
Semua membeku dan nafas semua orang merasa sesak melihat pertarungan sengit antara Budi melawan Albert. Di awal Albert terlihat lebih unggul dan bisa ditebak akan menang, namun sekarang terbalik. Budi kini lebih unggul dan menjamin untuk menang. Sedangkan Albert, dua terlihat tertekan dan tersudut di dalam pertarungannya.
Di sisi semua orang atau para Hunter yang menonton pertarungan mereka berdua, terlihat seorang pria dan wanita tengah berbicara. Pria itu tak lain adalah Henri, sedangkan wanita itu adalah Julia, istri dari Albert, atau bisa disebut juga mantan istri dari Budi.
Julia terlihat marah kepada Henri, karena ucapan pria itu seakan membandingkan kehebatan mantan suaminya dengan suaminya yang sekarang. "Sebenarnya kau memuji atau menyinggungku ?" kata Julia setelah mendengar ucapan dari pemimpin Asosiasi Hunter itu.
"Aku tak bermaksud seperti yang kau katakan barusan. Aku hanya mengutarakan sesuai dengan apa yang kulihat saat ini." ucap Henri dan ia tersenyum tipis. "Ternyata kau telah mensia-siakan lelaki hebat seperti Budi." tambahnya.
"Apa maksudmu ? Kau jangan membanding-bandingkan suamiku dengan lelaki lemah itu." ucap Julia membentak.
Henri terkekeh, lalu ia menjawab. "Lemah ? Apa kamu tidak bisa melihatnya sendiri ? Seharusnya kamu bisa menyimpulkan siapa yang kuat dan siapa yang sedang terdesak." Mendengar itu, Julia langsung mengalihkan pandangannya ke arah pertarungan Budi dan suaminya.
Ya, Budi terlihat lebih unggul untuk meraih kemenangan. Sedangkan suaminya, yang tak lain Albert, lelaki itu terlihat sedang tersudut, dari ekspresinya juga seperti sedang tertekan. Henri pun bersuara. "Sepertinya, selama ini mantan suamimu itu telah menyembunyikan kekuatannya selama ini."
Henri mengatakan itu, karena ia tak hanya menonton dan menikmati pertarungan Budi dengan Albert. Ia sangat fokus memandang terus ke arah Budi yang kini lebih unggul dari Albert. Bisa disimpulkan, Budi adalah Hunter terkuat setelah dirinya.
Jika Budi masih bisa kuat lagi darinya, bisa dikatakan kalau lelaki itu memiliki kehebatan yang luar bisa dan setingkat Rank S+ atau lebih. Bisa saja Budi selevel dengan kelima orang asing yang hebat itu. Henri pun menyadari sesuatu.
Ya, yang dimana sosok hebat yang mengenakan jubah merah dan zirah emas mengatakan kalau Budi dan keempat temannya telah menjadi bagian dari Tim-nya. Henri bergumam. "Apakah Budi dan anggotanya memang bagian dari mereka berlima ?"
Mengingat kekuatan dari kelima orang asing itu sangatlah hebat, dan melihat Budi, Andi, Hendi, Beni, dan Iwan yang yang lebih kuat, terutama Budi yang bisa melawan Albert, sudah dipastikan kalau semua ini pasti ada hubungannya. Datang kembali disaat telah menjadi kuat.
__ADS_1
"Sungguh tidak masuk akal. Sebulan lebih menghilang, datang kembali sudah ada di dalam lingkaran kelompok misterius. Parahnya mereka telah menjadi lebih kuat." gumam Hanri berfikir.
Lalu pandangannya kembali fokus ke arah Budi. Dan ia baru menyadarinya. "Cahaya ungu apa itu ? Mustahil seorang Hunter bisa melakukan hal itu."
.....
Setelah beberapa lama kemudian, pertarungan pun terhenti. Di sisi Budi, ia masih terlihat baik-baik saja, cahaya ungu yang menyelimuti tubuhnya telah menghilang. Ya, dia telah berhasil membuat Albert berlutut di depannya, ia baru saja memutahkan seteguk darah dari mulutnya. Sedangkan Budi, ia berdiri memandang rendah kepada lawannya itu.
Albert yang tak terima, ia ingin menyerang, namun ia tak bisa menggerakan tubuhnya. Ia melihat sebujur tubuhnya diselimuti cahaya ungu, ia mengerut dahinya. Albert pun tersadar, ia mendongak dan memandang Budi yang sedang mengangkat tangan kanannya dan mengepalnya.
Tangan kanannya itu terselimuti cahaya ungu, sama seperti cahaya ungu yang juga menyelimuti tubuhnya. Albert menyadari kalau Budi telah mengendalikan tubuhnya agar tidak bisa bergerak untuk menyerang. Albert hanya bisa melempar tatapan tajam ke arah Budi.
"Pertarungan ini telah selesai, Albert." ucap Budi. "Aku sudah tidak tertarik melawanmu." tambahnya.
Cahaya yang menyelimuti tubuhnya Albert telah menghilang setelah Budi menghilangkan Cahaya ungunya di tangannya. Sejenak ia memandang dingin ke arah Julia yang juga memandang takut padanya. Jujur saja, Budi tak menyangka kalau Julia ada di sini. Sebenarnya ia tak memiliki niatan untuk merebut kembali, atau masih memiliki perasaan ke wanita itu.
Sungguh, ia sudah tak memiliki perasaan apapun. Ia hanya ingin membuktikan kalau dirinya telah berdamai dengan masa lalu. Tapi Budi tak menyangka kalau Julia telah menjadi Hunter. Budi pun berbalik berjalan menjauhi semua Hunter yang memandang ngeri padanya. Budi berjalan mendekati keempat temannya.
"Sudah selesai ?" tanya Andi.
"Kau tau, aku sudah bosan karena telah lama menunggumu menyelesaikan urusanmu dengan suami baru dari mantan istrimu. Apa kau masih mengharapkannya ?" kata Beni.
__ADS_1
"Apa kau sudah puas pamer kekuatanmu ?" tanya Iwan.
"Apa kau berniat merebut mantanmu itu ?" tanya Hendi.
Budi sedikit terkekeh mendengar semua pertanyaan dari keenam temannya. Lalu ia menjawab. "Aku sudah selesai. Dan juga jangan pernah berfikit kalau aku memiliki niatan untuk kembali padanya."
"Aku hanya ingin fokus menyelamatkan Dunia ini, agar di masa depan Putriku bisa hidup damai dan menikmati masa mudanya." tambahnya.
Andi, Hendi, Beni, dan Iwan tersenyum mendengar jawaban Budi. Lalu Budi berkata lagi. "Ayo, kita pergi dari sini. Kelima Senior kita pasti sedang menunggu kita." ajaknya.
Keempat temannya mengangguk setuju. Lalu seluruh tubuh Budi kembali diselimuti cahaya ungu, begitu juga dengan keempat temannya. Lalu mereka berlima berlari cepat meninggal tempat itu. Ya, Power Stone tak hanya membuat pengguna menjadi kuat, tetapi juga bisa membuat orang lain menjadi kuat.
Kepergian Tim Elang Hitam, membuat semua Hunter terbengong. Tentu saja mereka terkejut melihat kelima anggota dari Tim Elang Hitam itu sama-sama diselimuti cahaya ungu. Mereka pun mengira kalau Budi dan keempat temannya memiliki kekuatan yanh sama.
Semua Hunter di tempat itu pun tersadar dari diamnya. Mereka saling bertanya tentang Tim Elang Hitam yang kini telah lepas dari Asosiasi Hunter, parahnya mereka berlima menjadi kuat. Henri segera pergi dari tempat itu bersama bawahannya untuk kembali ke gedung Asosiasi Hunter miliknya.
Begitu juga dengan semua pemimpin Perusahaan Guild disana. Mereka mengajak semua pasukan Hunternya untuk bubar dan pergi untuk kembali. Mereka pun menaiki kendaraan yang mereka bawa. Di sisi lain, Albert tengah mengendari Mobil sedan hitam mewahnya.
Wajah Albert memang sedikit lebam. Ia terus diam mengendarai mobilnya. Ia tak berbicara apapun semenjak pergi dari tempat tadi. Sedangkan Julia yang duduk di samping, ia juga memilih diam tak bertanya kepada suaminya ini. Ia tau suasana hati suaminya sedang tidak baik.
______________________
__ADS_1
Jangan Lupa Like.