
Warna Langit telah kembali normal. Kini Dunia D-22 telah kembali terkena efek D-Danger. Di sebuah tempat tersembunyi, di dalamnya terlihat sosok pria tampan berkulit sawo matang. Dia juga memiliki rambut yang sedikit panjang. Dia tengah duduk bersila, dia pun membuka kedua matanya, dan bergumam. "Apa yang telah tejadi ?"
"Kenapa bisa dampak gejala dari Sihirku bisa hilang beberapa saat ?" tambahnya bertanya-tanya.
Dia merasakan hawa keberadaan yang tak asing baginya. Ia bergumam. "Ini..." lalu rasa marah bangkit. Seketika ia teringat akan masa lalunya. Dia bukan lain adalah Hahn, Sang Dewa Iblis yang menggunakan Kekuatan Kegelapan untuk menguasai Multiverse.
Dia dulunya adalah seorang Kultivator. Ya, dari jati dirinya dia adalah seseorang sudah pasti berasal dari Dunia Kultivator. Dia adalah salah satu seorang Kultivator terhebat di Dunianya. Kenapa dia ingin melakukan invasi ke semua Dunia yang ada di Multiverse ?
*********
Flashback.
Seorang pemuda bernama Ling Hahn. Dia adalah pemuda Kultivator dari keluarga Ling. Dia biasa dipanggil Hahn. Dia memiliki teman yang selalu mendukungnya. Akan tetapi, entah kenapa salah satu temannya itu lebih unggul darinya. Awalnya dia biasa-biasa saja, dia tak mempermasalahkan hal itu. Ia anggap itu sepele.
Tapi, Entah kenapa semua keluarganya membanding-bandingkan dirinya dengan temannya itu. Awalnya biasa saja. Tapi, rasa benci kepasa temannya mulai tumbuh ketika temannya itu melamar wanita yang sudah lama ia cintai. Sebenarnya, pada dasarnya Hahn sediri yang salah, karena ketika temannya bertanya siapa wanita yang dia sukai.
Hahn menjawab kalau dirinya tak menyukai gadis siapapun. Sebenarnya dia memiliki perasaan ke salah satu wanita, tak ada yang tau hal itu, ia hanya memendamkannya sendiri. Sangat malu, dan tak punya nyali. Dirinya tidak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya ke wanita yang ia cintai. Hingga akhirnya, ia melihat temannya melamar wanita yang diam-diam ia cintai.
Sungguh sakit rasanya. Dirinya benar-benar terlambat. Rasa benci, kecewa, amarah, sedih, dan rasa iri menjadi satu. Hingga akhirnya pergi meninggalkan temannya. Ia mulai terobsesi untuk meningkatkan Kultivasinya. Karena saat itu Kultivasinya dibawah temannya.
Hahn mulai berfikir, jika dirinya lebih kuat, mungkin saja wanita yang ia cintai akan berpaling dari temannya dan jatuh ke pelukannya. Namun ketika ia kembali, ia tak menyangka kalau temannya itu malah jauh lebih kuat, lebih cepat berkembang dibandingkan dirinya.
__ADS_1
Hahn semakin benci kepada temannya itu. Kini ia mulai terobsesi untuk meningkatkan kekuatannya. Ia akan menjadi Kultivator yang hebat. Ia pun melupakan rasa cinta wanita yang ia incar. Yang ia pikirkan adalah, menjadi Kultivator terkuat dan mengalahkan temannya.
Hingga akhirnya ia menemukan sebuah Ring di dalam hutan yang tak pernah di kunjungi oleh siapapun. Ia meneliti Ring itu. Ia berfikir, kalau Ring yang ia temui adalah sumber daya, karena ia merasakan energi yang tak biasanya. Ia merasakan 2 jenis energi berbeda di dalam Ring itu. Energi Cahaya dan Energi Kegelapan.
Lalu Hahn berkultivasi dan menyerap kekuatan dari Ring itu. Sesuatu yang tak terduga, dia mendapat kekuatan yang luar biasa. Ia pun mulai melatihkan dirinya untuk mengendalikannya kekuatan barunya. Hampir 2 tahun ia berlatih keras. Kekuatan yang ia rasakan semakin kuat.
Rasa benci, kecewa, amarah, sedih, dan iri yang ada pada dirinya menimbulkan Kekuatan Kegelapan di dalam dirinya melahap kekuatan Cahayanya. Kultivasinya berkembang pesat, menjadi Tingkat Martial Emperor tahap awal. Lalu ia pergi kembali untuk membalas temannya itu.
Dia mulai mengacau Kota kelahirannya. Beberapa temannya datang untuk menghentikannya, salah satunya teman yang ia benci. Bahkan Keluarganya juga datang untuk menghentikannya. Semua temannya dan keluarganya kalah, tinggallah Hahn dan temannya yang ia benci itu.
Hingga akhirnya mereka berdua saling bertarung hebat dalam berjam-jam. Hahn tak menyangka kalau temannya juga memiliki Kultivasi yang sama, bedanya temannya itu di tahap akhir. Dirinya kalah, dengan terpaksa ia pergi meninggalkan lawannya begitu saja.
Hahn tak memiliki rencana baru. Rasa obsesi dengan kekuatan semakin menjadi, ia terus berlatih mati-matian. Kekuatan Kegelapan yang ada di dalam dirinya benar-benar menguasainya. Hingga tanpa sengaja ia bermimpi yang luar biasa. Yaitu sesuatu yang tak semua orang tau. Yaitu Multiverse.
Di samping itu, Kekuatan Kegelapannya juga semakin kuat. Kini Hahn hanya perlu menanamkan Energi Kekuatan Kegelapannya ke seseorang atau pun hewan buas yang telah ia kalahkan, maka mereka akan berubah menjadi Monster serta bawahannya.
Jika ada salah satu bawahannya terlepas dari Energi Kegelapannya, maka Energi Kehidupannya bawahannya yang telah kalah akan terserap untuknya secara otomatis, dan itu tentu saja membuat bawahannya mati.
Bahkan diantara semua Monster yang sudah menjadi bawahannya adalah salah ketiga hewan buas spiritual yang merupakan sahabat dari temannya. 3 tahun, ia terus berlatih, memburu hewan buas, dan berkultivasi. Berkat kekuatan Kegelapannya, dirinya bisa berkembang dengan cepat.
Setelahnya, ia pun kembali membuat kekacauan di kota kelahirannya bersama bawahannya. Bahkan prajurit Kerajaan juga ikut turun berhadapan dengannya. Hahn membunuh semua orang-orang yang datang padanya. Lalu ia menyerap semua jiwa orang-orang yang ia kalahkan.
__ADS_1
Bahkan semua Keluarganya yang datang untuk menghentikannya, pun ia bunuh, dan menyerap jiwa mereka. Jiwa-jiwa yang ia serap membuat Kultivasinya meningkat drastis, yaitu Tingkat Martial Saint, tengah tanpa ada penyiksaan. Hahn pun kembali melawan temannya yang ia benci itu.
Tak membutuhkan waktu yang lama, pada akhirnya, Hahn berhasil mengalahkan temannya itu, karena Kultivasinya masih di Tingkat Martial Monarc tahap tengah. Hahn membiarkan temannya tetap hidup. Ia menambahkan tujuan baru, yaitu temannya atau siapapun itu, jadilah kuat datanglah kepadanya.
Hahn ingin ada penantang yang terkuat datang padanya. Sebelum pergi, temannya yang tengah terbaring tak berdaya, memanggilnya. "Sahabatku, kenapa kau telah berubah ?"
Hahn menghentikan langkah kakinya. Lalu ia berbalik dan menjawab. "Semua ini karenamu."
"Karenaku ?"
"Ya, tapi kini kali ini tujuanku adalah menguasai Multiverse." balas Hahn.
Temannya mengerut dahinya. Ia bergumam. "Multiverse ? Dunia Paralel ?"
"Owh.., rupanya kamu mengetahui apa itu Multiverse. Apa kamu juga tahu tentang Multiverse ?" sahut Hahn dan bertanya.
Temannya diam tak menjawab. Tapi dari ekspresinya, Hahn bisa mengerti kalau temannya itu mengetahuinya. Akan tetapi, Hahn tak peduli, karena baginya temannya itu sudah kalah darinya.
Tujuan pertamanya telah ia penuhi, sekarang tujuan kedua menguasai Multiverse. Hahn pun pergi sambil membuka Portalnya, dan tak lupa membuka banyak Portal untuk membawa semua bawahannya. Hahn pun meninggalkan Dunia kelahirannya.
Ia memiliki rencana yaitu membulat Dunianya sendiri sebagai awal dari tujuannya. Ia akan membuat Dunianya menjadi satu-satunya yang ada di Multiverse. Dirinya pun mulai menyebut dirinya sebagai Dewa Iblis.
__ADS_1
______________________
Jangan Lupa Like.