Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 52 : Masih Berlanjut.


__ADS_3

"Jadi Kau dulu yang ingin bermain denganku ?" ucap Queen yang tersenyum menyeringai sambil menahan serangan pedang dari salah Hunter laki-laki dengan menggunakan tongkat sabitnya.


Hunter itu terbelalak melihat kedua matanya Queen yang warna berbeda. Sangat jelas sekali karena jaraknya yang sangat sekat. Ditambah ia melihat keempat gigi taring yang panjang dari Gadis ini. Dia membeku melihat sosok Queen yang sangat berbeda dengan Hunter.


Greep...!!


Queen mencekik leher Hunter itu, lalu ia mengangkatnya ke atas. Hunter itu benar-benar terlihat panik bukan main. Kedua tangannya memegang tangan Queen agar melepas cekikannya. Tetapi tetap saja, usahanya tidak membuahkan hasil. Cekikan di lehernya sangat kuat.


Bruukk...!!


Queen lalu menbantingkan Hunter itu ke tanah di dekatnya dengan keras. Tangan Queen masih mencekik leher Hunter itu. Pandangan Gadis setengah Vampir itu menolah ke arah 29 Hunter yang berdiam membeku dan memandang Horor kepadanya.


Queen tersenyum melihat mereka. "Kalian tidak menyelamatkan teman dia ?"


Ke-29 Hunter masih terdiam, tak bergeming di tempat mereka berdiri. Mendengar pertanyaan dari Queen saja sudah membuat mereka semakin tidak berani untuk maju menyelamatkan teman mereka yang mungkin kini sudah akan mendekati ajalnya.


Tak ada jawaban, Queen pun mulai aksinya. Ia melepaskan cekikannya. Dengan paksa ia mencengkram pundak dan kepala Hunter itu. Lalu Ia menggigit leher Hunter itu. Aggrrhhh...!! Hunter itu berteriak kesakitan. Ia tak bisa untuk tak bisa berteriak karena rasa sakit yang ia rasakan pada lehernya.


Queen benar-benar menikmati saat menghisap darah Manusia ini. Hunter itu memandang ke arah teman-teman yang berdiri saja di tempatnya. Mereka tak menolongnya. Dia mengulurkan salah satu tangannya, seakan ia meminta tolong. Perlahan penglihatannya mulai buram. Rasa lemas yang ia rasakan.


Wuuuusss...!!


Queen pun menghindar setelah ada serangan yang datang tiba-tiba padanya. Dan sialnya, Hunter yang tengah ia nikmati darahnya terlepas dari genggamannya. Hunter yang lehernya digigit olehnya, tengah terduduk di tanah, dia memegang lehernya dengan wajah meringis kesakitan.


Queen memandang dingin ke arah sosok laki-laki muda yang berdiri di depan Hunter itu. Laki-laki itu yang barusan datang dan melayangkan pedangnya ke arah lehernya. Beruntung insting Queen cukup tajam, jadi ia langsung menghindar dan berjaga jarak, meski korbannya terlepas darinya.


Lalu terlihat ke-29 Hunter datang mendekati temannya yang lehernya digigit oleh Queen tadi. Mereka membantu temannya berdiri. Mereka pun melakukan pertolongan pertana terhadap temannya yang terlihat benar-benar tak berdaya. Terlebih darah yang mengalir keluar dari lehernya. Mereka segera menghentikan pendarahannya.

__ADS_1


Sosok orang laki-laki yang baru datang itu adalah ketua Tim dari sekelompok Hunter itu. Lalu itu masih saja memandang tajam ke arah Gadis setengah Vampir ini. Mungkin dia marah karena salah satu anggotanya terluka karena ulahnya. Queen hanya bisa tersenyum tipis melihat kepedulian Sang ketua Tim itu.


Queen bergumam di hatinya. "Dia tiba-tiba datang dan langsung menyerang karena tak terima salah satu anak buahnya kuserang. Salah siapa dia telat datang. Lagian dia dari mana, bisa-bisanya dia telah datang, hihihihi....."


"Akan kubalas kau yang telah menyerang anggotaku." ucap laki-laki itu.


Queen yang masih tersenyum, lalu menjawab. "Aku takkan menyerangnya kalau dia tidak lebih dulu menyerangku."


Laki-laki itu mengerut dahinya. "Benarkah ? Tetapi dia yang terluka parah, sedangkan kau terlihat baik-baik saja."


Queen terkekeh mendengarnya. Lalu ia menjawab. "Aku terlihat baik-baik saja karena aku bisa bertahan dari sera serangannya."


"Lagi pula anak buahmu itu sangat lemah. Dan saat aku membalasnya, dia langsung terlihat seperti orang yang menyedihkan." tambahnya sambil terkekeh geli karena mengingat aksi dia sebelumnya.


Laku-laki itu yang merupakan Ketua Tim, dan bernama Beryl mengarahkan ujung pedangnya ke arah Queen yang berdiri tak jauh darinya dan tersenyum padanya. "Kau bukanlah manusia."


Mendengar ucapan Queen, membuat semua Huter disana terkejut bukan main, bahkan Beryl juga terkejut mendengarnya. Dia mulai merasa kalau Gadis yang telah melukai salah satu anggotanya adalah sosok yang berbahaya.


Beryl bersuara. "Kalian semua pergilah dari sini."


Semua anggotanya terkejut mendengarnya. Lalu salah satu dari mereka menjawab. "Tapi Ketua, mana mungkin kita semua pergi meninggalkanmu sendirian disini."


"Karena kalian akan menjadi beban bila ada disini." jawab Beryl. "Sosok Gadis yang ada dihadapan kita ini adalah bukanlah sosok yang biasa seperti yang kita hadapi. Aku merasa dia adalah sosok Monsternya para Monster." tambahnya, pandangannya tidak lepas dari sosok Queen.


Semua anggotanya terkejut bukan main mendengar ucapan Beryl. Lalu ketua Tim mereka berkata lagi. "Cepat pergi !!"


Tak menjawab, semua anggota Hunternya yang berjumlah 30 orang segera bergegas menuruti perintah ketua Tim mereka. Mereka sadar, mereka adalah Hunter yang tidak sekuat ketua Tim mereka. Ya, karena Beryl adalah Hunter Tingkat Rank S.

__ADS_1


Setelah beberapa lama melihat ke-30 anggota dari Beryl, Queen tersenyum manis. Lalu berkata. "Lihatlah, semua anak buahmu sudah pergi meninggalkanmu."


"Mereka bukanlah anak buahku !! Mereka adalah keluarga keduaku !!" jawab Beryl dengan tegas dan memandang tajam ke arah Queen.


Wusss...!!


Beryl langsung melesat maju dengan kecepatan tinggi ke arah Queen. Dia juga melayangkan pedangnya dan siap untuk menyerang.


Tang...!!


"Wow..., aku terkejut." ucap Queen sambil menahan serangan pedang milik Beryl dengan tongkat sabitnya.


Mereka berdua pun melompat mundur. Queen tersenyum sambil memutar-putar tongkat sabitnya. Lalu ia melesat maju ke arah Beryl yang juga melompat maju padanya.


Mereka berdau pun saling beradu senjata mereka. Queen tak menyangka kalau Beryl ini memiliki kecepatan yang serupa dengannya. Queen semakin bersemangat dan ingin segera meminum darah dari laki-laki ini. Di sisi Beryl, ia juga tak mau kalah, ia terus menyerang balik dan bertahan dari segala serangan Gadis setengah Vampir ini.


.....


Sementara di sisi lain dengan waktu bersamaan, terlihat sosok Monster Hewan tengah terluka hampir di sebujur tubuhnya. Meski begitu, dia masih terlihat gigih dan teguh untuk tetap berdiri.


Sementara di depannya yang tak jauh tempat ia berdiri, terlihat sosok lelaki yang terlihat baik-baik saja meski pakaiannya berantakan, dia bukan lain adalah Sean. Dia memandang datar ke arah Monster Harimau yang kini menjadi lawannya.


Ditangan kanannya ia menggenggam senjata Kapak Petirnya. Sean pun bersuara. "Aku salut kepadamu Tuan Harimau, karena masih bisa bertahan sampai sekarang." ucapnya.


Bersamaan senjata Kapaknya masuk ke dalam cincin penyimpanannya, lalu berganti menjadi senjata bazokanya. "Ayo kita lanjut ke babak ke-2."


______________________

__ADS_1


Jangan Lupa Like.


__ADS_2