Sequel Of The Hunter : The Guardians

Sequel Of The Hunter : The Guardians
BAB 50 : Mencari Solusi.


__ADS_3

Terlihat 8 orang sedang berlarian, di wilayah perumahan yang ada di dekat kota. Mereka berlari dan melompat dari atap ke atap banguan lainnya. Tujuan mereka adalah Portal-Portal yang ada di pusat kota. Mereka berdelapan yang bukan lain Sean, Peter, Queen, Budi, Andi, Hendi, Iwan, dan Beni. Gerakan mereka cukupkah cepat.


Sebenarnya Sean, Peter, dan Queen bisa berlari lebih cepat, tetapi mereka memilih mengimbangi kecepatan mereka dengan Budi dan keempat temannya. Di samping itu, banyak sekali orang-orang, bahkan Hunter yang ada di tempat itu terkejut melihat mereka lewat.


Mereka terkejut karena gerakan mereka sangat cepat. Mungkin mereka akan lebih terkejut lagi bila tau kalau mereka dari Tim Misterius. Karena sampai sekarang belum semua Hunter atau orang-orang tak tau wajah mereka semua.


"Kita akan segera sampai. Setelahnya, kita perpisah." ucap Sean di sela-sela ia berlari. Ketujuh juniornya mengangguk kepalanya.


Rencana yang dijalankan oleh mereka sekarang ini adalah, memasuki Portal yang berbeda. Dari mereka masing-masing akan sendirian menahlukan Dungeon.


Sean bersuara lagi. "Untuk Tim Elang Hitam, kalian tetap bersama." Budi dan keempat temannya mengangguk kepalanya.


Karena Tim Elang Hitam dasarnya tidak bisa dipisahkan. Bila kekurangan 1 orang saja dari mereka, Tim Elang Hitam kemungkinan besar bukanlah apa-apa. Tak lama kemudian, mereka telah telah sampai di tengah-tengah pusat kota.


Seketika mereka pun berpencar mejadi 4 arah yang berbeda. Mereka pun segera mencari Portal terdekat yang ada di dekat pusat Kota. Ketika menemukannya, tanpa ragu mereka masuk dengan cepat dan mengabaikan beberapa tentara yang sedang berjaga disana.


.....


Di sisi lain. Di Hotel Terbengkalai, yang tak lain markas rombongan Tim Reyhan, atau dikenal orang-orang Tim Misterius. Markas mereka sangatlah aman hingga saat ini. Terlebih Reyhan telah menanam Sihir pelindung untuk melindungi tempatnya, dan menghindari dari segala ancaman hingga serangan luar.


Saat ini, terlihat Arkhan tengah duduk bersantai di sofa panjang. I tengah menonton Tv. Ya, Tv itu adalah yang ia beli kurang lebih 1 bulan yang lalu. Karena menurutnya akan bosan bila tidak ada Tv. Lagi pula, ia sudah lama tidak pernah menonton Tv semenjak ia bertransmigrasi.


Arkhan tidak sendiri, ia bersama Lisa yang juga sedang duduk di sofa kecil tak jauh dari Arkhan. Lisa tak belajar, karena siangnya sudah Arkhan ajari. Mereka berdua tengah menonton salah satu film keluarga yang cukup mengocok perut.


Malam ini, mereka tak hanya berdua, karena ada Reyhan juga kini sedang berada di taman belakang markas. Ia sedang berdiri memandang Portal yang ada di depannya. Portal yang ada di depannya itu tercipta dari Space Stone-nya. Ia sedang tengah berfikir sesuatu.

__ADS_1


Lalu terdengar suara langkah kaki mendekat. Tanpa menoleh, Reyhan sudah bisa menebak, siapa itu. Reyhan pun berkata. "Kenapa kamu kesini ? Lebih baik temanilah Lisa." ucapnya sambil memandang Portal sambil mengusap dagunya, ia terlihat berfikir keras.


"Lisa bisa ditinggal bila aku hanya datang kesini." jawab Arkhan. Lalu Arkhan mengerut dahinya, memandang Reyhan yang terus memandang Portal di depannya.


"Aku penasaran, apa yang Senior lakukan ? Dan kenapa tidak ikut dengan yang lain untuk menahlukkan Dungeon ? Dan juga, kenapa Portal itu dibiarkan ? Tidak kau masuki ?" bertubi-tubi Arkhan melempar pertanyaan kepada Seniornya ini.


"Aku sedang memikirkan solusi agar bisa keluar dari Dunia tanpa terkena efek Revolusi, Rotasi, dan Waktu disini." jawab Reyhan dengan tenang, pandangan masih memandang ke arah Portal di depannya.


Arkhan terbelalak. "Senior, kau berencara pergi meninggalkan Dunia ini begitu saja ?"


Reyhan menoleh, ia memandang Arkhan yang berekspresi terkejut padanya. "Kenapa bisa kamu berfikir seperti itu ?"


Arkhan mengerut dahinya, ia sedikit memiringkan kepalanya. "Hm ?"


"Kau tau 'kan, Revolusi, Rotasi, dan Waktu di Dunia ini terkena efek D-Danger ?" kata Reyhan, Arkhan mengangguk kepalanya.


"Maka dari itu sedang memikirkan solusi, agar Revolusi, Rotasi, dan Waktu di Dunia ini normal disaat D-Danger masih ada. Jadi ketika aku pergi selama beberapa hari, di waktu Dunia D-22 ini pun juga sama." tambahnya.


Setelah menajelaskan itu, Portal di depannya pun menghilang. Reyhan masih saja berfikir untuk mencari solusi tersebut. Arkhan pun bertanya. "Untuk apa Senior pergi ? Apa ada sesuatu yang ingin kau cari ? Atau ada seseorang yang ingin kau temui ?"


"Aku penasaran, dengan seseorang yang bernama Fang Lin." jawab Reyhan.


Arkhan sejenak terdiam, lalu ia sedikit terkejut setelah mengingat nama yang baru saja diucap oleh Seniornya. "Apa kau bermaksud ingin pergi ke Dunia Kultivator ?"


Reyhan mengangguk kepalanya. "Aku berencana untuk pergi ke salah satu Dunia Kultivator, dan membawa seseorang yang bernama Fang Lin itu datang kemari, aku mengingikan dia untuk ikut mengatasi Hahn."

__ADS_1


"Tapi, bagaimana caranya kau datang ke Dunia itu, Senior. Untuk pergi meninggalkan Dunia D-22 ini selama beberapa hari saja, sama saja meninggalkan beberapa tahun." ucap Arkhan kembali mengingatkan masalah utamanya.


Reyhan menjawab. "Maka dari itu, aku sedang mencari solusinya." Pada akhirnya, Reyhan dan Arkhan pun sama-sama berfikir. Setelah sedikit lama berfikir, mereka pun saling menoleh dan saling memandang.


.....


Di sisi lain, di dalam Dungeon yang berlatar Hutan yang kekeringan, terlihat Sean yang baru saja membunuh pasukan Monster yang berjumlah 100 lebih. Sean pun kembali melanjutkan perjalanannya mencari keberadaan Bos Dungeon yang ia masuki. Terlihat 8 orang atau 8 Hunter yang sedang duduk dan ada yang sedang berdiri.


Tepatnya mereka baru saja diselamatkan oleh Sean, beruntung mereka ber-8 mengalami luka-luka yang ringan saja. Sean pun berjalan meninggalkan mereka semua yang terbengong, pasaknya semua inti Monster yang sudah dikalahkan oleh Sean, ditinggalkan begitu saja.


Salah satu dari mereka pun menyadari sesuatu. "Hei, apakah dia dari Tim Misterius yang sedang dibicarakan belakangan ini ?"


"Sepertinya benar."


"Tapi kenapa dia sendirian ?"


"Benar, bukankah seharusnya mereka ada 10 setelah Tim Elang Hitam ikut bergabung ?"


Salah satu dari mereka pun berkata. "Sudahlah. Yang terpenting kita ambik semua inti Monster. Bukankah seperti rumornya kalau orang-orang dari Tim Misterius tidak tertarik dengan inti Monster."


Semua mengangguk kepalanya. Mereka pun segera bergegas mengambil semua inti Monster yang ada disana. Mereka sangat senang, bisa dikatakan hari ini mereka mendapat semua inti Monster secara cuma-cuma.


Sedangkan di sisi Sean, ia tengah berlari menuju ke arah yang tidak menentu. Yang terpenting, Sean tetap maju ke arah depan dan tidak berbelok. Mungkin bisa saja ia menemukan sesuatu. Tiba-tiba Sena pun menghentikan berlarinya.


Benar saja, ia menemukan seekor Harimau besar dan memiliki sebuah tanduk di kepalanya. Harimau itu terlihat sedang bersantai, lalu ia berdiri dengan ke-4 kakinya. Monster Harimau itu memandang tajam ke arah Sean yang berdiri 10 meter di depannya.

__ADS_1


______________________


Jangan Lupa Like.


__ADS_2