Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 69 : Kekacauan - Melawan Monster Wyvern.


__ADS_3

Terlihat seekor Wyvern tengah berjalan di tengah-tengah kota. Wyvern ini memiliki sepasang kaki, tangan, dan serta sayap. Tubuhnya berwarna merah. Dia memiliki ukuran sepanjang 10 meter dan tinggi 6 meter. Sebenarnya dia bisa saja terbang, akan tetapi dia memilih berjalan kaki, karena susasana hatinya sedang dalam mood bagus.


Di sekelilingnya banyak sekali bangunan gedung-gedung tinggi yang akan menjadi target serangannya. Wyvern itu membuka mulutnya dan mengeluarkan nafas Apinya untuk membakar apa yang ada di depannya. Ya, Wyvern ini yang tak lain Bos Monster yang telah keluar dari Portal Rank SS.


Sambil berjalan dia menyemburkan nafas Apinya. Sesekali ia mengeluarkan Bola Api dari mulutnya. Entah semua benda-benda, kendaraan hingga ada manusia yang lewat, ia menyerangnya. Terkadang, ia mengibaskan ekornya untuk menghantam apapun yang ada di belakangnya.


Setelah lama berjalan, ia pun segera mengepakan kedua sayap di punggungnya. Wyvern itu pun terbang di langit. Di langit pun juga ada beberapa helikopter militer. Dia pun menyerangnya dengan meniupkan nafas Apinya. Terkadang ia menghantam para helikopter terdekatnya dengan kedua tangannya bahkan ekornya.


Bahkan ada helikopter yang tertulis dari salah satu stasiun telivisi, juga ia hancurkan. Beberapa saat Wyvern itu terbang di langit, pandangan kedua matanya melihat sekumpulan ratusan manusia di jalan raya. Wyvern itu menjadi bersemangat, sebanyak manusia itu, bisa jadi makanannya. Dia pun segera terbang turun ke bawah.


Hingga akhirnya ia berhasil mendarat ala-ala film action yang tidak pernah dia lihat. Tentu saja kedatangannya membuat permukaan tanah terguncang hebat, hingga semua manusia yang ada 50 meter di depannya terkejut. Wyvern ini sejenak terdiam memandangi mereka. Tatapannya benar-benar ingin sekali memangsa mereka.


Lalu dengan perlahan, ia mulai berjalan mendekati mereka. Hal yang tak diduga oleh Wyvern itu. Semua Manusia yang ada di depannya melancarkan serangan kepadanya. Banyak sekali timah peluru menyentuh kulitnya yang keras, bahkan banyak juga anak panah yang juga menghunjaninya.


Hebatnya lagi, ada serangan Sihir elemen datang padanya. Wyvern mengaum keras, dia marah. Meski kulitnya keras, tapi tetap saja semua serangan yang datang padanya membuatnya tak nyaman, moodnya menjadi jelek. Dia pun mempercepatkan langkah kakinya ke arah sekumpulan manusia itu.


"Dia mendekat." ucap Henri.

__ADS_1


"Semuanya..!! Kerahkan semua persenjataan kalian..!!" perintah tegas dari Albert kepada seluruh semua pasukan Hunternya.


Semua pasukan Hunter Perusahaan Guild BROWN melancarkan serangan senapan mereka, begitu juga dengan pengguna busur panah. Akan tetapi serangan mereka tak memberikan pengaruh apapun, melainkan tatapan Wyvern itu semakin tajam.


Albert kembali memberi perintah. "Pengguna pedang, maju !!"


50 lebih jumlah Hunter berlarian keluar dari barisan pasukan. Mereka berlari dengan cepat ke arah Wyvern itu. Ada yang berlari terang-terangan lurus, ada yang berlari di dinding gedung, ada yang melompat-lompat ke tiang lampu kota. Wyvern terdiam tak bergerak. Namun ketika beberapa sudah ada yang mendekat, ia memulai aksinya.


Wyvern mengepakan kedua sayapnya, hingga membuat hembuasan angin yang sangat besar. Tindakannya itu membuat para Hunter yany sudah ada di dekatnya tak bisa meju dan bertahan di tempat. Bahkan sempat ada beberap yang melompat dan akan menebasnya, yang ada mereka malah terdorong mundur, dan jatuh.


Beberapa saat kemudian, Wyvern menghentikan tindakannya. Lalu ia meraih salah satu Hunter yang terduduk karena jatuh di dekatnya. Hunter itu berusaha berontak. "Aarrggghhhhhh...!! Tolong..!! Selamatkan aku...!!" Lalu terdengar Krausss...!! Tanpa ragu Wyvern menggigit bagian atas tubuh korbannya. Lalu disusul melahapnya.


Beberapa Hunter yang masih diam di tempatnya, dan tak mundur. Mereka di Rank A hingga S memilih menyerang kembali. Mereka menyerang dengan amarah karena rak terima salah satu rekan mereka telah disantap oleh Monster Wyvern itu. Mereka menyerang secara acak tak beraturan.


Serangan mereka tak beraturan karena termakan amarah. Sudah tau kulit Monster Wyvern itu sangat keras, mereka tetap menyerangnya. Bahkan ada yang terhantam ekornya karena mencoba menyerang Wyvern itu dari belakang. Beberapa saat kemudia tertangkaplah 2 Hunter yang kini mereka berdua sudah berada di genggaman masing-masing di kedua tangannya Wyvern itu.


Dengan rakusnya, Wyvern itu langsung menggigit dan melahap mereka berdua bersamaan. Melihat keganasan Wyvern, para Hunter pengguna pedang yang tersisa, memilih mundur. Mereka berlari secepat mungkin karena sudah tak punya harapan untuk menang, dan berakhir dengan ketiga Hunter sebelumnya.

__ADS_1


Albert yang melihat pasukan pengguna pedang mundur, ekspresinya menjadi pahit. Rasa marahnya sudah tak tertahan lagi. Dia mengabaikan pasukannya yang mundur melewatinya. Bahkan semua pasukan yang ada di belakangnya juga ikut mundur. Kini yang tersisa yang tetap diam di tempatnya hanya Albert, Julia, dan Henri.


"Dia kuat." gumam Henri yang sadari tadi terus memandang ke arah Wyvern itu.


"Apa kita ikut mundur ? Melawannya sepertinya mustahil, karena kulitnya sangatlah keras." ucap Julia.


Albert mengarahkan pedang besarnya ke arah Wyvern itu. "Dia akan mati di tanganku."


Baru saja Albert berbicara, di sisi Wyvern berjalan cepat ke arahnya. Albert yang melihat itu langsung melompat maju ke arah Wyvern itu. Saat ia sudah dekat, sa akan melayangkan pedangnya dengan gerakan diagonal...., Bruuaakk...!! Albert pun terhantam dan membuatnya terpental mundur. Punggungnya pun menggantam dinding bangunan dan membuatnya tak sadarkan diri.


Henri yang melihat itu segera memerintahkan Julia pun berbalik dan pergi cari tempat yang aman. Julia pun berbalik, dan saat baru berlari beberapa langkah, ia 2 siluet melewatinya dengan kecepatan tinggi. Bruukk...!! Lalu terdengar suara keras dari belakangnya. Julia pun terhenti dan berbalik kembali untuk melihat apa yang terjadi.


Julia terbelalak tak percaya melihat sosok 2 orang yang berdiri di depannya Henri. Salah satu dari mereka asing di matanya, tapi tidak untuk sosok yang satunya, begitu juga Henri. Karena sosok asing ini mengenakan pakaian hitam seperti khas Kerajaan.


"Budi, ayo kita kalahkan Monster ini."


Budi mengibas pedangnya ke samping, dan menjawab. "Aku siap kapanpun, Senior Fang Lin."

__ADS_1


______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2