Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 78 : Kekacauan - Penyatuan Infinity Stones.


__ADS_3

Wuuusss....!! Dengan cepat Hahn terbang dari tempat ia berkultivasi sebelumnya. Ia sangat penasaran, kenapa bisa ada kekuatan asing yang sangat kuat ? Bila kekuatan itu dari seseorang, bisa saja orang itu datang dari Dunia/Dimensi lain yang datang ke Dunia yang saat ini menjadi targetnya.


"Tapi itu mustahil, karena efek energi Kegelapanku menghentikan waktu Dunia ini." gumamnya.


Lalu Hahn menyadari sesuatu. Ia terbelalak, karena ia paham orang-orang yang bisa datang ke Dunia ini meski terkena efek energi Kegelapannya. Terlebih lagi Fang Lin, dia bisa datang ke Dunia ini.


"Sial, kenapa bisa aku melupakan ini." gumamnya dengan ekspresi marah.


Hahn marah karena ia lupa bagaimana Fang Lin bisa datang di saat Dunia ini sedang dalam efek Kegelapannya. Lalu ia teringat lagi saat efek Kegelapannya di 2 Minggu yang lalu, yang dimana efek Kegelapannya hilang beberapa menit.


Dan Fang Lin bisa mengenal Reyhan dan lainnya yang merupakan datang dari Dunia Lain. Benar-benar kesalahannya, karena ia terlalu fokus berkultivasi sehingga ia mengabaikan kejadian yang seharusnya ia cari dan apa penyebabnya.


Beberapa saat ia terbang dan mengabaikan semua Monster sedang mengacau di kota, akhirnya ia sampai di tempat sebelumnya, yang dimana tempat itu bekas pertarungannya dengan orang-orang itu sebelumnya. Ia diam terbang dan melayang.


Tatapan kedua matanya memandang ke arah orang-orang itu yang kini sedang melakukan yang menututnya aneh. Orang-orang itu sedang berusaha memasangkan batu-batu sebesar kelereng di sebuah sarung tangan zirah emas.


(sebut saja Gauntlet)


Masing-masing dari setiap keenam batu itu memiliki warna yang berbeda. Dan juga terpancar kekuatan yang luar biasanya. Tiba-tiba ia merasakan hawa kehidupan yang datang kepadanya. Wussss...!! Hahn segera menghindar, karena sosok Fang Lin datang dan menyerangnya.


"Sudah kuduga, kau akan datang." ucap Fang Lin yang kini terbang melayang 10 meter di depan Hahn.


Hahn mengangkat alis sebelahnya. "Ya, tentu saja, aku pasti datang karena aku merasakan kekuatan yang luar biasa. Dan juga kekuatan ini bukanlah kekuatan dari energi dari kehidupan."


Tak membalas perkataan Hahn, Fang Lin langsung melesat datang ke arahnya. Bersamaan ia mengeluarkan pedangnya. Hahn pun juga maju, ia hanya menggunakan tangan kosong, karena itu sudah cukup, karena saat ini Fang Lin bukanlah tandingannya.

__ADS_1


Fang Lin terus melayangkan pedangnya dengan gerakan vertikal, diagonal, dan horizontal ke arah Hahn. Dan Hahn sendiri, ia hanya menggunakan lengannya untuk menahan semua serangan Fang Lin. Hahn tersenyum, ia merasa gerakan lawannya ini mudah dibaca.


"Lambat." Hahn bergumam, dan melancarkan pukulan telak di salah satu pipinya Fang Lin.


Fang Lin terhembas beberapa meter setelah pipi kirinya terkena pukulan lawannya. Ia segera mengimbangi tubuhnya agar tak jatuh. Lalu ia kembali melesat datang ke arah Hahn. "Tebasan Amarah..!!"


Pedangnya Fang Lin di selimuti energi berwarna kebiruan. Ia melayangkan pedangnya dengan gerakan diagonal. Sebuah siluet sabit datang ke arah Hahn. BOOM...!! Terjadilah ledakan. Fang Lin berdiam di tempatnya melayang. Ia tak menyangka Hahn bisa menahan serangannya.


Dalam hatinya, Fang Lin terkejut karena ia bisa merasakan Hahn sudah di Tingkat Martial Immortal God. Hahn yang masih melayang do tempatnya, ia tersenyum menyeringai, lalu ia berkata. "Apa kamu terkejut dengan Tingkat Kultivasiku ?"


Fang Lin menjawab. "Ya, jujur saja aku terkejut dengan hal itu. Aku tak menyangka kalau kau telah berubah menjadi kuat. Tapi aku kecewa, karena kau menggunakan kelebihanmu itu untuk jalan yang salah."


Hahn terkekeh mendengar ucapan Fang Lin. Lalu ia membalas. "Inilah jalanku. Dan juga Ini semua berawal karenamu."


"Jika kau jujur, aku pasti takkan melamarnya. Ketika kami sudah menikah, kamu malah datang dan membuat kekacauan. Tentu saja, karena sudah menjadi istriku dan kami saling mencintai, aku takkan melepaskannya untukmu." tambahnya.


Hahn terkekeh mendengar ucapan panjang lebar darj Fang Lin. Lalu ia berkata. "Memang benar, semua berawal dari itu. Tapi kini tujuanku berbeda, aku sudah tak berniat mengambil Mei darimu. Aku memiliki tujuan yang dimana aku akan menjadi penguasa di Multiverse."


Fang Lin memandang marah kepada Hahn. Hahn lalu berkata lagi. "Ayo, kita bersenang-senang dulu, sebelum kau dan yang lainnya mati ditanganku."


Tubuhnya Hah diselimuti cahaya Merah kehitaman. Begitu juga dengan Fang Lin Tubuhnya juga diselimuti energi cahaya kebiruan. Mereka melesat terbang dari tempat mereka masing-masing. Mereka pun bertarung. Fang Lin terus berusaha untuk menahan Hahn.


Ya, saat ini tujuan Fang Lin adalah menahan Hahn agar tidak mendekati Reyhan dan yang lainnya sedang melakukan penyatuan keenam Infinity Stone. Maka dari itu, ia akan menjadi pusat perhatiannya Hahn agar tidak mendekati mereka.


.....

__ADS_1


Sementara, di tempat lain dekat tempat pertarungan Hahn dan Fang Lin, terlihat Reyhan, Sean, dan Peter sedang fokus melakukan menyatuan keenam Infinity Stone. Mereka tak menduga kalau penyatuan keenam batu ini ke Gauntlet tidaklah semudah dengan Film.


Sedangkan Arkhan, Queen, Budi dan keempat temannya sedang bertarung melawan dan membunuh semua Monster yang sedang mencoba datang ke arah mereka. Sepertinya semua Monster ini menyadari kekuatan hebat dari Infinity Stone, sehingga membuat mereka datang.


"Aku tak menyangka ini tak semudah dengan film yang pernah kutonton." ucap Peter.


Setiap Infinity Stone akan di tempelkan ke Gauntletnya tidaklah mudah. Buktinya, tinggal 2 batu lagi yang belum terpasang. Sean dan Peter memegang dan menahan Gauntlet itu.


Sedangkan Reyhan, ia bagian menempelkan semua dari setiap Infinity Stone. Setiap Infinity Stone yang akan dipasang, terasa tertahan di jarak 4 centimeter. Bila sudah di jarak 1 centimeter, maka akan terpasang dan melekat dengan sendirinya.


"Apa kau yakin, ini akan berhasil ?" tanya Sean.


Peter mengangguk kepalanya dengan tegas. "Pasti berhasil. Aku yakin, ini pasti akan berhasil menghentikan semua kekacauan D-Danger ini."


"Tinggal 1 lagi." ucap Reyhan yang baru saja berhasil melekatkan batu kelima di Gauntletnya.


Kini, tinggal batu terakhir.


______________________


Jangan Lupa Like.


______________________


Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Dan Batin.

__ADS_1


__ADS_2