Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 59- Tama Adalah Erland


__ADS_3

"Denis kamu memang tidak pernah berubah ya.. " Tante Gita tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat sikap Denis yang tidak pernah berubah,


"Tante tanya, kamu bertemu dengan Tama berapa kali?? " Bunda Gita bertanya kembali


Denis berfikir, dia mengingat-ingat kembali pertemuannya bersama Tama.


" 2 atau 3 tan, aku lupa.. " Jawabnya dengan polos, ia menghitung pertemuannya dengan jarinya


"Tapi anak tante Tama kan namanya... " Denis memastikan kembali


"Liam, apa kamu tidak pernah menceritakan tentang Erland kepada anakmu?? " Tanya Bunda Gita kepada seseorang di samping Denis yang sedang memainkan ponselnya


Liam menggelengkan kepala sebagai isyarat bahwa ia tidak pernah menceritakan sedikitpun tentang Erland


"Jadi begini, nama kepanjangan dari Tama itu adalah Erland Pratama, dulu teman seumurannya memanggilnya dengan Tama, tapi lambat laun semakin beranjak dewasa Tama di panggil Erland karna nama depan lebih mudah untuk seseorang mengenali orang itu." akhirnya Bunda Gita menjelaskan identitas Erland


Deg..


"Apa! tidak mungkin..


"Oh tidak, tidak tidak, ja-jadi aku sendiri yang sudah menabrak teman kecilku? Teman yang selalu mengajaku bermain dan bercanda sewaktu aku dititipkan di rumah tante Gita.. " Batin Denis yang terkejut juga merasakan bersalah


"Aku takut, aku takut jika mereka mengetahui dalang kecelakaan ini Tama adalah aku, aku akan di benci oleh mereka semua, aku takut, aku takut kehilangan keluargaku.. " Denis bergumam di dalam hatinya, tanpa sadar ia menggelengkan kepalanya


"Tidaaaaaaaakkkkkkk....... " Teriak Denis yang sedang membayangkan keluarga angkatnya membecinya


Bunda Gita dan Liam pun terkejut dengan Denis yang tiba-tiba teriak


"Ada apa Den! " Tanya Bunda Gita


"Tan, maafin aku, maafin aku.. " Denis bangkit dari duduknya dan bersujud di hadapan tantenya


Bunda Gita terkejut karna tiba-tiba Denis meminta maaf dan bersujud dihadapannya


"Berdiri dan kembali duduk sayang.. " Bunda Gita membantu Denis berdiri dan kembali duduk ketempat semula


"Sayang? mungkin jika tante tau, tante tidak mau memanggilku dengan sebutan sayang, dan mungkin juga tante tidak mau bertemu dengan aku.. " Batin Denis yang masih berdiam diri dihadapan Bunda Gita

__ADS_1


"Ada apa?? " Tanya Liam yang penasaran


"Dad, tan, aku minta maaf ya jika aku selama ini sudah menyusahkan kalian.. " Berhasil, dia berhasil menutupi aibnya, ia belum siap kejahatannya terbongkar saat ini


"Ada apa denganmu nak!! " Batin Liam yang merasakan sesuatu aneh dengan sikap Denis


"Jangan-jangan penyebab kecelakaan yang menimpa Erland itu ulahmu karna kamu mengetahui bahwa kia akan menikah dengan Erland?? " Batin Liam kembali sambil menatap anaknya


"Siapa yang menyusahkan?? Tidak ada yang merasa di susahkan nak.. " Bunda Gita membantu Denis bangkit dari hadapannya dan menyuruhnya duduk di tempat semula


Tiba-tiba dokter yang menangani Maya keluar dari ruangan operasi.


"Maaf keluarga Maya? " Ucap dokter itu yang menganggetkan Denis yang sedang meminta maaf di luar ruangan


"Bagaiamana kondisi menantu saya dok?? " Tanya Daddy Liam yang bangkit dari duduknya lalu diikuti semua orang


"Alhamdulillah dia hanya pingsan karna shock melihat kondisi bayinya, kami akan membawa pasien kedalam ruang rawat.. "


"Syukurlah... " Bunda Gita mengucap kata syukur


Setelah penjelasan dari dokter mereka semua merasakan lega, sejenak Liam teringat dengan cucunya, ia meminta Denis untuk mengantarnya menemui cucu pertamanya


"Baik dad! "


"Tante ikut ya.. "


"Baik tan.. "


Denis melangkah lebih dulu dan menyuruh kedua orang tua itu mengikutinya, hanya terpisah beberapa ruangan, jarak dari ruang rawat bayinya


"Dia, dia anak aku dad! " Denis meraba kaca ruangan itu, dokter tidak boleh memperbolehkan orang lain masuk, jadi mereka hanya melihat dari kaca besar yang menjadi pembatas di ruangan tersebut


"Cucuku.. " Liam tersenyum saat melihat cucunya tertidur


"Apa kamu sudah menyiapkan nama yang tepat untuk anakmu?? " Tanya Ayah angkatnya itu sambil memandang cucunya


"Astaga! Terlalu fokus memikirkan Kia, sampai hal sepenting ini aku lupakan! "

__ADS_1


"Aku sama sekali belum menyiapkan nama untuk anakku.." Batin Denis


"Den.. " Daddy Liam menepuk pundak Denis, ia melihat anaknya sedang melamun


"Eh iya dad!! "


"Kamu sudah menyiapkan nama untuk anakmu??" Tanyanya sekali lagi


"Eh belum, eh maksudku sudah tapi aku harus berbicara kepada Maya, aku takut Maya tidak menyukai nama atau Maya sendiri sudah menyiapkan nama untuk anaku.. " Ucap Denis yang berbohong


"Arrgghh masalahku tambah rumit saja! " Batin Denis


"Nama?? Nama apa yang cocok untuk anaku?? " Batin Denis memikirkan nama anaknya


"Den, dia sangat tampan.. " Tiba-tiba Bunda Gita berbicara


Ini gambaran dari anak Denis dan Maya yang baru saja dilahirkan


Maaf kalo kurang cocok



.


.


.


.


.


Hay gaes, mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat


Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)

__ADS_1


......... #Happy Reading😘#........


__ADS_2