
Budi melayangkan pedangnya dengan gerakan diagonal ke arah Monster Wyvern itu. Slasshhh....!! Sebuah siluet ungu berbentuk sabit menyerang wajah Monster Wyvern. Dan itu membuatnya terdorong beberapa meter dari tempatnya berdiri. Apa yang dilakukan Budi, membuat Henri dan Julia terkejut di tempat mereka masing-masing.
Tak sampai disitu, Budi yang sudah berdiri tak jauh di depannya Monster Wyvern itu, kembali memberi serangan garakan pedangnya vertikal, diagonal, dan horizontal, ia menebas berkali-kali. Banyak sekali siluet ungu berbentuk sabit menghujani Monster Wyvern itu. Dan itu terus membuat Monster Wyvern itu terdorong lagi dan lagi.
Meski begitu, Monster Wyvern masih bisa bangkit berdiri, terlihat beberapa luka goresan di kulit kerasnya. Budi menghentikan gerakan ayunan pedangnya, dia berlari bersamaan cahaya ungu yang menyelimuti tubuhnya menghilang. Tepatnya bukan menghilang, melainkan terkumpul di tangan kirinya.
Budi pun melompat ke arah Monster Wyvern itu. Setelah ia tepat di depan wajah Sang Monster... BUGH...!! Boom....!! Monster Wyvern itu terdorong puluhan meter setelah wajahnya menerima hantaman pukulan dari Budi. Fang Lin melihat itu tersenyum bangga, karena Budi benar-benar berkembang hebat dan bisa memanfaatkan Power Stone-nya.
Fang Lin bergumam. "Kalau begini, aku tak perlu membantu." lalu ia mengalihkan pandangannya, dan membiarkan Budi sibuk mengurusi Monster Wyvern tersebut. Ia menoleh ke dan memandang ke arah Henri yang sedari ia dan Budi datang, hanya diam saja. Begitu juga dengan julia.
Lalu Fang Lin bersuara lantang. "Hei..., kalian berdua !! Dari pada kalian diam seperti orang bodoh, lebih baik kalian pergi dari sini, dari pada menjadi beban dan santapan dari Monster Wyvern !!"
Henri dan Julia terbelalak mendengar ucapan lantang dari Fang Lin. Henri yang tak terima, ia mendekatinya. "Apa hak-mu dalam kekacauan ini !? Dan kamu tidak memiliki hak untuk memerintahkanku !!"
Fang Lin mengangkat alis sebelah, dalam hatinya berkata. "Sudah tau situasinya berbahaya, tak bisa membatu apapun, dan dia tak mau pergi. Apa dia bodoh ?"
Fang Lin memilih tak menggubris ucapan Henri. Karena di Dunianya, juga ada banyak orang yang memiliki sifat seperti Henri. Jadi lebih baik dia diam, dan memperhatikan pertarungan Budi melawan Monster Wyvern.
Dan untuk Henri yang masih berdiri di dekatnya hanya memandang remeh padanya. Fang Lin tak peduli hal itu. Selagi Henri tak mengganggunya, dan jika lelaki itu membuatnya tak nyaman, Fang Lin tidak akan segan-segan membuat Henri menyesal.
Begitu juga di sisi Julia, ia berjalan mendekati Albert yang tergeletak di jalan aspal. Suaminya masih tak sadarkan diri. Ingin sekali ia membawanya untuk menjauh, tapi tubuh Albert berat. Mau tak mau, ia hanya diam saja sambil menunggu Albert.
__ADS_1
Meminta bantuan kepada Henri, jelas laki-laki menolak, karena jika sudah melihat pertarungan, Henri akan memilih melihat pertarungan itu dari pada peduli sekitarnya, meskipun itu teman sendiri.
Di samping itu, Julia masih tak percaya kalau Budi, yang tak lain mantan suaminya, telah menjadi kuat bahkan bisa dikatakan berada di Rank S ke atas. Dan juga ia sedang menunggu, Fang Lin menunggu kehadiran orang itu datang padanya, yang bukan lain adalah Hahn.
Fang Lin sedikit mengeluarkan energi Qi miliknya, lalu ia bergumam. "Seharusnya dia datang padaku ketika merasakan energi Qi-ku"
.....
Sementara Di waktu bersamaan, di sisi Lain, di dekat pusat Kota bagian selatan, Peter dan Queen tengah melawan sekelompok Monster yang terdiri dari Goblin dan Serigala, yang jumlahnya mungkin ada lebih dari 100 masing-masing dari kedua jenis Monster itu. Mungkin bagi Hunter itu cukup berat, karena masing-masing Rank dari mereka terdiri dari Rank B dan A.
Para Hunter yang berjumlah 80 orang sedang terluka dan kelelahan. Mereka yang awalnya semangat kini hanya bisa berdiam terduduk di permukaan aspal sambil melihat Peter dan Queen tengah melakukan pembantaian terhadap semua Monster yang ada.
Semua Hunter terdiri dari Rank C hingga A, terkagum melihat cara bertarung Peter dan Queen. Peter dalam mode Petirnya, dia terus menebaskan Pedangnya ke leher semua Monster yang ada di depannya. Dalam beberapa detik, dia sudah berhasil membunuh lebih dari 5 Monster.
Yang membuat para Hunter merinding ialah, Queen tersenyum menyeringai dalam pembantaiannya. Dua Jam kemudian, kini hanya beberapa Monster saja yang bertahan, mungkin ada kurang dari 10 Monster di depan Peter dan Queen.
Semua Monster itu tak bergerak, mereka terlihat ragu sekaligus ketakutan untuk maju melawan. Tiba-tiba terdengar permukaan aspal bergetar. Semua Hunter yang sedari tadi berdiam langsung terkejut melihat layar sistem mereka yang muncul di depan wajah mereka.
Di layar sistem mereka menunjukkan sebuah peringatan, karena mendeteksi 2 ekor Monster bertubuh besar mendekat, yang lebih mengejutkannya adalah Rank Monster itu berada di Rank S. Dan benar saja, terlihat High Goblin dan Serigala berbadan besar datang berjalan ke arah mereka.
"Gawat, tamatlah sudah."
__ADS_1
"Aku ingin sekali kabur dari tempat ini, tapi aku sudah kehabisan tenaga untuk pergi."
"Sial, kapan ini akan selesai."
"Aku tak yakin bisa bergerak lagi untuk melarikan diri."
"Kemana semua bisa terjadi seperti ini. Padahal biasanya kita memburu ke dungeon mereka. Dan kini mereka semua yang keluar dari Portalnya untuk memburu kita."
"Sial sekali nasibku."
Itulah kata-kata dari semua Hunter yang sudah merasakan bahwa nasib mereka akan berakhir. Mereka semua benar-benar terlihat putus asa. Peter yang berdiri di membelakangi mereka, tentu saja mendengar keluhan semua para Hunter itu.
Tanpa menoleh, pandangannya terus memandang kedua Monster besar yang mendekat, Peter bersuara dengan lantang. "Kalian semua adalah kumpulan orang-orang pengecut..!! Kemana keberanian kalian selama ini..!!"
Semua Hunter membeku mendengar kata-kata Peter yang menghina mereka. Tentu saja, mereka tak terima dikatakan pengecut oleh Peter. Saat akan ada beberapa yang ingin membalas, Peter lebih dulu bersuara lantang lagi. "Kalian selama ini hanyalah bermain-main, karena kalian terlalu terobsesi untuk mengejar Tingkat Rank kalian..!!"
"Kalian bukanlah pejuang sejati...!!" tambahnya. Semua Hunter terdiam mendengar kata-kata Peter yang memang membenarkan bahwa selama ini mereka hanya terobsesi akan menjadi kuat dan meningkat Rank mereka.
Queen yang berdiri di samping Peter yang juga membelakangi sekumpulan Hunter itu, hanya sedikit menoleh dan melirik. Dia memberikan senyuman remeh melihat sekumpulan Hunter itu yang menurutnya sekumpulan orang-orang yang menyedihkan.
______________________
__ADS_1
Jangan Lupa Like.