
Sebelumnya aku minta maaf, karena ke depannya, aku update tidak serutin sebelumnya. Karena di dunia nyata aku semakin sibuk. Terimakasih.
Selamat Manunaikan Ibadah Puasa.
________________________________________
Sementara Di sisi lain, tempat Sean bertarung, kini bisa dikatakan berantakan tak karuan. Sean tengah berdiri tegak sambil memegang kedua belatinya yang ada di kedua tangannya masing-masing. Ia memandang ke arah Monster Harimau yang sedang berusaha berdiri dengan keempat kakinya. Monster Harimau itu sudah memiliki luka-luka di tubuhnya.
Sedangkan Sean, dia tak ada luka sama sekali meski ia mendapat banyak serangan. Pakaian yang ia pakai saja sudah berantak dan robek. Meski Sean memiliki kemampuan regenerasi, ia tak bisa terus-terus kehilangan banyak darah. Ya, kelemahannya tak lain bila regenerasinya akan melambat bila ia kehilangan banyak darah.
Sean pun membuang kedua belatinya. Lalu tangan kirinya ia arahkan ke arah Monster Harimau yang berdiri 20 meter di depannya. Lengan tangan kirinya yang terbuat dari logam, pun berubah menjadi meriam. Sean bergumam. "Kali ini, kamu akan tumbang."
Lengan tangan kirinya telah ia modifikasi. Ditambah dengan bantuan ayahnya, kini lengan Tangan kirinya tak hanya terbuat dari logam, kini telah ditanamkan Nanotechnology. Jadi ia bisa mengubah lengan tangan kirinya menjadi meriam.
DUAR...!!
BOOM...!!
Serangan dari meriam yang Sean lancarkan, telah mengenai Monster Harimau. Monster itu pun terpental mundur puluhan meter. Sean mengubah kembali meriamnya menjadi semula, ia pun berjalan ke arah Monster Dungeon itu.
"Sudah berapa lama kita bertarung ya ?" kata Sean bertanya-tanya.
Sambil berjalan, dia melihat Monster Harimau mulai bangkit lagi untuk berdiri. Tubuhnya terlilhat gemetaran. Sean tersenyum, dia terus berjalan ke arah lawannya. Ketika sudah di dekatnya, Sean menghentikan langkah kakinya.
Sean melihat bayangan hitam keluar dari Harimau itu dan pergi menghilang. Ia juga sedikit terkejut melihat ukuran tubuh Harimau itu mengecil. Dan sekarang Harimau itu memiliki ukuran badan layaknya Harimau pada umumnya.
Sean juga menyadari sesuatu ketika melihat sebuah kalung di leher Monster Harimau itu. Kalung itu memang sedikit terlihat karena terhalang oleh bulunya. Memang sangat asing, karena memang tak pernah melihat kalung itu. Sean pun bergumam. "Memang ada ya, Harimau memakai kalung ?"
Melihat Harimau itu mulai berjalan ke arahnya, Sean pun melanjutkan langkah kakinya. Kini mereka saling berhadapan. Bruukk...!! Sean terbelalak melihat Harimau itu tiba-tiba ambruk. Terdengar suara nafas Monster itu tengah-tengah.
__ADS_1
Perlahan Sean berjalan mendekatinya. Dia pun berlutut di depan Harimau itu. "Apa kau ingin menyerah ?"
"Bunuhlah aku."
Deg...!!
Sean membeku mendengar suara yang diucap oleh Monster Harimau ini. Meski hanya terdengar kecil atau hanya gumaman, Sean bisa mendengarnya.
"Sebelum aku membunuhmu, maka jawablah pertanyaanku. Apa kau mengenal Dewa Iblis Hahn ? Kalau kau mengenalnya, beritahu informasi tentangnya !!" tanya Sean to the point.
Sejenak Harimau itu memandang Sean. Bukannya menjawab sesuai pertanyaan dari Sean, Harimau itu malah menjawab hal lain. "Ambilah kalung giok yang terikat di leherku."
"Hei..., kenapa kau malah tak menjawab pertanyaanku ?" balas Sean kesal.
"Aku sudah tak kuat lagi, ambilah kalungku, dan bunuhlah aku. Aku tak mau menderita lebih lama lagi." jawab Harimau.
Sean menghela nafasnya. Ia benar-benar kecewa, pertanyaan tak dijawab, malah dirinya disuruh menuruti kata-kata terakhir dari lawannya ini. Ia pun mengambil kalung giok yang terikat di leher Monster Harimau itu dengan kasar.
Harimau itu pun sedikit sedikit gemetaran. Sean tau hal kalau Monster ini sedang menahan tawanya. Sean mengangkat alis sebelahnya. "Apa yang lucu ?"
"Haha..., aku tak menyangka akan berakhir setelah lama dikendalikan oleh kekuatan Dewa Iblis." ucap Harimau itu sambil tertawa kecil.
Lalu ia menambahkan. "Ahh.., aku ingin sekali bertemu dengan kawan-kawan lamaku." gumannya.
"Hei..., ini kalungmu, mau 'ku apakan ?" balas Sean yang masih penasaran dengan tujuan Harimau itu memberinya kalung gioknya.
"Kalungku ini, sebenarnya pemberian dari kawanku. Dan kalung ini bukanlah kalung biasa. Alirkan 'lah energi Qi mu di kalung ini. Maka temanku akan segera datang untuk membantumu." jawab Harimau itu dengan nadanya sudah lemah.
Sean mengerut dahinya. "Energi Qi ? Apa itu ?"
__ADS_1
Harimau itu tak menjawab. Kedua matanya telah terpenjam. Dia sudah tak terlihat bernafas. Ya, Harimau ini telah tewas. Sean menggerutu. "Setidaknya beri tau namamu kek."
Sean berdiri, ia melihat jasad Harimau ini tak memudar. Ia pun teringat dengan Centaur yang pernah diceritakan oleh Reyhan. Sean mengaruk-garuk kepalanya, dia terlihat frustasi. "Sial, kenapa aku tidak menyadarinya kalau Harimau ini memiliki pola pikir dan akal."
Sean pun berfikir lagi. Dia teringat cerita Reyhan kalau Centaur mati setelah beberapa saat terlepas dari Sihir milik Dewa Iblis. Maka dari itu, usahakan dapatkanlah informasi dari dari Bos Dungeon yang bisa diajak berbicara.
Sean memandang kalung giok yang ada di genggamannya. "Huhhh..., Mungkin cuma kalung ini yang kubawa pulang." Setelah mengucapkan kata itu, Sean berjalan meninggalkan tempat itu.
Tak lupa Sean memasukkan jasad Harimau itu terlebih dahulu ke cincin penyimpanannya. Sena berencana akan memakamkannya dengan layak. Setelahnya, ia pergi untuk kembali ke markasnya. Dalam pikirannya tak menyangka kalau berpisah dengan rombongan dan mengatasi 1 Dungeon saja tidak semudah ia kira.
.....
Di Dungeon lain. Terlihat 5 orang tengah melawan sosok Monster yang menyerupai burung, yang memiliki bulu merah menyala bagaikan Api, dia memiliki ukuran yang tak biasa. Tepatnya, Monster itu adalah Phoenix. Dan kelima orang itu siapa lagi kalau bukan Budi, Andi, Hendi, Beni, dan Iwan.
Mereka berlima terus melakukan kerja sama untuk mengalahkan Phoenix itu. Karena burung itu terus melayang terbang di langit, Budi dan keempat temannya cukup kesulitan untuk menyerangnya. Sedikit-sedikit burung itu malah meninggikan terbangnya dari permukaan tanah.
Tentu hal itu membuat Budi, dan keempat temannya kesal bukan main. Mereka hanya melempar makian dari mulut mereka.
"Heh..!! Turun..!! Jangan karena kamu punya sayap, kamu bisa terbang tinggi...!!
"Kalau sampai ketangkap, aku tidak segan-segan membunuhmu !!"
"Ya, akan kubuat bulu-bulumu menjadi hiasan di kontrakanku !!"
"Akan kubuat kepalamu menjadi hiasan di dinding."
"Akan kupanggang dan kumakan kau, bila nanti kutangkap !!"
______________________
__ADS_1
Jangan Lupa Like.