Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 80 : Kekacauan Telah Selesai.


__ADS_3

Hari telah akan gelap malam. Tiba-tiba semua pandangan mahluk hidup menjadi silau. Tak hanya di satu tempat saja, melainkan semua pandangan mahluk hidup dalam 1 Dunia menjadi silau. Setelah 5 detik, semua pandangan mahluk hidup kembali normal. Kejadian ini menjadi sebuah tanda tanya besar semua orang, karena terjadi di tengah-tengah kekacauan.


Kejadian baruaan juga dialami semua orang dan Hunter, entah yang sedang bertarung melawan Monster, mengungsi, bersembunyi, semua pandangan mereka sama, sama-sama silau hanya beberapa detik saja. Ada yang khawatir, ada yang berjaga, dan lain-lain.


Tak lama kemudian semua orang atau Hunter dibuat terkejut, karena tiba-tiba semua Monster tiba-tiba terjatuh dan tak bernyawa, lalu tubuh mereka memudar bagaikan debu dan terbang di udara, hingga akhirnya lenyap tak tersisa. Semua pandangan ini membuat semua orang yang tadinya melawan semua Monster, menjadi terdiam dalam rasa terkejutnya.


Kejadian ini benar-benar membuat semua terkejut, dan terheran bukan main. Semua Monster seakan Musnah, bahkan semua Portal yang ada juga lenyap tak tersisa. Kejadian yang tak biasa benar-benar terjadi. Hampir semua orang dan Hunter berteriak sambil mengangkat senjata mereka ke udara.


"Kita menang !!"


"Semua Monster telah kalah !!"


Semua berteriak kemenangan. Mereka sangat senang, karena selama berjam-jam mereka berjuang akhirnya terbayarkan. Sebuah keajaiban datang, dan membuat semua Monster dan semua Portal lenyap.


Tapi, ada sebagian kecil dari semua orang bertanya-tanya, siapa yang melakukan ini. Karena semua kekacauan berhenti setelah pandangan mereka tiba-tiba menjadi silau. Disamping itu, mereka juga merasakan hawa ketenangan.


.....


Di sisi Lain, Sean, Peter, dan yang lainnya berjalan mendekati Reyhan yang tengah duduk di aspal sambil bersenderan di tiang listrik. Reyhan terlihat memenjamkan kedua matanya dan terukir senyuman di bibitnya.


"Kau baik-baik saja ?" tanya Sean, ketika dirinya dan yang lainnya sudah di dekat senior mereka.


"Menurutmu ? Apa aku terlihat baik-baik saja ?" balas Reyhan pelan, kedua matanya masih terpenjam.


"Ya, kau memang tidak terlihat baik-baik saja, Senior." ucap Iwan.

__ADS_1


Semua terkekeh mendengar ucapan Iwan. Lalu beberapa saat suasana menjadi hening. Mereka saling memandang. Reyhan yang masih terduduk lemas, perlahan melepaskan Gauntletnya yang sedari tadi masih ia pakai di tangan kanannya.


Semua terkejut melihat keadaan Gauntlet itu yang kini menjadi rusak, usang, dan gosong. Untuk Arkhan dan Peter, mereka berdua tidak terkejut, karena mereka tau kalau hal ini akan terjadi setelah menggunakan keenam Infinity Stones secara bersamaan untuk mewujutkan sesuatu.


Terlebih lagi, keadaan Tangan kanannya Reyhan yang awalnya kulitnya putihnya, kini kulit tangan serta lengan kanannya terlihat gosong dan disertai kulit yang terkelupas. Dan kemampuan regenerasi milik Reyhan entah kenapa masih tidak bereaksi. Padahal kemampuan regenerasi milik yang lainnya telah kembali.


Efek penggunaan Infinity Stones hampir menguras habis energi mananya Reyhan. Tapi ada yang membuat Arkhan dan Peter terkejut adalah keberadaan keenam Infinity Stones. Yang seharusnya keenam Infinity Stones itu masih melekat di Gauntlet, kini hilang entah kemana.


Arkhan dan Peter saling memandang, mereka menduga-duga kalau keenam Infinity Stones telah hancur untuk mewujudkan apa yang mereka mau.


"Kemana keenam Infinity Stones-nya ?" tanya Arkhan memberanikan diri.


Reyhan menjawab. "Setelah menggunakannya, keenam batu itu hilang entah kemana."


"Hilang ?" sahut Arkhan dan Peter terkejut.


"Hahn." gumam Fang Lin dengan ekspresi sedihnya memandang Hahn yang kini tergeletak tak berdaya.


Semua berjalan mendekati Fang Lin. Reyhan dibantu berdiri dan dipapah oleh Peter. Kini semua berdiri melingkari Hahn dan memandangnya.


Dengan lemas, Hahn memandang mereka. "Terimakasih telah menghentikankanku."


Lalu pandanganannya beralih ke arah Fang Lin. "Maafkan aku, sahabatku."


Fang Lin mengangguk kepalanya. Hahn bersuara lagi. "Titip salam maafku untuk semua teman-teman kita."

__ADS_1


Fang Lin mengangguk kepalanya lagi. "Ya, pasti akan kusampaikan."


Hahn memenjam kedua matanya dan ia tersenyum damai, dan akhirnya ia meninggal. Tubuhnya pun memudar menjadi debu dan lenyap. Sean memegang pundaknya Fang Lin, seakan memberi semangat agar merelakan kepergian Hahn.


.....


1 Minggu Kemudian. Kejadian atas kekacauan sebelumnya masih menjadi sebuah perbincangan. Setiap Negara damai, tak ada Portal-Portal yang muncul. Mungkin untuk orang-orang biasa bersyukur, tapi tidak untuk para Hunter, Perusahaan Guild, hingga Asosiasi Hunter. Karena akan ada kemungkinan Dunia menjadi damai, pastinya kelompok ini sudah mulai merasa terancam akan bangkrut.


Ya, bagaimana tidak bangkrut, karena sudah tidak ada pemasukan hasil dari semua Hunter, dan juga pastinya pemimpin Negara takkan mau membiayainya. Kalau diingat-ingat, setiap pemimpin Negara mengizinkan Asosiasi Hunter karena supaya Negara kelahiran mereka aman dari serangan Monster.


Karena sudah tak pernah muncul lagi, dan satelit juga tak mendeteksi adanya kemunculan Portal. Dan sudah diputuskan, 1 bulan bila masih aman, maka semua Asosiasi Hunter yang ada di Dunia dihilangkan. Asosiasi Hunter dihilangkan, otomatis Perusahaan Guild pun juga pasti akan ikut dihilangkan.


.....


Sementara Di tempat lain, di taman belakang Hotel Terbengkalai, terlihat 12 orang sedang berkumpul.


"Dunia ini sudah aman. Mungkin sudah saatnya kita pulang ke Dunia kita masing-masing." ucap Reyhan.


Kini kondisi Reyhan telah membaik. Kemampuan regenerasi telah kembali bereaksi, begitu juga dengan yang lainnya, tapi hanya Reyhan saja kemampuan regenerasinya sangat lambat menyembuhkan tangan kanannya. Semua menyimpulkan karena masih ada efek penggunaan Infinity Stones.


Bahkan membutuhkan berhari-hari agar Reyhan pulih dan kembali ke kondisi prima. Reyhan berani mengambil reseko itu, karena ia salah satu yang terkuat. Reyhan enar-benar tak menyangka kalau menggunakan keenam Infinity Stones untuk kedamaian Multiverse akan mendapat efek yang luar biasa.


Bisa dikatakan Reyhan hampir sekarat. Benar-benar pengorbanan yang tak kecil. Bila itu bukan dirinya, mungkin entah apa yang terjadi pada penggunanya bila bukan Reyhan yang melakukannya. Meski kini Reyhan terlihat baik-baik saja, tapi tangan kanannya dibaluti perban, dan belum bisa digerakan sepenuhnya.


Semua terlihat enggan untuk berpisah, terutama Budi, Lisa, Andi, Beni, Iwan, dan Hendi. Mereka sudah melakukan salam perpisahan, saat Reyhan akan membukakan salah satu Portal menuju Dunia mereka, tiba-tiba ada sebuah Portal muncul tak jauh dari mereka.

__ADS_1


______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2