Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 32 : Sang Troll.


__ADS_3

"Tuan, saya ingin memberitahu, kalau kelima orang asing yang ada maksud, telah muncul, di Dungeon S. Lokasi, Portal ke-4 di dekat perbatasan pusat kota dan kota kecil."


"Baiklah kalau begitu. Aku minta segera hubungi yang lainnya. Dan juga, aku minta tahan mereka, agar tidak pergi sampai aku datang."


"Baik, aku mengerti."


Tutt...


Kelompok 5, yang berisi 4 orang Hunter, telah kedatangan tamu, yang tak lain 5 orang asing. Yang awalnya mereka sedang kesulitan menghadapi Bos Dungeon, Monster Troll, tak diduga kelima orang asing itu datang melimpuhkan Bos Dungeon itu.


Salah satu dari mereka ber-4, segera menghubungi Asosiasi Hunter yang ada di pusat kota. Karena sebelumnya, ketika mereka akan menjalankan tugas, Perusahaan Guild mereka meminta mereka untuk segera menghubungi Asosiasi Hunter bila bertemu dengan 5 orang asing yang kini tengah menjadi perbincangan.


Tidak hanya mereka, hampir semua Hunter diberi perintah oleh Perusahaan Guild mereka masing-masing dengan memberi tugas yang sama. Tak terduga, beberapa Hunter yang tadinya sedang bertengkar malah kedatangan 5 orang asing itu.


Ya, dengan mudahnya mereka berlima melumpuhkan Monster Troll itu. Melihat itu, salah satu dari mereka ber-4 segera menghubungi pihak Asosiasi Hunter langsung dengan perangkat augma-nya.


Setelah menghubungi pihak tersebut, ia lalu memberitahu kepada ke-3 temannya. Meski tadi sempat bertengkar, tetapi mereka masih bisa mengontrol emosi mereka. Pandangan mereka memandang kelima orang asing itu yang tengah menahan Bos Dungeon itu.


Disisi kelima orang itu.


Reyhan memunculkan Portalnya lalu mengeluarkan rantai-rantainya dan mengikat kedua tangan dan kedua kaki Troll itu. "Aku harap dia bisa diajak bicara."


"Ya, karena aku sudah bosan bertemu dengan semua Bos Dungeon yang tak berakal." sahut Sean, sambil menodongkan senapannya ke arah salah satu mata Monster itu.


"Jujur saja, aku ingin sekali bertemu dalang D-Danger ini." ucap Peter juga mengarahkan pedangnya yang terselimuti Petirnya ke arah leher Troll itu.


"Begitu juga denganku." sahut Arkhan yang menggunakan Sihir Kayunya yang juga mengikat badan Troll itu.


Sedangkan Queen, ia diam berdiri saja sambil menggenggam tongkat sabitnya. Ia hanya memandang datar ke arah Monster Troll itu. Lalu pandangannya beralih ke arah 4 Hunter yang berdiri tak begitu jauh darinya.


"Siapa orang-orang menyedihkan itu ?" tanya Queen.


"Yang jelas mereka para Hunter." sahut Sean.

__ADS_1


Queen memandang Senior. "Kalau itu, aku juga tau. Maksudku, kenapa mereka hanya diam dan terus memandang kita. Seakan mereka sedang mengawasi kita." ucapnya, lalu pandangan kembali beralih ke arah 4 Hunter itu.


Setelah mendengar kata-kata Queen, mereka berempat pun juga menoleh ke arah 4 Hunter yang diam saja, dan terus memandang ke arah meraka berlima. Tiba-tiba terdengar suara. "Lepaskan aku, manusia hina !!"


Seketika Reyhan dan keempat Juniornya terbelalak lalu menoleh kepalanya ke arah Troll yang tiba-tiba bisa berbicara. Karena sebelumnya, Monster itu hanya bisa meraung karena kesakitan.


"Dia bisa berbicara ?" gumam mereka berlima bersamaan.


"Tentu saja aku bisa, jangan samakan aku dengan Monster yang pernah kalian hadapi." jawab Troll itu.


Reyhan pun menunduk, lalu ia berlutut dengan 1 lutut menyentuh tanah. Posisinya dekat dengan Monster itu. "Sebelumnya maaf telah membuatmu tidak nyaman."


"Tentu saja aku tidak nyaman. Parahnya seranganmu ini sangatlah sakit."


Reyhan menjawab. "Kami akan melepasmu. Tetapi sebelum itu, aku ingin berbicara dengamu."


"Berbicara ? Keuntungan apa yang kudapat setelah berbicara denganmu ?"


"Hanya melepaskanku ?"


Reyhan mengangkat alis sebelahnya. "Ya. Selain itu, apa yang kamu inginkan ?"


"Aku hanya ingin kebebasan, dan tak ingin tinggal disini lagi. Aku sudah lelah terus bersembunyi."


Sean pun bersuara. "Bersembunyi ??"


Troll itu mengangguk kepalanya. "Ya. Intinya, aku ingin pergi dari tempat ini. Karena tempat ini sudah tak layak di tempati. Aku menginginkan tempat yang baru, aku ingin tempat yang tenang."


"Kenapa kamu bisa berfikir dan memiliki keinginan seperti itu ?" tanya Peter.


Sang Troll menjawab. "Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, tempat ini sudah tidak layak untuk ditinggali. Sekarang lepaskan aku !!" ucapnya, dari ekspresi wajah Monsternya, terlihat ia sedang menahan rasa sakit.


"Apa kamu terkena pengaruh dari..." ucap Reyhan terpotong.

__ADS_1


"Terpengaruh dari apa ? Aku ini sudah bukan lagi Monster yang hebat !! Selama ini aku bersembunyi di Pulau ini selama 360 tahun lebih." ucap Troll itu memotong ucapan Reyhan.


Reyhan dan yang lainnya terkejut mendengarnya. Kalau diingat-ingat, memang ada benarnya karena setiap Dunia yang dilahap oleh D-Danger, Revolusi, Rotasi, dan Waktu akan menjadi kacau. Bila sudah lebih dari 360 tahun, maka bila disamakan waktu Multiverse, sudah terhitung 3 bulan lebih Troll ini bersembunyi.


Tapi anehnya, kenapa Troll ini bisa tidak kena pengaruh dengan D-Danger. Seharusnya semua Mahluk di setiap Dunia yang sudah dilahap D-Danger, akan terpengaruh menjadi Monster tak berakal, tetapi Troll ini tidak kena pengaruhnya.


Reyhan pun melepas rantai-rantainya yang mengikat kedua tangan dan kaki Troll ini. Melihat Reyhan melepaskan Monster itu, mereka juga menarik senjata mereka, begitu juga Arkhan, ia menghilangkan Sihir kayunya yang mengikat tubuh Troll itu.


Reyhan pun mengalirkan kekuatan regenerasinya ke Troll itu agar luka yang dideritanya menghilang. "Maaf, telah melukaimu."


Troll itu pun mengambil posisi duduk , ia memandang kelima orang ini. "Kalian benar-benar melepasku ?" lalu ia memandang Reyhan. "Kamu juga menyembuhkan lukaku ?"


Semua mengangguk kepalanya. Reyhan pun bersuara. "Kami melepasmu. Dan akan membawamu ke tempat yang aman. Karena selama ini kami sedang mencari solusi untuk menghentikan kejadian ini."


"Apakah ucapanmu bisa kupegang ?" tanya Troll.


Reyhan mengangguk kepalanya. "Tentu saja. Asal kau memberi kami informasi tentang apa yang telah kau alami selama ini."


Troll itu tersenyum, lalu ia menjawab. "Intinya, selama ini aku bersembunyi di Pulau ini. Semua Mahluk di yang kutemui, sudah benar-benar tak terlihat waras. Aku mati-matian berusaha untuk tetap hidup."


Lalu Troll itu bangun berdiri, Reyhan dan Peter yang paling dekat membantunya untuk berdiri. Meski Troll itu memiliki badan yang besar, mereka berdua tak masalah, bagi mereka tubuh Troll ini ringan.


Ketika Troll itu baru saja bangun.


Jleb....!!


Reyhan dan keempat Juniornya terbelalak melihat tubuh Troll itu tertusuk sebuah pedang besar dari belakang hingga tembus ke depan perutnya. Troll itu pun berlutut, lalu terjatuh di tanah.


Pedang yang menusuk tubuhnya pun terlepas dan melayang pergi menjauhi tempat itu. Reyhan dan keempat Juniornya menoleh siapa telah berani menyerang sang Troll secara tiba-tiba. Rupanya, tak jauh dari tempat mereka terlihat seorang berjubah hitam tengah terbang di langit.


______________________


Jangan Lupa Like.

__ADS_1


__ADS_2