Sepupuku, Suamiku.

Sepupuku, Suamiku.
Bab 79- Penolakan


__ADS_3

"Jangan seperti ini..." Kia memalingkan wajahnya agar tidak bersitatap dengan suaminya


Erland yang melihat rona merah diwajah istrinya pun semakin tertarik menggodanya,


"Tatap aku.."


"Tidak mau.."


"Tatap aku atau aku cium kamu.."


Tanpa berbicara Kia langsung menatap suaminya


"Kamu ngancem aku? " Tanya Kia kesal


"Memangnya aku sedang bercanda?" Tanya Erland serius


"Emm tidak, ada apa?"


"Tutup matamu.." Ucap Erland tersenyum dan membuat Kia semakin berfikir yang aneh-aneh


"Untuk apa??" Kia menolak


"Tutup aja,.."


"Jangan macem-macem,..." Ucap Kia memberi peringatan pada suaminya


"Ih, memangnya tidak boleh macem-macem sama istri sendiri.." Kekeh Erland


"Ah sudahlah, ada apa? .." Tanya Kia penasaran


"Tutup matamu ki.."


Akhirnya Kia mengalah, dia menutup matanya sesekali dia mengintip.


"Jangan ngintip, aku tahu kamu lagi ngintip.." Ucap Erland yang sedang merogoh saku celananya


"Hehehe.."


Erland berjalan dan berhenti dibelakang tubuh istrinya, dia mengambil benda berwarna merah yang isinya sebuah kalung Emas yang terdapat ukiran nama istrinya di kalung tersebut,


Lalu dia memasangkan di leher jenjang istrinya, Kia dapat merasakan benda itu mendarat di lehernya


Kia membuka mata, alangkah terkejutnya dia saat melihat kalung berukir namanya yang menurutnya sangat indah, terdapat juga beberapa permata yang menjadi kalung itu semakin indah,


"Kamu suka??" Tanya Erland yang melihat Kia meraba kalung yang diberikannya


"I-ini buat aku??"


"Iya, kalo kamu gak suka, kamu bisa simpan atau kamu jual Ki, aku tidak tahu seleramu seperti apa.." Ucap Erland yang menjauh menuju ranjangnya kembali


"Ada namaku disini, aku suka.." Jawab Kia yang melihat kalung pemberian suaminya di depan cermin


"Aku pesan khusus untukmu, untuk kado pernikahan kita, maaf aku cuma bisa memberikan kalung itu, besok kalo aku ada uang lagi, aku belikan yang lebih dari ini.."


"Makasih, aku menyukainya, apalagi ada nama aku disini, terimakasih.." Ucap Kia yang menghampiri suaminya yang sudah di ranjang


"Terimakasih.." Sambungnya lagi lalu memeluk Erland.


"Sama-sama, .." Erland membalas pelukan istrinya, lalu mengecup pucuk kepala istrinya


Beberapa menit mereka saling berpelukan, keduanya saling tersenyum dan bahagia


"Jangan menggoda terlalu lama atau kamu ingin melakukannya sekarang?" Goda Erland yang melepaskan pelukannya


"Lalu,??" Ucap Erland yang menatap tubuh istrinya yang hanya menggunakan handuk


Kia tersadar akan kebodohannya, saat melihat tatapan Erland.


"Maaf, aku, aku lupa.."

__ADS_1


"Kita lakukan sekarang, aku sudah menahannya semalaman.." Ucap Erland yang terdengar tabu


"A-apa maksudmu?? Tanya Kia yang pura-pura bodoh.


"Sinih, aku kasih tahu apa maksud aku.." Jawab Erland yang menggeser posisi duduknya, lalu tangannya menyeret tubuh istrinya agar terbaring di kasur. kini posisi Erland sudah diatas tubuh istrinya dengan kedua tangan yang menjadi tumpuan


"A-aku mau .." Belum sempat Kia meneruskan ucapannya, bibirnya sudah dibungkam dengan ciuman lembut yang diberikan suaminya.


Kia berusaha memberontak, dia memukul dada bidang suaminya, dan menarik baju Erland agar dia menyudahi ciumannya.


"Aku suamimu.. " Ucap Erland yang melepas ciumannya


"Iya, tap... " Lagi-lagi Erland mencium bibir istrinya, kali ini sangat lembut membuat Kia tanpa sadar membalas ciuman yang diberikan suaminya


Setelah mendapat respon dari istrinya, dia menurunkan ciuman itu ke leher jenjang Kia dan memberikan beberapa tanda kepemilikannya yang berwarna merah kehitaman.


Saat Erland membuka handuk yang dililitkan di tubuh istrinya, tangannya di cegah oleh istrinya,


Erland bangkit dengan rasa kecewa didalamnya, ia fikir Kia menolak disentuh olehnya


"Jangan marah,... " Ucap Kia saat melihat suaminya terdiam dan menunduk di layar laptopnya


"-_-"


"Lan?? "


"Sudah sanah pakai pakaianmu,.. " Jawab Erland kecewa


"Maafkan aku.. "


"Untuk apa? " Kali ini jawabannya sangat lirih


Kia berusaha memeluk suaminya yang menurutnya sedang marah dan kecewa.


"Jangan lakukan sekarang, kita lakukan nanti malam.." Bisik Kia ditelinga Erland


Erland tidak menjawab, dia masih mengetik sesuatu di laptopnya


Melihat istrinya marah, dia langsung menutup laptopnya dan menggenggam tangan istrinya yang sedang marah, Kia memalingkan wajahnya, dia tersenyum di dalam hati.


"Jurus yang paling ampuh hahaha..." Batin Kia tersenyum senang


"Jangan marah Ki, aku sama sekali gak marah sama kamu.. "


"Bohong.. " Jawab Kia cepat, tapi dalam hatinya tersenyum


"Serius sayang.. " Ucapnya sambil membenarkan helaian rambut istrinya yang berantakan


"Lalu, kenapa tadi diem aja?? " Kini Kia sudah menghadap suaminya


"Emm,... "


"Kamu kecewa karena aku menolaknya?? " Tanya Kia yang diangguki oleh Erland


"Ya, aku pikir kamu jijik jika aku sentuh.. " Ucap Erland yang memalingkan wajahnya dan membuka laptopnya kembali


Kia memeluk Erland dan menjawab pertanyaan suaminya


"Aku tidak jijik kalo kamu sentuh, tapi aku.. "


"Aku apa? belum siap? atau belum bisa melupakan Denis?? " Potong Erland


"Aku sudah melupakan Denis dan aku juga sudah siap, tapi.. "


"Tapi apa Ki? ngomong ke aku, biar aku tidak mengharap lebih.. "


"Ish kamu, aku belum selesai berbicara sudah main potong aja.. " Gerutu Kia dengan kesal, dia melepaskan pelukan dari suaminya lalu bangkit dari ranjang.


"Aku cuma gak mau aja melakukan ini dipagi hari, lihat jam di dinding, aku akan terlambat jika kita melakukannya sekarang.. " Sambung Kia yang membawa pakaiannya lalu masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"Hemm.. "


Beberapa menit Kia keluar dari kamar kamar dengan mengenakan pakaian kerjanya, lalu dia melangkah dan mendudukan dirinya di depan meja riasnya, tangannya sangat lihai dalam memoles wajahnya, sesekali dia melirik suaminya yang masih menatap fokus laptopnya


Setelah memoles wajahnya dengan natural, dia menghampiri suaminya


"Erland.. " Panggil Kia


"-_-"


"Erland.. " Sapanya lagi


"-_-"


"Sayang.. " Kali ini Kia memanggilnya dengan sebutan sayang


"Ada apa? " Tanya Erland yang memalingkan wajahnya ke istrinya


"Masih marah?? "


"Gak.. " Jawab singkat Erland


Kia melirik laptop Erland, dia bisa melihat bahwa suaminya sedang mengerjakan tugas kuliahnya


"Apa ada soal yang kamu tidak mengerti?? " Tanya Kia yang diangguki Erland


"Coba beritahukan aku, siapa tahu aku bisa membantumu.. " Lagi-lagi Erland hanya menunjukkan dengan jarinya,


"Yang mana? " Tanya Kia yang memancing suaminya berbicara


"Ini.. "


"Yang ini, .. " Ucap Kia yang memastikan kembali,


Erland menganggukan kepalanya sambil melihat penampilan istrinya dari atas sampai bawah, ada sesuatu yang aneh menggajal pikirannya


"Nanti kita ke Mall.. " Ucap Erland tiba-tiba.


"Okeh, aku temani sehabis pulang kantor, memangnya kamu mau beli apa?? " Tanya Kia yang sedang membaca soal di laptop Erland


"Kita beli beberapa pakaian untukmu..."


"Hah! .." Kini pandangan Kia sudab menatap tajam suaminya,


"Ada apa? kenapa kamu mau membeli pakai untuku? aku sudah mempunyai banyak pakaian.." Tanyanya


"Lihatlah penampilanmu, apa kamu PD dengan penampilan mu yang seperti ini??"


"Aku sudah terbiasa.."


"Okeh, untuk hari esok terbiasa lah dengan pakaian barumu yang akan aku belikan.."


"Pakaian lamaku masih bagus dan masih bisa dipakai.." Kesal Kia


"Aku tidak suka pakaianmu yang sekarang.."


"Maksudmu??"


.


.


.


.


.


Hay gaes, Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau kalimat

__ADS_1


Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini (like, favorite, komen, vote dan hadiah🎁)


...... #Happy Reading😘#......


__ADS_2