
Sosok berjubah itu terbelalak mendengar kata-kata Queen tentangnya. "Orang aneh ? Pelawak ? Beraninya kamu meremehkan keberadaanku."
Queen tersenyum sinis, lalu ia menjawab. "Keberadaanmu justru tidak diharapkan oleh banyak orang. Lagi pula, aku dan semuanya tidak ada yang tau siapa kamu."
Sosok itu memandang dingin ke arah Queen dan yang lainnya. "Aku Hahn, Sang Dewa Iblis." ucap sosok itu memperkenalkan dirinya.
"Namamu Hahn ? Tak terdengar bagusnya." sahut Queen meremehkan sosok berjubah itu.
Ketika Queen akan bersuara lagi, Reyhan melambaikan tangannya, agar Gadis setengah Vampir itu tak berkata apapun lagi. Queen pun langsung menutup mulutnya. Reyhan memandang dingin ke arah sosok berjubah yany bernama Hahn itu.
"Jadi, kamu yang selama ini yang sudah melahap 4 Dunia ?" tanya Reyhan yang memandang datar ke arah Hahn.
Hahn terkekeh mendengarnya. "Bukan melahap, melainkan penghapusan. Bagiku, cukup satu Dunia saja. Jadi aku hanya ingin melakukan penghapusan semua Dunia yang ada di Multiverse."
Peter pun melempar pertanyaan. "Kenapa kau lakukan itu ? Apa kamu tidak tau bagaimana nasib-nasib semua mahluk hidup yang hidup yang ada di setiap Dunia ? Justru kau merubah mereka menjadi sosok Monster." ucapnya sambil memandang ke arah Troll yang sudah berubah dan terus berusaha melepaskan diri dari ikatan ratai milik Sean, dan akar kayu milik Arkhan.
"Hahahahahahaha..." Hahn tertawa mendengar ucapan Peter.
"Tuh, kan lihat, dia benar-benar aneh, dia tertawa, padahal tidak ada yang lucu. Kalau dia ikut kontes stand up comedy, aku yakin dia langsung diusir oleh para juri." gumam Queen memandang kesal ke arah Hahn.
Hahn berhenti tertawa. Lalu ia berkata. "Justru itulah, aku ingin membuat mereka menjadi Monster dan patuh terhadapku."
"Dari kata-katamu, seakan kamu ingin membuat dirimu menjadi penguasa. Benarkah begitu ?" tanya Reyhan.
Hahn tersenyum. "Kamu benar, dengan menghilangkan semua Dunia, dan hanya menyisakan satu Dunia saja, itu sudah cukup membuat semua yang ada menjadi mudah, ditambah dengan aku yang menjadi penguasanya. Meski harus membutuhkan ribuan tahun, hahahahahaha...."
Reyhan, Peter, dan Queen memandang tajam ke arah Hahn.
Sst..!!
__ADS_1
Seketika Reyhan menghilang dari tempatnya. Ia langsung muncul di hadapan Hahn dan langsung melayangkan pedangnya ke arah sosok pria ini.
Tang...!!
Hahn menahan pedang Reyhan dengan pedang yang ia genggam. Ia tersenyum menyeringai melihat Reyhan yang memandang dingin padanya.
Tang...!!
Sebuah serangan tongkat sabut lagi datang ke arahnya, tetapi Hahn berhasil menahannya dengan tangan kosongnya. Rupanya Queen yang maju dan bermaksud menyerangnya dari arah belakang.
BUGH...!!
Sebuah hantaman ke arah dadanya, dan itu berhasil membuat Hahn terpental mundur. Ya, Peter yang menggunakan Mode Petirnya dan ia bergerak cepat dan langsung memberi tendangan ke dada Hahn.
Hahn yang terpental, ia pun mengimbangi tubuhnya agar tak terjatuh. Ia pun berdiri tegak sambil memegang dadanya. Ia tersenyum menyeringai ke arah 3 orang yang telah menyerangnya tadi.
Entah apa yang ia lakukan, karena Reyhan, Peter, dan Queen tak merasakan atau melihat sesuatu yang aneh. Tiba-tiba sebuah bayangan begerak cepat melewati mereka bertiga, seketika membuat mereka bertiga sedikit mundur beberapa langkah dari tempat mereka masing-masing.
Mereka melihat ke arah Hahn, rupanya sosom Troll berdiri dibelakangnya. Reyhan dan kedua Juniornya menoleh ke arah belakang. Mereka sedikit terkejut melihat Sean dan Arkhan berdiri. Sesuai dugaan, rupanya Troll itu berhasil melepaskan diri dan menyerang mereka semua.
Reyhan dan yang lainnya menoleh kembali, dan memandang tajam ke arah Hahn. Reyhan berkata. "Aku heran sekali, kenapa kamu bisa menghidupkan dia yang telah mati." ucapnya.
Karena yang diketahui sampai saat ini oleh mereka berlima, hanya Soul Stone yang bisa memanipulasikan jiwa mahluk hidup yang telah mati. Bahkan Arkhan Sang pemilik dari Soul Stone itu juga terheran.
Hahn tertawa lagi mendengar pertanyaan dari Reyhan. "Hahahaha, bukankah sudah jelas ? Aku ini adalah Dewa Iblis, aku mampu menghidupkan yang mati dan membuatnya menjadi salah satu bawahanku."
Arkhan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia bergumam. "Itu mustahil, bukankah seharusnya hanya Soul Stone yang mampu memanipulasi jiwa."
Yang lainnya juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Arkhan. Lalu Reyhan berkata. "Meskipun kamu menyebut dirimu sebagai Dewa Iblis, rasa tetap mustahil kalau kamu bisa membangkitkan jiwa dari mahluk hidup yang telah mati. Kau tau kenapa ?"
__ADS_1
Hahn tersenyum menyeringai memandang Reyhan, dia pun menjawab. "Tak ada yang mustahil bagiku. Karena aku adalah Dewa Iblis, aku memiliki kekuatan yang mampu membangkitkan mahluk manapun yang telah mati. Dan itu adalah kenyataannya." ucapnya, lalu ia mengarahkan tangan kirinya ke arah mereka berlima.
Hahn bergumam. "Serang."
"Aaaagggrrrrhhh....!!" tiba-tiba, Troll yang sudah menjadi anah buahnya Hahn menjerit yang sangat keras. Lalu ia langsung begerak sangat cepat ke arah Reyhan dan yang lainnya.
Disisi mereka berlima, langsung bergerak untuk menghindar. DUAR...!! Mereka berlima memandang tajam ke arah Troll yang telah membuat tempat mereka sebelumnya benar-benar hancur dan tanah retak. Mereka tak menyangka kalau Troll ini bisa bergerak cepat meski tubuhnya besar.
Arkhan langsung menggunakan Sihir kayunya untuk mengikat tubuh Troll dengan akar kayunya. Reyhan pun bersuara. "Peter, Arkhan, Queen kalian atasi Troll ini. Aku dan Sean yang akan menghadapi dia."
Semua mengangguk kepalanya. Reyhan dan Sean pun segera bergerak cepat ke arah Hahn. Hahn pun menghindar dan melayang terbang ke langit. Reyhan pun terbang mengejarnya. Sedangkan Sean, ia masuk ke dalam Mode Petirnya, lalu ia terbang menyusul mereka berdua.
Sedangkan di waktu bersamaan, Peter dan Queen saling begerak cepat memberi serangan bertubi-tubi kepada Troll yang terlepas dari akar kayu milik Arkhan. Dan untuk Arkhan sendiri, ia melancarkan serangan bilah Anginnya ke arah Troll itu.
Sungguh tak terduga, Troll itu memiliki tubuh yang keras. Serangan mereka bertiga memang membuat Troll itu tergores, tetapi yang membuat mereka bertiga heran, karena Troll itu malah terlihat menjadi lebih agresif dan terlihat semakin kuat.
.....
Disisi Lain, jauh dari tempat pertarungan mereka bertujuh, terlihat sekumpulan Hunter dan orang-orang Asosiasi Hunter terdiam. Mereka semua terdiam melihat aksi yang tak biasa yang tak pernah mereka.
Mereka bergumam. "Luar biasa."
Sang pemimpin Asosiasi Hunter pun bersuara. "Ini sesuatu yang langka. Aku semakin yakin aku akan membuat mereka berlima bergabung dengan Asosiasi Hunter milikku."
Lelaki yang berdiri disampingnya bersuara. "Aku merasa mustahil bila mengajak mereka untuk bergabung."
______________________
Jangan Lupa Like.
__ADS_1