wajahnya sangat kusut, air matanya tak ingin berhenti mengalir.
"Gue dapet kabar dari temen lo Vita kalo lo mau bunuh diri, ya udah gue langsung nemuin lo dan ternyata lo beneran mau bunuh diri... " Ucap Denis yang mendapat kabar dari teman nya Vita, Vita adalah teman terdekat Maya di kampus, Vita menghubungi Denis karna Vita melihat akhir-akhir ini Denis dekat dengan Maya.
"Ngapain lo lakuin ini bo*oh" Ucap Denis dengan murka, dirinya tidak habis fikir dengan Maya yang akan berbuat nekat seperti ini
"Lo masih mau tau gue ngapain lakuin ini hah!!?? " Bentak Maya pada Denis dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipi nya, dan sekarang meraka sedang di dalam kamar maya
"Den.. Gue takut orang tua gue tau tentang kehamilan ini, gue udah coba gugurin tapi gak ada hasilnya, gue udah makan nanas muda, minum soda, makan pepaya muda,Den!!.. " Ucap Maya dengan tangisan yang tak bisa dibendung lagi, dia tidak tau harus berbuat apalagi, jujur kini dia sudah kehilangan akal
Denis pun membawa Maya kedalam pelukan nya, laki-laki itu menenangkan Maya, Maya yang merasa tenang dipeluk oleh Denis pun membalas pelukan Denis.
"Tapi gak harus bunuh diri juga kan May??. " Jawab Denis masih memeluk Maya.
"Lo gak mau tanggungjawab, dan gue belum siap kalo lahirin anak tanpa ayah, Orang tua gue pasti murka.. " Ucap Maya yang masih diiringi dengan tangisan.
"Ya udah lo tenangin diri dulu, nanti kita pikirkan cara lain, yang terpenting lo jangan nekat kek tadi ya!! untung gue datang tepat waktu, kalo engga gimana???. " Jawab Denis pada Maya.
"Harusnya tadi lo biarin gue loncat dari lantai atas.. " Ucap Maya pada Denis
"Udah-udah tenangin diri lo dulu" Jawab Denis lagi yang tak ingin membahas masalah tadi
Setelah beberapa menit Maya pun sudah semakin tenang, tangisannya sudah mereda. .
"Trus kita harus gimana.. " Ucap Maya yang sudah merasa tenang,
"Aku bingung May!! " Denis mengusap wajahnya dengan kasar
"Niatnya gue mau jalan sama Kia, tapi waktu dalam perjalanan gue dapet telfon dari Vita kalo lo mau bunuh diri, gue juga gak tau Vita dapet kabar dari mana??? " Ucap Denis lagi yang menceritakan semuanya pada Maya
"Trus lo gagal jalan gara-gara gue gitu?? Vita mungkin tau dari Asisten rumah tangga yang ada dirumah ini" Jawab Maya
"Bibiii???!!! " Teriak Maya dari kamarnya.
Bibi ijah yang merupakan Asisten rumah tangga dirumah Maya pun segera berlari saat mendapatkan teriakak dari anak majikannya itu
__ADS_1
"Iya Non Maya.. " Ucap Bibi yang sedikit kehabisan nafas karna berlari, Dia takut Non Maya kenapa-napa.
"Bibi yang kasih tau Vita tentang kejadian tadi??" Tanya Maya pada Bi Ijah.
"Maaf Non, Bibi sempat liat Non di balkon dan menangis, Bibi takut terjadi apa-apa jadinya Bibi telfon Mbak Vita lewat telfon rumah.. " Ucap Bibi yang merasa tidak enak hati pada Maya.
"Tapi Bibi gak bilang sama Mamah, Papah kan?? " Tanya Maya lagi, Maya takut jika Asisten rumah tangga nya mengadu ke Orang tuanya.
"Belum Non.. " Jawab Bibi dengan singkat.
"Ya udah, Aku mau minta tolong ke Bibi, jangan kasih tau ke Mamah Papah ya??!. " Maya memohon pada Bi Ijah...
"Baik Non.. " Ucap Bibi yang tak ingin membantah
"Saya mohon Bibi bisa merahasiakan ini semua dari kedua Orang tua Maya ya.. " Denis berbicara dan meminta Bi Ijah merahasiakan semuanya
"Baik Den.. " Ucap Bi Ijah, walaupun Bi Ijah penasaran dengan laki-laki tampan yang berada di dalam kamar anak majikan nya sekarang.
"Kenalin dia Denis, teman kuliah Aku Bi.. " Ucap Maya yang melihat tatapan Bi Ijah penasaran dengan sosok Denis pun langsung memperkenalkan Denis..
"Denis Bi.. " Ucap Denis yang ingin menyalami Bi Ijah.
"Owh gitu ya sudah tidak apa- apa Bi.. " Ucap Denis dengan tersenyum.
"Ya sudah Bibi bisa keluar dari kamar Aku.. " Ucap Maya yang menyuruh Bi Ijah keluar dari kamarnya..
"Baik Non, permisi.. " Bi Ijah langsung pergi keluar dan meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.
"Trus kamu gak jadi kencan sama Kia.. " Tanya Maya setelah Bi Ijah keluar kamar
"Iyalah gue batalin, gue bilang ada urusan mendadak, gue gak mungkin cerita yang sebenarnya ke Kia,.. " Ucap Denis dengan frustasi
"Maafin gue ya Den!, mungkin kalo waktu itu gue gak mabuk, pasti lo gak bakal punya masalah sebesar ini.. " Ucap Maya meminta maaf pada Denis, Dia merasa bersalah pada Kia, karna secara tidak langsung Dia sudah merebut Denis dari Kia.
"Sebenarnya ini salah kita berdua, kita mabuk dan kita dalam keadaan tidak sadar, jujur aku pengin tau alesan kamu mabuk waktu itu apa si?? " Denis bertanya pada Maya.
"Gue cape aja, Orang tua gue mau jodohin gue sama anak rekan bisnisnya yang ada diluar negri, gue tolak tapi Orang tua gue tetep kekeh, ya mungkin dengan cara minum di club pikiran aku bisa sedikit tenang, tapi malah aku dapet masalah baru ... " Maya bercerita pada Denis,
"Dan sekarang gue hamil?? masalah perjodohan aja belum selesai ini tapi udah nambah masalah baru, Orang tua gue pasti murka makanya gue mau bunuh diri aja, tapi lo halangin semuanya.. " Ucap Maya dengan nada yang kesal.
__ADS_1
"Tapi bukan bunuh diri cara nya, lo mau arwah lo gentanyangan??? " Ucap Denis yang sedikit iba tapi sedikit emosi dengan ucapan Maya.
"Terus gue harus ngapain?? minta pertanggungjawaban dari lo, tapi lo gak kasih??? trus cara lain menurut lo, gue ngebesarin anak ini tanpa seorang Ayah??? dan lo bisa asik mesra-mesraan sama pacar lo?? ini gak adil buat gue!!!. " Seru Maya pada Denis.
"Menurut lo gue harus nikahin lo dan tinggalin Kia?? " Ucap Denis
"Kalo lo mau bertanggungjawab ya lo harus nikahin gue dan tinggalin pacar lo, bukanya gue mau rebut lo dari pacar lo, tapi keadaan yang buat gue terpaksa lakuin ini.. " Ucap Maya dengan tegas.
"Tapi gue cinta sama Kia, Bokap gue udah setuju sama Kia,.. " Ucap Denis dengan wajah yang kusut
"Gue kasih lo waktu, waktu buat mikirin ini semua, kalo lo pilih pacar lo, gue yang bakal akhiri hidup gue sendiri, lo jangan ikut campur urusan gue lagi.. " Jawab Maya dengan serius, tatapan matanya sangat tajam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#mohon dukungan like dan vote nya kawan..
#mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat
#terimakasih sudah mau membaca😊😊
#semoga selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah
# terimakasih😊😊😊😊
__ADS_1
......... #Happy Reading😘#........