
Entah sudah hampir 20 menit Monster Harimau menghindari serangan rudal yang datang datang padanya. Meski hampir di sebujur tubuhnya terluka, dia masih saja bisa bergerak dengan cepat, layaknya dia seekor Harimau yang sehat-sehat saja.
DUAR..!!
Monster Harimau itu masih saja menghindar dari serangan rudal yang datang padanya. Rudal itu tak mengenainya dan menghantam tanah hingga terjadilah sebuah ledakan yang lumayan besar. Semua serangan yang datang terus menghantam tanah dan meledak.
Sean yang melakukan itu, senjata bazokanya adalah buatannya yang dibantu oleh ayahnya, hanya dengan menambahkan energi mananya saja, maka amunisi bazoka yang dipegangnya takkan habis pelurunya. Sean tersenyum melihat Monster Harimau itu mengeram marah padanya.
Kedua kaki depan Harimau itu diselimuti cahaya energi berwarna merah. Sean berkata. "Apa kau sudah mulai serius ?"
Tak ada jawaban, hanya suara menggeram saja. Sean memasukan kembali bazokanya ke cincin penyimpanannya, lalu berganti menjadi senjata belati yang ada di masing-masing kedua tangannya. Sean berkata lagi. "Mungkin kita akan bersenang-senang lebih lama lagi."
Kedua Belati yang ada di kedua genggaman Sean pun juga diselimuti percikan Petir. Sean pun melesat maju, Sang Harimau juga melesat maju ke arahnya. Mereka pun saling beradu, antara kedua belati milik Sean dengan semua cakar di kedua kaki depan Sang Harimau.
.....
Sementara di sisi Peter, ia juga tengah berusaha mengalahkan Monster Pohon yang juga menyerangnya dengan akar-akarnya. Meski Peter sudah di Mode Petirnya, dan kecepatan yang hebat, entah kenapa Monster Pohon yang ia lawan cukup sulit.
Padahal gerakan serangan Monster Pohon ini tidaklah cepat,. Apa karena penglihatan Monster Pohon ini cukup tajam meski gerakan lambat ? Itulah pertanyaan yang ada di benaknya Peter. Karena serangan Peter seakan tidak berlaku.
Tiap kali Pohon itu terkena serangan Peter, beberapa detik lukanya kembali tertutup, dia seakan memiliki kekuatan regenerasi. Di sini, Peter mulai merasa kewalahan, tetapi ia tak menyerah, karena ia yakin setiap lawannya pasti memiliki kelemahan.
__ADS_1
Peter bergumam. "Cukup sulit juga."
Karena semua serangannya tak berlaku, Peter memilih melompat-lompat mundur sejauh mungkin. Kini ia berdiri 50 meter dari Monster Pohon itu. Gerakan Monster Pohon itu juga berhenti, tetapi jika dilihat, dia terus memandang ke arah Peter.
Melihat Monster Pohon itu dia saja tak melakukan apapun, Peter mulai menggenggam gagang pedangnya dengan kedua tangannya. Ia juga memejam kedua matanya. Lalu ia fokuskan mengalirkan energi mananya ke pedang katananya.
Dalam kondisi dirinya masih di Mode Petirnya, perlahan menyusut. Bukan menyusut, tepatnya ia mengalirkan Petir-Petir yang menyelimuti dirinya, berpindah ke pedang yang ada di kedua genggamannya.
Peter pun membuka kedua matanya, ia melihat Pedang katananya telah sepenuhnya bercahaya putih kebiruan serta dipenuhi percikan Petir. Di pedangnya kini, telah menjadi tempat berkumpulnya semua energi mananya. Lalu ia mengambil posisi kuda-kuda.
Pandangan tajam ke arah Monster Pohon yang masih diam di tempatnya. Peter pun berlari ke arah lawannya. Dan benar saja akar-akar yang tadinya sudah diam, kembali bergerak ke arah Peter. Akar-akar itu seakan seperti pengawal dari Monster Pohon itu yang sedang ingin melindungi tuannya.
Meski begitu Peter tetap fokus. Dia terus berlari ke arah Monster Pohon meski akar-akar itu datang padanya. Ketika jarak Peter dan Monster Pohon itu sudah 10 meter, tiba-tiba Peter menghilang. Bukan menghilang, tetapi ia bergerak ke sana kemari dengan gerakan cepat miliknya.
Meski ia telah memindahkan kekuatan Mode Petirnya ke pedangnya, bukan berarti ia tak bisa bisa bergerak dengan cepat. Melainkan tubuhnya semakin ringan dan pedang di kedua genggaman tanganya terasa sedikit berat. Lalu peter melesat maju ke arah Monster Pohon itu dengan cepat.
Peter terus menyerang Monster Pohon itu dengan membabi buta. Ia tak mengizikan Monster Pohon itu beregenerasi. Peter terus melayangkan pedangnya, gerakan horizontal, bertikal, diagonal ia gunakan semuanya. Ia terus memotot batang Monster Pohon itu. Bahkan akar-akar yang mendekatinya juga ia tebas.
Hingga akhirnya Pohon itu telah terpotong kecil-kecil. Di sini, Peter mulai malihat ada sebuah kristal berwarna Hitam yang besarnya setara dengan kepalan tangannya. Ya, Peter sudah tau kalau Kristal ini adalah inti dari Monster Pohon. Anehnya kristal itu tetap melayang di udara
Tiba-tiba sebuah batang yang sudah terpotong mulai berterbangan mendekati inti Monster itu. Peter pun tersadar, dia langsung mensayat inti kristal itu hingga terbelah, lalu hancur seperti gelas kaca yang pecah. Dan benar saja batang Pohon yang berterbangan itu pun terhenti dan berakhir jatuh ke tanah.
__ADS_1
Peter bediri tenang memandang akhir dari Monster Pohon itu akibat serangannya. Ia merasa heran, kenapa inti Monster itu adalah kelemahannya ? Bukankah inti Monster itu adalah mata pencarian para Hunter. Peter menggeleng-gelengkan kepalanya.
Menurutnya dirinya dan yang lainnya, tak ada gunanya berfikir seperti itu, lagian dia bukanlah Hunter. Perlahan kekuatan Mode Petirnya kembali ke tubuhnya dan perlahan pun menghilang. Peter pun terduduk di tanah. Nafasnya memburu, meski begitu ia tersenyum puas.
"Hah, aku lelah." ucapnya, lalu ia merebahkan tubuhnya terlentang di tanah
Peter terbaring dan terus memandang langit. Lalu Peter menebak sesuatu. "Apa mereka sudah beres mengalahkan Bos Monster ?"
Lalu, tiba-tiba permukaan tanah di Dungeon yang Peter masuki bergetar. Ya, tak perlu bingung lagi, Peter tau kalau Dungeon ini akan segera hilang setelah 1 jam atau 2 jam setelah Bos Dungeon telah dikalahkan.
Peter pun memenjam kedua matanya. "Ahh aku ingin istirahat selama setengah jam dulu."
.....
Di sisi lain, Budi dan keempat temannya tengah berdiri tenang. Mereka berlima memandang dingin ke arah sekelompok Hunter yang berjumlah 10 orang. Dari pakaian yang dipakai oleh ke-10 Hunter itu Budi dan yang lainnya sudah bisa menebak.
Karena terdapat lambang kecil salah satu Perusahaan Guild di saku mereka. Warna lambang itu berwarnah Coklat. Ya, mereka ber-10 adalah Hunter dari Perusahaan Guild BROWN.
______________________
Jangan Lupa Like.
__ADS_1