Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 38 : Tetap Menolak.


__ADS_3

Pertarungan Reyhan dengan Hahn masih berlanjut. Mereka masih bertarung di langit. Ya, mereka berdua masih dalam posisi terbang sambil bertarung. Reyhan tak hanya mengerahkan semua teknik pedangnya, tetapi ia juga mengerahkan semua Sihir Pedangnya. Entah kenapa semua Serangannya tidak berlaku pada Hahn.


Nafas Reyhan sudah mulai ngos-ngosan. Namun di sisi Hahn, ia masih terlihat tenang dan masih menampilkan senyumannya. Reyhan mendapat luka sayatan hampir di seluruh tubuhnya, sedangkan Hahn ia tak terlihat mendapat luka sedikit pun.


Sambil terus bertarung, Reyhan menggunakan kemampuan regenerasinya untuk menyembuhkan lukanya. Ia masih tak menyangka kalau Hahn ini sangatlah kuat. Jauh lebih kuat dari musuh-musuh yang pernah ia kalahkan. Dugaan Reyhan sendiri, ia takkan bisa mengalahkan Hahn sendiri.


Mereka masih dalam beradu pedang dan teknik bela diri mereka masing-masing. Hahn pun melihat celah. Ya, ia melihat gerakan Reyhan terjeda yang sangat kecil, dengan gerakan cepat ia memutar tubuhnya sambil mengarahkan kakinya ke perut lawannya.


DUGH...!!


Reyhan pun terkena tendangan pada perutnya. Tendangan dari Hahn mampu membuat Reyhan terpental yang cukup keras. Ia terlempar ke arah hutan yang cukup jauh dari tempat semua orang. Kedua pedangnya juga terlepas dari genggamannya.


Braakk...!! Hingga akhirnya, Reyhan pun terjatuh dan terbaring di permukaan tanah.


Reyhan segera bangkit, namun tiba-tiba ada 4 akar pohon tumbuh di dekatnya, seketika mengikat kedua tangan dan kedua kakinya. Lalu sebuah alas kaki tiba-tiba menginjak dadanya dan menahannya agar dirinya kembali terbaring. Ke-4 akar itu bukan Sihir milik Arkhan, melainkan milik Hahn.


"Aku tak menyangka, kamu bisa bertahan bertarung melawanku." ucap Hahn yang berdiri di dekat Reyhan yang masih terbaring. Salah satu kakinya menginjak dadanya Reyhan.


"Awalnya aku kira kamu bisa mengimbangiku. Pada akhirnya, sungguh mengecewakan, kamu masih jauh dariku." tambahnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Reyhan tak menjawab, ia memandang tajam ke arah Hahn, dan nafasnya telah memburu. Dengan kuat, tangan kanannya berhasil terlepas dari ikatan akar milik Hahn. Ia mengarahkan tangan kanannya ke arah Hahn dengan telapaknya yabg terbuka. Sebuah bola Api Biru sebesar bola tenis muncul di telapaknya.

__ADS_1


Plak..!!


Reyhan terbelalak tanganya di tepis oleh Hahn dengan mudah. Dengan mudahnya Hahn menepis tangan Reyhan dan seketika Bola Api Birunya seketika lenyap. Hahn tersenyum menyeringai. "Kamu kira Bola Apimu itu ampuh untuk menyerangku ?" ucapnya sambil menekan kakinya.


Wajah Reyhan terlihat tegang, dan rahangnya mengeras, karena ia menahan rasa sakitnya pada dadanya yang ditekan oleh kakinya Hahn. Sambil menahan, ia memandang tajam ke arah Hahn. Tangan kanannya kembali terikat akar.


Di sisi Hahn, ia tak kesakitan sama sekali, melainkan ia tersenyum melihat Reyhan seperti itu. Penampilan Reyhan yang memakai zirah berwarna Hitam, pun perlahan menghilang. Kini penampilannya, kembali memakai jubah merah dan zirah emasnya.


Hahn pun berkata. "Mungkin sampai di sini saja pertarungan kita." ucapnya, lalu perlahan ia terbang menjauhi Reyhan yang masih terbaring, karena kedua tangan dan kedua kakinya terikat akar.


"Jangan pergi kau !!" ucap Reyhan membentak dan sambil berontak melepaskan ikatan akar milik Hahn.


Hahn yang sudah terbang menjauh ke arah langit, ia tersenyum remeh memandangi Reyhan. "Jangan temui aku, jika kau dan orang-orangmu itu masih seperti ini."


Ke-4 akar yang mengikat kedua tangan dan kedua kakinya telah hilang bersamaan hilangnya sosok Hahn. Reyhan bangkit untuk berdiri, ia pun terbang. Meski ia merasa energi mananya sudah terkuras banyak, ia merasa masih mampu dan tidak masalah. Reyhan pun langsung melesat menuju kembali ke tempat sebelumnya.


.....


Sementara Di sisi lain. Terlihat 4 orang tengah berdiri tenang memandangi semua orang yang mengelilingi mereka. Tak hanya Henri dan ke-9 orangnya, tetapi juga 20 Hunter yang sebelumnya. Mereka ber-20 mengikuti perintah Henri untuk menahan keempat orang itu agar tidak pergi.


Mereka berempat yang tak lain Sean, Peter, Arkhan, dan Queen. Mereka berempat terlihat santai tanpa memberi perlawanan. Sedari tadi mereka diam dan melihat ke-30 orang ini yang melingkari mereka. Henri pun bersuara. "Maaf sekali, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi begitu saja."

__ADS_1


Sungguh kesal ditambah mengejutkan yang dirasakan oleh Henri, karena formasi teknik yang seharusnya bisa menahan segala macam serangan, telah dipatahkan hanya sebuah Kapak. Jadi ia meminta semua bawahannya dan ke-20 Hunter yang ada untuk ikut membantu.


Sean dan yang lainnya tetap diam. Mereka berempat terkesan sangat santai dalam posisi mereka, seakan Herni dan semua orang-orangnya bukanlah ancaman yang berbahaya. Henri semakin kesal melihatnya, Ia menghela nafasnya, lalu ia memasang ekspresi serius di wajahnya.


"Sekali lagi kukatakan, terimalah tawaranku untuk bergabung dengan Asosiasi Hunter milikku." ucap Henri dengan tegas.


"Aku tak mengatakannya kedua kalinya." tambahnya.


Sean, Peter, Arkhan, dan Queen terkekeh geli mendengarnya. Lalu Sean memandang Peter sambil menunjukkan dagunya ke arah Henri. Peter mengangguk, lalu ia memandang Henei dan berkata. "Maaf sekali, Tuan Henri. Sampai kapan pun, kami takkan menerima tawaranmu untuk bergabung."


Henri memandang tajam, ia marah ke arah mereka berempat. Ia sedikir berfikir, lalu dengan dingin berkata. "Dengan terpaksa, kalian akan ditahan. Karena kalian telah melakukan percurian serum untuk menjadi Hunter tanpa izin."


Henri berfikir dan menyimpulkan mereka Sean, Peter, Arkhan, dan Queen telah melakukan pencurian serum Hunter tanpa sepengetahuannya dan yang lainnya. Mengingat mereka berempat sangatlah kuat, Henri menduga dengan pasti mereka adalah Hunter dengan keberuntungan yang tinggi.


Tak mau menerima ajakan untuk bergabung, maka Henri harus menahan mereka. Apapun yang terjadi, ia takkan melepas mereka, mengingat mereka sangatlah kuat dari semua Hunter yang ada. Di sisi Sean dan yang lainnya, mereka berempat saling memandang setelah mendengar ucapan Henri.


Sean yang akan menjawab, terdengarlah suara yang keras dan tak asing di indra pendengarannya dan ketiga juniornya. "KAMI BUKANLAH HUNTER SEPERTI KALIAN !!" suara itu datang dari langit.


Semua orang yang ada di sana, langsung mendongak untuk melihat siapa yang telah berbicara. Kecuali Sean dan ketiga juniornya, mereka sudah tau siapa yang berbicara. Ya, yang berbicara keras dari langit tak lain adalah Reyhan, dia perlahan turun mendekati keempat juniornya.


Reyhan telah mendarat, kini ia berdiri di depan membelakangi keempat juniornya. Ia melempar tatapan dingin ke arah Henri. "Jangan samakan kami dengan kalian."

__ADS_1


______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2