Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 68 : Kekacauan - Semua Monster Keluar.


__ADS_3

Kekacauan yang besar telah datang. Kekacauan ini datang dan menimbulkan keadaan yang awalnya damai selama 2 minggu, kinj menjadi kesengsaraan semua orang. Semua orang dilanda kepanikan hebat. Mereka cepat-cepat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka tak bisa diam bersembunyi di rumah mereka, karena itu sama saja mereka di datangkan kematian.


Ya, kekacauan ini adalah banyaknya sekali Monster keluar dari Portal mereka. Portal dari Rank E hingga Rank S ke atas muncul semua. Portal-Portal itu muncul tidak hanya di satu tempat saja, melainkan segala tempat. Di sisi lain, di Asosiasi Hunter, orang-orang yang bertugas mendeteksi Portal yang muncul melalui satelit, tengah mengalami kepanikan.


Semua Monster tak hanya mengacau di Pusat kota, tapi mereka juga mengacau kota-kota kecil serta pedesaan. Setelah diperiksa rupanya kejadian ini hanya datang di satu Negara saja, yang bukan lain tanah kelahiran mereka. Tak hanya itu, semua Hunter juga tak menyangka akan bisa terjadi seperti sekarang ini.


Yang seharusnya mereka datang ke dalam Portal, justru semua Monster yang datang keluar dari Portal mereka. Mau tak mau, semua Hunter tanpa ragu memberi balasan kepada Monster yang ada depan mereka. Jika dibiarkan saja, tentu saja Monster itu takkan berhenti mengacau. Bahkan Hunter dari berbagai Perusahaan Guild bekerja sama.


Jika tidak, bisa-bisa akan banyak korban yang kehilangan nyawanya. Semua Monster yang datang juga datang dari berbagai Rank kecil hingga ke atas. Mungkin Monster-Monster di Rank E hingga Rank D, masih mudah dibunuh. Monster-Monster Rank C sampai Rank B, mungkin membutuhkan usaha ekstra untuk membunuhnya.


Tapi tidak mudah membunuh Monster-Monster Rank A hingga Rank S ke atas, tak hanya membutuhkan ekstra usaha, tapi mereka juga harus memiliki rencana dan juga harus bisa bekerja sama dengan Hunter-Hunter lainnya. Jika tidak, bisa saja mereka berakhir dengan kehilangan nyawa.


Ya, tetap saja, meski semua Hunter membalas dan menyerang Monster-Monster itu dan ada yang berhasil, tapi tidak semua tempat bernasib sama. Sudah banyak puluhan orang yang kehilangan nyawa karena tidak berhasil lolos dari kejaran para Monster. Dan juga nasib mereka tidak beruntung, karena tidak Hunter yang datang.


Kejadian ini, juga seakan mempengaruhi langit yang kini tertutupi awan gelap, serta setiap menitnya, banyak sekali guntur di langit. Meski tak hujan, akan tetapi semua orang yang melihat keadaan langit serta kejadian yang sekarang, mereka menganggap hal ini adalah hari akhir atau kiamat.


Sementara di sisi lain, terlihat sebuah mobil sedan mewah tengah berjalan dengan kecepatan tinggi. Tak lama kemudian, mobil itu terhenti, dan langsung pengendaranya keluar, dia bukan lain Henri. Meski awalnya dia cemas tak ada Portal yang muncul sebelumnya selama 2 minggu.


Tapi kini Henri memasang ekspresi cemas. Ya, dirinya tak menyangka kalau kejadian seperti saat ini bisa terjadi di Negara kelahirannya. Semua Monster yang datang keluar dari Portal mereka, datang menyerang, seakan mereka datang untuk membalas perbuatan semua Hunter yang selama ini datang ke dalam Portal untuk berburu.


Henri berdiri di tengah jalan raya yang kini banyak sekali kendaraan-kendaraan rusak yang terpakir tak karuan sepanjang jalan. Kanan kiri, banyak sekali bangunan gedung yang hampir setiap dinding kacanya telah pecah semua. Bahkan ada bangunan gedung yang telah rubuh.

__ADS_1


Jelas sekali Monster yang keluar benar-benar mengacau atau menghancurkan semua yang ada di depan mereka. Bahkan tak sedikit mayat-mayat Hunter atau orang biasa tak bernyawa tergeletak di sepanjang jalan raya.


Henri bergumam. "Ini tak bisa dibiarkan."


Lalu ia melihat seekor badak besar yang bisa berdiri dengan kedua kakinya layaknya manusia tengah berjalan datang padanya. Tingginya mungkin 5 meter. Badak itu mengenggam sebuah palu besar di salah satu tangannya.


"Rank A." gumam Henri ketika melihat layar sistemnya muncul di depan wajahnya setelah mendeteksi Tingkat Rank dari Monster badak itu.


Henri yang melihat itu, tentu saja tidak tinggal diam saja. Ia segera mengeluarkan senjatanya dari Inventory-nya. Senjatanya yang tak lain 2 pistol di kedua tangan genggamannya. Henri berlari ke arah Monster badak itu, ketika sudah ada di depannya, ia langsung melompatinya.


Ketika Henri sudah ada di atas Monster itu, dia langsung menekan kedua pelatuk pistolnya. Target tembakannya adalah leher Monster badak itu. Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Henri telah mendarat, kini ia berdiri di belakang Monster badak itu, dan ia tak berhenti terus menekan-tekan kedua pelatuk pistolnya. Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!! Dor..!!


Kulit di leher Monster itu lumayan keras, tapi Henri tak berhenti untuk tetap terus menembakinya, karena terlihat jelas, kulit dileher yang ia tembaki meninggalkan goresan luka. Monster badak itu berbalikkan badannya, dan memandang marah Henri yang terus menembakinya.


Sosok itu menggenggam pedang besar, dan bergerak maju menuju Monster badak. Slassh...!!! Dia menebas leher Monster badak itu hingga kepalanya terputus. Henri sedikit memiringkan kepalanya, dan melihat sosok yang telah datang membantunya.


Sosok itu tak asing di matanya, Henri bersuara. "Albert ?"


Albert berbalik dan meninggalkan mayat Monster badak yang sudah tergeletak tak bernyawa itu. Kini ia berdiri di hadapan Henri. "Kau makin lemah saja." ucapnya sambil menancapkan ujung pedangnya ke tanah.


Henri tersenyum remeh dan menggeleng-gelengkan kecil kepalanya. "Kau yang telah mengambil peranku. Lagi pula, kepala Monster itu sudah terluka karena peluruku. Bisa dikatakan, tanpa lukanya, kamu takkan bisa menebasnya."

__ADS_1


"Tapi tetap saja, aku yang membunuhnya." ucap Albert yang tak mau kalah.


"Ya ya ya, terserahmu saja." balas Henri yang tak mau ambil pusing dan ia lelah berdebat dengan orang jenis Albert.


Lalu terdengar suara banyak langkah kaki mendekat. Henri menoleh, sudah ia duga, ada Julia, yang tak lain istrinya Albert. Tak hanya itu, karena ratusan atau pasukan Hunter Perusahaan Guild BROWN juga datang. Albert bersuara. "Kalian sudah menyelesaikan bagianmu ?"


Julia yang menjawab mewakili pasukan suaminya. "Ya, sungguh mudah, lagi pul tadi Monster-Monster yang kami bunuh hanyalah Monster Rank C."


Lalu salah satu Hunter bersuara. "Tapi ada yang aneh dengan semua Monster yang telah kita bunuh."


"Apa itu ?" sahut Albert.


"Semua Monster yang kita bunuh, tidak seperti saat kita membunuh mereka ketika berada di Dungeon. Yang dimana setelah kita membunuh mereka, seharusnya tubuh mereka memudar dan meninggalkan intinya. Tapi kali ini tidak." jawab Hunter itu.


Lalu ada salah satu Hunter lagi menambahkan. "Tubuh mereka tidak memudar, tadi beberapa dari kami sempat membelah tubuh mereka, tapi hasilnya nihil, tidak ada intinya sama sekali."


Albert dan Henri yang belum sempat terkejut atau terheran mendengar penjelasan kedua Hunter itu, tiba-tiba ada sosok mahluk besar mendarat cukup jauh kurang lebih 50 meter di depan mereka. Meski jaraknya 50 meter, efeknya mampu membuat tanah ikut berguncang.


Bahkan Henri, Albert, Julia, dan pasukan Hunter Perusahaan Guild BROWN juga bisa merasakan guncangan tersebut. Pandangan mereka mulai terfokus melihat sosok yang tiba-tiba datang itu. Seketika mereka semua terkejut bukan main melihat seekor Wyvern yang kini juga memandang mereka.


______________________

__ADS_1


Jangan Lupa Like.


__ADS_2