Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 56 : Datang Menyusul.


__ADS_3

Queen memasang kuda-kudanya, ia memandang dingin ke arah Monster Gorila yang berbarak 10 di depannya sambil berteriak keras dan memukul-pukul dadanya. Bahkan membuat Queen secara reflek menjatuhkan senjata dan menutupi kedua telinganya. Monster Gorila itu maju mendekatinya.


Queen yang tak siap dan kepalanya yang masih terasa pusing dan tambah pusing, ia hanya bisa melompat mundur meninggalkan senjata di sana. Ia harus menjauhi Monster Gorila itu terlebih dahulu. Dan Gorila itu, ia meraih senjatanya Queen dan melemparnya.


Hap...!! Queen menangkap senjatanya bersamaan ia mendaratkan kedua kakinya di tanah. Ia segera melesat pergi menjauhi Monster itu. Ya, Monster Gorila itu tidak akan melepaskan Gadis setengah Vampir itu pergi. Queen segera mempercepatkan gerakan kakinya.


Meski Queen cepat, dan Monster Gorila itu lambat, entah kenapa dirinya tak bisa lepas dari Monster itu. Tiap kali ia menemukan sebuah persembunyian yang bekas kota Kerajaan, Monster Gorila itu selalu bisa menemukannya. Queen pun menduga kalau Monster itu memiliki indra penciumannya yang tajam.


Disini 'lah, Queen mulai merasa kesal. Meski ia memiliki kemampuan regenerasi dan memiliki kecepatan dalam bergerak, ada satu kekurangan pada dirinya, yaitu dirinya tak bisa terbang. Di Tim-nya yang hanya bisa terbang, Reyhan, Sean, dan Peter.


Rasa pusing di kepalanya sudah menghilang, Queen segera menyudahi tindakannya yang terus menjauh. Dia mulai melawan arah, yang tak lain menuju kepada Monster Gorila itu yang kini sedang mencarinya. Beberapa saat kemudian, ia menemukannya.


Monster itu terus berlari ciri khasnya layaknya hewan Gorila dan mencari keberadaannya. Queen berlari cepat ke arah Monster itu, dan berteriak. "Kau Monster yang harus kubunuh..!!"


Jarak mereka semakin mendekat. Queen langsung melayangkan tongkat sabitnya ke arah Monster itu yang juga mengangkat kedua tangannya yang sudah diselimuti energi hitam.


DUAR...!!


Tak hanya Gorila itu yang terpental mundur, Queen pun juga ikut terpental mundur setelah serangan mereka saling menghantam. Mereka berdua berdiri, lalu mereka maju kembali dan bertarung.


.....

__ADS_1


Di sisi lain, terlihat seorang pemuda berjaket hitam hoodie sedang berdiri di atap salah satu gedung di pusat kota. Dia bukan lain adalah Peter. Dia memandangi seluruh kota dari atapnya. Ia memenjam kedua matanya untuk fokus mencari seseorang. Peter sudah keluar dari Dungeon di detik-detik terakhir beberapa saat lama yang lalu.


Peter membuka kedua matanya, pandangan tertuju ke arah depan. Mungkin jaraknya sedikit jauh dari tempatnya. Peter sedang mendeteksi Portal yang dimasuki oleh Gadis tercintanya yang tak lain Queen. Tentu saja, dia berniat menyusul ke keberadaan Gadis setengah Vampir itu.


Dia sebelumnya telah memberi sebuah cincin yang sudah ia tanamkan energi mananya, agar ia bisa melacak keberadaan sang pujaan hatinya. Ia pun segera masuk ke dalam Mode Petirnya, dan langsung melesat terbang cepat meninggalkan tempat itu.


Tak lama kemudian, Peter pun berhenti, ia melayang di udara yang mungkin jaraknya 100 meter dari permukaan tanah. Ia melihat sebuah Portal yang sedang dijaga oleh beberapa tentara. Dia juga melihat banyak sekali Hunter yang baru saja keluar.


Salah satu dari mereka berbicara dengan salah satu tentara. Entah apa yang mereka bicarakan.Tetapi fillingnya mengatakan kalau mereka berbicara tentang keberadaan Dungeon yang ada di dalam Portal itu.


Semua tentara terlihat buru-buru ke pos penjaga. Peter begumam. "Apa yang telah terjadi ?"


Peter memperhatikan Portal itu dari tempat ia melayang terbang di udara. Ia pun segera terbang turun dengan cepat-cepat untuk masuk ke dalam Portal itu. Ia yakin, Queen ada di dalam karena ia merasakan energi mananya ada dari dalam Portal tersebut.


.....


Sementara di sisi lain, di waktu bersamaan, Queen masih bartarung melawan Monster Gorila. Mereka terlihat imbang. Queen masih terlihat baik-baik saja meski nafasnya terengah-engah. Dia memandang dingin ke arah Monster Gorila itu.


Begitu sebaliknya dengan Sang Monster Gorila. Penampilannya banyak sekali luka dan darah di tubuhnya. Akan tetapi Monster Gorila itu masih terlihat baik-baik saja dan tak terlihat lelah sama sekali. Dia terlihat semakin bersemangat melawan Gadis setengah Vampir itu.


Queen mengatur nafasnya, lalu ia membuang senjata, ia marah. Ia pun langsung melesat maju ke arah Monster Gorila. Dia benar-benar tak terima bila dianggap imbang dengan lawannya. "Kau benar-benar harus kubunuh...!!"

__ADS_1


Monster Gorila pun juga maju mendekati Queen yang datang ke arahnya. Mereka pun saling menyerang, beradu tinjuan dan bertahan. Entah apa yang merasuki Queen saat ini, dirinya benar-benar terobsesi untuk membunuh Monster Dungeon ini.


Queen pun melompat mundur, sambil mengarahkan kedua tangannya ke arah Monster Gorila. Ia berteriak. "Aku takkan menahan diri..!!"


Bersamaan Queen mendarat, banyak sekali batu-batu Es disekelilingnya. Ia pun bergumam. "Hujan Es."


Batu-batu Es pun bergerak meluncur ke arah Monster Gorila itu. Monster Gorila itu bertahan dengan menyilangkan kedua tangannya di tepat tubuhnya hingga ke kepalanya. Queen menyudahi serangan Hujan Esnya, ia pun melesat maju.


Ketika sudah dekat, tepat di depan Monster itu, Queen mengarahkan salah satu tangannya dengan telapak terbuka, dia berniat mencengkram kepala Monster Gorila itu. Akan tetapi, ia dibuat t, melihat Monster Gorila itu melayangkan pukulannya dari salah satu tangannya.


Queen langsung menyilangkan kedua tangannya. BUGH...!! Sebuah hantaman keras mengenaik lengannya. Queen pun dibuat terdorong mundur lagi, meksi dalam bertahan, Monster itu berhasil membuatnya mundur. Queen menurunkan kedua tangannya.


Ia berdiri di tempatnya dan terus memandang dingin ke arah Monster Gorila. Ambisinya sangat besar, Queen benar-benar ingin membunuh Bos Dungeon itu. "Aku tidak peduli, bila kau berakal atau tidak." Queen pun melesat maju.


"Kubunuh kau..!!" Queen berteriak, dan akan memberi pukulannya.


Monster Gorila itu menyilangkan lagi kedua tangannya untuk bertahan. Tiba-tiba, sebuah cahaya Petir melewati Monster Gorila itu dari belakang dengan kecepatan tinggi. Slasshh...!!


Sebuah luka sayatan di punggung Gorila itu. Sontak membuat Monster Gorila itu berteriak kesakitan. Pertahanannya terbuka. BUGH...!! Wajah Gorila itu berhasil terkena sebuah hantaman dari pukulan Queen, dan membuatnya terdorong ke belakang beberapa meter.


______________________

__ADS_1


Jangan Lupa Like.


__ADS_2