Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 62 : Akan Berangkat.


__ADS_3

Di pagi hari, masih di Hotel Terbengkalai, yang tak lain markas Tim Misterius ini. Kini semua orang sedang rapat. Sedangkan anaknya Budi, dia sedang sibuk belajar sendiri di dalam kamarnya.


Kini Reyhan tengah menjelaskan tentang 2 hewan yang memiliki hubungan pertemanan dengan 1 orang yang sama, dia bernama Fang Lin, yang merupakan seorang yang tinggal di Kultivator.


"Aku sempat berencana pergi ke Dunia Kultivator, tapi mana mungkin aku harus mengunjungi semua Dunia yang ada di Multiverse satu-persatu. Red Wing menjelaskan padaku, untuk mencari salah satu temannya." panjang lebar Reyhan menjelaskan.


Reyhan menambahkan. "Dia seekor Harimau yang bernama Thorga, dia memiliki kalung giok pemberian Fang Lin padanya. Yang katanya kalung itu bisa membuka Portal untuk pergi ke Dunia Kultivator."


Sean terbelalak, dia pun langsung berdiri di tempatnya. Semua menoleh ke arahnya. Reyhan mengerut dahinya. "Ada apa dengan reaksimu, Sean ?"


Tak menjawab, Sean pun langsung menunjukkan kalung giok yang diberikan oleh seekor Harimau yang telah ia kalahkan. Semua membeku melihat kalung yang ada di genggaman Sean. Reyhan pun bersuara. "Kalau kalung itu ada di tanganmu, apa kamu yang telah berhadapan dengan Thorga ?"


Sean menjawab. "Aku tak tau nama Harimau itu, karena aku lupa menanyakannya di detik-detik ia menghebuskan nafas terakhirnya. Tapi dia juga mengatakan kalau kita gunakan kalung ini, temannya akan segera datang."


Semua terdiam sejenak. Lalu Peter bersuara. "Tunggu !! Bukankah tadi Senior Reyhan mengatakan kalung itu bisa digunakan untuk membuka Portal menuju ke Dunia Kultivator. Sedangkan Senior Sean juga mengatakan kalau kalung itu bisa digunakan untuk memanggil temannya." ucapnya untuk mengingat kata-kata dari kedua Seniornya itu.


"Yang benar mana sih ?" tambahnya bertanya.


Semua terdiam dan juga ikut berfikir. Ya, memang membingungkan, dan mana yang benar ? Itulah pertanyaan yang ada di dalam kepala mereka semua.


Reyhan menghela nafasnya. Lalu ia berkata. "Kita sampingkan hal itu terlebih dahulu." lalu ia menoleh dan memandang Sean. "Sean, kamu dapat kalung itu dari Harimau yang bisa berbicara ?"


Sean mengangguk kepalanya. Reyhan pun menyimpulkan kalau Harimau yang sudah dilawan oleh Sean, memiliki akal. Maka bisa saja nama Harimau itu bernama Thorga. Lalu ia bertanya. "Dimana jasadnya ? Apa kamu membiarkannya begitu saja ?"

__ADS_1


Sean menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, jasadnya ada di dalam cincin penyimpananku. Aku berencana akan memakamkannya setelah rapat ini selesai."


"Bisa kau berikan kalung itu padaku ?" tanya Reyhan.


"Ya, tentu." jawab Sean, lalu ia memberikannya.


Kalung Giok itu sudah ada di genggaman Reyhan. Ia melihat-lihat kalung itu. Ia bergumam. "Penampilannya tak buruk." ia pun meletakkan kalung itu di atas meja.


Reyhan kembali berbicara. "Aku berencana akan pergi ke Dunia Kultivator untuk mencari seorang Kultivator yang bernama Fang Lin itu dan membawanya kesini. Seperti yang kita tau, salah satu barang dari Dunia itu sudah kita dapat." ujarnya sambi menunjuk Kalung Giok itu sebelumnya.


Sean bersuara. "Apakah itu bisa dilakukan ? Bukankah kita sudah tau, kalau Revolusi, Rotasi, dan Waktu Dunia ini terkena efek dari D-Danger. Ingat 1 hari di sini, sama saja 1 menit di luar Dunia ini."


Semua mengangguk kepalanya, setuju dengan kata-kata Sean. Lalu Peter berbicara kepada Reyhan. "Sebenarnya kami tidak takut bila kau pergi. Tapi apa kau langsung menemukan Fang Lin itu ? Pasti tidak akan langsung bertemu. Dan sampai kapan kau kembali. Di luar sana mungkin berhari-hari, tapi di Dunia ini hidup bertahun-tahun."


Peter mengerut dahinya. Tak hanya dia semua pun juga sama. Reyhan menjelaskan. "Aku berencana akan menggabungkan Space Stone dengan Time Stone. Yang dimana Space Stone akan membukakan Portal untukku, dan Time Stone akan membuat Revolusi, Rotasi, san Waktu Dunia ini menjadi Normal, meski hanya sementara." Semua terkejut mendengar penjelasan dari Senior mereka.


Reyhan pun menjelaskan kenapa dia bisa memiliki pemikiran seperti itu. Karena sebelumnya, saat dirinya mencari solusi untuk pergi ke Dunia Kultivator. Ia sempat meminta saran kepada Arkhan yang saat itu bersamanya di markas. Reyhan punmengobrol dengan Arkhan, dia meminta penjelasan tentang semua Infinity Stone yang Arkhan ketahui.


Karena dari mereka semua hanya Arkhan dan Peter yang tau tentang keenam Infinity Stone. Arkhan pun menjelaskan semuanya yang ia ketahui, itupun ia bisa tahu karena mengingat dirinya pernah menonton film yang berhubungan dengan Infinity Stone.


Mendengar nama dan kekuatan dari masing-masing Infinity Stone yang dijalaskan oleh Arkhan, Reyhan pun memiliki kesimpulan, kalau kekuatan Infinity Stone berwarna hijau yang bukan lain Time Stone. Jadi gunanya Time Stone nanti akan digunakan untuk mengendalikannya Revolusi, Rotasi, dan Waktu Dunia D-22.


Jadi ada kemungkinan Dunia D-22 akan kembali normal meski masih di dalam cengkraman D-Danger. Estimasi Reyhan adalah, 1 hari dirinya harus menemukan Fang Lin di Dunia Kultivator. Karena bisa saja Hahn akan menyadari hal ini, dia akan datang dan menyerang. Parahnya pasti Infinity Stone akan ia rebut.

__ADS_1


"Bagaimana ?" tanya Reyhan setelah ia menjelaskan rencananya.


"Apa akan berhasil ?" tanya Peter.


"Kita takkan tau, kalau kita tidak mencobanya." jawab Reyhan dengan sangat yakin.


.....


Kini semua orang berada di taman belakang markas. Sean juga baru saja selesai memakamkan jasad Thorga di tempat makam yang sama dengan George dan Red Wing. Lalu ia kembali menuju ke tempat semua orang berkumpul. Mereka sedang memandang Reyhan dan Peter yang berdiri di depan mereka.


Reyhan membuka telapak tangannya, lalu muncullah sebuah batu bercahaya biru sebesar kelereng. Ya, itulah Space Stone yang kini tengah melayang di telapak tangannya Reyhan. Di samping Reyhan, ada Peter yang juga sedang melakukan hal yang sama. Dia baru saja memunculkan Time Stone-nya yang kini melayang di telapak tangannya.


Reyhan lalu mengeluarkan 2 pedang dari ruang penyimpanannya. Lalu salah satu pedangnya, ia berikan kepada Peter. Semua orang memandang Reyhan dengan tatapan bingung. Lalu Sean bertanya. "Apakah kau tau caranya melakukannya, Senior ?"


"Aku tidak tau. Aku hanya melakukan sesuai dengan imajinasiku saja." jawab Reyhan sambil mencoba menyatukan Space Stone di ujung gagang pedangnya.


Dan benar saja, Space Stone-nya menempel di ujung gagang pedangnya. Apa yang dilakukan oleh Reyhan pun ditiru oleh Peter. Dan tentu saja, Time Stone milik Peter menempel di ujung gagang pedangnya. Semua orang yang melihat masih terdiam.


Reyhan pun meminta pedang yang ada di genggaman Peter diberikan kepadanya. Peter pun memberinya. Kini masing-masing di kedua tangannya Reyhan menggenggam pedang. Dengan bersamaan, ia pun menancapkan ujung kedua bilah pedangnya ke tanah.


______________________


Jangan Lupa Like.

__ADS_1


__ADS_2