Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 35 : Mengerahkan Semuanya.


__ADS_3

Tang..!! Ting..!! Tang..!! Ting..!!


Terlihat 3 orang tengah terbang di langit. Mereka saling beradu senjata mereka. 2 orang bertarung melawan 1 orang. Mereka tak lain Reyhan, dan Sean melawan Hahn.


BUGH...!!


Hahn pun dibuat mundur, setelah menerima sebuah pukulan di dadanya yang dilancarkan oleh Sean padanya. Karena posisinya sedang terbang di langit, ia segera mengimbangi tubuhnya agar tidak terus melayang mundur, bahkan pedangnya terlepas dari genggamannya.


Melihat itu, Sean pun begerak cepat terbangnya mendekati Hahn, ia melayangkan Kapak petirnya ke tubuh Hahn. Dan Reyhan melayangkan pedangnya ke arah leher. Hahn yang menyadari itu, ia pun menahan serangan mereka berdua. Dengan kedua tangan kosongnya, ia menggenggam senjata Reyhan dan Sean.


Hahn tersenyum memandang Reyhan dan Sean bergantian. "Kalian berdua benar-benar hebat. Tetapi sayang sekali, karena kalian tidak ada dipihakku."


Reyhan dan Sean tak menjawab, mereka terus menekan senjata mereka masing-masing. Disisi Hahn yang menahan senjata mereka, ia tersenyum menyeringai. "Jadilah bawahanku. Aku akan mempoisikan kalian di posisi yang layak."


BUGH...!!


Reyhan memberikan sebuah tendangan di perut Hahn. Hahn pun terdorong kebelakang. Reyhan dan Sean kembali maju, dan melayangkan senjata mereka. Hahn, yang melihat itu, segera memutar-putarkan tubuhnya sehingga terciptalah sebuah angin yang besar yang disertai kilatan Petir berwarna Hitam.


Angin yang ditimbulkan oleh Hahn, mampu membuat sekitarnya terhempas kemana. Reyhan dan Sean tak bisa terbang dengan tenang, dan mereka di buat mundur puluhan meter. Mereka berdua tak bisa melancarkan gerakan untuk menyerang.


Reyhan dan Sean yang masih melayang di langit, memandang Hahn dengan ekspresi dingin. Reyhan pun mengeluarkan banyak sekali Portal di sekelilingnya, sedangkan Sean, ia memutar-putarkan Kapaknya untuk membuat Petir yang besar.


Hahn yang telah berhenti berputar, ia langsung melesat terbang ke arah mereka berdua. Tubuhnya telah diselimuti Api Hitam dan Petir Hitam. Reyhan pun melancarkan semua Portalnya untuk meluncurkan semua senjatanya ke arah Hahn yang terbang ke arahnya.

__ADS_1


Dan Sean, ia menghentikan putaran Kapaknya. Banyak Petir yang terkumpul yang menyelimuti Kapaknya, Sean pun melemparnya ke arah Hahn. Disisi Hahn,ia tersenyum melihat mereka berdua melancarkan serangan mereka masing-masing ke arahnya. Bukannya takut, Hahn semakin bersemangat.


Hahn maju menghindar semua pedang dan tombak yang datang ke arahnya. Ia lalu melihat sebuah Kapak yang diselimuti cahaya Petir yang terlihat garang. Dengan mudahnya Hahn menangkap Kapak itu dan mengayunkan dan melemparnya untuk kembali ke arah pemiliknya.


Sean pun menangkap senjatanya, ia terdiam karena tak menyangka kalau Hahn dengan mudahnya menyentuh senjatanya dan melemparnya. Karena jug senjata Kapak Petir hanya bisa disentuh oleh orang-orang yang menurutnya pantas. BUGH...!! Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di wajahnya.


Sean pun terdorong beberapa meter dari tempatnya. Rupanya Hahn lebih yang memukulnya. Ia terlihat tersenyum menyeringai. Lalu pandangan beralih ke arah Reyhan yang sedari tadi diam sambil meluncurkan semua serangan pedang dan tombaknya.


Hahn pun terbang mendekatinya, dia siap akan melencarkan pukulannya. Reyhan yang tau hal itu, ia segera mengeluarkan perisai dari Portalnya. Dan Tang.....!! Suara pukulan Hahn yang tertahan oleh perisai milik Reyhan. Reyhan membuang perisainya lalu ia melayangkan salah satu kakinya.


DUGH...!!


Tendangan yang dilayangkan dari Reyhan, membuat Hahn terdorong puluhan meter di langit. Hahn mengimbangi tubuhnya agar tak terus terdorong. Ia tersenyum melihat Reyhan dan Sean yang terbang bersebelahan puluhan meter di depannya.


"Kalian benar-benar hebat. Aku Dewa Iblis mengakui kehebatan kalian berdua." ucap Hahn, tubuhnya pun mengeluarkan sedikit aura berwarna hitam.


Sean mengangguk kepalanya. "Aku juga berfikir seperti itu. Jadi seperti ini kekuatan dari Dewa Iblis. Sepertinya dia bisa lebih kuat lagi."


Reyhan mengangguk kepalanya setelah mendengar ucapan Sean. Ia pun berkata. "Kerahkan semua yang kita miliki untuk menghadapinya." setelah mengucapkan itu, tiba-tiba seluruh tubuhnya bercahaya.


Beberapa saat kemudian, cahaya itu redup kini, penampilan Reyhan berubah, ia sekarang mengenakan zirah berwarna hitam. Kedua tangannya sama-sama menggenggam pedang. Pedang di tangan kanannya diselimuti Api Merah, dan Pedang di tangan kirinya diselimuti Api Hitam.


Di belakang punggungnya, terlihat sepasang sayap transparan. Disisi Sean, tubuhnya semakin diselimuti cahaya putih kebiruan dan sertai percikan petir diseluruh tubuhnya, dan juga, kedua matanya bercahaya. Kapak di genggamannya juga bercahaya dan diselimuti percikan Petir.

__ADS_1


Hahn tersenyum dan ia semakin bersemangat. Aura Hitamnya semakin pekat. Lalu muncullah 2 pasang tanduk di dahinya. Rambutnya pun memanjang. "Sepertinya, ini akan menjadi pertunjukan yang hebat."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Hahn pun menghilang. Begitu juga dengan Reyhan dan Sean yang sama-sama menghilang. Mereka bertarung dilangit. Gerakan mereka sangatlah cepat. Gerakan mereka bagaikan kilat yang saling bertabrakan dilangit.


.....


Disisi lain, di waktu bersamaan, Telihat Monster Troll yang tubuhnya dipenuhi dengan luka. Dia tak bergerak dari tempat ia berdiri, meski begitu, dia masih kokoh tetap berdiri. Belasan meter di depannya terlihat 3 orang yang sama-sama menggenggam senjata. Mereka bertiga tak lain Peter, Arkhan, dan Queen.


Penampilan mereka tak begitu berantakan. Kecuali Queen, karena ia mengenakan gaun kelas atasnya, meski begitu, ia sungguh muak dengan Monster yang ada didepannya itu. Mereka bertiga mendongak, dan memandang langit setelah mendengar suara bertarungan yang tak biasa.


Peter bersuara. "Senior Reyhan dan Senior Sean sudah mulai serius."


Arkhan mengangguk kepalanya. "Kita juga tidak boleh kalah dari mahluk yang ada didepan kita."


Queen berkata. "Kau benar, karena Monster yang di depan kita ini hanyalah budak yang baru saja lahir." dia pun teringat sesuatu. Ia menoleh ke arah Arkhan. "Bukankah Soul Stone milikmu itu bisa memanipulasikan jiwa ? Coba kamu gunakan untuk mengendalikan jiwa Monster Troll ini."


Peter pun berkata kepada Queen. "Apa yang dikatakan olehmu, ada masuk akalnya. Tetapi saat ini kita jangan boleh menggunakan, karena Hahn akan menyadarinya, secara dia juga belum tau tentang Infinity Stone."


"Dan bisa saja Hahn akan mengincar semua Infinity Stone dari kita semua setelah melihat kehebatan dari salah satu Batu milik kita. Kau bisa merasakan kekuatannya bukan, bahkan kedua Senior kita mengerahkan semua kekuatannya. Jadi kita tak bisa sembarangan menggunakan Infinity Stone kita." tambahnya.


Arkhan pun bersuara. "Untuk sementara, kita harus menggunakan semua kekuatan yang kita miliki. Senior Reyhan dan Senior Sean pasti juga menyadari hal ini. Buktinya mereka mengerahkan semua kekuatannya."


Lalu Monster Troll yang ada didepan mereka bertiga pun melangkah maju. Peter, Arkhan, dan Queen pun bersiap. Mereka bertiga pun melesat meju untuk menyerang kembali ke Sang Monster Troll.

__ADS_1


______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2