
๐"Lusa papah sama mamah akan pulang, papah ingin kamu bawa laki-laki itu dihadapan papah!! " Ucap papah Maya dan langsung mematikan telfonnya.
"Anakmu itu memang tidak bisa diandalkan.." Ucap papah Maya kepada istrinya.
"Dia juga anakmu mas!! " Jawab mamah Maya yang tak terima dengan ucapan suaminya
"Aku akan selesaikan pekerjaan disini, lalu kita pulang untuk menemui mereka, dan sejak kapan Maya menjadi hobi mabuk?? " Ucap papah Maya yang tak menyangka anaknya menjadi nakal.
"Itu mas, yang aku mau tanya ke Maya, sejak kapan dia menjadi tukang mabuk, padahal setahu aku Maya anak yang polos, dia tidak mengetahui dunia malam.. " Jawab mamah Maya yang masih heran dengan anaknya.
"Sudah jangan dipikir, sekarang kita mulai mencicil mengemas barang, tetapi kita tidak usah membawa semuanya, kita hanya beberapa hari di Indonesia setelah acara pernikahan selesai, kita akan balik ke negara ini lagi.. " Ucap papah maya yang memberitahu istrinya.
"Baik mas.. " Jawab mamah Maya
............
Di kamar Maya....
"Gue udah hubungi orang tua gue, dan mereka bilang lusa akan pulang, dia minta lo buat nemuin mereka. " Ucap Maya dengan seseorang di sebrang sana.
"Gue akan temui orang tua lo.. " Jawab Denis lewat sambungan telfonya.
Setelah Panggilan itu terputus, tak henti-hentinya maya menangis, dia menyesali perbuatannya yang mengakibatkan masa depanya hancur.
"Sekarang semuanya hancur!!! " Ucap Maya dengan histeris
Tiba-tiba perut Maya terasa sakit, dan dia mengaduh kesakitan..
"Awwhhh awhh.. " Ucap Maya meringis kesakitan.
"Bi, bibi tolong aku bi!!! " Teriak Maya yang memanggil asisten rumah tangga nya itu, dengan cekatan dia mengelus-elus perutnya yang sakit agar meringankan sakitnya
Bi Ijah yang merasa dipanggil pun langsung menghampiri anak majikanya itu,
"Non, non tidak apa-apa?? " Tanya Bi Ijah di depan pintu kamar Maya.
"Bi, cepat masuk, awwhh sakit bi!!!!! " Teriak Maya lagi.
Dengan segera Bi Ijah membuka pintu kamar maya, setelah pintu itu terbuka, ia melihat Maya sudah terjatuh di lantai, dengan segera ia menghubungi Denis dan Dokter lewat telfon rumahnya
"Bi, bibi mau telfon siapa?? " Tanya Maya yang melihat Bi Ijah sedang mengotak ngatik telfon rumahnya
"Bibi mau menghubungi Den Denis dan Dokter non.. " Ucap Bi Ijah dengan panik.
"Bi, sakit.. " Ucap Maya yang sedang memegang perutnya
Setelah menghubungi Dokter dan Denis, Bi Ijah segera mengambilkan segelas air putih untuk meredakan rasa sakit Maya.
Setelah beberapa menit Denis sampai dirumah Maya, sejujurnya ia malas, tapi ia juga merasa iba kepada maya..
__ADS_1
"Bi!!! " Teriak Denis saat sudah memasuki rumah Maya, Bi Ijah yang merasa namanya dipanggil pun segera menghampiri Denis.
"Dimana Maya sekarang!! " Tanya Denis
"Di dalam kamar Den, Non Maya sedang di periksa oleh Dokter.. " Jawab Bi Ijah
Kemudian dengan segera ia melangkah menuju kamar Maya, saat ia sudah berada di dalam kamar,ia melihat Maya sudah selesai di periksa Dokter.
"Bagaimana kondisi dia Dok?? " Ucap Denis kepada Dokter itu Sebelumnya ia sudah menutup pintu kamar agar tidak ada yang mendengar kondisi Maya.
"Kandungannya sangat lemah, dia diharuskan istirahat total, dan saya sudah menyiapkan resep penguat kandungan.. " Jawab Dokter itu sambil menyerahkan sebuah kertas yang berisi resep untuk tebusnya.
"Terimakasih dok.. ". Ucap Denis
"Sama-sama, ya sudah kalo sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, saya mohon pamit.. " Ucap Dokter tersebut.
Setelah Denis melihat kepergian Dokter itu, Ia pun langsung menghampiri Maya.
"Apa yang lo lakuin sampe-sampe lo kek gini hah!!! " Bentak Denis yang sudah di dekat Maya
"-_-"
"Jawab May!! jangan diem aja!! " Ucap Denis dengan mata yang memerah.
"Gue gak lakuin apa-apa, tadi gue cuma stres aja.. " Jawab Maya dengan singkat.
"Gue mau tidur dulu, lo bisa pergi dari sini!! " Ucap Maya yang mengusir denis.
Setelah Denis keluar dari kamarnya, Maya bangkit dari tidurnya, ia meneteskan air matanya kembali, rasa sesak di dadanya begitu jelas.
"Sekarang semuanya sudah berubah, dan aku harus terima kenyataan ini.." Gumam Maya yang mulai bangkit dari kenyataan ini, dia tidak ingin terpuruk terus menerus
"Maaf, -maaf, aku gak seharusnya benci kamu, aku gak seharusnya pukul kamu kek tadi.." Ucap Maya yang meminta maaf pada รงalon bayinya
Setelah Maya lelah menangis maya merasa dirinya mengantuk dan dia segera beranjak tidur dan tidak lama kemudian ia sudah masuk ke alam mimpinya.
Ke esokan harinya.. ..
Maya mengerjapkan matanya, dia terbangun karna cahaya matahari menyinari tepat di wajahnya.
"Hoamm.." Maya menguap dan mengucek matanya, sesekali dia meregangkan ototnya
Ia melihat jam di atas mejanya, dan segera dia bergegas membersihkan dirinya, ia merasakan matanya sedikit membengkak karna semalaman menangis
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Maya segera menuju meja makan, perutnya sangat lapar..
"Bi, besok kemungkinan Mamah Papah akan pulang.. " Ucap maya kepada asisten rumah tangga nya itu
"Bibi harus menyiapkan makan apa Non?? " Jawab Bi Ijah yang mengerti akan maksud anak majikanya
__ADS_1
"Bibi, tidak usah menyiapkan makanan, masak seperti biasa aja bi, lagi pula kita gak tau kapan mereka akan sampai.. " Ucap Maya kepada Bi Ijah lagi
"Baik non.. " Jawab Bi Ijah
"Bi, aku makan aja dulu ya, aku laper.. " Ucap Maya yang tidak bisa menahan terlalu lama lagi rasa laparnya itu
"Baik non.. " Jawab Bi Ijah yang tidak jadi menanyakan keadaan Maya saat ini.
Maya mengambil makanan dengan porsi yang berbeda dari biasanya, dia mengambil sayur juga lauk lainya, Bi Ijah yang melihatnya pun merasa aneh dengan sikap Maya.
Maya memakan nasi itu dengan nikmat dan tidak segan-segan Maya menambah, naf*u makanya menambah drastis saat ini
"Bibi gak makan.. " Tanya Maya yang melihat asisten rumah tangga nya hanya berdiam diri melihat dirinya makan.
"Eh gak, eh maksud saya nanti saja Non.. " Jawab Bi Ijah yang merasa na*su makanya hilang ketika melihat anak majikan nya itu makan
.......... ................ .............. ................. ........... .............
"Sayang, akhir-akhir ini kok kamu susah dihubungi.. " Tanya Kia yang sedang dimobil bersama Denis.
"Maaf sayang, aku sibuk skripsi.. " Jawab Denis berbohong..
"Yank!! Kamu lagi gak nyembunyiin sesuatu dari aku kan?? " Ucap Kia yang merasa curiga dengan sikap Denis.
"Mana ada, gak usah mikir yang aneh-aneh yank!! " Jawab Denis yang menutupi masalahnya.
"Dah sampe,.. " Ucap Denis lagi yang mengantarkan Kia ke kantor.
"Makasih yank.. " Ucap Kia pada Denis.
"Yank.. " Denis memanggil Kia
.
.
.
.
.
.
#hay gaes aku up lagi๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐๐
#mohon maaf kalo ada kesalahan kata atau kalimat ya gaes..
#terimakasih sudah mampir ke karya aku๐๐๐
__ADS_1
#salam bahagia, semoga kita semua di berikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah๐๐๐
............ #Happy Reading๐#........