Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 55- Kepulangan Daddy Liam


__ADS_3

Akhirnya Denis dan Maya sampai di bandara, Denis sempat menolak Maya yang meminta ikut, tapi sewaktu Maya bilang ini keinginan dari bayinya, akhirnya Denis membawa Maya ke bandara


"Dad!! " Ucap Denis yang memeluk laki-laki paruh baya itu, ia saling berpelukan melepas rindu.


Setelah pelukan itu terlepas mata daddy melihat Maya, dan Maya segera menyalami mertuanya itu.


"Hai om.. " Ucap Maya yang menyalami mertuanya


"Ini istrimu den?? " Tanya Daddy kepada Denis, dan diangguki oleh Denis.


"Kok om si, panggil daddy.. " Ucapnya sambil membalas salaman Maya


"Hehe iya dad.. " Maya menjawab dengan canggung, ia baru pertama kali melihat mertuanya


"Yuk kita pulang dad!! " Ajak Denis yang diangguki semuanya


Saat sudah berada di dalam mobil, daddy liam pun berbicara banyak, ia melihat kesekeliling jalanan yang sudah lama ia tidak melihat


"Tidak ada yang berubah.. " Batin Liam


"Sayang, sudah berapa minggu kehamilanmu?? " Tanya daddy liam kepada Maya


"Memasuki bulan ke 8 dad.. " Ucapnya


"Lalu kapan kalian wisuda?? "


"3hari lagi kita wisuda dad.. " Jawab Denis


"Lalu Maya?? "


"Aku akan ikut, tapi hanya sebentar, lagi pula semua temanku sudah tahu jika aku hamil.. " Ucap Maya tersenyum


"Lalu kapan pesta pernikahan kalian akan dilaksanakan??"


"Tidak ada pesta dad, lihat itu kandungan Maya sudah besar.. " Jawab Denis dengan isyarat matanya


"Tapi, bagaimana orang-orang diluar sana tahu jika kalian sudah menikah?? " Tanya daddynya sambil berfikir


"Oh iya, daddy tau, kita akan adakan perjamuan malam untuk kerabat terdekat kita.. "


"Tapi dad!! " Denis membantah


"Tidak ada bantahan!! May kamu setuju kan?? " Tanya daddy


"Terserah daddy aja.. " Jawab Maya tersenyum,


"Oh iya kita langsung kerumah sakit atau pulang kerumah?? " Tanya Denis yang tiba-tiba teringat tentang tujuan awal pulang ke Indonesia


"Em, pulang aja dulu, daddy mau bersih-bersih dulu, dady juga belum mengabari sepupu jauh daddy.. "


"Emang siapa sepupu jauh dady?? " Tanya Denis


"Itu mbak Gita, tahu kan?? "


"Oh iya tante Gita yang cantik.. " Denis mengingat tantenya, ia pernah ditolong oleh tantenya sewaktu kecil


"Apa!! ada apa dengan tante Gita dad!! " Tanya Denis yang berubah cemas


"Anaknya masuk rumah sakit, dady mau menjenguknya!!"


"Aku ikut!! "

__ADS_1


"Nanti malam kita berangkat, dady ingin beristirahat sebentar.. "


Setelah sampai dirumahnya yang tidak kalah megah dengan rumah Maya, mereka masuk kedalam, dan Maya yang belum pernah kerumah Denis pun bingung, ia bingung dimana ia akan beristirahat


"Den, bawa istrimu ke kamarmu,!! " Ucap dady


"Iya dad! " Jawab Denis


Kemudian mereka masuk kedalam kamar masing-masing.


Maya sempat kagum dengan desain dan warna kamar Denis,


Desain yang sangat mewah tetapi tetap melambangkan kehangatan dengan paduan warna abu dan hitam,


Miniatur mobil dan motor berjejer di tempatnya,


Maya melihat foto Denis sewaktu kecil hingga sampai dewasa,


"Sejak kecil dia sudah tampan.. " Gumam Maya,


Pintu kamar mandi terbuka, sosok Denis keluar dengan handuk yang dililitkan dipinggang dan rambut basahnya yang berantakan menambah kesan tampan dimata Maya


Kenapa aku baru sadar jika aku mempunyai suami yang sangat sempurna, gumamnya didalam hati


"Ada apa lo liat-liat gue!! " Tanya Denis yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecil


"Eh, gakpapa.. " Jawab Maya yang gugup


"Ambilkan pakaianku, lemarinya ada di dalam sana.. " Ucap Denis yang menunjukkan pintu dekat meja nya


Segera Maya masuk kedalam ruangan pakaian, sekali lagi ia terpukau dengan desain ruangan tersebut,


"Keren.. " Batin Maya


"Gue takjub sama desain kamar lo!! " Kata-kata Maya yang memuji pun keluar dari mulutnya


"Kenapa? Bagus ya haha.. " Kekeh Denis


"Aku baru lihat kamu tertawa begitu puas didepanku.. " Batin Maya yang memandang Denis tertawa


"Iya, keren banget.. " Jawab Maya kepada Denis


"Ini desain daddy saat pertama kali adopsi aku, awalnya bukan seperti ini, dia mendisain dengan tanganya sendiri, dan lihatlah hasilnya?? " Ucapnya dengan bangga, ia menunjukkan begitu bagusnya desain dari orang tua yang menjadi tempat hidupnya


"Lo bukan anak.. "


"Bukan, gue cuma anak pungut yang beruntung di adopsi oleh orang sebaik daddy.. " Jawab Denis yang memotong ucapan Maya, Maya sempat terkejut tetapi ia bisa menetralkan rasa terkejut itu


"Eh jangan ngomong kaya gitu,.. " Ucap Maya yang mengelus punggung Denis


"Fakta membuktikan seperti ini.. "


Denis bangkit dari duduknya, ia berjalan kearah balkon dan Maya mengikutinya dari belakang


"Makanya gue harap, anak gue harus hidup lebih baik daripada gue.. " Ucap Denis memandang pemandangan kota Jakarta


"Lalu kenapa lo waktu itu terpaksa menikahi gue?? " Ucap Maya yang mengingat acara pernikahannya


"Gue gak nolak, gue cuma mau daddy gue datang aja, dia orang paling penting dalam hidup gue setelah Kia.. " Jawab Denis, ia mengambil bungkus rokok dari kantong celananya


"Eh, lo rokok?? " Tanya Maya yang terkejut

__ADS_1


"Iya, kenapa gak suka!! "


"Sejak kapan?? kenapa gue gak pernah lihat lo rokok?? "


"Sudah lama, gue bisa gak rokok hanya didepan Kia .. "


"Kia.. " Gumam Maya yang masih bisa di dengar Denis


"Iya, kia kekasihku.. "


"Mantan!! "


"Sudahlah lupakan, toh besok dia akan kembali kepadaku!! " Ucapnya dengan sangat percaya diri.


"Maksud lo?? " Tanya Maya yang tak mengerti arti ucapan Denis


"Ingat den, lo udah mau punya bayi sebentar lagi!! " Ucapnya lagi yang memperingati suaminya


"Iya gue inget!! "..


..........


.......


Malam hari, tiba-tiba Maya merasa kram perutnya, ia panik dan segera membawa Maya kerumah sakit, walaupun ia belum bisa mencintai Maya, tetapi ia sangat mencintai bayinya


Dady liam pun bingung, ia langsung menyuruh Denis memasukan Maya kedalam mobil.


"Sakit den.. " Ucap Maya memegang perutnya


"Den ini bukan waktunya melahirkan kan!! " Tanya daddy liam yang fokus menyetir


"Bukan dad! Kan ini baru 8 bulan, masih ada 1 bulan lagi.. " Jawabnya yang tak kalah panik.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai dirumah sakit medika, Denis memanggil suster untuk membantu isterinya


Saat sudah di ruang ICU, Denis menyuruh daddynya untuk menjenguk anak dari sepupu jauhnya, dan ia akan menjaga Maya,


Setelah kepergian daddy nya, dokter yang menangani Maya keluar dan memeberitahu bahwa air ketuban dari Maya sudah pecah.


Denis bingung bukan main.


"Dok, tapi usia kandungnya?? "


.


.


.


.


.


.


#Hay gaes, terimakasih sudah mau baca karya pertama aku


#Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


#Salam bahagia, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah🥰

__ADS_1


#Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


........ #Happy Reading😘#......


__ADS_2