
Hahn pun bangkit dari bersilanya setelah ia mengingat masa lalunya. Lalu ia berjalan menjauhi tempat sebelumnya ia duduk bersilanya. Ia pun keluar dari tempat itu. Tempat yang ia tinggali saat ini seperti goa yang ada di dalam hutan berlokasi lereng gunung yang di kelilingi hutan lebat.
Ia mamandang ke arah langit yang perlahan kembali berwarna biru cerah. Ia pun bergumam. "Apa kau benar-benar berada di Dunia ini ?"
"Kalau memang benar kalau kau di Dunia ini, aku harap kau jadi lebih kuat dan bisa mengimbangiku, Fang Lin." tambahnya.
Ya, Fang Lin adalah sosok temannya yang hingga saat ini ia benci. Bisa dikatakan, sudah lebih dari 50 tahun semenjak ia pergi dari Dunia asalnya dan menginvasi salah satu Dunia untuk membuat Dunianya sendiri.
Lalu Hahn kembali masuk ke dalam goa. Ia ingin melanjutkan kultivasinya. Kultivasinya kini sudah berada di Tingkat Martial God tahap tengah. Ia ingin meningkatkan Kultivasinya hingga mencapai Martial Immortal God. Meski ia tau itu tak mudah, tapi ia tetap berusaha.
.....
Sementara Di waktu bersamaan, semua orang kini tengah merasakan rasa panik yang tak karuan. Apa lagi mengingat kejadian yang baru saja mereka alami, yang dimana mereka mereka merasakan guncangan, serta langit menjadi gelap kehijauan.
Mereka merasakan kalai kejadian ini tidaklah biasa. Hebatnya tak hanya 1 benua saja yang merasakan itu, melainkan semua Benua yang ada di Dunia mengalami hal yang sama. Semua Hunter dari Tingkat rendah hingga tinggi, tak diam begitu saja.
Semua Hunter langsung bertindak bersiap. Mereka khawatir kalau kejadian barusan menandakan akan ada ancaman baru, karena selama ini mereka tak pernah melihat fenomena yang baru saja terjadi.
.....
Di sisi Lain, di taman belakang Hotel Terbengkalai, terlihat zemua orang masih terdiam di tempat mereka. Mereka berdiam melihat Senior mereka tengah berdiri berhadapan dengan sosok pemuda tampan dan memiliki rambut hitam panjang. Sosok pemuda tampan itu mengenakan pakaian hanfu hitam.
Dia tengah berdiri tak jauh dari Reyhan di depannya, lalu ia melihat sekelilingnya. "Siapa kalian ? Apa sebenarnya yang kalian mau ? Kenapa kalung temanku ada di kalian ? Dan Dunia apa ini ?" tanyanya.
Sosok pemuda itu bukan lain adalah Fang Lin. Dia adalah seseorang yang diseret paksa oleh Reyhan dari Dunia Kultivator.
Reyhan pun membuka suara. "Bisakah kamu tenang dulu, Tuan Fang Lin ?" dengan sopan ia memanggil sosok Fang Lin.
Memang, Fang Lin terlihat muda seperti pemuda berusia 25 tahun, akan tetapi Reyhan merasa kalau Fang Lin berusia jauh lebih tua darinya. Benar, mengendalikan energi mana agar bisa terlihat muda sudah tak asing di semua Dunia Sihir yang ada di Multiverse, semua tokoh pasti menggunakannya agar tetap terlihat muda.
"Bagaimana aku bisa tenang ? Kau 'lah yang sudah menyeretku ke Dunia yang kacau ini !!" balas Fang Lin dengan ekspresi marah.
"Apa kau mengenal Hahn ?" Reyhan bertanya langsung to the point.
__ADS_1
Seketika Fang Lin langsung membeku mendengar nama yang ucapkan oleh Reyhan. Sejenak ia terdiam, sikap kewaspadaannya menurun. Lalu ia bersuara. "Kau mengenal dia ?"
Reyhan menjawab. "Aku tak mengenalnya, tapi aku pernah bertarung dengannya."
"Dia ada di Dunia ini ??!?!" sahut Fang Lin dengan ekspresi terkejutnya.
Reyhan mengangguk kepalanya. "Ya, dia adalah dalang yang telah membuat kekacauan di Dunia ini."
"Bahkan sebelumnya, sudah ada 4 Dunia yang sudah ia lenyapkan." tambahnya.
Fang Lin mengerut dahinya. "4 Dunia ? Apa maksudnya ?"
Reyhan membalas. "Apa kau tau apa itu Multiverse ?"
Fang Lin mengangguk kecil. "Ya, aku paham."
"Dan, apa kau mengenal Tuan Edgar ?" balas Reyhan bertanya.
Reyhan pun teringat kalau Tuan Edgar tidak pernah menyebutkan namanya ke semua orang pilihannya, kecuali Arkhan. Lalu ia bersuara. "Tuan Edgar adalah sosok penjaga Multiverse dan sekaligus yang mereinkarnasikan dan mentranmigrasikan orang-orang pilihannya."
Fang Lin terkejut mendengarnya. "Apa kau juga orang yang termasuknya."
Reyhan mengangguk kepalanya. "Ya, aku salah satu orang yang beliau reinkarnasikan ke Dunia baruku."
Fang Lin pun bersikap biasa. Ia membuang rasa kewaspadaannya. Ia memandang ke arah tanah, ia bergumam sambil memegang dagunya. "Jadi Pak Tua itu bernama Edgar."
Lalu pandangan Fang Lin kembali ke arah Reyhan. "Aku juga orang yang termasuk beliau transmigrasikan ke Dunia baruku."
"Jadi, kita memiliki musuh yang sama, Tuan Fang Lin." ucap Reyhan.
Fang Lin mengangguk kecil. "Ya, kau benar. Dan juga, aku memiliki urusan yang belum selesai dengannya."
Keadaan yang ada di sana telah kembali tenang. Reyhan pun mengajak Fang Lin untuk bersantai terlebih dulu, lagi pula, mereka baru saling bertemu, dan alangkah baiknya mereka semua untuk saling mengenal.
__ADS_1
Tapi sebelum itu, Reyhan mengambil kembali Space Stone miliknya, begitu juga dengan Peter yang mengambil kembali Time Stone-nya. Lagi pula kegiatan mereka telah usai dan membuahkan hasil, yang tak lain berhasil membuat Fang Lin sudah ada di antara mereka.
.....
Kini sebuah ruangan, yang dimana ruangan itu adalah rapat, di tempat itu sudah ada 11 orang yang duduk di kursi mereka masing-masing. Reyhan, Sean, Peter, Arkhan, Queen, Budi, Andi, Beni, Hendi, Iwan, dan satu lagi mereka ketambahan pendatang baru, yang bukan lain seorang yang berasal dari Dunia Kultivator, Fang Lin.
Di sini mereka menceritakan diri mereka masing-masing kepasa Fang Lin, tentu saja untuk saling mengenal terlebih dahulu. Setelah semua memperkenalkan diri mereka masing-masing, berikutnya adalah Fang Lin. Dia pun menceritakan dirinya yang merupakan seorang yang telah ditransmigrasikan oleh Tuan Edgar.
Dirinya sudah hampir hidup selama 75 tahun semenjak dirinya ditransmigrasikan di Dunia barunya. Ia pun menceritakan asal mula dirinya mengenal Hahn yang merupakan salah teman terdekatnya. Jujur saja Fang Lin tak percaya kalau temannya telah sejauh ini.
"Jika kita bertemu dengannya lagi, biarkan aku seorang diri yang menghadapinya." ucap Fang Lin meminta dengan sungguh-sungguh.
__________________________________
Ilustrasi/Visual Tokoh.
....
....
....
______________________
Jangan Lupa Like.
__ADS_1