Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 63- Kecurigaan Liam


__ADS_3

"Tidak, ini bukan hanya sesaat, aku serius, aku akan menjaga kalian, dan aku sudah mengikhlaskan Kia untuk Erland.. " Jawab Denis tersenyum


"Sungguh?? "


"Iya, maka dari itu aku ingin membuka lembaran baru dengamu.. "


"Apa ini demi anak kita?? " Tanya Maya lagi yang belum puas dengan jawaban suaminya


"Iya, tapi ini tanpa paksaan, aku benar-benar ingin berubah.. " Denis mengecup punggung tangan istrinya


"Terimakasih Tuhan, kau sudah mengabulkan doaku, akhirnya Denis mau berubah.. " Batin Maya yang sangat bahagia


Bagi Maya kelahiran anaknya dan perubahan sikap Denis adalah kado terindah yang pernah Tuhan berikan untuknya


"Dimana Daddy?? " Tanya Maya yang tidak melihat ayah dari Denis


"Apa dia masih menemui anak sepupunya yang baru saja kecelakaan??" Tanya Maya


"Dia sedang menjaga anak kita.. " Jawab Denis, Lagi-lagi ia tersenyum dihadapan istrinya


"Oh iya kamu belum makan, sekarang kamu makan ya, pasti kamu lapar.. " Ucap Denis yang mengambil makanan yang sudah disediakan diatas meja


"Aaa... " Denis menyuapkan makanan kedalam mulut Maya


Maya menerima suapan Denis


"Begini rasanya di manja oleh suami sendiri.. " Batin Maya tersenyum


"Sudah sadar nak?? " Tanya Daddy Liam yang baru masuk kedalam ruangan Maya


"Eh Dad, dia baru sadar.. " Ucap Denis sambil menyuapkan nasi kedalam mulut istrinya


Dan Maya hanya menganggukan kepalanya karna mulutnya sudah dipenuhi makanan


"Apa ini, apa ini cara kamu menebus kesalahanmu kepada Erland nak?? " Batin Liam, ia sudah menyadari jika musibah yang menimpa Erland itu ulah anaknya


"Apa kalian sudah diskusi nama yang baik untuk anak kalian??? " Tanya Liam kembali yang sudah mendudukan tubuhnya di sofa


"Sudah.. " Kali ini Maya yang menjawab karna makanan yang dimulut Maya sudah habis tertelan


"Siapa namanya? Daddy juga ingin tahu.. " Ucap Liam menghentikan jarinya yang sedang mengetik sesuatu diponselnya


"Revandra Surya Saputra.. " Kali ini sepasang kekasih mengucapkan secara bersamaan


Liam tersenyum saat melihat mereka akur,


"Cocok, bagus untuk cucu Daddy yang tampan.. " Kekeh Daddy Liam


"Siapa yang menyiapkan nama sebagus itu?? " Tanya Liam karna ditengah nama anaknya terdapat nama kepanjangan Denis


"Dia dad.. " Tunjuk Maya dengan ekor matanya


"Oh, .." Liam mengangguk tanda mengerti.


"Oh bagaimana dengan orang tuamu? Apakah dia sudah diberi kabar mengenai kamu?? " Tanya Liam yang tiba-tiba teringat dengan kedua orang tua Maya


Denis menepuk keningnya,

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku lupa.. " Jawab Denis yang cengengesan


"Masih muda sudah pikun, .. " Liam menggelengkan kepalanya


"Heheh, biar aku aja yang mengabari kedua orang tuaku.." Kali ini Maya yang berbicara


"Kita berdua, bagaimana?? " Denis mengusulkan pendapatnya


"Baik.. " Maya tersenyum, ia sangat bersyukur dengan perubahan sikap Denis


"Daddy ingin berbicara kepadamu 4 mata.. " Send Denis


Ting....


Ponsel Denis berbunyi, ia segera membuka dan ternyata notif pesan dari Daddynya,


Denis melihat pesan yang dikirimkan ayahnya


"Ada apa ini? Apa daddy sudah tahu kesalahanku?? " Batin Denis yang sekilas menoleh pada Liam yang sedang duduk di sofa, Liam tidak menoleh, ia fokus pada ponselnya


"Rahasiakan ini kepada Maya.. " Send Denis


Tingg..


Belum sempat Denis membalas, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya lagi


"Siapa?? " Tanya Maya yang melihat ekspresi Denis berubah


"Eh bukan siapa-siapa,.. " Ucap Denis yang gugup tetapi ia tetap tersenyum


"Bohong!! "


"May, Den, Daddy pergi ke kantin sebentar.. " Liam bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu.


"May, udah habis makanannya, kamu minum dulu nih.." Ucap Denis yang menaruh piring kosong dan mengambil segelas air dan membantu Maya meminumnya.."


"Terimakasih.." Ucap Maya tersenyum.


"Sekarang kamu istirahat dulu ya, aku mau pergi sebentar ya, gapapa kan aku tinggal sendiri disini, aku mau melihat Revan.. " Ucap Denis yang berbohong lagi, ia membantu Maya berbaring kembali dan membenarkan selimut Maya, agar Maya nyaman


Maya hanya menganggukan kepalanya, ia meminta Denis untuk mengambilkan ponselnya yang disimpan Denis.


"Aku boleh minta ponselku?? Aku mau menghubungi kedua orang tuaku.. " Maya menodongkan tangannya ke arah Denis


"Katanya mau bilang bersama?? " Jawab Denis yang merogoh saku untuk mengambil ponsel istrinya


"Hehehe, gapapa, aku juga rindu kepada mereka.. "


Denis menyerahkan ponsel istrinya, dengan pelan Maya mengambil ponselnya.


Denis bangkit dan mencium kening Maya, Maya pun dibuat terkejut oleh sikap manis Denis lagi


"Aku tinggal sebentar, hubungi aku jika kamu butuh sesuatu.. " Ucap Denis melangkah keluar


"I-iya.. " Jawabnya lirih


........

__ADS_1


Sewaktu sudah berada di luar ruangan istrinya, Liam segera menyuruh anaknya untuk mengikutinya, dan Denis patuh, ia mengikuti langkah Daddynya


Setelah sampai ditaman, mereka mendudukan tubuhnya di kursi taman


"Apa ini, kenapa daddy membawaku kesini?? " Batin Denis yang tidak paham maksud dari Daddynya


Beberapa menit mereka saling diam, tidak ada percakapan antara anak dan Ayah itu, pandangan mereka sama-sama tertuju arah depan taman


"Dad.. " Akhirnya Denis memberanikan diri memanggil seseorang yang berada di sampingnya


Liam menoleh, sejenak ia menghembuskan nafasnya kasar, lalu menghirup udara kembali, mendinginkan otak yang terdapat banyak pertanyaan


"Ada apa daddy membawaku kesini?? " Tanya Denis lagi yang penasaran, tapi pandangannya tetap fokus kedepan


"Apa benar dalang dari semua kecelakaan Erland itu kamu den!! " Tanya Liam


Deg..


"Kenapa daddy bisa mengetahui ini semua?? " Batin Denis yang terkejut, dan ekspresi Denis dilihat oleh Liam dan Liam semakin yakin kalau Denis dalang dari semua ini


"Da-dari mana daddy tahu?? " Tanya Denis yang sudah ketakutan


"Jawab pertanyaan Daddy, dan daddy tidak butuh pertanyaanmu.. " Kali ini suara Liam terdengar begitu tegas dan menakutkan ditelinga Denis,


"Bukan,, bukan aku dalang dari kecelakaan Erland.. " Denis berusaha mengelak karna Denis tahu bahwa ditempat kejadian tidak ada seseorang yang mengetahui kecelakaan itu


"Jawab jujur.. "


"Aku sudah jujur Dad.. "


"Lalu kamu sedang dimana saat Erland kecelakaan, Daddy telfon bibi dan dia bilang Denis tidak dirumah, dan asisten rumah tangga Maya juga bilang sewaktu Erland kecelakaan kamu tidak ada di rumah, dan bi Ijah juga sempat melihat kamu tersenyum sendiri saat istrimu menyampaikan kabar bahwa Erland kecelakaan,.. " Liam semakin memojokkan anaknya


"Daddy memata-mataiku?? " Ucap Denis yang terkejut


"Awas saja bi.. " Geram Denis kepada asisten rumah tangga Maya


"Jawab daddy! " Kali ini Liam berbicara sambil menahan amarahnya, tangannya ia simpan karna sudah terkepal erat ingin menghajar anaknya


"Bu-bukan dad! "


.


.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disni (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


......... #Happy Reading😘#.......


__ADS_2