
Masih di dalam Dungeon. Terlihat ke-10 Hunter tengah berlari dari pasukan Monster yang mengejar mereka. Mereka terus berlari menuju arah tempat semua, yang dimana Portal masuk keluar mereka. Dimana mereka semua sedang berlari, tiba-tiba dibuat heran ketika melihat 5 orang berdiri yang tak jauh di depan mereka.
Kelima orang terdiri dari 4 laki-laki tampan dan 1 perempuan cantik, dan mereka memakai pakaian yang bermacam-macam. Mereka berdiri diam memandangi ke-10 Hunter yang sedang berlari dari kejaran para pasukan Monster.
Sang ketua Tim berteriak keras. "Apa yang kalian lakukan disini ?!?! Disini bukan tempat bermain !! Cepatlah berbalik dan pergi dari tempat ini !!" teriaknya sambil berlari.
Bukannya menuruti perkataan dari ketua Tim itu yang telah memberitahu peringatan, yang ada kelima orang itu tidak berbalik dan berlari, malah tetap diam di tempat mereka berdiri. Salah satu dari mereka, seorang Pria dewa yang tampan mengenakan jubah merah san celana zirah emas melangkah maju.
"Kau dan kelompok ingin mati ?!" ucap sang ketua Tim yang kini berdiri di depan Pria itu.
Pria itu, yang tak lain Reyhan hanya memasang wajah datarnya. Ia memegang salah satu pundak ketua Tim itu dan mendorongnya kesamping, seakan jalannya terhalangi. "Tekadmu bagus. Tapi, jangan menghalangiku." ucapnya, lalu ia berjalan pergi.
Ketika akan memberi peringatan lagi, wakil ketuanya mencegahnya. "Biarkan saja mereka, lebih baik kita pergi dari sini. Keselamatan diri adalah hal yang terpenting."
Ketua Tim membantah. "Hei..., aku mana mungkin meninggalkan seseorang demi menyelamatkan diriku sendiri."
Saat sang wakil kedua akan bersuara, seseorang Pria tampan berambut gondrong, dia tak lain adalah Sean, ia bersuara lebih dulu. "Kalian terlalu berisik. Tak usah memperdulikan kami." ucapnya lalu ia berlari ke arah pasukan Monster yang sudah mendekat.
Sean berlari melewari Reyhan yang sedang berjalan santai ke arah pasukan Monster. "Aku duluan Senior !!" ucapnya, lalu ia melompat, bersamaan ia mengeluarkan Kapaknya. Ia pun masuk ke dalam pasukan Monster dan langsung memberi serangan.
Sean dan Reyhan yang sudah maju, lalu pemuda tampan yang berambut perak pun juga tak mau kalah. Dia mengeluarkan pedang katananya, lalu ia pun berlari. Ia berlari melewati Reyhan, dan mendekati Sean yang kini sedang bertarung di tengah-tengah pasukan.
Peter dan Queen, mereka berdua pun ikut maju berlari ke arah pasukan Monster yang sedang bertarung melawan Sean, dan Arkhan. Mereka juga sama-sama mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Dan Reyhan, ia pun melancarkan serangan ribuan pedang dan tompak ke arah para Monster.
Ke-10 Hunter yang tadinya berlari, kini mereka terdiam melihat ke-5 orang asing itu bertarung dengan sangat hebat, tepatnya mereka terlihat sangat kuat seakan pasukan Monster itu masih bukan apa-apa untuk mereka.
__ADS_1
"Mereka terlihat kuat dan hebat."
"Kau benar."
"Apa mereka Hunter ?"
"Kalau mereka Hunter, seharusnya kita pasti kenal dengan mereka."
"Mereka seperti Hunter yang beruntung."
Itulah komentar ke-6 Hunter yang melihat aksi pertarungan Reyhan dan yang lainnya dalam menghadapi pasukan Monster. Sedangkan Ketua Tim mereka, menggeleng-gelengkan kepalanya. Pasalnya kalau seorang Hunter yang beruntung, pasti ia mengenalnya.
Dan mereka berlima benar-benar terlihat sangat asing. Lalu mereka dibuat terkejut, karena kelima orang itu bisa menggunakan Elemen tanpa harus memanipulasi Elemen disekitarnya. Mereka berlima bertarung seakan mereka lebih profesional.
"Mereka hebat. Aku tak menyangka ada sekumpulan Hunter beruntung."
Ke-9 anggotanya menoleh ke arah Sang ketua Tim. Lalu pandangan mereka kembali beralih memandang masing-masing dark kelima orang asing itu yang sedang bertarung hebat di tengah-tengah pasukan Monster.
.....
Disisi Arkhan, ia menggenggam pedang katananya di tangan kanannya. Setiap ayunan pedangnya, membuat lebih dari 3 Monster mati kehilangan kepalanya. Gerakan tubuh Arkhan sangat lincah, dan terkesan halus.
Ditambah Arkhan menggunakan Sihir Elemen Kayu, karena setiap tanah yang ia injak, banyak sekali akar-akar yang terus keluar dari tanah. Akar-akar itu bisa memanjang, dan ujungnya runcing. Semua akar-alar itu terlihat seperti ular, tak hanya untuk menyerang para Monster dan juga untuk perisai untuknya.
.....
__ADS_1
Disisi Sean, setiap ia menyerang, selalu ada ledakan. Ya, dia masuk ke mode Petirnya. Serangan Kapaknya, juga terlihat sangat ganas, Monster yang ada didekatnya dalam jarak 1 meter, belum bersentuhan saja, mereka langsung kejang-kejang.
Sean terlihat santai. Terkadang ia melempar Kapaknya ke segerombolan Monster. Kapaknya bergerak memutar-putar menyerang semua Monster, sedangkan dirinya hanya mengandalkan fisik dan bela dirinya hebat miliknya, meski begitu, efek serangannya tidaklah kecil, karena ia memakai mode Petirnya.
.....
Disisi Peter, dia menggunakan pedang yang terselimuti Api Biru. Setiap Moster yang ia tebas langsung terbakar hingga tak tersisa. Sesekali ia melancarkan bola Api biru dan membuat ledakan yang cukup membuat hebusan angin yang mementalkan Monster di dekat ledakan.
Pedang sudah tak terselimuti Api biru, lalu ia menggunakan mode Petirnya, sama seperti Sean, hanya saja bedanya ia menggunakan pedang katananya. Gerakannya sangat cepat. Sesekali ia bergerak bagaikan kilat, setiap Monster yang ia lewati, kepala mereka langsung terpenggal.
.....
Disisi Queen, yang tak lain si Manusia setengah Vampir, sudah tak jauh dari kata Gila. Bruntalnya dia menyerang semua Monster dengan menggunakan tongkat sabitnya. Bahkan dari semua tempat para Seniornya, hanya dia saja yang berisik, dia benar-benar terlihat menikmati membunuh para Monster yang mendekatinya.
Dia terus tertawa sambil bertarung. Ke-10 Hunter yang melihatnya, dibuat merinding. Padahal awalnya ke-7 Hunter laki-laki terpesona dan memuji kecantikan yang dimiliki oleh Queen. Hingga akhirnya, ketika melihat kegilaan di balik kecantikannya, mereka menarik pujian mereka.
.....
Disisi Reyhan, dia berdiri dengan tenang saja. Ia hanya melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Terdapat 10 cahaya Portal di atasnya, dan mengeluarkan ribuan pedang dan tombak. Semua senjata yang keluar dari Portal, meluncur segala ke arah Monster-Monster yang ada di dekatnya atau yang ada jauh dari jaraknya.
Ada 3 Portal lagi muncul masing-masing di kanan kirinya. Ke-6 Portal itu mengeluarkan Bola Api Biru dalam jumlah yang tak terhitung. Entah sudah berapa Monster yang sudah dibuat mati olehnya. Bahkan ada yang mencoba melarikan diri, meski ujung-ujungnya akhirnya mati juga.
.....
Tak ada 20 menit, Reyhan dan keempat Juniornya telah mengalahkan pasukan Monster, tinggallah Bos Dungeon yang berwujud Manusia yang hanya mengenakan zirah dan memiliki tinggi lebih dari 15 meter, kata lain mahluk itu yang tak dari Ras Titan.
__ADS_1
______________________
Jangan Lupa Like.