Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 49 : Waktu Terus Berjalan.


__ADS_3

Hari telah malam, terlihat sebuah mobil sedang hitam baru saja terparkir di depan musion mewah. Kedua pintu mobil itu terbuka, Julia dan Albert turun dari mobil mereka. Mereka berjalan berdampingan menuju musion mewah itu yang pintunya sudah dibuka lebar-lebar oleh seorang pria paru baya, dia adalah kepala pelayan di musion mewah itu.


"Selamat datang, Tuan, Nyonya." ucap pelayan itu.


Albert dan Julia hanya mengangguk kepalanya, lalu berjalan masuk musion yang tak lain tempat tinggal mereka. Pelayan itu mengerut dahinya ketika melihat wajah tuanya terlihat tidak baik. Ia memilih diam tak bertanya tentang luka beberap lebam di wajah Tuannya, meski dalam pikirannya menyangkal kalau Tuannya bisa dikalahkan.


Kini pasangan suami istri itu di ruang tamu. Albert telah duduk di sofa panjang. Sedangkan Julia, ia sejenak pergi mengambil kotak P3K. Tak lama kemudianj ia kembali dan duduk di samping suaminya. Lalu ia mengobati luka-luka lebam di wajah suaminya. Tak membutuhkan waktu yang lama, Julia telah selesai mengobati luka Albert.


"Jadi bagaimana menurutmu ?" tanya Albert, tatapan kosong memandang ke arah depan.


Julia yang baru saja menutup kota P3K-nya, ia menoleh dan memandang Albert. Ia mengerut dahinya. "Apa maksudnya ?"


Albert mengalihkan pandangannya ke arah istrinya yang duduk di sampingnya. Dengan datar ia berkata. "Tentang mantan suamimu."


Julia sedikit memiringkan kepalanya dan mengangkat alis sebelahnya. "Kenapa kau bertanya tentang dia ?"


"Apa kamu kembali tertarik padanya ?" tanya Albert memandang dengan dalam ke arah Julia.


"Untuk apa aku tertarik dengan lelaki menyedihkan seperti dia ? Dan kenapa kamu bisa mengatakan itu padaku ?" balas Julia dan bertanya balik.


Albert menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dia sudah tak terlihat menyedihkan lagi, Julia. Dia sekarang jauh lebih kuat dariku. Suatu saat, ini pasti menjadi ancaman."


"Dan bisa saja kau kembali padanya." tambahnya dengan tatapan tajam ke arah Julia.


Pandangan Julia ke suaminya menjadi tajam. Ia marah, lalu ia membentak. "Kenapa kamu bisa memiliki pikiran seperti itu ? Bukankah kamu tau sendiri ? Selama ini aku telah meninggalkan semuanya demi bersamamu."

__ADS_1


Albert terdiam, ia tak menjawab perkataan dari istrinya bila sudah marah. Julia kembali bersuara dengan tenang. "Sudahlah, mungkin kamu sedang lelah. Lebih kita istirahat. Agar besok kamu bisa mendapat ide untuk membuat rencana kedepannya."


Albert menghela nafasnya. Lalu ia mengangguk kepalanya. Ia pun berdiri berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai 2. Sedangkan Julia, ia juga mengikuti Albert dari belakang. Mereka pun masuk ke dalam kamar yang sama.


.....


Beberapa Hari Kemudian. Dimana Hari berlatar di siang hari. Setelah 4 hari semenjak pertemuan antara rombongan Henri dengan rombongan orang asing, kini telah menjadi berita heboh lagi. Yang dimana berita kali ini tentang Tim Elang Hitam yang selama ini dinyatakan hilang telah kembali.


Dan lebih menghebohkan Tim Elang Hitam itu telah lepas dari Asosiasi Hunter, dan keluar dari Perusahaan Guild SILVER, kini mereka telah bergabung dengan dengan kelompok yang berisikan kelima orang asing yang hebat dan kini sedang menjadi pembicaraan oleh semua orang terutama para Hunter.


Semua orang, entah itu juga para Hunter, menyebutkan Kelompok itu adalah Tim Misterius. Karena mereka datang, dan pergi begitu saja setelah membunuh Bos Dungeon. Anehnya mereka pergi meninggalkan semua inti Monster dari semua Monster yang mereka bunuh.


Setelah mengetahui Tim Elang Hitam bergabung dengan Tim Misterius itu, semua Hunter dan kelompok Hunter yang ada merasa iri. Mereka pun berlomba-lomba melatih diri mereka agar menjadi lebih kuat. Dan berharap tanpa disengaja mereka bertemu dan diajak bergabung dengan Tim Misterius itu.


Sementara di sisi lain, terlihat seorang pemimpin Asosiasi Hunter tengah duduk di kursi keberadaannya yang ada di ruangannya, dia yang tak lain Henri. Dia tengah berfikir agar ia memiliki rencana yang tepat untuk bisa mendapatkan Tim Misterius itu. Yang sedari awalnya berjumlah 5 orang, kini bertambah 5 anggota Tim Elang Hitam.


"Ini tidak bisa dibiarkan. Bisa-bisa mereka bisa bergabung dengan yang lain." gumamnya.


"Kecuali Tim Elang Hitam, aku masih tak bisa mencari identitas mereka berlima. Kalau ada, aku bisa memanfaatkan itu." tambahnya lagi.


Lalu terdengar suara pintu ruangannya diketuk. Henri pun mempersilahkannya untuk masuk ke ruangannya. Pintu ruangannya terbuka, terlihat seorang laki-laki berpakaian formal berjalan mendekati Hunri. Dia lalu sedikit membungkut untuk memberi hormat kepada atasannya.


"Tuan, saya sudah mendapat informasi baru. Dan informasi ini ada kaitannya dengan Tim Misterius itu." ucapnya, dia adalah asisten Henri.


Henri tersenyum. "Katakan."

__ADS_1


"Salah satu bawahan saya baru saja menghubungi saya. Dia mengatakan dirinya tidak sengata, saat ini dia melihat salah satu anggota Tim Misterius tengah berada di dalam supermarket di dekat perbatasan kota."


"Lalu, siapa ?" sahut Henri.


"Dia tidak lain adalah Budi, Hunter mantan ketua Tim Elang Hitam."


"Apa dia sendiri ?" tanya Henri.


"Tidak, Tuan. Dia berdua bersana seorang Gadis kecil yang mungkin usianya sudah di 10 tahunan."


Henri mengangguk-angguk kepalanya. Ia tau siapa Gadis kecil itu. Dia tak lain adalah anak dari pernikahan Budi dengan mantan istrinya. Lalu ia berkata. "Biarkan saja dulu. Kamu suruh anak buahmu itu untuk segera pergi menjauh. Aku ingin menyusun rencana yang matang."


.....


Waktu terus berjalan, hari demi hari, minggu demi minggu. Tak terasa sudah terhitung 2 bulan Reyhan, Sean, Peter, Arkhan, dan Queen tinggal di Dunia D-22. Jika dibandingkan dengan waktu yang sebenarnya, mereka berlima telah pergi selama 1 jam. Sungguh lucu.


Ya, terkadang mereka berlima tidak bisa untuk tidak bisa untuk bingung. Waktu yang sebenarnya mereka telah pergi selama 1 jam, tetapi yang mereka rasakan, sudah 2 bulan mereka tinggal. Anehnya mereka tidak merasakan waktu mereka terlalu cepat, rasanya normal seperti pada umunnya.


Dari pada memikirkan hal itu, mereka terkadang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Ada yang menyanar untuk jalan-jalan keluar. Dan latihan di taman belakang markas mereka. Kegiatan mereka di malam ? Tentu saja seperti biasa, mereka menjelajahi berbagai Dungeon yang ada di setiap dalam Portal yang mereka masuki.


Selama itu mereka belum menemukan petunjuk apapun, atau menemukan sebuah pemicu agar Hahn datang. Hari pun telah malam, kali ini, Reyhan memilih untuk tidak ikut, karena ingin melakukan sesuatu. Malam ini yang pergi Sean, Peter, Queen, Budi, Andi, Iwan, Hendi, dan Beni. Sedangkan Arkhan, seperti biasa, ia tinggal di markas untuk menemani Lisa.


______________________


Jangan Lupa Like.

__ADS_1


__ADS_2