
Reyhan pun bangkit, lalu ia melihat jasad centaur itu, yang tak lain bernama George. Lalu ia memasukkan tubuh George ke dalam Portalnya. Ia akan memakamkan jasad centaur ini dengan layak. Reyhan masih berdiam. Ia bingung, karena kenapa bisa George bisa mengetahui apa itu Multiverse.
Ketika ia bertanya apakah centaur itu mengenal Tuan Edgar, George menjawab tidak mengenalnya. Dia bisa tau Multiverse karena memiliki sahabat yang bernama Fang Lin yang tinggal di salah satu Dunia Kultivator. Apakah Fang Lin ini mengenal Multiverse dari Tuan Edgar, atau Fang Lin juga salah satu orang seperti dirinya.
Jujur saja, Reyhan belum tau apa itu Dunia Kultivator. Selama ini, ia datang ke berbagai Dunia, tetapi ia tak tau apa itu Dunia Kultivator. Dan juga kenapa George mengenal Fang Lin ? Apakah Fang Lin ini juga bisa datang ke berbagai Dunia seperti dirinya dan Tuan Edgar ? Sebuah tanda tanya.
Dan dewa iblis. Apa benar ada iblis menjadi dewa. Setahu Reyhan, hanya tau apa itu Raja Iblis. Dewa iblis, ia baru mendengarnya. Reyhan menepis pikirannya. Ia terlalu banyak berfikir. Lalu ia merasakan 1 goncangan di Dungeon.
Reyhan bergumam. "Ahh, benar. George sudah tiada. Secara dia adalah bos Dungeon ini."
Ia teringat cerita Budi, Portal akan tertutup setelah 1 jam lebih bos Dungeon dikalahkan. Reyhan pun membuka Portal miliknya. Ia pun masuk pergi dari Dungeon.
.....
Setelah beberapa jam kemudian.
Hari telah malam, jam sudah menunjukan jam 7 malam. Reyhan telah kembali ke markas, begitu juga dengan Peter, dan Queen. Kini mereka semua berkumpul di taman belakang markas mereka paling ujung. Semua menyaksikan pemakamam yang dilakukan oleh Reyhan.
Ya, Pria itu telah menguburkan seorang Ras centaur. Semua tak ada yang berkomentar atau bertanya. Selesai sudah acara pemakaman, mereka kembali meninggalkan makam George. Masih berada di taman belakang, Reyhan memulai mengadakan rapat.
"Jadi, informasi apa yang telah kalian berdua dapatkan setelah berjalan-jalan di pusat kota. ?" tanya Reyhan kepada Peter dan Queen.
Peter yang menjawab. "Kami tidak mendapat informasi apapun."
Semua memandang Peter dan Queen dengan pandangan yang sulit dijelaskan. Peter kembali bersuara. "Karena apa yang kami lihat semua sama saja. Awalnya aku berfikir, apa Portal-Portal cuma muncul di kota kecil. Dan ternyata, di Pusat kota pun juga. Portal ada dimana-mana, Hunter juga ada dimana-mana."
Reyhan yang mendengar ucapan Peter, hanya menghela nafasnya. "Ini sulit. Dan aku juga tak mendapat info lebih dari George sebelum kematiannya. Tetapi yang anehnya, George bisa tau tentang Multiverse."
Semua terbelalak mendengarnya. Arkhan bersuara. "Apa Centaur yang bernama George ini mengenal kakek Edgar ?" semua juga berfikir sama dengan pertanyaan Arkhan, kecuali Budi dan keempat sahabatnya yang belum mengenal siapa itu Tuan Edgar.
Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dia tidak mengenal Tuan Edgar. Dia bisa tau, karena dia memiliki sahabat yang bernama Fang Lin."
"Apa Fang Lin ini juga seperti kita ? Bereinkarnasi atau bertranmigrasi ?" tanya Sean.
Reyhan menjawab. "Entahlah, itu yang masih aku pikirkan. Entah dia juga orang yang direinkarnasikan atau ditransmigrasikan oleh Tuan Edgar."
__ADS_1
"Jadi dimana tempat tinggal orang yang bernama Fang Lin ini ?" tanya Sean.
Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi. Lalu ia menjawab. "Aku tak tau dimana dia. Tetapi sebelum kematiannya George, dia mengatakan kalau Fang Lin tinggal di salah satu Dunia Kultivator."
Mendengar kata Kultivator, Arkhan dan keempat sahabatnya Budi terkejut. Sean, Peter, Queen dan Budi memandang mereka berlima. Reyhan kembali bersuara. "Jujur saja, aku tak tau apa itu Dunia Kultivator, karena semua Dunia yang pernah aku kunjungi hampir semuanya sama."
Reyhan melihat ekspresi bingung dari Sean, Peter, Queen, dan Budi, ia beralih memandang Arkhan dan keempat sahabatnya Budi. "Apa dari kalian semua apa itu Dunia Kultivator ?"
Arkhan pun menjawab. "Setahu 'ku Dunia Kultivator adalah dimana hampir semua Manusia disana merujuk kepada sebuah metode untuk mendapatkan kekuatan dan keabadian dengan cara menggunakan latihan pernafasan."
Reyhan memandang Arkhan. "Dari mana kamu tau ? Apa kamu pernah pergi ke Dunia itu ? Padahal yang bisa membuka Portal untuk melintasi antar Dunia hanya aku dan Tuan Edgar."
Arkhan menyengir kuda, sambil mengaruk-garuk kepalanya. "Aku dulu pernah membaca beberapa komik yang berunsur Dunia Kultivator sewaktu aku masih hidup di kehidupan pertamaku."
Keempat sahabatnya Budi, yang tak lain Andi, Hendi, Iwan, dan Beni bersuara pelan. "Sudah kuduga."
Reyhan dan yang lainnya sahabatnya Budi itu. Reyhan bertanya. "Kalian juga tau ?"
Andi dan ketiga sahabatnya mengangguk-angguk kepalanya, lalu Andi menjawab. "Ya, sewaktu kami berempat tinggal di panti asuhan dan masih sekolah, kami sering kali membaca komik, dan juga novel yang berunsur Kultivator." ucap Andi. Hendi, Beni, dan Iwan mengangguk-angguk kepala mereka.
"Aku kira itu hanyalah sebuah karangan cerita." kata Hendi.
"Hei.., itu bukan karangan, bukankah sejarah Kultivator juga Dunia kita, karena aku pernah membaca buku tentang sejarah Tiongkok kuno." kata Andi.
"Jadi, di Multiverse juga ada beberapa Dunia Kultivator 'kah ?" tanya Iwan.
Reyhan menjawab. "Hal itu, aku masih belum tau kalau di Multiverse ada Dunia Kultivator. Karena Multiverse terdiri dari banyak sekali berbagai Dunia, jadi tidak mungkin aku mengunjungi semua satu-persatu."
"George juga mengatakan padaku untuk menemui sahabatnya. Dan dia juga berpesan untuk mengalahkan dewa iblis." tambahnya.
"Dewa iblis ?" sahut mereka semua bersamaan.
Reyhan mengangguk kepalanya. "George juga mengatakan kalau dewa iblis ini yang telah memanipulasi dirinya. Jadi ada kemungkinan, kalau dewa iblis yang George maksud adalah dalangnya D-Danger."
"Jadi, tindakan apa yang harus kita lakukan ?" tanya Sean.
__ADS_1
Reyhan menjawab. "Untuk sekarang, pembahasan Dunia Kultivator, kita sampingkan terlebih dahulu, karena kita masih butuh informasi. Aku, Sean, Peter, Arkhan, dan Queen, mulai malam ini kita bergerak, kita membasmi para Monster." keempat Juniornya mengangguk kepalanya.
"Lalu bagaimana dengan kita berempat." ucap Budi. Keempat sahabatnya pun saling memandang.
"Seperti yang pernah aku beritahu ke kalian berlima, kalian tetap disini menjaga markas. Dan juga Lisa, ada disini, bukankah kamu sedang ada luang, sudah seharusnya kamu sebagai seorang ayah menjaganya, Budi." jawab Reyhan.
"Astaga, benar juga." sahut Budi.
Setelah selesai apa yang mereka bahas, Reyhan dan keempat Juniornya pun melangkah pergi meninggalkan markas.
.....
Sementara disisi lain.
Terlihat 9 orang sedang bersiap-siap memasuki salah satu Portal yang ada di dekat perbatasan wilayah pusat kota dan kota kecil. Mereka yang tak lain para Hunter.
"Kali ini pasti aku akan membunuh bos Dungeon."
"Aap kau bercanda ? Bukankah kau selalu berakhir menyedihkan."
"Kali ini tidak !!"
"Jangan keras kepala, setiap Bos Monster yang kita hadapi, pasti Ketua kita yang mengakhirinya."
Mereka saling berbicara tentang apa yang mereka lakukan sebagai Hunter. Mereka tidak langsung masuk ke dalam Portal, karena mereka menunggu satu orang, yang tak lain ketu Tim mereka.
Setelah beberapa saat kemudian, orang yang mereka tunggu, akhirnya telah datang. "Kita langsung masuk saja."
Semua mengangguk kepalanya. "Siap ketua !!"
5 orang tentara yang berjaga di tempat itu mempersilahkan mereka ber-10 Hunter itu untuk masuk ke dalam Portal tingkat C.
_______________________
Jangan Lupa Like.
__ADS_1