Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 29 : Kekalahan 2 Bos Dungeon.


__ADS_3

Sosok manusia titan dan Golem batu sudah berjalan sangat dekat ke arah Reyhan dan keempat Juniornya. Jarak mereka 20 meter lagi


"Semua...., tak perlu menahan diri." ucap Reyhan. Lalu ia menambahkan. "Maju."


Sst..!!


Seketika, Reyhan langsung menghilang, dan langsung muncul di depan Mahluk titan itu. Ia pun melancarkan aksinya. Keempat Juniornya, pun juga tak mau kalah.


Sean dan Peter, langsung bergerak secepat kilat. Sean bergerak ke arah Titan, sedangkan Peter, ia bergerak ke arah golem. Queen pun juga maju. Ia melompat maju. Lompatannya sangat tinggi, bahkan ia melewati manusia titan itu, targetnya adalah golem, sama seperti Peter. Sedangkan Arkhan, ia mengendalikan Naga kayunya untuk bergerak maju.


Dengan tubuh Naga kayunya yang cukup panjang, dalam sekejap, golem batu itu pun terlilit. Arkhan melompat maju ke arah golem. Bukan, karena ia tau mau membantu Reyhan dan Sean, tetapi karena kedua orang itu adalah yang terkuat, jadi ia membantu Peter dan Queen.


Gerakan Reyhan berputar-putar melukai kulit titan itu, ia melumpuhkan kedua tangan si raksasa itu. Dan Sean, ia berdiri di atas kepala titan, ia menancapkan Kapaknya di kepala si titan, dan membiarkan kapaknya mengalirkan Petirnya agar otak titan itu konslet. Sean juga memberikan pukulan-pukulan tangan logamnya di dahi titan itu.


Disisi si Golem, dia tak bisa bergerak karena tubuhnya terlilit tubuh Naga kayu milik Arkhan. Arkhan menebas kepala si Golem, begitu juga dengan Peter yang tak terus berhenti bergerak cepat bagaikan kilat di leher si Golem. Sedangkan Queen, ia menebas kaki si Golem, hingga akhirnya terjatuh.


.....


Dari jarak 100 meter dari tempat pertarungan kelima orang asing melawan 2 bos Dungeon.


Ke-6 dari ke-10 Hunter yang melihat aksi pertarungan yang ditampilkan oleh ke-5 orang asing itu, terlihat mudah. Namun, ke-4 Hunter sisanya yang melihat, berfikir yang berbeda, mereka ber-4 membayangkan diri mereka akan kesulitan bila berada disisi ke-5 orang asing yang hebat itu.


Sang Ketua Tim bergumam. "Mereka hebat."


Wakil ketua juga bersuara. "Mereka terlihat sudah terbiasa menghadapi musuh yang memiliki level tak biasa."


"Tetapi, aku masih bingung, siapa mereka ?" tanya salah satu anggota yang perempuan.


"Dari penampilan dan aksi mereka, sudah pasti mereka pasti bukan orang sembarangan." ucap salah satu anggota perempuan yang 1 lagi.


Lalu anggota Tim, ke-6 laki-laki juga berkomentar.


"Mereka hanya bernasib beruntung."


"Ya, mereka terlihat mudah sekali membuat kedua bos Dungeon itu tak bisa berkutik."

__ADS_1


"Pasti mereka menggunakan trik."


"Aku tak yakin, kalau mereka bisa sekuat itu."


"Mungkin kedua bos Dungeon yang terlalu lemah."


"Ya, sepertinya mereka mau pamer."


"Aku merasa diremehkan oleh mereka."


"Bagaimana kalau kita ikut maju, dan menunjukkan kalau kita tidaklah lemah sesuai apa yang mereka pikirkan."


"Ide yang sangat bagus."


Ke-6 Hunter saling memandang dan mengangguk kepalanya. Mereka pun berjalan maju. Dengan santainya mereka berjalan ke arah pertarungan ke-5 orang asing itu dan kedua bos Dungeon.


Ketua Tim dan ke-3 anggota sisanya yang berdiam berdiri terbelalak melihat ke-6 anggota mereka memulai seenaknya lagi seakan mereka tak pernah berbuat masalah.


"Apa yang mereka pikirkan ?" wakil ketua bertanya-tanya.


"Apa yang harus kita lakukan, ketua ?" tanya wakil ketua.


Sang ketua Tim menghela nafasnya, lalu ia menjawab. "Lebih baik kita diam saja, dan biarkan ke-6 anggota kita itu."


"Tapi ketua..." sahut salah satu anggotanya yang perempuan.


"Aku sudah lelah dengan sikap mereka ber-6 yang hanya memikirkan ego mereka masing-masing. Jadi lebih baik, kita diam dan menonton saja. Dan kita lihat, apa yang akan dilakukan oleh ke-5 orang asing itu lakukan bila ke-6 anggota kita datang mengganggu." jawab ketua Tim.


Jujur saja, sang ketua sudah muak dengan ke-6 anggota itu. Setiap kali menjalankan misi, pasti ke-6nya yang itu selalu berbuat ulah karena ego mereka masing-masing. Sang ketua sudah lelah mempunyai anggota seperti mereka.


.....


"Tidak kusangka, ternyata ini terlalu mudah." gumam Reyhan, setelah menebas salah satu tangan titan.


Lalu Reyhan terbang mundur menjaga jarak. Disisi Sean, ia membiarkan kapaknya terus tertancap di kepala si titan. Ia melompat mundur, lalu mengeluarkan senjata bazokanya.

__ADS_1


DUAR....!!


Sang titan pun terkena serangan rudal yang dilancarkan oleh Sean. Titan itu terjatuh ke tanah dalam posisi duduk. Sean mengganti senjatanya, kali ini ia mengeluarkan rantainya. Ia memutar-putar rantainya, lalu ia melemparnya ke arah leher titan itu. Rantainya pun berhasil mengikatnya.


"Get Over Here..!!" Sean berteriak sambil menarik sangat kuat rantainya, dan membuat titan itu terhempas ke depan dan terjatuh terngkurap di tanah.


Sean pun melompat tinggi ke atas punggung titan itu. Tangan kiri logamnya siap memberi pukulan, dan Reyhan, ia terbang terjun dan akan memberi tendangan Kegelapannya. Mereka bersiap-siap akan memberi hantaman bersama-sama.


BUUUUGGGHHHH...!!


Tendangan Reyhan dan pukulan Sean, yang mereka lancarkan bersama-sama mampu membuat sedikit kawah dan membuat tanah sekitar retak. Titan itu memuntah darah, lalu ia terbaring tak sadarkan diri. Sedangkan disisi Golem, dia masih kokoh berdiri, meksi sudah tak memiliki kepala.


Peter, Arkhan, dan Queen tak henti-hentinya memberi serangan terbaik mereka. Dengan gesitnya Peter menebas kulit batunya, Arkhan terus mengayunkan pedangnya ke tubuh Golem, dan bersamaan Naga kayunya masih terus melilit tubuh Golem itu. Sedangkan Queen, ia pun melancarkan Sihir Esnya.


Gadis setengah Vampir itu pun membuat Golem itu terbungkus oleh Sihir Es miliknya, bahkan Naga kayu milik Arkhan pun juga ikut terbungkus. Mereka bertiga pun langsung memberi serangan terakhir mereka. Tebasan Pedang Petir milik Peter, Tebasan Pedang Angin milik Arkhan, dan Tebasan Sabit dari Queen. Golem itu pun hancur.


.....


Kelima orang itu berjalan saling mendekati. Peter, Arkhan, dan Queen telah selesai menghancurkan golem. Dan untuk Reyhan dan Sean, mereka berdua berhasil membuat sang titan tak sadarkan diri. Mereka bermaksud menggali informasi bila titan itu sadarkan diri, lagi pula, Reyhan telah menghentikan luka pendarahan mahluk besar itu.


"Jadi selanjutnya apa ?" tanya Sean.


Peter, Arkhan, Queen memandang Reyhan. Reyhan pun menjawab. "Kita pergi dari sini, dan membawa mahluk besar itu."


Arkhan bersuara. "Bagaimana cara membawanya ? Dia bukan benda mati, takkan bisa masuk ke ruang penyimpanan milik kita."


"Apa kau lupa, Senior Reyhan bisa melakukan teleport ke tempat yang pernah ia kunjungi." jawab Peter. Ahh, mereka pun teringat salah satu kekuatan tehebatnya milik pria dewasa itu.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati mereka berlima. Semua tak menoleh, karena mereka sudah bisa menebak siapa yang datang mendekati mereka.


"Lihatlah orang-orang asing ini. Mereka terlihat sok kuat di mata kita."


______________________


Jangan Lupa Like.

__ADS_1


__ADS_2