Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 60 : Dari Dunia Yang Sama.


__ADS_3

Reyhan dan Budi berdiri bersampingan. Pandangan mereka berdua terus terfokus ke arah Monster Phoenix. Lalu terdengar beberapa suara langkah kaki mendekat ke arah mereka. Tanpa mereka menoleh, mereka sudah tau siapa yang mendekat yang bukan lain Andi, Beni, Iwan, dan Hendi. Mereka berempat berdiri di belakang Reyhan dan Budi.


"Apa yang akan kalian rencanakan untuk mengalahkan Phoenix itu ?" tanya Andi.


Budi menjawab. "Entahlah, karen Senior Reyhan tak memberitahuku." jawabnya tanpa menolehkan kepalanya.


Di sisi Monster Phoenix, dia mulai mengepakkan kedua sayapnya. Dia pun kembali terbang di langit. Dia memandang ke arah 6 orang yang berdiri di atas permukaan tanah. Pandangannya seakan ia meremehkan mereka.


"Budi, alirkan kekuatan Power Stone-mu padaku." ucap Reyhan dengan dingin, pandangan terus ke arah Monster Phoenix itu yang kini sedang terbang di langit.


Budia tak menjawab, ia hanya mengangguk kepalanya. Lalu ia mengarahkan tangan kanannya ke arah Reyhan dengan telapaknya terbuka. Tiba-tiba tubuh Reyhan diselimuti cahaya ungu. Reyhan bersuara. "Aku mulai."


Setelah mengatakan itu, Reyhan langsung menghilang. Dia langsung muncul di depan Monster Phoenix. Dia langsung mengarahkan tangan kanannya ke arah Monster itu. Tak sempat untuk terkejut karena melihat Reyhan sudah tepat di depannya, tiba-tiba tubuhnya diselimuti cahaya biru.


Monster Phoenix itu bingung, karena tubuhnya tak bisa digerakan sama sekali. Dan anehnya meski ia tak bisa bergerak, ia tak jatuh dari posisinya, padahal ia sempat panil karena tubuhnya yang tiba-tiba tak bisa bergerak, maka ia akan jatuh ke bawah dan mengantam tanah. Nyatanya tidak, dia benar-benar masih diam membeku di posisinya.


Reyhan melayang terbang di depan Monster Phoenix itu. Dengan bantuan kekuatan dari Power Stone, Space Stone miliknya jadi semakin kuat. Karena jika hanya menggunakan Space Stone saja, itu tidak akan cukup untuk mengendalikannya Monster Phoenix itu untuk terdiam dalam posisinya.


Reyhan mengakui kalau Monster Phoenix ini sangatlah kuat. Mungkin sedikit lebih kuat darinya. Reyhan bisa merasakannya ketika ia menggunakan Space Stone untuk menyerang Bola Api besar sebelumnya yang digunakan oleh Monster Phoenix. Dan, kenapa Budi dan keempat temannya bisa bertahan ?


Jawabannya kemungkinan, Monster Phoenix itu menahan kekuatannya. Atau bisa juga, Monster ini masih ingin bermain-main dengan lawannya. Itu hanyalah tebakan Reyhan saja, entah itu ada benarnya atau tidak. Lagi pula ukuran Monster Phoenix itu sangat lah besar, mungkin ukurannya sama seukuran 2 gajah dewasa.


Jika diingat, kekuatan dari Power Stone tak hanya bisa membuat penggunanya menjadi kuat, tapi juga bisa mengakses semua kekuatan dan energi yang ada. Bahkan juga bisa memperkuat ke-5 Infinity Stone lainnya. Dan sekarang, terbukti kalau Power Stone bisa memperkuat Space Stone milinya.


"Ini benar-benar luar biasa." gumam Reyhan.


Tangan kanannya pun ia kepalkan. Tiba-tiba terlihat beberapa Portal bercahaya muncul di sekeliling Monster itu. Dan bersamaan banyak sekali Pedang keluar dari Portal-Portal itu. Seketika semua pedang itu langsung meluncur ke arah Monster Phoenix.

__ADS_1


Reyhan tersenyum menyeringai melihatnya. Kini Monster Phoenix yang ada di depannya sudah tertusuk banyak sekali pedangnya. Reyhan menyudahi tindakannya, begitu juga dengan Budi, mereka sama-sama berhenti menggunakan Infinity Stone mereka. Monster Phoenix itu pun terjatuh menuju tanah.


Bruukk...!!


Setelah melihat Monster itu jatuh, Reyhan pun perlahan menurunkan terbangnya dan mendarat di permukaan tanah. Ia berdiri tepar di depan Monster Phoenix itu yang kini tak berdaya. Di sisi Budi, ia tengah dibantu oleh keempat temannya untuk tak terjatuh. Nafas Budi terengah-engah. Ya, dia telah kelelahan karena energi mananya menipis.


"Kau baik-baik saja ?" tanya Andi.


"Ya, aku baik-baik saja." jawab Budi.


Perlahan keempat temannya membantu Budi untuk duduk. Mereka memilih diam menemani Budi, dan membiarkan Reyhan mengurus sisanya. Di sisi Reyhan, ia mulai berlutut di depan Monster Phoenix.


Baru saja Reyhan sempat melihat bayangan hitam keluar dari tubuh Monster Phoenix, dan kini perlahan tubuh Monster Phoenix itu mengecil. Yang sebelumnya memiki ukuran besar, kini tubuhnya sebesar hewan harimau dewasa. Bulu-bulunya merah menyala. Sungguh indah di mata.


"Apa kau bisa kuajak berbicara ?" Reyhan mencoba mengajak Phoenix ini untuk berbicara. Dan juga ia ingin mendapat informasi.


Dan benar saja, Phoenix itu bisa diajak berbicara, meski nadanya pelan. Sebelum Reyhan akan bertanya, Phoenix itu sudah lebih dulu bersuara. "Apa kau ingin bertanya kenapa aku bisa menjadi seperti ini ?"


Tak terduga, rupanya Phoenix itu bisa menebak apa yang akan Reyhan tanyakan padanya. Phoenix itu kembali berbicara. "Aku sudah lama ingin bertemu dengan seseorang yang akan membebaskanku dari jeratan pengaruh dari Dewa Iblis."


"Ya, aku tau siapa dia. Dia Hahn 'kan ?" balas Reyhan.


"Ternyata kau tau dia." kata Phoenix.


"Ya, aku pernah bertarung dengannya, meski pada akhirnya aku kalah." jawab Reyhan.


"Sungguh beruntung kau masih hidup setelah melawannya." kata Phoenix.

__ADS_1


Reyhan berkata. "Jadi kau juga terkena pengaruhnya ya ?"


"Aku memang terkena kendalinya, tapi aku bisa melihat semuanya apa yang telah terjadi selama aku di dalam kendalinya."


"Apa kau tidak berfikir untuk melawan agar terlepas dari kendalinya ?" balas Reyhan bertanya.


"Kalau aku bisa, pasti aku lakukan. Sihir Kegelapan milik Dewa itu sangatlah kuat."


Reyhan sejenak terdiam mendengarnya. Karena dirinya sendiri juga memiliki Sihir Kegelapan, tapi jarang ia pakai.


Reyhan oun bertanya. "Bisakah kau menceritakan sebelum kamu di kendalikan ?"


Terlihat Phoenix itu menghela nafasnya. Dirinya benar-benar terlihat tak bertenaga.


"Kalau diceritakan, mungkin takkan cukup. Dan kau takkan puas dengan ceritaku yang menggantung." ucap Phoenix itu sambil sedikit terkekeh.


"Ternyata kamu bisa bergurau juga." jawab Reyhan sambil tersenyum.


"Aku hanya bisa memberitahu intinya saja. Aku merasa waktuku tak banyak lagi."


Reyhan mengangguk kepalanya.


Phoenix pun barkata. "Dewa Iblis itu berasal dari Dunia yang sama denganku." Reyhan tetap diam dan setia mendengarnya. Phoenix itu melanjutkan. "Kami berasal dari Dunia Kultivator."


______________________


Jangan Lupa Like.

__ADS_1


__ADS_2