Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 22 : Jalan-Jalan.


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian, Hari ini terjadi sebuah kehebohan, yang dimana berita tentang hilangnya Tim Elang Hitam, bangunan cabang Perusahaan Guild Brown yang tiba-tiba menghilang dindingnya, dan hilangnya ke-4 Hunter dari Perusahaan Guild Silver. Semua bertanya-tanya, apa yang telah terjadi ? Terutama hilangnya Tim Elang Hitam.


Karena Tim tersebut berasal dari Perusahaan Guild Silver yang terkenal berisikan anggotanya 5 Hunter di tingkat Rank E. Meski dikenal lemah, mereka dikenal selalu peduli sesama, bahkan mereka juga saling membantu anggota Tim lain. Lalu tersebarlah berita tak mengenakan, bukan tentang Tim Elang, melainkan 4 Hunter yang hilang. Kenapa Asosiasi Hunter bisa tau ?


Karena ada seseorang dari Pihak Perusahaan Guild Silver melaporkan karena 4 Hunter mereka ada yang hilang dan tak kembali. Setelah ditelusuri, ternyata ke-4 Hunter itu masuk ke dalam Portal. Perusahaan Guild Silver pun di selidiki, rupanya ada beberapa orang dalam yang memiliki hubungan dengan ke-4 Hunter yang hilang itu.


Karena mengingat aturan untuk setiap memasuki Portal, minimal 5 Hunter yang diperbolehkan. Dan sekarang, Perusahaan Guild Silver mulai dicurigakan, karena bisa-bisanya memperbolehkan Hunter dalam jumlah kurang dari 5 bisa diperbolehkankan masuk. Pihak Asosiasi Hunter mulai melakukan penyelidikan Perusahaan Guild Silver.


Karena hilangnya ke-5 Hunter yang tak lain Tim Elang Hitam yang juga menghilang, kemungkinan ada kaitannya. Karena hilang sebelum ke-4 Hunter itu menghilang juga. Asosiasi Hunter tak ingin kehilangan Hunter-Hunternya walaupun berada di Tingkat Rank E atau F, karena menurut mereka semua Hunter adalah pahlawannya masyarakat.


.....


Sementara Disisi Lain. Sean tengah melatih kelima orang Hunter yang tak lain Budi, Andi, Hendi, Beni, dan Iwan. Singkatnya Sean sedang melatih Tim Elang Hitam. Sudah satu minggu Sean melatih mereka dengan keras, tetapi tidak melampaui batasan.


Sean menggunakan Reality Stone-nya untuk membuat klon dirinya berjumlah 4 dan melawan Tim Elang Hitam. Sean yang asli melatih Budi, sedangkan ke-4 klon melatih keempat sahabatnya Budi. Disaat Sean melatih mereka berlima, disisi Arkhan, ia tengah mengajari Lisa dalam belajar.


Lisa tak henti-hentinya banyak bertanya tentang pelajaran yang tak ia pahami, dan Arkhan yang dasarnya ia dulu anak yang rajin dengan senang hati menjawab dan memberi arahan pembelajaran kepada Gadis kecil itu. Dan untuk Peter dan Queen, mereka berada di luar markas.


Peter dan Queen menjalani salah satu rencana Reyhan, yaitu mencari informasi yang ada di pusat kota, apapun itu. Sedangkan Reyhan sendiri, ia sedang meneliti sebuah Dungeon yang ia masuki. Reyhan tak memakai jubahnya dan zirahnya, kini ia mengenaka jas hitam, calana hitam, dan sepatu hitam.


Dengan mudahnya ia masuk tanpa ada yang tau. Saat ini Reyhan berada di dalam Dungeon berlatar hutan siang hari. Ia bergumam. "Cuaca disini sungguh panas."


Lalu ia berjalan berkeliling. Sudah 1 jam ia belum menemukan sesuatu yang menjadi halangan. Lalu tanah bergetar, Reyhan menoleh, ia melihat 3 golem tanah datang mendekatinya. Ia menghela nafasnya, lalu bergumam. "Aku kira siapa ? Ternyata hanya 3 ekor Golem."


"Apakah kalian bisa mengenalkan aku dengan pemimpin kalian ?" tanya Reyhan.

__ADS_1


Bukam jawaban yang Reyhan dapat, melainkan sebuah batu besar datang padanya. Reyhan pun melompat dan berhasil menghindarinya. Ia masih memasang ekspresi dinginnya meski hatinya kesal karena salah satu Golem itu melemparinya batu.


Reyhan telah mendarat tanah. Ia memandang ke-3 Golem tanah itu yang terus berjalan mendekatinya. Reyhan bersuara. "Sepertinya kalian memang tak berakal. Sesuai namanya, kalian hanyalah boneka yang terbuat dari batu."


Setelah mengatakan itu, muncullah puluhan cahaya Portal dan langsung meluncurkan ribuan pedang dan tombaknya. Ke-3 Golem itu tak bisa mendekat, tubuh mereka terus dihantam serangan Reyhan. Perlahan tubuh mereka retak. Hingga akhirnya hancur.


Reyhan pun berjalan meninggalkan tempat itu. Karena aktifitas disianh hati ia terus menulusuri tempat-tempat yang ada di dalam Dungeon disetiap harinya.


.....


Sementara disisi lain, Peter dan Queen tengah berada di pusat Kota. Peter mengenakan pakaian biasanya ia pakai, memakai jaket hoodie hitam, celana jeans hitam, dan memakai sepasang sepatu berasal putih. Dan untuk Queen sendiri, ia tak memakai gaunnya, ia mamakai kemeja biru berlengan panjang, celana jeans hitam, dan ia mengenakan sepasang sepatu berwarna putih bertali.


Mereka mencoba membaur, mereka berjalan bersampingan sambil bergandengan tangan. Disisi Queenz ia mati-matian menahan hasrat hausnya akan darah semua orang.


Sambil berjalan kaki di trotoar, Peter bersuara lirih. "Ahh, aku merasa rindu dengan kehidupan di Duniaku." lalu ia menoleh sedikit. "Apa kamu sendiri tidak rindu dengan Dunia asalmu ?"


"Apa kamu mau makan ?" tanya Peter.


Gadis setengah Vampir itu memandang Peter. "Sebenarnya aku ingin sekali makan, tetapi hasratku mengalahkan semuanya, dan meminta meminum darah."


"Sabarlah." sahut Peter dengan senyumannya, Queen langsung memalingkan pandangannya, dan kembali mamandang ke arah depan.


Mereka berdua terus berjalan kaki dan berkeliling pusat kota. Hampir 2 jam lebih mereka berjalan kaki, mereka menemukan 10 Portal yang dijaga ketat oleh orang-orang militer, dan sedang menunggu Tim Hunter keluar dari Dungeon Portal itu.


Yang berarti di pusat juga mengalami hal yang serupa dengan kota kecil di dekat perbatasan. Mereka mencoba masuk ke taman hiburan. Setelah hampir lama berkeliling, mereka hanya menemukan 1 Portal saja. Tetapi herannya kenapa semua orang-orang tidak panik dan tidak pergi ke taman hiburan.

__ADS_1


Setelah Peter bertanya, rupanya sudah ada Tim Hunter yang sedang mengatasinya. Jadi, itulah kenapa orang-orang bisa terlihat tenang dan melakukan aktifitas yang biasanya mereka lakukan saat berada di taman hiburan.


Peter melihat sebuah kursi kayu panjang di sudut taman hiburan. Lalu ia mengajak Queen untuk duduk disana, Queen mengangguk setuju. Queen telah duduk, Peter belum duduk karena melihat sebuah gerobak ice cream.


"Kamu mau ice cream ?" tawar Peter.


Queen tersenyum mengejek. "Kamu kira aku anak kecil ?"


Peter menghela nafasnya. Ia menjawab. "Ayolah, ice cream itu bukam cuma anak kecil saja. Orang dewasa pun pasti juga memakannya."


"Baiklah-baiklah, bawakan aku rasa coklat." sahut Queen sambil memutar bola matanya. Sebenarnya ia hanya menginginkan darah saja.


Peter tersenyum. "Tentu, tunggu ya, jangan kemana-kemana." Queen mengangguk-angguk kepalanya dengan malas.


Peter pun melangkah menuju grobak ice cream yang jaraknya mungkin tak sampai 50 meter, tetapi Peter harus mengantri nantinya. Dan Queen duduk sendiri sambil menunggu Peter.


Tiba-tiba ada pemuda asing mendekatinya dan langsung duduk disampingnya. "Hai, sendirian saja ?" tanyanya.


Queen masih tak menjawab. Pandangan terus ke arah Peter yang berada di dalam antrian untuk mendapat ice cream.


Dengan sangat sengaja pemuda asing itu merangkul dirinya, dan Queen terbelalak. Tiba-tiba ada terdengar suara heboh mendekat. "Hey, bro siapa nih cewek, bening bener." terlihat 2 orang pemuda lagi, yang kini berdiri di hadapan dirinya.


"Ini kenalan baru gue. Kira-kira kita berdua cocok gak ?" tanya pemuda itu kepada kedua temannya yang baru datang.


Queen menoleh dan memandang pemuda yang duduk di sampingnya. Ia tersenyum menyeringai. "Iya, kamu cocok jadi mangsaku."

__ADS_1


_______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2