Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 40 : Monster Yeti.


__ADS_3

Beberapa Hari Kemudian. Di siang Hari. Sudah 3 hari setelah pertemuan dengan 5 orang asing, Henri mengerahkan 50 Hunter terbaiknya untuk mencari keberadaan kelima orang asing itu. Entah kenapa Henri sangat terobsesi dengan mereka. Hal yang paling tidak ia inginkan adalah, ia tak ingin kelima orang itu tidak bergabung dengan Asosiasi Hunter yang lain.


Henri benar-benar menginginkan mereka berlima bergabung dengan Asosiasi Hunter yang ia pimpin. Tujuannya adalah tak hanya menjadikan mereka bawahannya, melainkan ia ingin mendapatkan DNA mereka, mengingat kekuatan mereka sangatlah jauh berbeda dengan para Hunter yang ada.


Henri pun bangkit kursi kebesarannya, ia berjalan mendekati kaca yang ada di ruangannya. Dibalik kaca yang ada dihadapannya, ia dapat melihat pemandangan kota setiap harinya. Ia memenjam kedua matanya.


Ia bergumam."Apapun caranya, mereka harus bergabung denganku. Aku tak ingin Asosiasi milikku tersaingi oleh Asosiasi Hunter lainnya."


"Dengan begitu, Asosiasi Hunter milikku tak hanya semakin maju, tetapi juga akan semakin kuat." tambahnya.


.....


Sementara di waktu bersamaan, di Hotel terbengkalai, yang tak lain markas Reyhan dan yang lainnya. Kini semua tengah bersantai di taman belakang Hotel itu, tetapi sementara tidak untuk Budi dan keempat temannya. Mereka berlima masih berlatih dibawah bimbingan Sean, kadang Reyhan, Peter, dan Queen.


Rencana Budi dan keempat temannya akan ikut bersama dengan Reyhan dan yang lainnya. Budi dan yang lainnya sudah semakin kuat setelah berlatih lebih dari 1 bulan. Kecuali Arkhan yang tidak ikut, karena ia harus menemani Lisa di markas, tidak mungkin mereka meninggalkan Gadis kecil itu sendirian.


.....


Kini disebuah atap gedung yang tinggi terlihat 9 orang tengah berdiri. Mereka berdiri dalam posisi melingkar. Mereka bersembilan yang tak lain Reyhan, Sean, Peter, Queen, Budi, Andi, Beni, Iwan, dan Hendi. Ya, sekarang Budi dan keempat temannya mengikuti Reyhan dan yang lainnya, meski mereka masih rutin latihan.


Hasil dari latihan mereka sungguh tak menghianati hasil. Andi, Hendi, Beni, dan Iwan sekarang mereka menjadi lebih kuat. Berkata latihan kerasa yang mereka dapat, kekuatan mereka yang terpendam akhirnya muncul, bisa dikatakan mereka adalah Hunter Beruntung. Ya, yang dimana mereka bisa mengendalikan elemen sekitar.

__ADS_1


Sedangkan Budi, tak hanya menjadi Hunter Beruntung, ia sekarang hampir sepenuhnya bisa menguasai Power Stone-nya. Dengan kekuatan Infinity Stone-nya, tak hanya membuat dirinya bertambah kuat berlipat-lipat, tetai Budi juga bisa membuat keempat temannya bertambah kuat.


Reyhan dan yang lainnya senang melihat perkembangan mereka, terutama Budi. Karena dengan Budi bertambah kuat, maka Power Stone-nya semakin bisa dikendalikan. Karena setiap dari ssmua Infinity Stone, bisa dikendalikan bila Sang pengguna memiliki kekuatan lebih pada diri mereka.


Bila Sang pengguna lemah, Infinity Stone tak akan bisa dikendalikan. Ibaratkan seorang bawahan tidak akan mau menurut bila majikan mereka lemah. Begitu juga sebaliknya, mereka akan menurut bila majikan mereka kuat. Itulah dasar bila ingin bisa menggunakan Infinity Stone.


"Aku tak akan berkata apapun atau memiliki rencana apapun untuk malam ini." kata Reyhan memandang semua Juniornya.


"Malam ini mungkin akan panjang, karena mulai malam ini, target kita harus bisa menahlukan 5 atau sampai 6 Portal, karena mengingat jumlah kita, seharusnya kita bisa melakukannya." ucap Reyhan lagi.


Semua mengangguk kepalanya. Reyhan memandang ke arah Budi, dan keempat temannya. "Budi, dan kalian berempat, aku minta saat kita beraksi, jangan memaksa diri bila kalian sudah merasa tidak mampu. Lebih baik mundur dari pada keadaan semakin parah."


"Kami mengerti." jawab Budi, dan keempat temannya bersamaan.


Setelah mengucapkan itu, Reyhan pun menggunakan Space Stone-nya untuk membuka Portal, lalu ia pun masuk. Setelah Reyhan masuk, kesembilan junior juga ikut masuk menyusulnya.


.....


Kini mereka sudah berada di dalam Dungeon yang berlatar hutan yang sedang mengalami musim salju. Ya, seperti yang sudah sering dilakukan sebelumnya, tujuan mereka menahlukan Dingi karena ini bertemu Bos Monster. Berharap Bos Monster bisa diajak berbicara setelah dikalahkan dan mendapat informasi.


Dan juga seandainya bisa, mereka berharap bisa mendapat informasi tentang Dewa Iblis, yang tak lain Hahn, meskipun sedikit, itu tidak masalah. Karena mereka ingin sekali mencari keberadaannya. Reyhan dan yang lainnya berfikir, dengan mengalahkan Hahn, maka fenomena D-Danger dapat dihentikan untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Mereka pun berpencar. Karena dengan berpencar mereka akan bisa membunuh semua Monster yang ada di Dungeon. Reyhan, Sean, Peter, dan Queen telah berpencar ke arah yang berbeda, kecuali Budi dan keempat temannya, itu pun atas perintah Reyhan.


Perjalanan mereka di dalam Dungeon, tentu saja pasti ada halangan. Tak hanya beberapa Monster Goblin yang muncul, beberapa Monster Orc, dan beberapa Monster beruang juga muncul. Budi dan yang lainnya mengalahkan mereka dengan mudah, meski mendapat luka goresan kecil.


"Aku senang sekali, akhirnya kita lebih kuat." ucap Andi.


"Ya, aku benar-benar tak menyangka kalau kita bisa mengalahkan semua Monster Rank B." kata Beni.


Ya, karena Dungeon yang mereka masuki di Rank S, tempat dimana Monster Rank A sampai ke B tinggal. Biasanya Dungeon S adalah tempat penghuninya para Monster dari Rank A dan B. Bila dikatakan kenapa Dungeon itu Rank S, karena Bos Monster yang ada di Dungeon tersebut berada di Rank S.


"Dengan begini, kita takkan diremehkan lagi oleh para Hunter-Hunter yang sombong itu." ucap Iwan.


"Ya, kau benar. Tetapi, kita juga harus menjaga sikap kita, lagi pula, keberadaan kita masih harus dirahasiakan." balas Hendi, karena ia teringat apa yang sudah Reyhan sampaikan sebelumnya tentang keberadaan dirinya dan keempat temannya harus masih dirahasiakan.


Semua pun mengangguk kepalanya. Lalu terdengar suara teriakan yang sangat keras di indra pendengaran mereka. Mereka berlima pun menoleh ke sumber suara itu. Terlihat sosok mahluk berbulu putih berjalan ke arah mereka. Meski jarak Mahluk di 50 meter di depan mereka, mereka sangat yakin dan mengenalnya.


Monster Yeti. Mahluk berbadan besar seperti beruang, tinggi, dan berbulu putih, memiliki wajah yang hampir menyerupai gorila, memiliki gigi taring yang tajam, memiliki semua kuku yang panjang, dan dia bisa berjalan layaknya manusia. Tetapi memiliki 1 tanduk di dahinya.


Ya, Budi dan keempat temannya sangat yakin bahwa Monster itu adalah Monster Yeti. Ditambah muncullah layar Hologram di depan mereka masing-masing. Perangkat Augma mereka mendeteksi kalau Monster Yeti itu berada di Rank S, yang berarti mahluk berbulu putih ini adalah Bos Monsternya Dungeon.


Budi pun akhirnya berbicara. "Baiklah. teman. Ayo kita lawan Bos Monster ini. Tunjukan hasil dari latihan kita." ucapnya. Keempat temannya mengangguk kepalanya. Lalu mereka pun berlari ke arah Monster itu yang juga mulai berlari ke arah mereka.

__ADS_1


______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2