Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 21 : Biasa-Biasa Saja.


__ADS_3

Hari pun telah malam. Reyhan dan semuanya sudah selesai menyelesaikan membahas rencana mereka. Akan tetapi mereka takkan menjalankannya, karena masih ada kekurangan, karena Budi masih belum kuat, maka dari itu, Sean akan melatihnya selama 1 bulan. Dan akan melatih mereka dari pagi sampai siang.


Setidaknya menimal 50 persen Budi mampu mengendalikan Power Stone-nya. Tak hanya melatihnya, tetapi sahabatnya juga akan ikut berlatih. Selama 1 bulan kedepannya, Budi dan keempat sahabatnya tidak boleh keluar dari markas, mereka hanya diperbolehkan keluar dengan menyembunyikan identitas mereka.


Karena supaya Perusahaan Guild Silver akan menganggap Tim Elang Hitam telah tiada. Karena juga untuk mengetahui dalang yang telah mempermainkan mereka. Budi dan yang lainnya setuju dengan rencana itu. Begitu juga dengan Lisa, ia harus menutupi identitasnya bila ingin keluar, demi keamannya.


Sebelumnya ada yang protes, karena Budi dan keempat sahabatnya memiliki pekerjaan utama selain menjadi Hunter. Dengan mudahnya Reyhan akan membayar mereka dengan beberapa koin emas, dan menganggap kalau mengikuti rencana Reyhan adalah pekerjaan mereka.


Begiti juga dengan Lisa, yang protes karena dirinya juga harus berangkat sekolah. Arkhan mengajukan diri sebagai Guru belajar Lisa, karena mengingat dirinya dulu adalah pelajar yang diakui oleh gurunya di kehidupan sebelumnya. Gadis kecil itu pun akhirnya setuju.


"Kita akan bergerak setiap malam." ucap Reyhan.


Reyhan dan keempat Junior akan membantu para Hunter mengalahkan para Monster yang ada disetiap dalam Dungeon setiap malam hari. Tak hanya itu, mereka akan melakukan meneliti disetiap Dungeon yang mereka masuki untuk mencari menghentikan D-Danger. Karena itulah rencana mereka saat ini.


"Apa kami boleh membantu ?" tanya Budi.


Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kalian saat ini tetap fokus dengan latihan kalian. Jika sudah ada perkembangan pada kalian berlima, kalian juga akan turun."


"Jadi, kami disini selama kalian pergi ?" tanya Andi.


Reyhan mengangguk kepalanya. "Maaf sebelumnya, karena jika kalian ikut, kalian akan menghambat kami. Disamping itu, ada Lisa, dia akan ditinggal sendiri bila kita semua bergerak."


Semua pun paham. Reyhan berkata lagi. "Disaat kita bergerak, dan bila Asosiasi Hunter atau entah dari Perusahaan Guild menawari kita bergabung, kita langsung tolak saja. Karena aku tak ingin Tim ini terikat dengan pihak apapun."


"Kenapa ? Kalau kalian bergabung, kalian akan mendapat bayaran yang besar." kata Hendi.


"Kami sudah kaya, dan tak butuh uang lagi." sahut Reyhan, Sean, Peter, dan Arkhan bersamaan.


Budi dan keempat sahabatnya hanya menatap kesal keempat Pria hebat itu setelah mendengar ucapan mereka. Lalu Reyhan merasakan ada seseorang yang menembus dinding pelindung markasnya. Ia pun tau siapa oranh itu. Lalu terdengar suara langkah kaki mendekat.

__ADS_1


Semua menoleh, kecuali Reyhan. Sean, Peter, dan Arkhan memandang datar ke arah orang itu. Sedangkan Budi ia juga sama, karena ia sudah tau siapa orang ini meski tak begitu dekat, tetapi untuk keempat sahabatnya malah membeku melihatnya.


"Kamu dari mana saja, Queen ?" tanya Peter.


"Ahh, aku habis berpesta di dalam Dungeon."


Ya, dia yang tak lain Queen. Ia baru saja datang dengan sikap biasa-biasa saja, seakan ia tidak merasa salah sama sekali. Ia berjalan mendekati mereka semua. Dan untuk keempat sahabatnya Budi terpaku memandang Gadis bergaun hitam biru itu.


Mereka berempat langsung mengambil langkah untuk mendekatinya. Semua yang melihat itu dengan ekspresi berbeda-beda. Reyhan, Sean, Arkhan terdiam memandang datar, Budi mengerut dahinya, sedangkan Peter tersenyum kaku meski dalam hatinya ia kesal dengan kelakuan keempat sahabatnya Budi ini.


"Hai, salam kenal." Andi.


"Apa Nona juga bagian dari Tim kita ?" Hendi.


"Semoga kita bisa berkerja sama dengan baik." Iwan.


"Senang bertemu denganmu." Beni.


Jederr...!!


Bagaikan kesambar petir, keempat sahabatnya Budi langsung membeku mendengar ucapan Queen yang sangat menusuk hati mereka. Sedangkan Reyhan, Sean, dan Arkhan tersenyum tipis, tetapi sebenarnya mereka menahan tawa mereka agar tidak pecah.


Peter tersenyum miring, hatinya merasa puas mendengarnya. Dan Budi, melongo tak percaya dengan ucapan Gadis setengah Vampir itu yang begitu menusuk kepada keempat sahabatnya. Masa bodoh dengan keempat laki-laki yang terdiam tak bersuara, Queen berjalan melewati mereka.


Gadis setengah Vampir itu mendekati Peter. "Apa aku lama ?"


"Sebenarnya, bisa dikatakan cukup lama." jawab Peter sambil tersenyum. Sambil mengelus ujung kepala Queen dengan lembut.


"Aku merasa bosan, dan aku sangat haus darah. Disini sulit." ucap Queen.

__ADS_1


Peter menghentikan elusannya. Ia mengedip kedua matanya. "Lalu, apa saja yang kamu lakukan saat kamu keluar ?"


Queen pun mulai menceritakanya, dimana dirinya diajak sekelompok 4 laki-laki Hunter laknat ke dalam Portal. Ia menceritakan semuanya tanpa dikurangi dan dilebih-lebihkan. Hingga akhirnya ia harus mengalahkan semua Monster yang sudah berani mengganggu ketenangannya.


Hingga akhirnya Portal pun tertutup. Reyhan, Sean, Peter, dan Arkhan hanya tersenyum kaku mendengar cerita Queen. Mereka sudah tidak kaget, karena sudah tau bagaimana sifatnya. Gadis setengah Vampir itu terlihat seperti tak memiliki Dosa, beban, atau penyesalan ketika menceritakannya.


Terlebih yang Budi dan keempat sahabatnya yang terkejut bukan main mendengarnya, apa lagi keempat sahabatnya Budi yang terkejut ternyata Queen adalah Manusia setengah Vampir.


Budi pun bersuara. "Kamu membunuh 4 orang Hunter ?" Queen menoleh kepalanya dan memandang heran ke arah Budi.


Budi bersuara lagi. "Tindakanmu ini akan menjadi masalah. Asosiasi Hunter pasti akan tau, karena tidak menerima laporan...." Budi menjelaskan, seorang Hunter atau beberapa Hunter yang tidak melapor setelah menyelesaikan misi ke Perusahaan Guild mereka, pasti akan menjadi pertanyaan.


Perusahaan Guild itu akan mencari ke-4 Hunter itu, dan melapor ke Asosiasi Hunter. Dari pihak Asosiasi Hunter akan melacak keberadaan ke-4 Hunter itu dengan perngkat Augma mereka. Dan terlebih lagi Portal tertutup, mreka pasti berfikir ke-4 Hunter itu melarikan diri, atau terjebak di dalam Dungeon.


"Hanya begitu ?" sahut Gadis setengah Vampir biasa-biasa saja.


Budi terdiam tak percaya dengan respon Queen yang terlihat biasa-biasa saja. "Kalau mereka memang datang padaku, tinggal datang saja. Aku pasti menyambut mereka dengan meriah."


Queen memandang keempat Seniornya, dan mengabaikan reaksi Budi dan keempat sahabatnya. "Jadi bagaimana ? Sudah buat rencana ?"


.....


Keesokan Harinya. Terjadilah berita heboh di dalam Perusahaan Guild Silver, karena tak mendapat laporan dari ke-4 Hunter kepercayaan mereka. Lalu di tempat rahasia, yang dimana tempat itu seperti ruangan untuk orang-orang penting saja.


Terlihat 2 orang sedang berbicara.


"Aneh sekali, bukankah Tim Elang Hitam sudah kita disingkirkan ? Tetapi kenapa kita bisa kehilangan ke-4 Hunter ?"


"Apakah sudah mulai bermunculan jenis Portal baru yang berbahaya ?"

__ADS_1


_______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2