
"Silahkan, Ibu Gita sudah sadar.. " Ucap dokter dan langsung pergi
Setelah itu Erland langsung berlari memasuki ruangan Bunda nya yang diikuti oleh Kia dan mamahnya
"Bunda.. " Ucap Erland yang melihat bundanya lemah terbaring dikasurnya
Bunda Gita membuka mata saat namanya di panggil, lalu ia melihat putranya sedang memandang kearahnya dengan tatapan yang sendu..
"Bagaimana keadaan Ayahmu.. " Tanya Bunda Gita saat Erland sudah duduk di kursi, tangannya menggenggam erat serta menci"m punggung tangan bundanya
"Ayah baik Bun, bahkan Ayah sudah di pindahkan ke ruang rawat.. " Ucap Erland tersenyum
"Alhamdulillah,.. "
"Bunda istirahat ya, biar aku yang menjaga Bunda.. " Ucap Erland lagi yang melihat wajah pucat ibundanya
"Sayang, Bunda ingin berbicara, jika Bunda di beri kesempatan panjang, Bunda ingin melihatmu menikah nak.. "
"Apa maksud Bunda, Bunda akan baik-baik saja, dan Bunda pasti sembuh.. " Ucap Erland yang semakin mengeratkan genggamannya
"Tante, Kia pamit keluar dulu ya.. "
............
Saat ini kia berjalan menuju kantin rumah sakit, setelah sampai ia memesan makanan,
"Ini pesanannya mbak.." Ucap ibu kantin
"Eh iya, makasih bu.." Jawab Kia lalu ia mengacak-acak makanan yang ia pesan, naf*u makanya hilang saat teringat ucapan tantenya itu
"Ki.. " Ucap mamah Risa yang menghampiri anaknya
"-_-"
"Ki.. " Ucapnya lagi dengan menguncang tubuh Kia
"Eh, mamah! Sejak kapan mamah disini.. " Tanya Kia yang baru sadar akan kehadiran mamahnya
"Ada apa nak.. " Tanya mamah Risa yang melihat wajah gusar anaknya
"Mah, aku akan menikah dengan Erland.. " Ucap Kia dengan tiba-tiba dan membuat mamah Risa sedikit bertanya-tanya tetapi hati kecilnya sangat bahagia
"Serius ki!! " Tanya mamah Risa yang tak percaya dengan ucapan anaknya
"Iya mah.. "
"Apa ini ada hubunganya dengan tante Gita?? " Tanya mamah Risa yang sudah bisa menebak alur ceritanya
"Iya mah,.. "Kia menjawab pertanyaan mamahnya dengan senyuman yang dipaksakan
"Saat tante sadar, dia memintaku untuk menikah dengan Erland.. " Ucapnya lagi dengan wajah kusut
"Mamah tidak akan memaksamu Ki,, jika kamu belum siap, mamah yang akan berbicara kepada tante Gita.. " Ucap mamah Risa yang melihat keterpaksaan dari diri Kia
"Mungkin sudah takdirnya aku menikah dengan Erland mah, dan mungkin dengan cara ini aku bisa melupakan Denis.. "
"Aku menerima Erland mah, mamah tenang saja.. " Ucapnya yang meyakinkan mamahnya
.................
__ADS_1
.......
Flashback on🙂..
"Yah, Erland sudah bisa dihubungi?? " Ucap Bunda Gita yang sedang berada di bandara
"Belum, mungkin dia sedang sibuk.. "
"Lebih baik kita mencari taksi, karna supir kita sedang cuti Bun.. " Ucap Ayah David kepada istrinya
"Ya sudah.. "
Setelah berada di dalam taksi, mereka sempatkan diri untuk bercerita dan bermesraan layaknya seperti orang yang sedang kasmaran
Tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang dari arah belakang, mobil sport berwarna kuning dengan plat nomer ***** hendak menyalip sebuah taksi di depannya, tetapi saat dia hendak menyalip, sebuah mobil dari arah berlawanan datang, dan akhirnya mobil sport berwarna kuning itu membanting setir dan mengenai taksi sampingnya, lalu taksi itu kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan,
Pngemudi di dalam mobil sport berwarna kuning itu segera menancap gas untuk melarikan diri,
Dari arah kejauhan ia dapat melihat banyak orang yang datang dan membawa penumpang serta supir dari taksi.
Flasback off
"Bagaimana keadaan mereka?? " Ucap seseorang yang gelisah di dalam kamarnya
"Untung semua orang disana tidak ada yang melihatku.. "
"Gue harus simpan ini mobil sampai gue bisa memperbaikinya.. "
............
Setelah bercerita panjang lebar di kantin rumah sakit, Kia dan mamahnya kembali keruangan tantenya, dan sekaligus mereka izin untuk pamit pulang karna hari sudah malam
"Jangan panggil tante, panggil Bunda saja.. " Jawabnya tersenyum, kini keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya
"Hehe iya tan, eh-Bun.. " Ucap Kia dengan kaku,
Mamah Risa yang melihat interaksi kedua orang itu pun tersenyum bahagia, tetapi sebaliknya dengan Erland, ia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan mereka semua.
"Pamit Bun, assalamu'alaikum.. " Ucap Kia menyalami Bunda gita
"Calon besan, aku pamit dulu.. " Ucap mamah Risa setengah berbisik di telinga Bunda gita, Dan Bunda gita hanya menanggapi dengan senyuman..
"Gue pamit.. " Ucap Kia pada Erland
"Hati-hati... "
"Tante pulang dulu ya nak.. " Ucap mamah Risa
"Hati-hati tan, terimakasih untuk semuanya.. " Jawab Erland yang mengalami tantenya.
Setelah melihat kepergian Kia dan mamahnya, Erland segera bertanya tentang perasaannya yang sedari tadi mengganjalnya
"Bun, ada apa?? " Tanya Erland dengan curiga
"Bunda sangat bahagia.. " Ucap Bunda gita kepada anaknya
"Apa maksud bunda?? " Tanya Erland yang tidak mengerti dengan ucapan Bundanya
Bunda gita hanya membalas dengan senyuman tanpa ingin berkata lebih jelas dan itu semakin membuat Erland penasaran
__ADS_1
"Bunda, aku tahu pendarahan diotak bunda parah, tapi aku fikir setelah di operasi pendarahan itu akan sembuh, ternyata justru membuat otak bunda tambah parah.. " Sewot Erland
"Dan apa itu? Bahagia? Mana ada orang baru mengalami kecelakaan bahagia.. " Ucapnya lagi dengan kesal, ia bangkit dan membaringkan tubuhnya di sofa ruangan tersebut
"Erland, Bunda ingin bertemu dengan Ayahmu? Apa dia sudah sadar?" Tanya Bunda yang mengalihkan pembicaraan anaknya
"Bukanya jawab pertanyaan anaknya, malah mengalihkan pembicaraan anaknya.. " Sewot Erland lagi
"Erland!!... "
"Iya iya tadi waktu aku ke ruang rawat Ayah, dia belum sadarkan diri Bun.. " Jawab Erland yang memainkan ponselnya
"Sekarang kamu jenguk Ayahmu, takutnya dia sudah sadar dan tidak ada yang menemaninya.. "
"Iya Bun.. " Jawab Erland lalu bangkit dari tidurnya dan melangkah keluar menuju ruang inap Ayahnya
...........
"Ayah sudah sadar?? " Tanya Erland saat sudah diruangan ayahnya
"Bagaimana keadaan bunda kamu? Kata dokter bunda harus di operasi??
"Bunda sudah di operasi, dan bunda sudah sedikit membaik yah.. "
"Ayah ingin menemui Bunda, bantu Ayah nak.. " Ucap Ayah David lalu bangkit dari tidurnya, segera Erland membantunya.
"Ayah duduk dulu, biar aku carikan kurang roda.. " Ucap Erland lalu keluar ruangan mencari kursi roda.
Beberapa menit kemudian Erland datang membawa sebuah kursi roda.
"Pelan-pelan ya.. " Ucap Erland kepada ayahnya, dengan sigap ia membantu ayahnya
"Sebenarnya ayah sudah baik-baik saja, tidak usaha menggunakan kursi roda.. "
"Gapapa yah.. "
"Coba ceritakan kejadian sebelum kecelakaan itu yah.. "
.
.
.
.
.
#Hay gaes maaf aku up terlalu malam😁
#Mohon maaf kalo ada kesalahan kata atau kalimat 🥰
#Terimakasih sudah mau mampir ke karya pertama aku 😁
#Salam bahagia semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah 🥰🥰🥰
#Daannn jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorit, komen, vote dan hadiah 🎁)
........... #Happy Reading😘#........
__ADS_1