
"Apakah aku mengganggu waktu bersantaimu Tuan Harimau ?" Sean bertanya kepada seekor Harimau yang memiliki tubuh besar dengan tinggi hampir 3 meter. Dan sebuah tanduk di kepalanya itu. Tepatnya hewan itu adalah Bos Monster.
Harimau itu tidak menjawab, melainkan hanya menggeram keras ke arah Sean yang berdiri tak jauh di depannya. Sean bersuara lagi. "Sepertinya kamu tidak bisa diajak berbicara."
"Kalau begitu,..." kata Sean menggantung. Tiba-tiba keluarlah senjata Kapaknya dari cincin penyimpanan miliknya. Lalu ia arahkan ujung atas Kapaknya ke arah Harimau itu. "Mati."
Wuuass...!!
Sean langsung terbang dalam kecepatan yang hebat ke arah targetnya. Lalu ia langsung mengayunkan Kapaknya dengan gerakan vertikal. Braakkk...!!
Sean menatap tajam ke arah Harimau itu yang berhasil melompat mundur. Monster Harimau itu ternyata bisa menghindari serangannya. Dengan cepat, Sean bergerak maju dan langsung menyerang Monster Harimau itu. Braakk...!!
Lagi-lagi serangannya bisa dihindari. Harimau itu melompat ke samping. Tak ada 3 detik Harimau itu setelah menghindar, dia langsung maju ke arah Sean dan melayangkan salah satu kaki depannya. Dia berniat menyerang balik Sean dengan cakarannya.
Terlihat di kaki Harimau itu yang digunakan untuk menyerang, seperti diselimuti cahaya energi berwarna merah. Sean yang sadar hal itu, tentu saja ia melompat mundur sejauh mungkin, karena ia merasakan hal tidak bagus.
DUAR...!!
Sebuah ledakan dari tempat sebelum Sean menghindar. Sean yang sudah berhasil mundur 20 meter, ia mengerut dahinya. Ia melihat efek serangan Harimau itu sangatlah luar biasa. Akibat serangan barusan bisa membuat lubang di tanah berdiameter 5 meter lebih. Disertai dengan retak-retakan tanah disekitarnya.
Sean yang dalam posisi dalam waspada, ia pun berdiri tegak ke arah Harimau itu yang sedang menatap tajam padanya. Sean tersenyum, lalu ia berkata. "Tak hanya memiliki insting yang bagus, ternyata kau juga hebat dalam segi menyerang."
Monster Harimau tak menjawab, ia masih saja menggenggam ke arah Sean. Seakan Sean adalah pengganggu yang telah memasuki wilayah kekuasaannya. Sean pun bergumam. "Sepertinya ini takkan berakhir dengan cepat."
Sean pun berlari ke arah Monster Harimau itu. Di sisi Sang Harimau, di waktu bersamaan, dia juga berlari ke arah Sean. Semakin mendekat, mereka pun saling melompat maju menyerang lawan mereka masing-masing.
__ADS_1
.....
Sementara di Dungeon Lain, terlihat Peter tengah berlari dalam gerakan cepat kilatnya. Sambil berlari, ia menyerang dengan menebak leher Monster-Monster yang ia lewati. Tidak ada 1 menit, pasukan Monster berjumlah ratusan itu, dibuat mati olehnya dengan menggunakan pedang katananya.
Kini Peter berada di Dungeon berlatar di sebuah pulau, dengan cuaca yang sudah malam. Saat ini ia berada di tepi pantai. Awalnya, ia tak melihat siapapun, bahkan Hunter yang biasanya berantusias untuk memburu Monster. Tetapi kali ini. Ia tak merasakan keberadaan mereka.
Sudah hampir satu jam hampir mengelilingi Pulau, akhirnya ia menemukan pasukan Monster yang mungkin ada ratusan. Peter langsung masuk ke dalam Mode Petirnya dan langsung bergerak secepat kilat menebas leher mereka.
Peter pun bergumam. "Hm..., sepertinya aku harus masuk ke dalam hutan." bersamaan Mode Petirnya, ia hilangkan.
Ia pun berjalan memasuki hutan lebat yang ada di pulau itu. Peter mungkin terlihat santai saat ini, tetapi dalam dirinya, ia tak mengurangi rasa kewaspadaan sekitar. Tentu saja, ia harus siap kapanpun meski ia terlihat santai.
Tak lama Peter di dalam Hutan, pun melihat sebuah Pohon besar yang mungkin tebal diameter batangnya kurang lebih 10 meter. Dan memiliki tinggi yang mungkin ada 30 meter saja. Peter saja dibuat kagum melihatnya.
Tiba-tiba ada sebuah gerakan datang dari samping. Peter yang kaget bukan main, ia segera melompat setinggi mungkin agar terhindar dari serangan yang datang tiba-tiba padanya. Setelah berhasil menghindar, ia pun mendarat dalam posisi berlutut.
Peter terkejut bukan main melihat sosok yang ada di depannya, hingga membuatnya harus melompat mundur untuk berjaga jarak. Ya sosok yang ada di depannya ini adalah Pohon besar yang baru saja dibuat kagum olehnya, kini terlihat seperti Pohon yang menyeramkan.
Di batang pohon itu memiliki 3 lubang. 2 lubang dengan ukuran yang sama, 1 lubang besar yang terlihat seperti menyeringai. Sudah dipastikan 2 lubang itu adalah kedua matanya dan 1 lubangnya lagi yang besar adalah mulutnya.
Ya, Monster Pohon, sayangnya Monster Pohon ini tak bisa bergerak bebas kemana pun, karena ia harus selalu berada di tempatnya. Peter pun berdiri tegak. Ia memandang ke arah Monster Pohon itu dengan tatapannya yang masiu terkejut.
Ia segera menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri. Peter segera memasang kuda-kudanya. Pedang katana yang ia genggam di tangan kanannya, ia pegang dengan erat, lalu terlihat percikan Petir. Ia bergumam. "Dalam hidupku, baru kali ini aku melihat sosok Monster Pohon seperti ini."
"Kalau ada Arkhan, pasti dia akan membuat golem dark elemen kayunya buat melawan Monster ini." tambahnya.
__ADS_1
"Aku takkan kalah." setelah mengucapkan kata itu, Peter pun bergerak secepat kilat ke arah Monster Pohon itu untuk menyerang.
.....
Sementara di waktu bersamaan, terlihat seorang Gadis cantik yang mengenakan gaun hitam biru. Tangan kanannya menggenggam tongkat sabit. Dia berdiri di kelilingi oleh 30 Hunter. Gadis ini tak lain adalah Queen, Manusia setengah Vampir.
Saat ini ia berada di dalam Dungeon yang berlatar memiliki banyak sekali bangunan yang runtuh dan yang tak terpakai lagi. Tepatnya, Dungeon itu adalah bekas wilayah kota Kerajaan, yang saat ini Kerajaan itu sendiri sudah sudah hancur.
Niat masuk Dungeon untuk membunuh Monster, Queen malah di kelilingi oleh sekelompok Huntet itu. Sebelumnya, baru saja ia masuk ke Dungeon, ia langsung disambut pasukan Monster yang mungkin berjumlah 100. Tentu saja, Queen dengan mudahnya membunuh mereka semua, meski membutuhkan hampir 1 jam.
Akan tetapi, beberapa saat kemudian setelah ia membunuh ratusan Monster itu, datanglah sekelompok Hunter yang tiba-tiba langsung mengelilinginya. Queen memandang mereka dengan tatapan dingin, ke-30 Hunter ini bercampur Laki dan perempuan.
Queen tersenyum, lalu berkata. "Apa sedang terjadi ? Aku baru saja membunuh pasukan Monster, tiba-tiba sekelompok menyedihkan ini datang mengelilingiku."
Lalu salah satu Hunter dari mereka menjawab. "Jaga cara bicaramu Gadis aneh !! Kelompok Tim kami bukanlah Tim yang menyedihkan."
Queen sedikit memiringkan kepalanya, dan mengangkat alis sebelahnya. Ia masih memperlihatkan senyuman seriangainya. "Benarkah ?"
Salah satu Hunter dari mereka berkata. "Beraninya kamu merebut incaran kami semua."
Lalu salah satu dari mereka melompat maju ke arahnya, dan melayangkan pedangnya untuk menyerang. Tang...!! Queen menggunakan tongkat sabitnya untuk menahan serangan itu. Queen tersenyum menyeringai dan bersuara. "Jadi Kau dulu yang ingin bermain denganku ?"
______________________
Jangan Lupa Like.
__ADS_1