Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 61 : Orang Yang Sama.


__ADS_3

Reyhan menghela nafasnya setelah mendengar nama Dunia yang merupakan tempat tinggal Phoenix itu dan Hahn Sang Dewa Iblis. Dalam hatinya, ia bergumam. "Dunia itu lagi, Dunia itu lagi. Kenapa belakangan ini aku sering mendengar Dunia Kultivator selama di Dunia yang sudah kacau ini."


"Kamu segera 'lah pergi ke Dunia Kultivator dan temuilah sahabatku di sana. Dia adalah Kultivator yang hebat, dia pasti akan membantumu. Karena dia juga memiliki masalah yang belum selesai dengan Dewa Iblis itu." ucap Sang Phoenix.


"Nama temanmu ? Siapa ?" tanya Reyhan.


"Fang Lin." jawab Phoenix.


Reyhan sedikit mengangguk-angguk kepalanya. Nama itu sudah tak asing baginya meski ia tak pernah melihat langsung orangnya. Reyhan pun bertanya. "Aku memiliki kekuatan untuk pergi ke Dunia/Dimensi lain. Tapi aku tak tau caranya agar langsung sampai di Dunia Kultivator. Kau tau di Multiverse ini masih banyak sekali Dunia yang belum aku kunjungi."


"Jadi, mana mungkin aku kunjungi semua Dunia satu persatu. Kau tau sendiri 'kan, di Multiverse ini banyak sekali Dunia yang tak terhitung." tambahnya.


"Haha.., aku tak menyangka kalau kau bisa tau Multiverse." kata Phoenix sedikit tertawa. Dirinya juga tau apa itu Multiverse saat dirinya telah berada di dalam kendali Sihirnya Dewa Iblis.


"Kau hanya perlu mencari salah barang yang berasal dari Dunia tempat tinggalku. Dengan itu, kamu akan bisa langsung membuka Portal menuju ke Duniaku." kata Phoenix menjelaskan.


Reyhan mendengus kesal. "Aku tak memiliki barang apapun yang ada sangkutannya dengan Duniamu."


Phoenix itu juga mendesah. Lalu ia langsung teringat sesuatu. "Aku juga memiliki teman, dia adalah hewan Harimau, nama dia Thorga. Dia juga sama berasal dari Duniaku."


"Kau memintaku untuk mencari temanmu ?" balas Reyhan bertanya.


"Ya, karena dia memiliki kalung giok pemberian Fang Ling. Kalung itu bisa memanggil temanku. Aku dulu juga memilikinya, tapu aku aku sudah menggunakannya, jadi tak bisa digunakan." jawab Phoenix.

__ADS_1


"Jangan bilang kalung giok milik temanmu itu, juga hanya bisa digunakan sekali. Hei...!! Bagaimana bila nanti kalung yang ada di temanmu itu telah digunakan ? Bisa sia-sia aku bila mencarinya." kata Reyhan sedikit kesal.


"Tidak. Temanku Thorga ini tak pernah menggunakan kalungnya sama sakali, meski disaat darurat, dia takkan menggunakannya. Karena dia kuat, bahkan lebih kuat dariku." jawab Phoenix dengan tenang. Nada bicaranya juga telah pelan sekali.


"Carilah dia, di juga dalam kendali Sihirnya Dewa Iblis. Karena dia lebih dulu dalam pengaruhnya dan bertarung denganku." jawab Phoenix.


Sejenak mereka terdiam, Reyhan tersenyum memandang Phoenix, dan bertanya. "Apa kamu memiliki nama ? Bolehkah aku tau siapa namamu ?"


Phoenix sejenak terdiam. Lalu ia menjawab. "Ya, namaku adalah pemberian temanku, Fang Lin. Namaku, Red Wing." setelah memberitahu namanya, Phoenix itu pun menutup kedua matanya.


Reyhan pun memeriksa keadaan Phoenix ini yang bernama Red Wing. Ia menghela nafasnya. "Selama jalan, Red Wing. Aku akan menguburkanmu dengan layak." lalu ia melambaikan tangannya ke arah jasad Phoenix ini. Dan seketika jasadnya masuk ke dalam ruang penyimpanannya.


Reyhan pun berdiri, dia pun berbalik dan berjalan ka arah Budi dan keempat temannya yang sejak tadi menunggunya. Reyhan mengajak mereka berlima untuk pergi dari Dungeon ini. Mereka berlima pun mengangguk setuju, karena beberapa saat lalu juga terasa guncangan,


"Kalian sudah selesai ?" tanya Reyhan.


Sean, Peter, dan Queen mengangguk kepalanya. "Ya, kami sudah selesai." Sean yang menjawab sekaligus mewakilkan Peter dan Queen.


Mereka bertiga bingung, karena kenapa Reyhan bisa pergi dari markas. Karena sebelumnya dia mengatakan tidak ikut, karena ada hal yang ingin Reyhan lakukan. Dan sekarang, Reyhan pulang bersama Tim Elang Hitam.


"Ada yang harus aku sampaian padamu Senior." ucap Sean.


Reyhan menjawab. "Lebih baik besok saja, Sean. Lagi pula ada beberapa hal yang juga akan kusampaikan kepada kalian. Malam ini, Kalian beristirahatlah."

__ADS_1


Tak ada bantahan, mereka semua pun membubarkan diri setelah mendengar ucapan Senior mereka. Di sisi Sean, ia berfikir tentang jasad Harimau yang ia simpan di cincin penyimpanannya, akan ia makamkan besok saja.


Kembali di sisi Reyhan, setelah ia melihat para Juniornya pergi ke kamar mereka masing-masing, Reyhan pun berjalan menuju ke belakang markas.


.....


Kini Reyhan sudah ada di belakang markas. Ia pun membuat sebuah lubang di tanah. Setelah dibuat lubang, ia pun mengeluarkan jasad Phoenix dari ruang penyimpanannya. Lalu ia mengkuburkannya. Makam Phoenix itu bersebelahan dengan makam Centaur.


Reyhan masih berdiri di depan kedua makam itu. Lalu ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Dia pergi kembali ke markas. Karena memang sudah malam, tentu saja, ia ingin tidur.


.....


Keesokan Harinya. Di pagi hari, masih di Hotel Terbengkalai, yang tak lain markas Tim Misterius ini. Kini semua orang sedang duduk di kursi mereka masing-masing. Mereka melingkari meja bundar. Saat ini mereka langsung mengadakan rapat setelah sarapan.


Rapat pun dimulai. "Kita langsung saja dengan rapat ini." ucap Reyhan yang memulai.


Reyhan menjelaskan. "Ada beberapa hal yang akan kusampaikan. Perihal kenapa aku bisa bersama Tim Elang Hitam. Karena sebelum aku bosan menunggu kalian, jadi aku menyusul ketika aku merasakan Power Stone digunakan."


"Di Dungeon yang dimasuki Tim Elang Hitam, ternyata Bos-nya memiliki akal. Dia adalah Burung Phoenix, dia sudah kumakam 'kan semalam. Dia bernama Red Wing. Dia tak banyak menyampaikan informasi."


"Dia memberitahu kalau tempat tinggalnya masih 1 Dunia dengan Hahn. Dia sepertinya ada hubungan dengan George. Karena mereka berdua sama-sama memiliki teman dengan satu orang yang sama. Nama teman mereka, Fang Lin."


______________________

__ADS_1


Jangan Lupa Like.


__ADS_2