
Mendengar saran Queen, Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak bisa. Sebenarnya aku bisa saja pergi mencari dan datang Dunia Kultivator. Tetapi itu tidak mudah. Ditambah kita berada di Dunia D-22 yang kondisinya dalam cengkaraman D-Danger."
Semua terdiam mendengar kata-kata Reyhan. Ya, kondisi Dunia D-22 memang sedang tidak bagus. Dunia yang mereka tinggal saat ini sedang dalam cengkraman D-Danger. Sehingga Revolusi, Rotasi, dan Waktu di Dunia D-22 tidak stabil.
Reyhan bisa saja membuka Portal dengan menggunakan Space Stone miliknya, dan pergi untuk mencari keberadaan Dimensi Lain yang tak lain Dunia Kultivator. Tapi ia tak bisa melakukan hal itu, karena efeknya tidak biasa seperti yang Tuan Edgar jelaskan sebelumnya.
Bayangkan saja 1 menit waktu di semua Dunia yang ada di Multiverse, ibaratkan 1 hari di Dunia D-22. Bila Reyhan pergi 1 jam saja, maka di D-22 berasa 2 bulan. Dan tak mungkin Reyhan bisa langsung menemukan Dunia Kultivator, dan mencari seseorang yang bernama Fang Lin.
"Ahh, benar juga. Kenapa aku tak mengingat hal ini." gumam Queen.
"Kalau bicara soal waktu, sudah terhitung 1 bulan kita tinggal di Dunia ini." kata Peter.
"Berarti, kalau dihitung menurut waktu di sana, kita sudah pergi selama 30 menit." jawab Sean.
"Wah.., benar-benar tak menyangka ya. Disana cuma setengah jam, tetapi kita yang tinggal disini, malah terasa sangat lama sekali." kata Arkhan sambil menyengir.
Reyhan juga bersuara. "Benar, memang kita terasa sangat lama tinggal disini. Tetapi sebenarnya kita sudah pergi selama 30 menit. Maka dari itu, kita harus melepaskan Dunia ini dari cengkraman D-Danger."
"Dan itu masalahnya. Bagaimana caranya kita memusnahkan D-Danger. Kalau hanya membasmi semua Monster di dala Dungeon, tidak akan berakhirnya." kata Queen.
Reyhan menghela nafasnya. "Sekarang, waktunya kita bergerak lagi untuk memasuki Portal yang ada. Dan seperti biasa, kita jangan membunuh Bos Dungeon."
Semua mengangguk-angguk kepalanya. Arkhan dan Peter saling melirik. Queen yang sadar Peter melirik ke arah Arkhan, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh 2 orang ini.
Reyhan mengeluarkan Portalnya, lalu ia berjalan. Dan keempat Juniornya pun mengikutinya. Mereka pergi meninggalkan Budi dan keempat sahabatnya dan juga Lisa yang sudah tertidur.
__ADS_1
.....
Hari sudah malam, terlihat ada satu Portal di dekat perbatasan pusat kota dan kota kecil. Portal itu dijaga oleh beberapa tentara, dan juga ada terlihat beberapa orang penting di dekat mereka. Portal itu telah dimasuki lebih dari 20 Hunter. Di dalam Portal itu berlatar sebuah pulau di tengah lautan di malam hari.
Mungkin pulau itu sangat besar dan luas bisa dikatakan luas pulau di dalam Dungeon itu seluas 1 Kota besar. Pulau itu hanya diisi Hutan saja. Dan tentu saja, semua mahluk yang tinggal disana Monster. Ke-20 Hunter berpencar untuk memburu Monster.
Semua Hunter di Tingkat Rank S dan A. Karena Dungeon yang mereka masuki di berada di tingkat Rank A. Meksi begitu, mereka tak takut, demi mendapat bayaran hasil dari buruan, dan meningkatkan level Rank, mereka akan lalukan apapun.
Ke-20 Hunter itu berpencar, dan dibagi beberapa kelompok. 1 kelompok berisi 4 orang. Jadi totalnya ada 5 kelompok. Mereka berpencar ke segala arah. Kelompok 1 dan Kelompok 2 tak ada masalah, meski ada beberapa Monster kecil datang, tetapi mereka masih bisa mengatasinya.
Kelompok 3 dan Kelompok 4 juga tak masalahnya. Masing-masing dari mereka sempat dihadang beberapa Goblin. Tetapi mereka bisa mengatasinya tanpa memakan waktu yang lama. Tetapi untuk Kelompok 5 berbeda nasib dengan ke-4 kelompok lainnya.
Pasalnya, kelompok 5 sedang berhadapan dengan seekor Troll yang memiliki ukuran badan yang besar. Mereka mengalami kesulitan. Setiap serangan yang mereka lancarakan dan semua tembakan dari senapan mereka tak melukai Monster itu.
"Aku tak menyangka kita malah langsung bertemu dengan Bos Dungeon." ucap salah satu dari mereka.
Sambil mundur, mereka melancarkan serangan mereka masing-masing, meski serangan mereka tidak mempan sama sekali. Peluru mereka tak dapat menembus kulit Monster itu. Telihat 3 orang dari 4 orang dalam kelompok 5, mereka yang terus mengoceh sambil menyerang.
Sambil menyerang dan mundur, mereka juga ber-3 saling menyalahkan.
"Kau benar. Aku tak mengira kita malah langsung mendatangi tempat kekuasaannya."
"Itu salahmu, karena kau sebagai pemandu jalan, malah bertemu dengan Troll sialan ini !!"
"Hei !! Bukankah bagus, kita bisa langsung melawannya, dan menghabisinya."
__ADS_1
"Kau kira mudah menghabisinya. Sadar woi !! Rank Moster itu berada di Tingkat Rank S. Sedangkan kita semua ? Rank A semua. Mana mungkin kita dengan mudah menghabisinya."
Mereka terus mengoceh tak jelas di sela-sela pertarungan. Berbeda-beda dengan 3 orang lainnya yang terus mengoceh, hanya ada 1 orang saja yang diam dari akhirnya bersuara dengan lantang. "Diam kalian semua, Brengsek !! Aku heran, kenapa aku bisa satu kelompok dengan orang G0bl0k-G0bl0k seperti kalian bertiga ?"
Seketika ber-3 terdiam, seketika terbelalak dan menoleh ke 1 orang yang dari tadi diam saja. Langkah kaki mereka juga berhenti, mereka juga menghentikan tembakan mereka.
"Kau tadi bilang apa tadi ?" tanya mereka ber-3 bersamaan.
"Kalian semua itu, G0bl0k !!" jawabnya.
Rahang mereka ber-3 langsung mengeras. Urat-urat di kepala mereka juga sedikit terlihat. Ya, mereka bertiga sangat marah.
Lalu orang itu menghentikan tembakannya ketika menoleh melihat ke-3 temannya yang itu. "Kenapa ? Gak terima ? Mau marah ? Kalau mau marah, ya tinggal marah !!"
Mendengar itu, rasa kesal, dan amarah mereka ber-3 semakin menjadi. Dan saat akan marah mereka meledak, mereka tersadar dengan suara teriakan. Ya, teriakan Monster Troll yang sudah akan mendekati mereka.
Hanya karena dibilang G0bl0k oleh 1 orang, mereka sampai-sampai mengabaikan Troll itu yang kini tinggal 10 meter lagi di hadapan mereka. Mereka ber-4 pun kembali melancarkan tembakan mereka.
"Ini semua gara-gara kamu !!" ucap mereka ber-3 bersamaan.
1 orang yang disalahkan, tak menjawab. Ia memilih diam dan fokus menembak Troll itu. Tiba-tiba mereka dibuat terbelalak melihat kedua paha Troll itu muncul sebuah pedang. Darah Troll itu pun juga mengalir keluar.
Bos Dungeon itu menjerit kesakitan, dia pun berbalik. Baru saja berbalik, tiba-tiba sebuah tendangan ke wajahnya, dan membuat Troll itu terjatuh. Ke-4 Hunter yang melihat itu membeku melihat Bos Dungeon dilumpuhkan.
Mereka pun melihat kelima orang asing yang datang mendekati Bos Dungeon itu yang tengah terbaring dan berteriak kesakitan. Lalu salah satu dari ke-4 Hunter itu teringat sesuatu. Ya, karena semua Hunter mendapat perintah bila bertemu 5 orang asing yang mengincar Bos Dungeon.
__ADS_1
______________________
Jangan Lupa Like.